Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Konflik LTS

Kapal Perang AS Berlayar Dekat Pulau Sengketa

Kapal Perang AS Berlayar Dekat Pulau Sengketa

Foto : Reuters/Hugh Gentry
USS Chafee sedang melakukan manuver dalam latihan perang di perairan Hawaii beberapa waktu lalu. Kapal perang Amerika Serikat tipe perusak ini pada Selasa (10/10) lalu melakukan misi kebebasan bernavigasi di Kepulauan Paracel di Laut Tingkok Selatan.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC – Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tipe perusak, diwartakan pada Rabu (11/10) telah berlayar dekat kepulauan yang diklaim Tiongkok di kawasan perairan sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS).

“Kapal perusak Chafee yang dilengkapi dengan misil kendali tengah melakukan misi operasi manuver normal bagi menentang “klaim maritim yang amat berlebihan” dekat Kepulauan Paracel pada Selasa (10/10), dimana Tiongkok sedang bersengketa dengan negara-negara tetangganya,” demikian lapor pejabat AS yang tak ingin disebutkan jati dirinya.

Operasi militer AS itu merupakan upaya terkini untuk melawan pembatasan kebebasan bernavigasi di perairan strategis itu.

Keberadaan kapal perang AS itu segera diprotes Beijing. Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan segera mengirimkan sebuah kapal perang, dua jet tempur dan sebuah helikopter untuk menggiring kapal perang AS itu menjauh dan mengeluarkan peringatan bahwa aksi provokasi AS telah mengancam kedaulatan dan keamanan Tiongkok.

“Tiongkok akan semakin meningkatkan pertahanan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Kami menuntut pihak AS mengambil langkah untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Tiongkok. Pada saat bersamaan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan telah mengeluarkan protes resmi pada AS dan menegaskan kembali bahwa Kepulauan Paracel ada di teritorial Tiongkok. “Beijing akan terus mengambil langkah bagi melindungi wilayah kedaulatan Tiongkok serta kepentingankepentingannya di wilayah maritim.

Beijing pun menyerukan pada Washington DC agar menghormati wilayah kedaulatan dan kepentingan maritim Tiongkok serta turut menjaga perdamaian dan stabilitas di LTS dan menghentikan aksi-kasi yang salah,” kata Hua.

Lewati Batas Internasional

Selama ini, Tiongkok mengklaim 90 persen perairan LTS yang juga diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Ditengah sengketa teritorial ini, AS menolak klaim Tiongkok atas LTS dengan melakukan aksi kebebasan bernavigasi.

Tak seperti misi pada Agustus lalu, kapal perang Chafee berlayar hingga ke dalam radius 12 mil laut dari pulau buatan Tiongkok di LTS. 12 mil laut merupakan batasan yang diakui secara internasional dari sebuah batas teritorial. Berlayar ke dalam radius itu berarti AS tak mengakui klaim teritorial Tiongkok.

Aksi kapal perang AS di LTS ini diharapkan tak akan mempengaruhi rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke kawasan Asia dimana Trump akan singgah ke Tiongkok pada November mendatang. Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment