Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Lembaga Kepresidenan

Kantor Staf Presiden Diberi Tugas Tambahan sebagai “Delivery Unit”

Kantor Staf Presiden Diberi Tugas Tambahan sebagai “Delivery Unit”

Foto : antara/agus salim
Beri Penjelasan I Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko (ketiga dari kiri), menjelaskan tentang rencana pembubaran Kantor Staf Presiden kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kepala Kan­tor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, mengatakan lem­baga yang dipimpinnya akan dibubarkan seiring dengan berakhirnya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober. Setelah itu, menu­rut Moeldoko, akan dibentuk lembaga yang serupa dengan KSP untuk membantu peme­rintahan periode kedua Jokowi bersama Ma’ruf Amin.

Kantor Staf Presiden akan berakhir masa kerjanya pada 19 Oktober mendatang, sesuai sesuai dengan Perpres Nomor 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Kepresidenan.

“Ya, aturannya nanti tang­gal 19 KSP akan dibubarkan, setelah itu ada Perpres baru lagi KSP dibentuk. Saya da­pat pengarahan dari Bapak Presiden. Itu kira-kira,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/10).

Selama ini, KSP banyak berperan menerima masukan dan keluhan dari masyarakat terkait berbagai permasalah. Menurut Moeldoko, lemba­ga baru yang dibentuk nanti akan mendapatkan tambahan tugas sebagai delivery unit.

Delivery unit itu, kalau Pre­siden sudah menyampaikan sesuatu di sidang kabinet, ke­bijakan atau perintah Presi­den itu harus dikawal sampai tuntas. Dia mengambil contoh dalam penyelesaian keba­karan hutan ke depan.

“Ini harus dikawal sampai dengan tuntas harus, siapa yang berbuat apanya, harus jelas. Jangan sampai lepas enggak ada yang ngawal. Jadi unit inilah, oke kebakaran hu­tan, umpamanya, diikutin,” ujar Moeldoko.

Dalam perpres pembentuk­an nanti, akan ada kemung­kinan perubahan nama KSP. Saat ini perubahan nama KSP itu masih dibahas dan dikaji. Perubahan nama KSP itu di­lakukan dengan mempertim­bangkan penambahan tugas baru lembaga tersebut, yakni sebagai delivery unit.

“Ini namanya juga lagi dalam pembicaraan beliau. Apakah namanya tetap KSP apakah apa nanti ya. Kan ada penambahan satu misi baru sebagai delivery unit,” jelas­nya.

KSP merupakan lembaga non-struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presi­den dengan sumber daya ma­nusia yang dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil dan Non-PNS. Selama ini, Kantor Staf Presiden dalam pelaksanaan tugasnya melakukan fungsi pengendalian dalam rangka memastikan bahwa program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden.

Selain fungsi pengendali­an, Kantor Staf Presiden juga melaksanakan fungsi menye­lesaikan masalah secara kom­prehensif terhadap program-program prioritas nasional yang dalam pelaksanaannya mengalami hambatan, ter­masuk juga percepatan atas pelaksanaan program-pro­gram prioritas nasional.

Fungsi lain dari Kantor Staf Presiden adalah bertang­gung jawab atas pengelola­an isu-isu strategis, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan dan pengelolaan strategi komuni­kasi politik dan diseminasi in­formasi yang harus dilakukan.

Kantor Staf Presiden juga dapat melakukan tugas dan fungsi lain yang ditugaskan oleh Presiden. Dalam pelak­sanaan tugasnya, Kepala Kan­tor Staf Presiden akan dibantu oleh beberapa Deputi dan Kesekretariatan. fdl/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment