Kami Komitmen Melaksanakan Permen ESDM | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Plt Dirut PT PLN, Sripeni Inten Cahyani tentang Kompensasi “Blackout”

Kami Komitmen Melaksanakan Permen ESDM

Kami Komitmen Melaksanakan Permen ESDM

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta maaf kepada pelanggan di Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah atas terjadinya pemadaman listrik secara tiba-tiba (blackout) yang melanda selama lebih dari lima jam pada Minggu (4/8).

 

PLN juga akan memberikan kompensasi kepada masyara­kat yang terdampak blackout itu. Seperti apa kompensasi yang diberikan oleh PT PLN, Koran Jakarta menghimpun penjelasan Pelak­sana Tugas (Plt) Dirut PT PLN, Sripeni Inten Cahyani, saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta Se­latan, Senin (5/8). Berikut petikannya.

Apakah akan ada kompensasi ter­kait blackout ini ke masyarakat?

Mengenai kompensasi kepada masyarakat sudah ada aturannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM dan PLN. Kami komit untuk melaksanakan hal tersebut karena sudah ada aturan­nya, jelas, dari undang-undang, yang turun kepada Permen tahun 2017, khu­susnya Pasal 6, yang mengatakan sudah ada formulasinya, tinggal ikutin saja.

Apakah akan diberikan secara gratis?

Ya, kalau gratis ada hitung-hitungan­nya. Kan, sekian jam, kira-kira sekian kwh (kilo watt per hour), kira kira berkisar antara sekian hari di­gratiskan, misalnya 2 atau 3 hari, tergantung dari tadi kelompok-kelompoknya. Kan ada kelom­poknya, kemudian di lokasi ini berapa jam, tidak dialiri listrik oleh PLN.

Kalau proses perbaikan sendiri seperti apa?

Kemarin konfrensi pers yang per­tama, kami berjanji untuk bisa cepat ya, tidak sampai pukul 00.00 WIB (Min­ggu), namun ternyata tidak mudah. Kami di dalam sistem kelistrikan ini ada jaringan, ada pembangkit, jadi jaringan sudah cukup siap, pembangkitnya satu per satu masuk, kecepatan pembangkit masuk dan kemudian mendistribusi­kan dari 500 kv (kilovolt) turun ke 150 kv, turun kemudian 20 kv turun sampai ke pelanggan itu ternyata memerlukan waktu dan di dalam pendistribusian­nya, dan kemudian inilah yang menjadi memerlukan waktu.

Langkah-langkah yang dilakukan?

Salah satu proses yang kita sederhana kan adalah proses yang di sini tadi, menyeder­hanakan dari pe­nyaluran dengan pendistribusian kepada pelanggan jadi satu. Kita akan pangkas proses bisnis yang ada di internal PLN ini, yang fungsinya cuma satu, tujuan­nya cuma satu, kecepatan layanan.

Apakah masih ada pemadaman bergilir lagi?

Hari ini memang kami lagi menung­gu, ini sistem jaringan, kan tadi ada jaringan, ada pembangkit. Sistem pembangkit inilah yang nanti kita tunggu saat ini adalah dari PLTU PLTU, PLTU terbesar di Suralaya baru masuk satu unit. Tadi, pukul tiga dini hari baru masuk 400 mega (watt) di sana.

Nah, kemudian ini bertahap, satu dan lima akan masuk dua unit, dua unit kira-kira 400 sama 600, 1.000 megawatt, kemudian bertahap. Tapi, mudah-mudahan bisa selesai, dan tadi saya mendapat laporan, jam 4 sore nanti (Senin kemarin) akan ada yang masuk, jam 2 akan ada yang masuk beberapa dari Pembangkit Lontar, Labuan, juga akan masuk.

Instruksi Presiden sendiri seperti apa?

Presiden cukup jelas dan cukup tegas meminta PLN untuk segera melakukan recovery sistem kelistrikan, tinggal Jawa Barat dan DKI ya. Dan ini, Pak Jokowi mengatakan segera mung­kin cara apa pun PLN lakukan untuk bisa segera melayani masyarakat.

Kemudian secara tegas pula, Presiden meminta kepada direksi dan manajemen untuk segera mengam­bil langkah-langkah perbaikan dan konkret agar tidak terulang kembali. Itu tadi cukup clear pesan dari Pak Jokowi, bagaimana PLN merencanakan program untuk perbaikan ke depan agar risiko seperti ini bisa diprediksi, bisa diperhitungkan dan tidak terulang kembali. mu fadloli/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment