Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
Plt Dirjen Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno, Terkait Informasi Terbaru Jatuhnya Pesawat Lion Air

Kami Akan Terus Mengawal Seluruh Operator Penerbangan

Kami Akan Terus Mengawal Seluruh Operator Penerbangan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Sepekan lebih tragedi kecelakaan Lion Air Boeing 737 Max 8 registrasi PK-LQP, ternyata masih menyisakan misteri yang belum terungkap, mulai dari nasib sebagian besar para korban yang belum ditemukan, masalah teknis, kelalaian pihak maskapai, sampai dengan antisipasi agar musibah tersebut dengan membuat aturan yang tegas melalui melahirkan institusi baru bernama Mahkamah Penerbangan.

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut perbincangan wartawan Koran Jakarta dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno, di Jakarta, Rabu (6/11).

Infomasi terakhir terkait jatuhnya Lion Air?

Saat ini semua tim mulai dari Basarnas, KNKT, dan masyarakat berusaha semaksimal mungkin, bahkan nonstop 24 jam mencari korban, pesawat, dan lainnya sambil berdoa agar ada titik terang dalam musibah ini. Sedangkan, kami dari Direktorat Perhubungan Udara pascamusibah jatuhnya Lion Air JT 610 hingga tanggal 4 November kemarin telah melakukan ramp check terhadap 78 pesawat.

Itu semua maskapai?

Iya itu, pesawat yang telah kita ramp check adalah armada milik tujuh maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Wings Air dan Airasia. Ramp check dilakukan di tujuh lokasi bandara di Indonesia, yaitu di Bandara Soekarno Hatta, Kualanamu–Medan, Minangkabau– Padang, I Gusti Ngurah Rai–Denpasar, Sultan Hasanuddin–Makasar, Sam Ratulangi–Manado, dan Juanda–Surabaya.

Hasilnya?

Dari tujuh maskapai nasional dan terdiri dari enam jenis pesawat yaitu B737-300, 737-500, B737- 800/900, B737-MAX 8, ATR 72- 500/600 dan A320-200, semuanya hasilnya baik dan laik udara.

Ramp check ini baru dilakukan setelah musibah jatuhnya Lion Air?

Tidak, ramp check pesawat, maupun fasilitas penerbangan lainnya adalah tugas rutin kami sekaligus kewenangan kami selaku regulator penerbangan. Kami akan terus mengawal seluruh operator penerbangan baik maskapai, navigasi penerbangan dan bandara serta seluruh unsur terkait untuk bersama-sama menciptakan penerbangan Indonesia yang selamat, aman dan nyaman.

Lalu, bagaimana dengan para pilotnya?

Untuk pilot Indonesia lulusan sekolah pilot di luar negeri sudah memiliki pilot license dari otoritas penerbangan. Artinya, melalui ujian terbang (flight check) oleh otoritas penerbangan setempat, selanjutnya pilot tersebut mengajukan pilot license Indonesia melalui proses konversi, yang mana akan melalui pelatihan kembali pada sekolah penerbangan yang ada di Indonesia.

Terkait ada penumpang tak gunakan identitas asli pada Lion Air yang jatuh?

Kami juga mengaku telah memperoleh informasi tersebut. Dan sampai saat ini kami masih mendalami sejumlah informasi. Kami juga masih menanyakan soal KTP yang dipakai untuk registrasi dan check out bandara. Apakah benar punya korban atau bukan.

Untuk masalah ini apakah kesalahan dari maskapai?

Kami berandaiandai bila Lion Air terbukti bersalah atas pelanggaran dugaan pemalsuaan identitas manifes penumpang, karena saat ini masih melakukan kajian dugaan pelanggaran malaadministrasi yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Lion Air. Yang jelas tim kami masih melakukan investigas apakah benar ada pelanggaran atau tidak.

Sudah melakukan penyelidikan kepada pihak maskapai?

Sudah, pekan lalu kami telah menanyakan langsung kepada pihak Lion Air. Dan mohon maaf, hasil interview penyidikan Lion Air tersebut tidak bisa dipublikasikan ke ranah umum. Kami tidak mau gegabah dengan proses investigasi.

Oya, terkait permintaan beberapa pihak terkait pembentukan Mahkamah Penerbangan?

Saat ini, kami telah mempersiapkan dibentuknya Mahkamah Penerbangan amanat UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Kami berharap dengan nanti lahirnya mahkamah ini dunia pernerbangan kita akan lebih baik. 

 

mza/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment