Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Normalisasi Kali l Penutupan Kali Sentiong Dengan Kain Bukan Solusi

Kali Sentiong Harus Dikeruk

Kali Sentiong Harus Dikeruk

Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak A
Wisma atlet I Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran yang berada di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (20/7). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di wisma atlet.
A   A   A   Pengaturan Font

Pemprov DKI Jakarta dinilai masih ada waktu untuk mengeruk Kali Sentiong, kalau mau. Langkah menutup kali item dengan kain tidak akan menghilangkan bau.

 

JAKARTA - Langkah Gubenur DKI Anies R Baswedan menutup dengan kain Kali Sentiong atau Kali Item di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dianggap bukan solusi untuk menekan tingkat pencemaran.

“Tingkat pencemarannya sudah tinggi, sehingga tidak mungkin membersihkan sungai bahkan membuat jernih dan tidak bau hanya dalam waktu singkat. Tidak cerdas juga kalau kemudian dipakai cara instans dengan menutup kali menggunakan jaring hitam,” ujar pengamat lingkungan, Nirwono Joga, di Jakarta, Jum’at (20/7).

Dalam rangka Asian Games, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditugaskan untuk membersihkan Kali Sentiong atau Kali Item. Pasalnya, kali ini terletak dekat dengan Wisma Atlet yang mengeluarkan aroma tak sedap bagi para tamu negara peserta Asian Games. Pemprov DKI Jakarta malah melakukan penutupan kali item itu dengan jaring.

“Teknologi tersebut hanya bisa dilakukan pada lokasi terbatas, tidak bisa sepanjang kali. Sehingga, menutup kali (dengan jaring) cara instan dari gubernur saja. Sebenarnya, kalau mau, masih cukup waktu meski terbatas, untuk bergotong royong membersihkan atau mengeruk Kali Sentiong,” katanya.

Dia menganggap, kegiatan membersihkan kali harus dilakukan secara berkelanjutan baik ada atau tidak adanya Asian Games. Selama ini, ungkapnya, program kali bersih hanya sebatas kegiatan seremonial belaka. Tidak sedikit pabrik besar maupun rumahan yang selalu membuang limbah langsung ke sungai.

Menjelang Asian Games nanti, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan beberapa langkah efektif untuk menurunkan polutan di Kali Sentiong. Salah satunya dengan menghentikan sementara operasi pabrik di sepanjang kali selama Asian Games. “Semua pabrik yang membuang limbah ke Kali Sentiong dihentikan sementara proses produksinya sebelum dan selama Asian Games. Juga, seluruh SKPD terkait seperti dinas sumber daya Air, dinas lingkungan hidup, dinas kehutanan bekerja bakti membersihkan kali serta menata atau mendekorasi kali,” jelasnya.

Ke depan, tegasnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berani memindahkan semua pabrik atau industri rumah tangga yang selama ini membuang limbahnya langsung ke kali. Dia meminta, pembuangan limbah harus dilakukan secara terpisah dari saluran air kota. Tapi langsung diolah ke tempat pengolahan air limbah. Sehingga, kualitas air kali di Jakarta akan lebih bersih dan bebas polutan.

 

Hindari Bau

Anies mengatakan pemasangan jaring tipis untuk menutupi Kali Item di belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat untuk mengurangi penguapan.

“Saya yang instruksikan, setelah saya berdiskusi dengan beberapa orang pakar. Salah satu caranya dengan mengurangi proses penguapan dari sungai itu, dengan kain penutup, sehingga tidak terjadi proses evaporasi,” kata Anies.

Dengan penguapan dikurangi maka harapannya nanti dari hilir sudah dikurangi potensi polutannya, dicegah di lokasi yang ada, dikurangi pencahayaan panas matahari sehingga mengurangi evaporasi.

“Harapannya tidak tercium. Tetapi bukan berarti problemnya langsung selesai karena sudah menahun di situ,” kata Anies.

Anies juga membenarkan bahwa air yang mengalir ke sana polusinya tinggi sampai kalinya disebut Kali Item dan hal ini sudah bertahun-tahun warnanya hitam. “Tapi bukan hanya warnanya, aromanya juga,” katanya.

Disamping Kali Sentiong ini, ada kompleks Wisma Atlet yang kebetulan cafetarianya berlokasi di halaman yang dekat dengan sungai, katanya.

Oleh karenanya, jelasnya, pada waktu - waktu tertentu utamanya siang - sore ketika sungai mengalami penguapan, maka aroma dari sungai itu terhembus angin dan tercium di lingkungan.

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment