Koran Jakarta | January 21 2018
No Comments

Kala Rumah Menyatu dengan Taman

Kala Rumah Menyatu dengan Taman

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Taman dirancang tidak hanya sebagai bagian konsep arsitektur tetapi sebagai bentuk pujian terhadap kondisi iklim setempat.

Akibat sering tumbang di musim hujan, keberadaan pohon yang mengelilingi bangunan justru dikurangi bahkan dihilangkan. Padahal, pohon mampu menyatu dengan bangunan bahkan menjadi estetika di seluruh bangunan.    

Bangunan tidak selamanya terpisah dengan lingkungan alam di sekitarnya. Namun, bangunan dapat menyatukan interior dan eksterior. Hal tersebutlah yang dilakukan sejumlah arsitek untuk menyatukan lingkungan eksterior dengan interior sebuah bangunan.

Biro arsitek AS Arquitecture membuat proyek tersebut untuk rumah tinggal yang terletak di Playa de Carmen, Quintana Roo, Mexico. Dalam archdaily.com disebutkan, proyek merupakan rumah kontemporer dengan menggunakan konsep fluiditas spasial. 

Sebuah konsep yang mencari integrasi ekterior dan interior melalui penciptaan halaman tengah yang menghubungkan ruang. Alhasil, pandangan dapat leluasa melihat ke arah luar. Untungnya, lokasi proyek dapat ditanami beberapa jenis tanamanTiang-tiang pohon diletakkan di halaman tengah tersebut untuk mengakomodasi konsep desain.

Konsep fluiditas dicapai dengan membuka semua ruangan ke halaman utama sehingga mengintegrasikan ruang dalam dan luar ruangan. Efeknya ruang menjadi lebih besar, lebih terang dan memiliki ventilasi alami sehingga menghemat listrik. Semua ruang dapat dilihat dari luar. Rumah memberikan kenyamanan, kelapangan dan meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

Bahan-bahan lokal digunakan untuk finishing, seperti batu yang ditempatkan oleh pengrajin sekaligus sebagai struktur utama lempengan bangunan besar. Semen dan beton dikombinasikan dengan resin untuk memberikan warna hangat alami selain sifatnya yang tahan air.

“Resident Rabbit” merupakan julukan untuk rumah arsitek lansekap di Bangkok, Thailand. Karena, pemiliknya merupakan arsitek lansekap maka dia membutuhkan rumah yang memiliki deretan halaman. Arsitektur dibuat dalam prinsip-prinsip dasar untuk mengatasi iklim ekstrim di Thailand.

Serangkaian dinding putih dibuat di sumbu barat dan timur. Dinding-dinding padat tersebut akan menyumbat sinar matahari yang kuat dari selatan. Kamar terintegrasi dengan dinding dengan jendela penuh. Setiap kamar memiliki dua pemmandangan ke taman ke arah timur dan barat.

Taman dirancang tidak hanya sebagai bagian konsep arsitektur tetapi sebagai bentuk pujian terhadap kondisi iklim setempat. Di bagian timur di depan tempat parkir, taman menjadi area pertama untuk menyambut penghuni maupun tamu. 

Di sini, penghuni dapat melihat matahari terbit maupun bulan di malam hari. Di bagian barat, taman akan membantu sinar matahari yang kuat di sore hari. Lapisan daun memberikan nuansa lebih teduh sehingga dapat menikmati sunset di sore hari. Sementara, serangkaian dek kayu di pasang untuk melengkapi arsitektur yang memungkin ruang aktivitas yang sangat leluasa. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment