Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments
Mudik Lebaran

Jutaan Umat Muslim Asia Pulang Kampung

Jutaan Umat Muslim Asia Pulang Kampung

Foto : AFP/ASIF HASSAN
Sambut Idul Fitri l Warga Pakistan memenuhi pasar-pasar di Karachi untuk membeli segala kebutuhan perayaan Idul Fitri pada Rabu (13/6) pagi. Umat Muslim Pakistan merayakan Idul Fitri pada Kamis (14/6).
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR – Jutaan umat Muslim Asia dilaporkan pada Rabu (13/6) berduyun-duyun pulang kampung untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga mereka. Tradisi pulang kampung (mudik) ini lazim dilakukan jelang berakhirnya Ramadan seperti yaang terjadi di Indonesia.

Umat Muslim di Karachi hingga Kuala Lumpur, terlihat memadati jalan raya, bandara-bandara, dan stasiun kereta dalam tradisi mudik. Situasi kepadatan ini kontras dengan situasi ibu kota yang sepi akibat ditinggalkan pekerja migran yang ingin merayakan hari raya Lebaran di kampung halamannya.

Di Bangladesh, dilaporkan tahun ini ada sebanyak 50 juta yang melakukan mudik. “Tahun ini sekitar 11,5 juta warga akan meninggalkan Ibu Kota Dhaka yang pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Keselamatan Penumpang Bangladesh, Mozammel Hoque Chowdhury.

Kemacetan akibat arus mudik juga dilaporkan di Pakistan. Angka kendaraan yang melintasi jalan raya utama disebut telah mengalami kepadatan dua kali lipat dibanding hari-hari libur.

Untuk mengakomodasi warga yang ingin pulang kampung, pemerintah Pakistan telah menyediakan angkutan kereta khusus Idul Fitri dengan tambahan gerbong dan tiket berdiskon untuk mengurangi kepadatan di jalan raya.

Situasi kemacetan juga terjadi di Malaysia. Padatnya kendaraan menghambat arus lalu lintas di jalan-jalan utama Kuala Lumpur. Angka kepadatan lalu lintas dilaporkan mengalami kenaikkan sebanyak 70 persen.

Situasi berbeda terjadi di India yang memiliki populasi umat Muslim sebanyak 180 juta. Arus mudik di India sama sekali tak sehingar-bingar di negara-negara Muslim Asia lainnya. Namun kesempatan merayakan Idul Fitri tak dilewatkan begitu saja oleh seorang pegawai bank di Delhi bernama Shakir Khan.

“Kita hidup di dunia yang bergulir dengan cepat dan momentum Idul Fitri amat spesial karena memberi kesempatan kita untuk mempererat silaturahmi dengan keluar dan rekan-rekan,” kata Shakir, 29 tahun.

 

Dambakan Perdamaian

Datangnya Idul Fitri juga disambut oleh warga Afghanistan yang menginginkan perdamaian. Harapan itu terkabul setelah Taliban menyatakan akan melakukan gencatan senjata selama Ramadan dan Idul Fitri. Inilah untuk pertama kalinya Taliban mengumumkan gencatan senjata sejak invasi Amerika Serikat pada 2001.

Janji Taliban itu disambut warga Kabul yang kini mau keluar rumah dan tak takut akan ancaman bom bunuh diri hanya untuk membeli manisan, kacang, gula-gula, dan kue untuk hidangan Idul Fitri. Peringatan Idul Fitri di Bangladesh, India, Pakistan, Malaysia, dan Afghanistan, sebagian dirayakan pada Kamis (14/6) atau Jumat (15/6).

 

SB/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment