Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Jumpa Pertama yang Mengesankan

Jumpa Pertama yang Mengesankan
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, bagaimana cara­nya menciptakan pertemuan pertama yang mengesankan?

Jawaban:

Kesan pertama yang me­narik memang penting untuk membangun hubungan dengan orang lain yang baru anda temui. Terlebih dalam hubungan bisnis. Jumpa pertama yang mengesankan akan memudahkan jalan anda untuk meraih keuntungan.

Jika kesan pertama sudah tidak oke, tipis kemungkinan hubungan bisnis akan berlan­jut ke arah yang lebih meng­untungkan. Karena itu ada be­berapa aturan dalam memulai hubungan bisnis. Pada intinya semua aturan ini membimb­ing anda untuk menjadi orang yang mengesankan pada perjumpaan pertama.

Busana

Berpakaian dengan baik merupakan kunci pertama untuk menjadi orang yang mengesankan. Meski bela­kangan ini selera berpakaian pelaku bisnis sudah mulai bergeser ke gaya casual, na­mun anda tetap perlu mem­pertimbangkan pilihan busa­na yang akan anda gunakan. Pilihlah busana yang pantas dengan waktu dan tempat dimana anda akan menemui seseorang atau menghadiri acara tertentu. Pastikan bah­wa busana yang anda pilih da­lam keadaan bersih, rapi, dan sesuai dengan pribadi anda.

Pembicaraan

Gunakan tata bahasa yang baik ketika berbicara. Hindari berbicara dengan bahasa preman. Bahasa preman yang terlalu gaul menimbulkan kesan pertama yang kurang baik. Jangan menggunakan kata ‘elu gue’ kepada orang yang baru anda kenal. Kemu­dian fokuskan pembicara­an dengan suara yang jelas. Berbasa-basi boleh aja asal jangan terlalu banyak. Ses­uaikan pembicaraan dengan maksud pertemuan. Jangan biarkan pembicaraan anda ngelantur kesana kemari. Hin­dari juga pembicaraan sensitif yang berbau sara, politik, dsb.

Jadi pendengar yang baik

Selain berbicara dengan baik, anda juga dituntut untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Saat ia bicara, pastikan anda memahami apa yang dikatakannya. Jangan ragu untuk memberi tanggapan se­putar pembicaraannya. Tetapi jangan menyela pembicara­annya saat ia tengah berbicara dengan semangat. Gunakan waktu yang tepat untuk me­nanggapi pembicaraannya.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh yang baik menunjang kesuksesan anda. Antara lain lakukan kontak mata dengan lawan bicara. Kontak mata yang terfokus mengesankan bahwa anda ‘care’ terhadap lawan bicara. Jangan terlalu sering mengalihkan pan­dangan mata kesana kemari. Ini menandakan anda sedang gelisah dan tidak ter­tarik pada pembicaraannya. Jangan bertopang dagu dan jangan terlalu sering meng­gerakkan tangan. Gerakan tangan yang anda lakukan hanya untuk memperjelas ucapan anda. Jika bicara da­lam posisi duduk, duduklah dengan nyaman tetapi ja­ngan kelewat santai dengan bersandar kursi hingga terli­hat setengah tidur. Duduklah dengan punggung yang tegak, tetapi tidak kaku.

Sebut namanya

Kalau bisa, sebut nama relasi baru anda sesering mungkin. Dengan menyebut namanya pada pertemu­an pertama, menunjukkan bahwa anda menghargai dan tidak melupakan namanya. Cara ini membantu anda un­tuk melakukan pendekatan pribadi dengannya. Lagipula dengan menyebut namanya pada setiap pembicaraan, menunjukkan bahwa anda menaruh perhatian pada per­temuan ini.

Tersenyum

Sesekali tersenyumlah agar wajah anda tidak tegang. Tapi jangan tersenyum terlalu lebar. Dengan senyum selain anda akan lebih enak dipan­dang, anda pun akan lebih rileks berbicara.

Jabat tangan

Di awal dan di akhir per­temuan ulurkan jabatan tangan yang paling hangat. Jangan terlalu kuat atau terlalu lemah. Berikanlah kesan terbaik saat anda baru bertemu dan saat ingin berpisah dengannya.

Kesan pertama yang baik di awal pertemuan akan memuluskan pertemuan berikutnya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment