Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments
VARIA

Jumlah Perokok Remaja Meningkat

Jumlah Perokok Remaja Meningkat

Foto : ISTIMEWA
Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, meminta semua pihak untuk mengatasi pe­ningkatan jumlah perokok remaja di Indonesia. Hasil Riset Kesehat­an Dasar (Riskesdas) 2018 menun­jukkan peningkatan prevalensi merokok penduduk usia kurang dari 18 tahun dari 7,2 persen menadi 9,1 persen.

“Target kami pada tahun 2019 ini adalah menekan jumlah pe­rokok remaja men­jadi lima persen,” kata Menkes pada perayaan puncak Hari Tembakau Sedunia, di Jakarta, Kamis (11/7).

Menkes menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemen­kes) telah meminta beberapa pihak untuk terlibat dalam menurunkan angka perokok remaja. Selain meminta Ke­menterian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melarang iklan rokok di media sosial, ia menyebut telah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melarang adanya rokok di sekolah.

Ia memaparkan sejauh ini rokok menjadi penyebab penya­kit katastropik, seperti penyakit jantung dan stroke yang da­pat membebani biaya BPJS Kesehatan. Selama ini, kebiasaan perokok kerap mendahulukan rokok daripada hal-hal yang penting lain, seperti membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Para perokok ini mau bayar rokok, tapi tidak mau bayar iuran BPJS. Padahal iuran BPJS paling sedikit 25 ribu rupiah per bulan dan itu lebih penting untuk mencegah terjadinya penyakit,” ujarnya. ruf/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment