Jokowi Tegaskan Koalisi Pemerintah Masih Sangat Solid | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Dinamika Politik

Jokowi Tegaskan Koalisi Pemerintah Masih Sangat Solid

Jokowi Tegaskan Koalisi Pemerintah Masih Sangat Solid

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
HADIRI HUT NASDEM I Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) berjalan bersama Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (kiri) saat menghadiri penutupan Kongres II Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa koalisi di pemerintahan saat ini masih sangat solid. Ia pun menyangkal adanya kesalah­pahaman tidak bersalamannya Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, de­ngan Ketua Umum Partai Na­sional Demokrat, Surya Paloh, saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu lalu dan rangkulan eratnya Surya Paloh dengan Presiden PKS, Sohibul Iman, membuat koalisi menjadi renggang atau tidak rukun.

“Tadi sudah disampaikan juga oleh Bang Surya (Paloh), betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati. Jadi, sa­lah besar kalau ada yang me­nyampaikan koalisi ini sudah tidak rukun. Keliru gede sekali. kita rukun-rukun saja,” kata Jokowi saat memberikan sam­butan dalam HUT Ke-8 Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Jokowi lalu mencoba mem­berikan pembelaan terhadap Megawati yang dinilainya ha­nya kelewatan saat tidak meny­alami Surya Paloh. “Wong saya ini kalau pas nyalamin kadang-kadang tangan saya sudah ke sini, ada dua yang kelewatan, sering kok. Jangan dimasalahin hal kecil itu,” Jokowi.

Begitupun, rangkulan erat Surya Paloh dengan Sohibul Iman. Jokowi minta hal tersebut tidak dipermasalahkan. Menu­rut Jokowi, rangkulan tersebut sangat baik jika niatnya untuk kebangsaan dan persatuan.

“Kalau rangkulan itu un­tuk komitmen kebangsaan apa yang keliru? Sangat bagus se­kali apa yang dicontohkan oleh Bang Surya. Kalau rangkulan itu untuk komitmen persauda­raan, kerukunan, dan persatu­an sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Apa yang ke­liru, apa yang salah, itu bagus sekali,” tegas Jokowi.

Menurut dia, Indonesia bu­tuh pemikiran dan gagasan besar untuk memakmurkan dan menyejahterakan seluruh rakyatnya. “Jangan hal-hal ke­cil dibawa ke mana-mana. Tadi sore, Pak Sekjen Nasdem bisik-bisik ke saya, Pak nanti malam datang kan? Loh, loh, loh, ini meragukan saya. Saya jawab, Pak Sekjen, Johny Plate, jangan meragukan saya. Saya akan datang tepat waktu. Saya sam­paikan saat itu,” ucap Jokowi.

Pada kesempatan itu, Pre­siden mengatakan ancaman situasi ekonomi global yang tak menentu membuat banyak negara resesi, namun Indone­sia patut bersyukur karena per­tumbuhan ekonomi masih sta­bil dan masih di atas 5 persen. “Sudah banyak negara yang masuk pada posisi resesi. Kita ini patut syukuri, masih berada di pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Jangan kufur nikmat. Harus kita syukuri, kita diberi pettumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga ikut menyampai­kan ucapan selamat kepada Surya Paloh yang kembali ter­pilih menjadi Ketua Umum. Jokowi juga mengucapkan se­lamat ulang tahun yang ke-8 bagi Partai NasDem dan selu­ruh keluarga besarnya.

Gelar Konvensi

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengaku sempat diminta kadernya untuk mau dicalonkan menjadi calon presiden pada tahun 2024. Namun, hal ter­sebut ditolak.

“Kalau menjadi Ketua Umum Partai Nasdem rasa-rasanya saya bisa. Tapi, ka­lau menjadi capres, saya tidak mungkin memutar jarum jam. Kalau dicalonkan 20 tahun lalu, saya mungkin mau,” kata Surya saat memberikan sambutannya.

Ia mengaku akan menca­ri anak bangsa yang dianggap mampu untuk dijadikan calon presiden. Caranya, lanjut dia, dengan melakukan penjaringan dengan menggelar konvensi dua tahun sebelum Pemilu 2024.

“Kalau ada beranggapan ini berpihak pada Bung Anies, ah salah itu. Berpihak pada Rid­wan Kamil, salah juga itu. Kho­fifah, belum tentu. Jadi siapa? Kita cari bersama,” ucap Surya. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment