Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Pertemuan Tokoh

Jokowi-Prabowo Bahas Ekonomi Global

Jokowi-Prabowo Bahas Ekonomi Global

Foto : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Berjabat Tangan I Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerinda, Prabowo Subianto, membahas tiga isu terkini saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta. Isu-isu tersebut mulai dari permasalahan ekonomi, perpindahan ibu kota, hingga politik. “Kami tadi berbicara banyak hal, tapi terutama yang berkaitan dengan ekonomi negara kita, karena kita tahu semuanya, global ekonomi menurun.

Kita perlu sebuah stabilitas keamanan dan politik,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers bersama Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/10). Jokowi dan Prabowo menggelar pertemuan tertutup kurang lebih satu jam, mulai pukul 15.00 WIB. Jokowi mengingatkan untuk menghadapi kondisi ekonomi global itu memerlukan persiapan yang matang dalam rangka memayungi agar perekonomian Indonesia tidak terpengaruhi akibat penurunan ekonomi global. “Kedua, kita juga bicara masalah ibu kota baru. Bercerita banyak kenapa pindah ke Kalimantan Timur. Alasannya ini-ini-ini, kami sampaikan semuanya dengan Pak Prabowo Subianto,” ucapnya. Sedangkan isu ketiga yang dibahas berkaitan dengan masalah koalisi.

Namun, pembahasan tersebut belum final. “Kami sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra (ke) koalisi kita. Itu saya kira tadi tiga hal yang kami bicarakan,” jelas Jokowi. Disinggung mengenai namanama dari Gerindra untuk posisi menteri, Jokowi mengatakan masih terus membahasnya. “Tadi saya sampaikan kan masih belum final. Kalau nanti sudah final, baru nanti kita sampaikan,” jawab Presiden.

Beri Dukungan

Sementara itu, Prabowo Subianto berjanji akan mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi, termasuk wacana perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

“Saya diundang. Kita bahas berbagai masalah, seperti ekonomi, masalah kondisi politik, keamanan, pertahanan negara, dan bicara ibu kota baru. Saya meyampaikan, saya mendukung gagasan ibu kota negara itu,” kata Prabowo. Dukungan tersebut diberikan Prabowo karena Presiden memaparkan semuanya secara detail. Bahkan, terkait kajian-kajian yang telah dilakukan oleh pemerintah. “Kita akan mendukung gagasan itu. Saya (juga) menyampaikan ke beliau, saya sampaikan (juga) berkali-kali di mass media, bahwa kami, Gerindra selalu mengutamakan kepentingan yang besar, kepentingan bangsa dan negara. (Memang) kita bertarung secara politik, tapi begitu selesai, kepentingan nasional yang utama.

Saya berpendapat, kita harus bersatu,” ucap Prabowo. Karena itu, Prabowo menjelaskan jika Gerindra ditawari masuk koalisi membantu pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, maka kesempatan itu akan diambil. “Kami siap membantu bila diperlukan. Kami akan memberi gagasan yang optimis. Kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit,” tegas Prabowo. Namun, jika tidak masuk kabinet, Gerindra tetap akan loyal dan berada di luar sebagai penyeimbang atau check and balance. “Kan kita di Indonesia tidak ada oposisi. Tetapi, kita merah putih di segala hal.

Kita akan berperan. Saya kira demikian,” jelas Prabowo. Dalam kesempatan itu, mantan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD ini mengaku akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wapres terpilih, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, pada 20 Oktober 2019. fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment