Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
Kampanye Terbuka | Masyarakat Jangan Terpecah Belah hanya Karena Pemilu

Jokowi Minta Pendukungnya Respons Kabar Bohong

Jokowi Minta Pendukungnya Respons Kabar Bohong

Foto : ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
TARGET 70 PERSEN | Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi berpidato saat kampanye di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3). Dalam pidatonya, Jokowi menyerukan kepada para pendukungnya di Malang untuk menangkal berita bohong atau hoaks serta bekerja keras agar bisa meraih dukungan 70 persen suara dalam Pemilu 2019.
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk kesekian kali Jokowi mengingatkan bahaya hoaks. Oleh karena itu masyarakat jangan diam menghadapi berita bohong itu.

 

MALANG – Calon presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan kepada semua pihak agar selalu menjaga kerukunan, persauda­raan, dan persatuan. Sebab, itu semua adalah aset bangsa.

“Jangan sampai kita ter­pecah-pecah gara-gara pesta demokrasi. Ini tidak boleh terjadi di NKRI,” kata Jokowi saat menggelar kampanye di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kota Malang, Provin­si Jawa Timur, Senin (25/3).

Jokowi menjelaskan hal-hal seperti itu dimulai dari kabar fit­nah dan hoaks. “Jangan sampai rakyat kita termakan hoaks dan fitnah. 4,5 tahun saya diam, saya dituduh, difitnah, dihujat, saya diam. Apa kita harus diam terus. Saya minta bapak-ibu sekalian, kalau ada kabar tidak benar segera direspons,” tegas Jokowi.

Sebab itu, Jokowi mengimbau kepada semua pendukungnya untuk tetap hati-hati menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang. “Dalam tiga minggu ini, hati-hati, dalam tiga minggu ini bisa saja elektabili­tas tergerus, baik capres, caleg, karena hoaks, harus diluruskan, berani?” kata Presiden.

Sebelum menggelar kampa­nye di Malang Raya, Jokowi ter­lebih dahulu menyapa puluhan ribu pendukungnya di Banyu­wangi dan Jember. Kampanye di Banyuwangi dipusatkan di Taman Blambangan Banyu­

 wangi, sedangkan di Jember dipusatkan di Stadion Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Saat berada di kabupaten pal­ing timur Provinsi Jatim (Banyu­wangi), Jokowi menyapa warga Kabupaten Banyuwangi di alun-alun Kota Blambangan tersebut. Jokowi yang mengenakan ikat kepala khas Banyuwangi dan kemeja berwarna putih, tiba di alun-alun Kota Banyuwangi di­dampingi istrinya, Iriana Joko Widodo, dan sejumlah per­wakilan partai politik koalisi, serta Tim Kemenangan Nasi­onal Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Dalam kampanye terbuka ini, Jokowi sempat berdiskusi dengan warga Banyuwangi dengan tajuk “Ngobrol Inspira­tor Jokowi” (Ngopi Jokowi) di Pendopo Alun-alun Banyuwan­gi. Setelah berdiskusi, Jokowi berorasi di panggung kampa­nye di Alun-alun Banyuwangi, memaparkan visi dan misinya yang ingin melanjutkan pem­bangunan dan memajukan infrastruktur di Banyuwangi seperti jalan tol, waduk, pabrik kereta api, dan kartu para kerja.

“Kartu ini kalau ada anak yang lulus sekolah tolong cari, karena ini yang menghantarkan Anda untuk masuk ke industri atau perusahaan. Melalui kartu ini, Anda bisa mengikuti pelati­han yang digelar oleh pemerin­tah,” jelas Jokowi.

Jantung Kekuatan

Di tempat sama, Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN), Erick Thohir, mengatakan Ka­bupaten Banyuwangi dipilih sebagai lokasi kedua untuk kam­panye terbuka karena mayoritas penduduk Banyuwangi dinilai TKN sebagai pendukung Joko Widodo. “Karena Banyu­wangi adalah salah satu jantung kekuatan Jokowi,” ujar Erick.

Erick meyakini kampanye terbuka yang pertama kali di­gelar di Provinsi Jawa Timur ini akan meraup kesuksesan, teru­tama karena wilayah Banyu­wangi diprediksi akan memberi sumbangsih besar bagi perole­han suara Jokowi-Ma’ruf.

Insya Allah suasana di Banyuwangi sama semaraknya, seperti di Banten. Ini bentuk silaturahim yang baik antara Jokowi dengan rakyat Banyuwangi,” kata Erick. Ant/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment