Jokowi Minta Dibangunkan CLC di Semenanjung Malaysia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Indonesia-Malaysia

Jokowi Minta Dibangunkan CLC di Semenanjung Malaysia

Jokowi Minta Dibangunkan CLC di Semenanjung Malaysia

Foto : WAZARI WAZIR/DEPARTMENT OF INFORMATION/AFP
PERIKSA PASUKAN I PM Malaysia Mahathir Mohamad dan Presiden Joko Widodo memeriksa pasukan keamanan di Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta bantuan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Tun Mahathir Mohamad, agar dapat membangun pusat kegiatan belajar masyara­kat atau Community Learning Center (CLC) di wilayah Se­menanjung Malaysia. Hal itu disebabkan CLC di wilayah tersebut sangat penting bagi perkembangan pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.

“Pagi sampai siang Presiden berada di Kuala Lumpur dan telah melakukan pertemuan bilateral dengan PM Ma­laysia. Beberapa hal yang dibahas antara lain diskusi me­ngenai Community Learning Center,” ujar Menteri Luar Ne­geri (Menlu), Retno Marsudi, di Hotel Ritz Carlton Millenia, Singapura, Jumat (9/8), sebagaimana keterangan Biro Pers.

Menurut Retno, sejauh ini Indonesia telah memiliki be­berapa CLC di wilayah Sabah dan Serawak. Namun, untuk wilayah Semenanjung Malaysia, hingga saat ini masih be­lum ada. “Isu ini sudah mulai dibahas oleh Presiden dan PM Malaysia sejak beberapa waktu yang lalu dan tadi pada saat pertemuan Presiden mengatakan bahwa Perdana Menteri Malaysia memberikan komitmen untuk memper­hatikan permintaan Indonesia,” ucap Retno.

Selain itu, lanjut Retno, Presiden Jokowi dan PM Ma­hathir juga sepakat untuk bersatu dalam menghadapi diskriminasi produk kelapa sawit kedua negara oleh Uni Eropa. “Kedua pemimpin memiliki komitmen yang tinggi untuk meneruskan perlawanan terhadap diskriminasi sa­wit,” tutur Retno.

Retno menjelaskan, Indonesia dan Malaysia memiliki komitmen tinggi dalam isu pengolahan dan pengelolaan sawit yang berkelanjutan. Bahkan, Indonesia juga telah memiliki sertifikasi sawit dan data-data ilmiah yang dapat dipakai untuk perbandingan.

“Jadi, pendekatan kita adalah pendekatan yang terbuka. Mari kita bekerja sama. Tapi ya sekali lagi, kalau ajakan kerja sama itu tidak dan terus-menerus kita terdiskriminasi ya pastinya Indonesia dan Malaysia tidak akan diam. Kita akan melawan,” tegasnya.

Usai melakukan kunjungan ke Malaysia, Presiden dan Ibu Negara Iriana langsung bertolak ke Singapura meme­nuhi undangan perayaan hari nasional Singapura dari PM Singapura. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment