Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Kunjungan Kenegaraan

Jokowi ke Korsel Bawa Misi Tingkatkan Investasi

Jokowi ke Korsel Bawa Misi Tingkatkan Investasi

Foto : setkab.go.id
Tiba di Korsel - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana tiba di Seongnam Air Base, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Minggu (9/9). Kunjungan kenegaraan Jokowi ke Korsel untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan (Korsel) membawa misi penguatan kerja sama ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Selain itu, peningkatan investasi dan perdagangan juga akan menjadi fokus pembahasan antara Jokowi dan Presiden Korsel, Moon Jae-in. Presiden bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi, tiba di Pangkalan Udara Militer Seongnam (Seongnam Air Base), Seoul, Minggu (9/9).

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan tiba di Seoul pada pukul 21.22 waktu setempat setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Kedatangan Presiden dan Ibu Negara di Korea Selatan disambut dengan upacara penyambutan secara militer yang berpakaian tradisional Korea.

Rombongan disambut di bawah tangga pesawat oleh Menteri kelautan Korsel, Kim Young-chun, dan juga Dubes Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi, dan Atase pertahanan Oka Wirayuda.

Dari bandara, Presiden dan Ibu Negara langsung menuju hotel tempat menginap selama di Seoul, Korea Selatan. Berdasarkan keterangan Biro Pers, kunjungan Jokowi ke Seoul merupakan kunjungan balasan Presiden Moon Jae-in ke Indonesia pada tahun 2017 lalu.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, karena kedua negara telah memiliki Special Strategic Partnership.

Mitra Penting

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, telah lebih dulu berada di Seoul untuk mempersiapkan kedatangan Presiden Jokowi.

Usai dari Korsel, Presiden Jokowi akan mengunjungi Vietnam untuk mengikuti World Economic Forum of ASEAN.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan Presiden menitikberatkan dalam beberapa hal utama, salah satunya memperkokoh hubungan tingkat pemimpin negara karena Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in memiliki hubungan sangat baik.

“Ini merupakan satu aset yang harus kapitulasi untuk meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan. Kita melihat Korsel mitra penting di kawasan Asia,” katanya.

Apalagi di tengah situasi dunia yang banyak sekali diwarnai ketidakpastian kini, perlu menggerakkan hubungan Indonesia dengan Korsel di bidang perdagangan dan investasi dalam menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Misalnya, perdagangan tahun 2017 menunjukkan pergerakan peningkatan hampir 12 persen dan investasi Korsel di Indonesia merupakan satu di antara 10 besar. Tak ketinggalan juga akan membahas Semenanjung Korea.

“Presiden gunakan kesempatan ini untuk mempertebal dukungan Indonesia untuk perdamaian di Semenanjung Korea,” katanya. Ant/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment