Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Pemindahan Ibu Kota I Ibu Kota Baru Gunakan Transportasi Publik Bebas Em

Jokowi Inginkan Ibu Kota Baru Lebih Baik dari Dubai

Jokowi Inginkan Ibu Kota Baru Lebih Baik dari Dubai

Foto : FOTO KEMENTERIAN PUPR
Desain sementara kawasan inti pusat pemerintahan ibu kota baru
A   A   A   Pengaturan Font
Ibu kota baru bukan hanya sekadar memindahkan istana dan kantor pemerintahan, tapi membangun kota yang smart metropolis.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menginginkan ibu kota baru bisa menjadi kota terbaik di dunia. Bahkan, Jokowi memiliki impian bahwa ibu kota baru di Kalimantan lebih besar dari Dubai di Uni Emirat Arab, yang memiliki jar­gon kota paling bahagia.

“Kita memang mimpinya harus tinggi. Jika Dubai punya jargon the happiest city on the earth, ibu kota baru nanti harus the best on earth, yang cleanest city, the most innovative city, dan the most yang lainnya,” kata Jokowi saat membuka pa­meran Konstruksi Indonesia 2019, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).

Presiden menjelaskan bah­wa ibu kota baru bukan hanya sekadar memindahkan istana dan kantor pemerintahan saja. Lebih dari itu, pemerintah akan membangun kota yang smart metropolis.

“Saya hanya bayangkan, di sana nanti ada cluster pemer­intahan, ada cluster teknologi dan inovasi, seperti silicon val­ley. Ada cluster pendidikan, universitas terbaik ada di sana, cluster layanan kesehatan, dan cluster wisata,” jelasnya.

Bukan hanya itu, konsep pembangunan ibu kota baru juga harus menjamin kuali­tas hidup para penduduknya dengan menggunakan kenda­raan bebas emisi. Nantinya, penduduk bisa jalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi publik bebas emi­si. “Bukan hanya kota pemer­intahan. Ibu kota baru juga kota bisnis. Tetapi bisnis yang bebas emisi, atau industri yang bebas emisi yang pekerjakan orang kelas dunia,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengung­kapkan Google Global Talent juga ingin hadir di ibu kota baru. Kehadiran Google Global Talent akan menarik diaspora untuk pulang ke In­donesia. “Diaspora kita akan pulang dan menarik orang he­bat dunia untuk tinggal di sini. Hal ini akan terjadi jika kota ini sediakan lapangan kerja yang berkelas,” tutur Jokowi.

Kelas Dunia

Menurut dia, ibu kota baru juga harus menyediakan sua­sana dan pelayanan yang berkualitas kelas dunia khu­susnya, di bidang kesehatan dan pendidikan. Selain itu, Jokowi ingin ibu kota baru se­hat dan ramah lingkungan.

“Kota yang hidup meny­enangkan dan ramah. Kota yang compact dan humanis, pelayanan publik yang lengkap dan berkualitas. Ini harus kita rancang secara baik sejak awal. Kita ingin kota yang memberi contoh menjawab permasala­han dunia,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan perkembangan terakhir saat ini pembentukan ibu kota baru masih dalam proses lomba, un­tuk gagasan desain yang diikuti oleh 755 peserta. “Nanti pada akhir bulan ini akan ditemukan tiga gagasan besarnya. Setelah itu akan diolah lagi, akan lebih didetailkan dalam bentuk yang lebih, karena ini gagasan mak­ro, akan dikecilkan jadi gagasan mikronya,” katanya.

Pemerintah telah menetap­kan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi lokasi ibu kota baru. Bappenas memperki­rakan pemindahan ibu kota tersebut membutuhkan dana sebesar 466 trilliun rupiah yang digunakan untuk pem­bangunan infrastruktur dan pembangunan manusia yang bertalenta serta berdaya saing tinggi dengan berkolaborasi dengan talenta dunia.

Rencana induk pembangunan ibu kota baru ditarget­kan akan rampung pada akhir 2020. Sementara itu untuk konstruksi fisik, pemerintah menargetkan bisa selesai pada 2024. fdl/ers/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment