Jokowi dan PM Belanda Bahas Peningkatan SDM | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Hubungan Bilateral

Jokowi dan PM Belanda Bahas Peningkatan SDM

Jokowi dan PM Belanda Bahas Peningkatan SDM

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
KERJA SAMA STRATEGIS I Presiden Joko Widodo berbincang dengan PM Belanda Mark Rutte sebelum pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10). Pertemuan itu membahas kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda kedepan berdasarkan prinsip kemitraan komprehensif.
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR – Presiden Joko Widodo dan Perdana Men­teri (PM) Belanda, Mark Rutte, membahas mengenai pe­nguatan kerja sama di bidang vokasi.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menggelar jum­pa pers bersama PM Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10).

“Saya sampaikan kepada PM Rutte, dalam lima tahun ke depan, saya akan memberikan prioritas pengembangan SDM. Karena itu, pendidikan menjadi sangat penting, terutama pendidikan vokasi. Dan dalam pertemuan, kita membahas upaya meningkatkan kerja sama di bidang vokasi, termasuk di bidang kemaritiman dan keperawatan,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi dan PM Rutte juga ikut mem­bahas penguatan kerja sama di berbagai bidang perekono­mian seperti pedagangan, investasi hingga pariwisata.

“Belanda merupakan salah satu mitra penting Indone­sia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi, mau­pun pariwisata,” ucap Presiden.

Bahkan, Presiden menjelaskan di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra nomor dua terbesar da­lam perdagangan, mitra nomor satu bidang investasi dan, negara yang mampu mendatangkan wisatawan nomor empat terbesar dari Eropa. “Kerja sama ini akan terus kita perkuat dengan menggunakan kerangka kemitraan kom­prehensif yang sudah dimiliki oleh kedua negara, yakni In­donesia dan Belanda,” jelas Presiden.

Presiden lalu merinci satu persatu penguatan kerja sama tersebut, misalnya di bidang perdagangan, untuk sepakat terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan fair.

“Dalam konteks ini, saya sampaikan kembali, concern Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sa­wit. Saya juga menghargai kerja sama yang baru ditanda­tangani oleh Indonesia dan Belanda, di New York, pada 26 September 2019 yang lalu mengenai pengembangan kapa­sitas petani kecil sawit untuk menghasilkan kelapa sawit yang lestari,” ujarnya.

Sementara di bidang investasi, Presiden mengajak Be­landa untuk meningkatkan kemitraan di bidang infrastruk­tur maritim dan pengelolaan air. “Sebagai penutup, saya berikan apresiasi kepada pemerintah Belanda yang secara konsisten tegas menghormati kedaulatan negara Republik Indonesia,” tutup Presiden.

Sementara itu, PM Mark Rutte mengatakan banyak hu­bungan sejarah antara kedua negara dalam rangka terus memperkuat kerja sama. Hal tersebut diketahui bukan ha­nya di level politik, tapi juga hubungan masyarakat. “Banyak WN Belanda yang lahir di Indonesia atau punya keturunan secara langsung maupun secara sejarah,” kata PM Rutte.

Karena itu, ia mendorong kerja sama baru di masa de­pan melalui pariwisata, juga pertukaran mahasiswa. “Tentu saja hubungan perdagangan,” ucap dia.

Menurut PM Rutte, banyak sekali area kerja sama lain­nya yang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh Indo­nesia dan Belanda, termasuk di antaranya tentang penge­lolaan air, kesehatan, perubahan iklim, dan pengelolaan sampah. “Saya harap bersama-sama kita akan memanfaat­kan peluang tersebut,” ujar PM Rutte. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment