Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Anggaran Pembangunan

Jokowi: Libatkan Warga Kelola Dana Desa

Jokowi: Libatkan Warga Kelola Dana Desa

Foto : ANTARA/IRWANSYAH PUTRA
SOSIALISASI DANA DESA - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Kepala Desa (Keuchik) saat sosialisasi penggunaan dana desa tahun 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh, Aceh, Jumat (14/12).
A   A   A   Pengaturan Font

BANDA ACEH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meng­ingatkan masyarakat agar dana desa digunakan dengan te­pat sasaran dan sesuai kebutuhan. Agar hal itu terlaksana, diperlukan kerja sama yang kuat antara pendamping de­ngan penerima dana desa.

“Pendamping dan penerima dana harus sambung, jangan sampai ndak sambung. Libatkan (juga) masyarakat, ber­musyawarah dalam penggunaan dana desa,” kata Presiden Jokowi, Jumat (14/12), saat menghadiri “Sosialisasi Priori­tas Penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2019” di Ge­dung Serbaguna Academic Activity Center (AAC) Prof Dr Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Pro­vinsi Aceh.

Menurut Jokowi, sampai saat ini pemerintah sudah me­ngucurkan dana desa sebesar 187 triliun rupiah. “Untuk itu, dana desa harus tepat sasaran sesuai kebutuhan di desa dan kampung-kampung,” tutur Presiden.

Kepala Negara juga mempersilakan para perangkat desa memanfaatkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur seperti embung, jalan, jembatan, hingga fasilitas sosial seper­ti posyandu. “Pastikan bahwa yang kita bangun itu memiliki manfaat besar bagi rakyat kita yang ada di kampung. Jangan sampai bangun sesuatu, tapi tak bermanfaat,” pesan Jokowi.

Sebab, lanjut Presiden, program dana desa bertujuan agar perputaran uang berada di perdesaan sehingga per­ekonomian desa bisa tumbuh dan berkembang. “Dana desa kita berikan agar uang itu mengalir ke desa dan kam­pung, kalau bangun irigasi, jalan, yang namanya beli pasir, beli di desa itu. Kalau enggak ada, beli di desa sebelah. Ka­lau enggak ada, beli di kecamatan. Jangan beri kesempatan uang itu beredar di Jakarta,” tukas Jokowi.

Presiden Jokowi memaparkan sejak dana desa digulir­kan pada 2015 hingga Agustus 2018 sudah ada beberapa capaian dalam segi infrastruktur, antara lain, jalan desa yang dibangun sepanjang 158 ribu kilometer dan jembatan sepanjang 1,02 juta meter. Selain itu, telah dibangun pula sebanyak 48.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sertifikat Wakaf

Dalam kunjungan di Banda Aceh itu, Presiden juga ikut menyerahkan 320 sertifikat hak atas tanah wakaf kepada masyarakat di Provinsi Aceh. Penyerahan sertifikat dilaku­kan usai melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Bait­urrahman, Kota Banda Aceh.

Disela-sela pemberian sertifikat, Jokowi mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk terus menjaga persa­tuan dan keberagaman yang diberikan Tuhan sebagai an­ugerah bagi bangsa Indonesia.

Presiden tidak ingin aset terbesar yang dimiliki bangsa menjadi hilang akibat perbedaan pandangan politik da­lam pesta demokrasi. “Saya mengajak sekali lagi marilah kita jaga kerukunan kita, kita jaga persaudaraan kita, kita jaga persatuan kita, demi Aceh yang damai, demi Indonesia yang damai,” kata Jokowi. fdl/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment