Jeremy Thomas Tindak Tegas Penganiaya Axel | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2017
No Comments

Jeremy Thomas Tindak Tegas Penganiaya Axel

Jeremy Thomas Tindak Tegas Penganiaya Axel

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Diduga jadi korban penyekapan dan pemukulan oleh oknum Kepolisian satuan narkoba Tangerang di Hotel Kristal, Jakarta Selatan, 15 juli 2017 lalu, baru-baru ini Jeremy Thomas mendatangi Divisi Propam Mabes Polri, untuk mengadukan kasus tindakan kekerasan yang dialami anak sulungnya, Axel Matthew Thomas. Bersama kuasa hukumnya, Yanuar Bagus Sasmita, aktor senior itu membawa bukti visum hasil tindakan kekerasan yang dialami Axel.

Jeremy memaparkan, anak sulungnya mengalami trauma atas kejadian itu. Putranya bahkan dipaksa mengaku membawa narkoba oleh oknum tersebut. "Anak saya itu diborgol, dan borgolnya itu bukan dari borgol polisi, tapi punya security hotel. Anak saya ditodongin pistol dipaksa mengaku. Faktanya tidak ada barang bukti apa-apa, dia clear," ujar Jeremy, saat ditemui di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Jeremy menyebut anaknya dipulangkan setelah diciduk dan mengalami pengeroyokan, bahkan barang-barangnya pun diambil. "Yang ngeroyok total empat, dalam ruangan ada 8. Barang diambil itu sepatu, ikat pinggang, iphone, sama dompet," tegasnya. Jeremy mengatakan anaknya mengalami cedera serius di sekujur tubuhnya.

"Semua parah. Lutut, punggung, kepala, rusuk, seluruh muka. Silakan dilihat. Ini penyiksaan. Ini brutal sekali. Mereka tangan kosong tapi gimana kalau dikeroyok beramai-ramai, dan ditodongkan senjata," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jeremy bercerita anaknya Axel pulang dengan sandal hotel, dengan baju yang bukan bajunya. Sementara ponselnya pun sudah tidak ada. "Yang kami laporkan pidananya adalah penyekapan, pengeroyokan, penganiayaan, dan pengambilan serta penurian barang-barang dengan kekerasan," lanjutnya.

Secara fisik, putranya telah terluka, dan kondisi psikis pun ikut terganggu. "Dia sangat trauma secara psikoligis. Dia tidak ngerti apa-apa, tiba-tiba dipukulin, disiksa, dan ditodongin senjata di kepala. Diborgol ke belakang dengan kondisi baju yang terbuka," tambahnya. Jeremy berharap, pihak petinggi Polri dapat mengambil tindakan tegas terhadap para oknum kepolisian itu jika memang terbukti melanggar dan berbuat aniaya terhadap anaknya.  yzd/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment