Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments

Jenuh, Saatnya Pindah Kerja?

Jenuh, Saatnya Pindah Kerja?
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya jenuh sekali di kantor. Apakah sebaiknya saya pindah kerja?

Jawaban:

Belum tentu! Ada banyak penyebab dan hal yang ha­rus jadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk hengkang dari pekerjaan. Jangan-jangan ini hanya pe­rasaan sementara yang bakal Anda sesali kelak.

Wajar jika orang dilanda kejenuhan. Apalagi jika yang dilakukannya hanya berputar di situ-situ saja. Melakoni rutinitas yang seakan tidak ada habisnya. Jangan langsung me­mutuskan kalau sudah saatnya berpaling ke yang lain. Berikut beberapa pertimbangan yang harus Anda lakoni.

Cari Tahu Penyebab

Anda harus cari tahu dulu dengan jelas alasan yang membuat Anda memutuskan untuk pindah kerja. Apa yang membuat Anda tidak nyaman sehingga menimbulkan rasa jenuh. Jika Anda hanya seka­dar bosan dan masih melihat peluang untuk maju di sana, jangan buru-buru mengajukan surat berhenti. Semua orang juga mengalaminya.

Masalah di Kantor

Besar kemungkinan ke­inginan untuk berhenti karena masalah di kantor. Ada banyak hal yang menjadi penyebab­nya. Bisa jadi rekan kerja yang tidak profesional, atasan yang kurang responsif, rekan-rekan yang tidak bisa diajak bekerja-sama. Jika masih bisa diselesaikan atau dicari jalan keluarnya jangan keburu ber­henti. Karena siapa yang bisa memastikan Anda tidak berte­mu dengan masalah serupa di perusahaan lain.

Tidak Ada Tantangan

Anda merasa tidak ada lagi tantangan yang berarti di pekerjaan yang sekarang. Ini yang menyebabkan rasa jenuh karena ingin mengerjakan se­suatu yang baru. Cobalah un­tuk meminta tanggung jawab lebih kepada atasan. Ataupun meminta rotasi dalam pelak­sanaan tugas. Diskusikan apa yang menjadi kendala Anda dalam bekerja, minta saran pada atasan.

Butuh Liburan

Bisa jadi Anda membu­tuhkan liburan. Mungkin saja Anda baru menjalani bulan-bulan yang penuh kepenatan. Misalnya perusahaan baru se­lesai mengadakan event yang menguras energi Anda sangat banyak. Mintalah untuk meng­ambil cuti panjang supaya Anda bisa istirahat dan me­mulihkan tenaga dan pikiran sehingga bisa fresh kembali.

Cari Kesibukan

Jika Anda merasa jenuh bukan berarti Anda tidak bisa lagi berkarya. Sebenarnya Anda tidak harus berhenti dari pekerjaan yang sekarang. Carilah kesibukan yang lain yang bisa menghilangkan rasa jenuh tersebut. Salurkan emosi yang tidak diperoleh di kantor di tempat lain. Mi­salnya seperti melakoni hobi ataupun sesuatu yang bukan tak mungkin memberikan pemasukan tambahan buat Anda.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment