Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments

Jatuh Bangun Melestarikan Keindahan Laut

Jatuh Bangun Melestarikan Keindahan Laut
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Berani Melangkah

Penulis : Alberthiene Endah

Penerbit : Gramedia

Cetakan : 2017

Tebal : 620 halaman

ISBN : 978–602-03-3374-8

 

 

Ekses industri berupa limbah yang mencemari lingkungan. Sebab itu, pendirian perusahaan harus lulus terlebih dulu uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (amdal)). Kisah berbeda ditunjukkan PT Slickbar, industri peralatan penanggulangan tumpahan minyak yang didirikan Bayu Satya. Perusahaan ini justru dibangun untuk melestarikan lingkungan laut.

Awalnya, dia tidak pernah menyangka akan bergerak dalam industri ini. Pengalaman terkait laut dan pelestariannya sama sekali tidak ada. Apalagi harus membuat peralatan penangkis tumpahan minyak yang kini sudah diekspor ke berbagai negara. “Saya tak pernah membayangkan akan berada di area ini. Saya terpanggil untuk merintis industri ini dari nol. Akhirnya memotivasi saya untuk berlari memburu kemajuan, bukan saja keberhasilan bisnis pribadi, tapi menemukan strategi ampuh untuk melestarikan keindahan Indonesia,” kata Bayu (hlm 32).

Satu-satunya spirit mengayunkan langkah sektor yang kini sudah diambil alih negara karena peduli keindahan laut Indonesia. Narasi-narasi tersebut ditulis sebagai inisiasi langkahnya 30 tahun memperjuangkan bisnis Slickbar Indonesia (hlm 61).

Langkahnya semakin menanjak seiring eksplorasi minyak lepas pantai yang merebak. Ekspor-impor minyak antarnegara makin kencang yang mempertinggi pencemaran laut. Akibat polutan minyak, air laut menjadi teracuni dan bau sehingga mematikan flora serta fauna.

Peraih International Carthage Award ini selalu membuka diri terhadap wawasan baru, terutama terkait dengan cara menanggulangi tumpahan minyak di laut. Dia ikut aktif menjadi peserta seminar, pelatihan dan lokakarya di berbagai negara. Dia datangi pameran alat, suku cadang dan mesin penanggulan tumpahan minyak. Dia banyak belajar dari seorang pastor dari Belanda.

“Bayu bisa bersahabat dengan seorang Belanda yang berbeda kebangsaan dan budaya. Ini menunjukkan sikap hidup berharga, yaitu inklusif,” ujar mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatjaya (hlm 23).

Saat ini Slickbar menjadi perusahaan pembuat alat penanggulangan tumpahan minyak terbesar dunia. Produknya dipercaya melindungi Pulau Sentosa di Singapura dan hotel dekat pantai termewah di Qatar. Anak perusahaannya, PT OSCT Indonesia, menjadi salah satu dari tiga perusahaan terbaik dunia di bidang pengoperasian penanggulangan tumpahan minyak.

Puluhan tahun membangun Slickbar Indonesia dari nol hingga menjadi terdepan di dunia, tentu tidaklah mudah. Beragam tantangan dan titik darah perjuangan diceritakan. Misalnya, sempit dan peliknya peluang bisnis segmen tersebut memerlukan kerja keras, wawasan luas dan sinergi karyawan (hlm 369).

Cara kerja Slickbar diam-diam di tengah kesunyian laut jarang dilihat dan diekspos, sehingga tidak banyak yang tahu. Bayu banyak mengenal orang yang mengaku mencintai Indonesia, namun tidak membeli produk domestik.

Buku ini ditulis untuk berbagi pengalaman dan semangat melestarikan alam Indonesia. Keberhasilan mesti melewati belajar tiada henti dan fokus pada visi yang diperjuangkan. Tidak ada keberhasilan gemilang tanpa aral. Kendala justru pemantik kemunculan peluang baru yang lebih besar.


Diresensi Asnawi Susanto, Anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment