Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
suara daerah

Jatim Terus Gencar Kembangkan Sektor Pariwisata

Jatim Terus Gencar Kembangkan Sektor Pariwisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sektor pariwisata me­miliki makna strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Bagi sejumlah nega­ra, pariwisata telah menjadi andalan utama dalam menam­bah devisa negara. Berkem­bang sebagai industri, sektor ini tumbuh dan mendorong berbagai sektor lain, seper­ti jasa, perdagangan, bahkan pertanian.

Jawa Timur (Jatim) sebagai wilayah yang kaya akan potensi wisata, tak ingin ketinggalan untuk memanfaatkan potensi wisata. Dengan topografi wila­yah meliputi gunung, lembah, dan pantai, Jatim dikenal sebagai destinasi wisata yang lengkap dan banyak digemari wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Pemerintah Provinsi Jatim tengah menggalakkan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik melalui pameran maupun sejumlah pagelaran acara di lokasi. Salah satu kegiatan yang akan digelar dalam waktu de­kat dengan dukungan Pemrpov Jatim adalah Bromo Teng­ger Semeru (BTS) Ultra 2017 pada 3–5 November.

Ini merupakan paduan konsep antara pariwisata dan olahraga, berupa lomba lari melintasi padang pasir pegunungan Tengger. Untuk mengetahui lebih jauh per­siapan pelaksanaan BTS Ultra 2017, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Wakil Guber­nur Jatim, Saifullah Yusuf, di Surabaya, baru-baru ini. Beri­kut petikan selengkapnya.

Bisa dijelaskan soal BTS Ultra 2017?

Lomba kali ini sudah me­masuki tahun kelima sejak digelar pertama kali pada 2013. Pada waktu itu, pesertanya ha­nya sekitar 100 pelari, sekarang sudah membeludak lebih dari seribu orang, dari 34 negara.

Jatim sebagai tuan rumah menyumbang peserta terba­nyak, hampir 200 pelari. Pe­nyelenggaranya swasta (F-One Sport), didukung oleh Kemen­terian Pariwisata, Polri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pemprov Jatim, serta Pemkab Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.

Seperti apa bentuknya?

Mengikuti tren positif yang sedang berkembang, ultra trail (lari lintas alam) dengan jarak seperti lomba maraton dengan jarak terpanjang 170 kilometer. Lomba ini sangat ketat. Untuk ikut, calon peserta harus meng­ikuti proses seleksi, mulai per­nah mencapai finish 100 kilo­meter dari lomba sebelumnya, dan ketentuan lain. Tapi untuk jarak terpendek 30 kilometer, tidak ada syarat khusus.

Bagaimana sambutannya?

Antusias sekali, ada 1.300 orang yang mendaftar, dan hanya 1.000 pelari yang lolos tes. Bayangkan saja, orang disuruh bayar (mendaftar) untuk lari sangat jauh dengan medan naik-turun gurun pasir Bromo yang begitu berat, tanpa diberi hadiah tapi mau ikut.

Setiap pelari yang sam­pai garis finish hanya mendapat medali. Calon peserta begitu antusias karena event ini sangat bergengsi. Poin yang didapat dari lomba ini men­jadi salah satu syarat lomba lari tahunan di Prancis yang menjadi ajang “naik hajinya para pelari”.

Manfaat yang dipetik un­tuk kawasan wisata Bromo Tengger Semeru?

Tentu sangat luas. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, belum terhitung keluarga atau teman yang mendampingi, akan menjadi penggerak eko­nomi di sekitar Bromo. Event ini sangat sesuai dengan misi Jatim menggalakkan sport tourism. Dengan peserta dari puluhan negara, sekaligus menjadi promosi pariwisata Jatim yang efektif di luar negeri.

Wisata olahraga ini juga menjadi industri karena ak­tivitasnya secara ekonomi ikut menciptakan pasar bagi usaha masyarakat berupa cendera mata, perhotelan, makanan, perjalanan, dan jasa lainnya. Makanya, begitu kami tahu ada lomba ini, pemprov memberi dukungan penuh.

Dari lomba BTS, harapan ke depan?

Semoga bisa menjadi kalender pari­wisata Jatim se­tiap tahun. Ini diperlukan agar masyarakat tambah sehat, dan ekonomi di daerah semakin bergairah.

n N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment