Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Terkait Antisipasi untuk Atasi Kemacetan Angkutan Darat

Jateng Akan Berikan Layanan Terbaik untuk Pemudik

Jateng Akan Berikan Layanan Terbaik untuk Pemudik

Foto : KORAN JAKARTA/HENRI PELUPESSY
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memper­siapkan angkutan Lebaran 2019. Kesiapan infrastruktur dan antisipasi gangguan di jalan dilakukan agar pemudik nyaman saat melewati Jateng selama perjalanan mudik menuju kampung halaman. Titik kemacetan sudah dianti­sipasi, kelengkapan rambu lalu lintas sudah ditamah.

Tercatat tujuh pintu ke luar jalan bebas hambatan di Jateng rawan macet pada arus mudik Lebaran 2019. Seperti di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyu­manik, Salatiga, Tingkir, Boyolali, dan Kartosuro. Telah disiapakan juga beberapa jalur alternatif untuk meng­urai kemacaten.

Untuk mengetahui ke­siapan Pemprov Jateng menyambut arus mudik Lebaran 2019, wartawan Ko­ran Jakarta, Henri Pelupessy berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Kota Semarang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa saja yang dilaku­kan Pemprov Jateng untuk menyambut arus mudik Lebaran 2019?

Rapat persiapan mudik Lebaran 2019 telah dilaku­kan mulai dari titik rawan kemacetan sampai pelayanan mudik gratis. Tiga poin penting persiapan mudik untuk wila­yah Jateng yakni terkait lalu lintas, infrastruktur, dan pela­yanan mudik gratis. Untuk lalu lintas, yang perlu diperhatikan adalah titik kemacetan, rambu lalu lintas, rekayasa lalu lintas, dan pengelolaan jalan tol.

Daerah mana saja yang perlu diwaspadai macet parah?

Beberapa perkiraan ke­macetan parah akan terjadi di Jateng, seperti di pasar tumpah, perlintasan Kereta Api (KA) serta exit tol. Pe­merintah kabupaten/kota diinstruksikan agar menyiap­kan jurus, khususnya untuk mengantisipasi pasar tumpah. Mengantisipasi pasar tumpah, pemerintah kabupaten/kota silakan segera menandai titik-titik penting rawan kemacetan.

Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali, dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di kabupaten membantu.

Bagaimana dengan ke­siapan infrastrusktur?

Saat ini beberapa ruas jalan di Jateng tengah diper­baiki dan harus selesai H-6 Lebaran. Optimistis ke­beradaan tol Trans Jawa siap dilalui pemudik meskipun ada sejum­lah catatan yang mesti segera diek­sekusi oleh pengelola jalan tol. Saya minta pemudik yang akan menggunakan jalan tol untuk menyiapkan saldo kartu e-toll-nya. Bina Marga, kami minta menghitung dae­rah yang masih dalam proses pengerjaan jalan.

Nanti kami pastikan kapan berhenti. Untuk rest area beberapa akan selesai. Untuk pemudik yang menggunakan jalan tol, jangan lupa top up penuh kartu e-toll-nya. Seba­gai gambaran dari Jakarta ke Semarang perlu saldo e-toll sekitar 370 ribu rupiah.

Pemprov Jateng menye­diakan program mudik gratis?

Kami memiliki program mudik gratis dari Jakarta ke tiga titik padat pemudik yakni Banyumas, Solo, dan Semarang. Ada tiga rangka­ian kereta berkapasi­tas 6.000 orang, kapal berkapa­sitas 2.000 orang dan kendaraan bermotor.

Mudah-mu­dahan bisa kami lakukan sehingga mudik melahirkan suasana yang menggem­birakan. Untuk pendaftaran mudik gratis tersebut, cukup menunjukkan KTP di kantor Perwakilan Jateng di Jalan Prapanca II Nomor 11 Jakarta Selatan.

Bagaimana pantauan persiapan mudik jalur tengah yang Anda lakukan?

Masyarakat bisa memilih jalur selatan ketika mudik Leb­aran. Jalan Urut Sewu merupa­kan jalan alternatif ke arah Purworejo selain Jalan Ambal - Kembaran jika dari Jalan Dipo­negoro, Kebumen dan jalan alternatif ke Banyumas atau Cilacap selain Jalan Daendels.

Rekomendasinya untuk para pemudik agar lewat jalur selatan. Selain karena kuali­tas jalan, pemandangan yang disajikan cukup menawan, mulai dari areal persawahan, perbukitan, perkebunan ke­lapa hingga pantai. Aspalnya bagus. Jalurnya bagus dan tempatnya indah.

Ini kami siapkan untuk pemudik yang lewat selatan. Ini sudah siap dilintasi. Ken­daraan sudah berlalu lalang. Jalan tersebut memiliki pan­jang total 211.95 km. Sampai tahun anggaran 2018 sudah dikerjakan sepanjang 151,23 km atau 71,35 persen. Saya sudah mengecek mulai dari titik awal Jalan Urut Sewu, Kebumen.

Apa imbauan kepada para pemudik yang akan melintasi jalur selatan?

Para pemudik yang memilih jalur selatan untuk berhati-hati karena masih minimnya lampu penerangan jalan. Nanti kami bantu dengan pasang deliniator mudah-mudah­an mudik lebaran lewat selatan bisa lebih lancar. Untuk jalur tengah memang ada sedikit hambatan karena pengerjaan pelebaran jalan di Jambu, Kabupaten Semarang yang sampai saat ini belum selesai.

Namun, dipastikan segala alat berat dan material penger­jaan tidak akan mengganggu pemudik. Tinggal yang jalur tengah tadi yang masih jadi PR adalah yang di Jambu. Oleh karena itu bantuan dari kabu­paten sangat penting.

Bagaimana dengan ke­siapan BBM dan gas?

Tahun 2019 ini merupakan tahun keenam ikut mengurus arus mudik dan balik Leba­ran. Di era teknologi digital, seluruh layanan atau keluhan kepada Pertamina direspons cepat. Misalnya ada mengeluh ke twitter saya, kemudian saya twit ke Pertamina. Tidak butuh waktu lama, langsung dires­pons. Responsnya selama ini cepat.

Pemprov akan menyiapkan dukungan kepada masyarakat yang akan melintasi tol. Salah satunya meminta Pertamina menyuplai BBM di jalur tol dan pengaturan traffic man­agement untuk memudahkan para pemudik. Untuk masalah LPG, semoga tidak terjadi lagi kasus kelangkaan meski stok sudah ditambah.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment