Jaringan Kemitraan Waralaba Lokal Kian Ekspansif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Bisnis Co Choc

Jaringan Kemitraan Waralaba Lokal Kian Ekspansif

Jaringan Kemitraan Waralaba Lokal Kian Ekspansif

Foto : KORAN JAKARTA/M ISMAIL
BERLABA CEPAT - Petinggi grup Mitra Boga Ventura (MBV) sebagai pemilik brand Co Choc, Michael Marvy Jonathan (kanan) menjelaskan minuman segar Co Choc di sela-sela pameran International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) di Jakarta, akhir pekan lalu. Dengan berinvestasi awal sebesar 95 juta rupiah, mitra bisnis bisa memperoleh laba bersih dalam menjual minuman Co Choc yang memiliki 10 varian itu hingga 13.500.000 rupiah per bulan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bisnis waralaba atau franchise di Tanah Air ber­potensi tumbuh pesat ke depan karena didukung pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan pen­ingkatan populasi kelas menen­gah. Karenanya, dibutuhkan produk yang inovatif dan adaptif dengan harga bersaing.

Salah satu jaringan waralaba lokal yang kian ekspansif adalah gerai minuman segar bermerk Co Choc. Belum genap dua ta­hun, Co Choc sudah memiliki 52 outlet di sejumlah kota di Indo­nesia. Peningkatan pesat itu ter­jadi karena pola bisnis franchise yang diterapkan sederhana, ter­jangkau, dan profit menarik.

“Kenapa bisnis kami be­gitu cepat berkembang? Karena kami memiliki produk unik, harga kompetitif, dan kemi­traan yang sederhana dengan investasi ringan,” ujar Michael Marvy Jonathan, petinggi grup Mitra Boga Ventura (MBV), pe­milik brand Co Choc dan Bakso Kemon di sela-sela pameran In­ternational Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Marvy mengungkap Co Choc pertama kali diliuncur­kan di Bandung, Jawa Barat, pada 28 Maret 2018. Saat ini, Co Choc memiliki 22 outlet di se­jumlah kota besar seperti Ban­dung, Cimahi, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Medan, Padang, Makassar, Surabaya, dan Yogya­karta. Dalam tiga bulan ke de­pan, MBV menargetkan penam­bahan 30 outlet baru dengan rincian di Bandung (7 outlet), Jabodetabek (12 outlet), Medan (empat outlet), Yogyakarta (satu outlet), Surabaya (tiga outlet), dan Padang (tiga outlet).

Dia menjelaskan produk unggulan Co Choc adalah va­riasi minuman cokelat dengan bahan dasar ganache (teknik memasak cokelat dari Prancis).

Marvy menyebutkan bahan baku cokelat berasal dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi se­hingga, Co Choc menghadirkan kekayaan cita rasa Indonesia. Dia menambahkan keunggulan lain produk minuman yang unik itu dijual dengan harga kom­petitif di kisaran 15.000-19.000 rupiah.

Dia melanjutkan animo mi­tra bekerja sama dengan BMV membuka waralaba Co Choc sangat tinggi karena kemitraan sederhana dan terjangkau. Dia mencontohkan cukup dengan investasi awal 95 juta rupiah, mitra bisa membuka usaha den­gan estimasi laba bersih 13,5 juta rupiah per bulan.

Berdasarkan pengalaman 22 outlet yang sudah buka, lanjut­nya, break even point (BEP) tiap outlet sekitar 5-7 bulan. Namun, beberapa outlet yang sudah BEP pada bulan pertama. Dalam logika pengusaha, BEP sering diartikan balik modal.

“Setelah BEP, keuntungan sesudah dipotong biaya kary­awan dan sewa, mitra bisa me­raih 35 persen,” ungkap dia.

Potensi Besar

Sementara itu, Sekjen Ke­menterian Perdagangan, Kary­anto Suprih menyatakan tahun ini perekonomian nasional akan melanjutkan momentum per­tumbuhan dengan perkiraan 5,3 persen. Hal itu membuka pelu­ang pengembangan usaha, ter­masuk waralaba.

Menurut Karyanto, pangsa pasar waralaba di Indonesia cu­kup besar dan terus bertumbuh. Hal itu didukung tingginya per­mintaan terutama dari golon­gan masyarakat menengah. mad/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment