Koran Jakarta | January 19 2019
No Comments
Bela Negara

Jangan Beri Ruang untuk Ideologi Impor

Jangan Beri Ruang untuk Ideologi Impor

Foto : ANTARA/Wahyu Putro A
Jambore FKPPI - Presiden Joko Widodo memberi sambutan ketika membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara FKPPI di Jakarta, Jumat (7/12).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo me­minta kepada semua pihak agar selalu me­nempatkan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi. Terlebih dalam men­jaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus se­lalu jaga Pancasila, NKRI, dan memastikan nilai-nilai Pancasila terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa kita sehari-sehari. Jangan beri ruang pada ideologi lain, ideo­logi impor menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI, mengoyak me­rah putih,” tegas Presiden saat memberikan sambutan Peresmian Pembukaan Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Fo­rum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FK­PPI) Tahun 2018, di Bumi Perkemahan Ra­gunan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).

Presiden menjelaskan bahwa tugas mem­bela negara tidak mudah dengan hanya me­ngumpulkan massa saja, namun harus diba­rengi kerja nyata. “Bela Negara bisa dilakukan berbagai bidang, profesi, bisa jadi dokter yang punya dedikasi memberikan pelayanan uta­manya di daerah terpencil. Jadi insinyur, turut terlibat dalam pembangunan Infrastruktur yang Indonesia sentris. Ini juga yang harus di­lakukan kader FKPPI,” ucap Presiden.

Presiden ingin kader FKPPI tidak hanya semangat dalam teriakan, tetapi juga bisa di­barengi dengan pikiran. Sebab, dalam bela negara ikut mewarisi semangat juang dan cinta Tanah Air para pendahulu kita yang sudah bertaruh nyawa memperebutkan ke­merdekaan Indonesia.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, selama 73 tahun Indonesia terus bersatu, bergerak maju karena kita memiliki Pan­casila. Karena di negara Indonesia, Pancasila dan keragaman jadi sumber pemersatu bu­kan perpecahan,” tutup Presiden yang juga memakai baju khas FKPPI ini.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI, Bam­bang Soesatyo, mengatakan kader FKPPI sejak kecil sudah diajarkan nilai-nilai per­juangan, persatuan, cinta Tanah Air hingga cinta Pancasila dan NKRI.

“Darah kami adalah darah perjuangan, bagi FKPPI, Pancasila dan NKRI adalah harga mati,” tegas Ketua DPR itu. fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment