Jalur Alternatif Puncak Dua Harus Segera Dibangun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Kemacetan Puncak l Sistem Kanalisasi 2-1 Akan Diberlakukan Kembali

Jalur Alternatif Puncak Dua Harus Segera Dibangun

Jalur Alternatif Puncak Dua Harus Segera Dibangun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ibu Hamil Hendak Bersalin Terjebak di Jalur Puncak saat sedang berlaku sistem satu arah atau one way ke atas.

BOGOR – Polres Bogor mengevakuasi ibu hamil di Jalur Puncak Cisarua Bogor saat hendak melakukan persalinan pada Sabtu (30/11). Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri, mengatakan sekitar pukul 10.40 WIB warga Citeko Cisarua, Kabupaten Bogor, Kiki, 35 tahun, hendak membawa istrinya, Dewi, menggunakan mobil untuk menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi Bogor. Tapi, ketika hendak melintasi Jalur Puncak, saat itu sedang berlaku sistem satu arah atau one way ke arah atas sehingga kendaraan tersebut sempat terjebak, tidak bisa mengarah turun ke RSUD Ciawi.

Fadli menyebutkan, meski sedang berlaku sistem satu arah ke atas, tapi atas dasar kemanusiaan anggota Satlantas melaksanakan diskresi membantu warga sehingga terpaksa menerobos dari arah yang berlawanan. Sekitar pukul 11.20 WIB, Kiki bersama Dewi tiba di RSUD Ciawi dengan pengawalan dan langsung menerima penanganan medis dari petugas medis.

Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin mengungkapkan peristiwa ibu hamil yang sempat terjebak pada satu arah atau one way Jalur Puncak Cisarua Kabupaten, Bogor tersebut harus mendapat perhatian. “Ini hal serius. Si ibu terjebak di antrean saat berlaku sistem  one way  di Jalur Puncak Bogor, Sabtu. Itu peristiwa mengkhawatirkan di Jalur Puncak,” ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/12). Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu tak menampik kemacetan yang kian parah setiap akhir pekan di Jalur Puncak.

Oleh karena itu, menurutnya, kepadatan volume kendaraan itu perlu ditangani dengan segera dengan membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau biasa disebut Jalur Puncak Dua.

“Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan,” bebernya. Ia mengaku tak bosan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera merealisasikan jalur yang juga menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu.

Selain mempermudah akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya 1,2 triliun rupiah itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar karena jika dilihat berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim. Sistem 2-1 Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana kembali melakukan uji coba sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor akhir pekan depan, Sabtu (7/12).

“Tanggal 7 ini, kita mau uji coba (kanalisasi) 2-1, teknisnya ada di BPTJ,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu. Menurutnya, akan ada beberapa perbedaan uji kanalisasi 2-1 kali ini dari uji coba dari uji coba sebelumnya. Perbedaan itu merupakan hasil dari evaluasi uji coba kanalisasi yang dilakukan pada Minggu, 27 Oktober lalu. “Mungkin lebih baik dari kemarin. Tapi apakah itu mengatasi solusi atau tidak, kita lihat saja nanti,” kata Ade Yasin.

Dirinya melihat kepadatan kendaraan di beberapa titik karena adanya penyempitan jalan atau bottleneck. Kedua, yaitu belum tersedianya cerukan angkot dan para pengendara yang memberhentikan mobilnya saat belanja di pedagang kaki lima (PKL). Hal itu karena terdapat beberapa titik PKL yang tersebar Jalur Puncak. jon/Ant/P-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment