Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Jaksa Ancam Panggil Paksa Utut Adianto

Jaksa Ancam Panggil Paksa Utut Adianto
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riyadi, mengancam akan menjemput paksa Wakil Ketua DPR, Utut Adianto, un­tuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, jika tidak ha­dir dalam persidangan. Utut dua kali tidak hadir memenuhi panggilan sebagai saksi.

Dalam sidang, jaksa menyampaikan surat izin ketidakhadiran Utut yang masih menjalankan tugas dinas ke Myanmar. “Saksi yang akan kami hadirkan tidak bisa ha­dir, kami minta waktu satu minggu untuk menghadirkan saksi pada sidang pekan depan,” kata JPU KPK, Roy, dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/12).

Menurut Roy, jika sampai tiga kali panggilan, Utut tidak memenuhi panggilan, jaksa akan memanggil paksa legislator tersebut. Kesaksian Utut sangat dibutuhkan karena yang ber­sangkutan memberikan uang langsung kepada terdakwa.

Dalam dakwaan diketahui Utut memberikan 150 juta ru­piah kepada Tasdi. Menurut Roy, kesaksian Utut tidak bisa jika hanya dibacakan berdasarkan berita acara pemerik­saannya. Dalam persidangan tersebut, penasihat hukum ter­dakwa juga belum bisa menghadirkan saksi meringankan.

Dua saksi meringankan serta seorang ahli rencanan­ya dihadirkan oleh terdakwa. Majelis hakim selanjutnya menunda sidang hingga pekan depan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi.

SM/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment