Koran Jakarta | May 21 2018
No Comments
suara daerah

Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran di Jatim

Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran di Jatim

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pangan merupakan kebutuhan dasar dan menjadi salah satu hak asasi manusia. Hal itu seba­gaimana diatur dalam Pasal 27 UUD 1945 maupun dalam De­klarasi Roma (1996). Persoalan pangan mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidup­an suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang terganggu, dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi dan berbagai gejolak sosial.

Bagi masyarakat, persoalan pangan kerap diidentikkan dengan beras dan berbagai bahan kebutuhan pokok lain. Menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri, ketersediaan dan keter­jangkauan harga bahan pokok sering menjadi persoalan sensitif di masyarakat.

Untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemprov Jatim dalam memenuhi ketersedi­aan pangan di wilayah tersebut dan menjaga agar harga bahan pokok menjelang bulan puasa tidak melambung, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang dilakukan un­tuk menjamin ketersediaan bahan pokok sebelum puasa dan Lebaran?

Menghadapi hari raya, kami terus memantau kebutuhan dan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional dengan menggunakan aplikasi sistem informasi ketersediaan dan perkembangan barang pokok (Siskaperbapo). Sistem ini memiliki 188 inputer yang ter­diri dari 116 petugas pasar, 38 petugas di seluruh kabupaten dan kota, 34 petugas sentra produksi, pasar sub agro ba­rang penting dan swalayan.

Jatim juga memiliki gerai stabilisasi harga bahan ke­butuhan pokok yang terdiri dari gerai pangan permanen sebanyak 6.148 gerai yang terdiri dari kios pangan operasi pasar Jatim, toko tani Indonesia, aplikasi e-warung, serta rumah pangan kita. Ada juga gerai pangan situasional yang terdiri dari operasi pasar bantuan subsidi, operasi pasar mandiri, dan toko swalayan.

Bagaimana koordinasi de­ngan pemerintah daerah?

Kami minta bupati dan wali kota mengecek betul ke gerai-gerai ini untuk stok bahan pokok dan harganya. Jangan sampai ada panic buying di masyarakat menjelang hari raya.

Apa bahan pokok yang jadi fokus perhatian?

Semua jenis bahan pokok penting. Namun, salah satu yang nilainya sangat strategis adalah beras karena merupakan jenis makanan pokok utama. Pengalaman membuktikan, naiknya harga beras saat krismon, menyebabkan instabilitas dan kerawanan. Industri perberas­an punya pengaruh besar da­lam penyerapan tenaga kerja dan ekonomi perdesaan.

Bagaimana posisi stok beras terakhir?

Stoknya untuk April, Mei, dan Juni ini dipastikan aman. Produksi beras Jatim pada bu­lan Juni ini sebanyak 996.496 ton, dengan konsumsi 297.243 ton. Ada surplus 699.253 ton. Selain itu, stok beras yang ter­sebar di seluruh gudang Bulog di Jatim pertengahan April ini, sebanyak 147.334 ton.

Bagaimana dengan gula dan bahan lain?

Pada prinsipnya semua surplus. Tugas kami mendis­tribusikannya ke berbagai provinsi, seperti beras Jatim yang didis­tribusi­kan ke 16 provinsi.

Untuk komoditas gula pasir, berdasarkan data stok pro­dusen per 28 Februari 2018, di pabrik gula sebanyak 26.875 ton, tebu rakyat sebanyak 79.181 ton, dan pedagang se­banyak 220.810 ton. Total stok gula sebanyak 326.867 ton.

Stok gula pasir di gudang Bulog per tanggal 13 April 2018 sebanyak 50.747 ton dan terse­bar di seluruh gudang Bulog di Jatim. Stok cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, jagung, daging sapi, daging ayam ras, dan telur juga dipastikan aman. Hanya kedelai dan bawang putih, defisit 15.393 ton dan 3.820 ton.

Bagaimana dengan inflasi pangan?

Selama ini, inflasi di Ja­tim menjelang HKBN relatif aman dan cenderung terken­dali. Namun permasa­lahannya, inflasi cenderung naik justru di bulan November-Desember dan Januari-Februari. Pada bulan-bulan tersebut, mu­sim hujan sangat tinggi menyebab­kan kadar air dalam beras tinggi yakni 28, sehingga petani kesulitan menjual be­ras. Sedangkan Bulog akan membeli beras dari petani bila kadar airnya rendah yakni 14.

Apa yang dilakukan?

Kami butuh dryer untuk membuat kadar air dalam beras ini menjadi 14. Inilah yang membuat ada panen raya, tapi harga beras tinggi karena masih menjadi gabah kering panen. Kalau ada dryer, insyaAllah masalah ini teratasi. Usulan pengadaan dryer ini telah kami sampaikan pada Menteri Perda­gangan untuk kemudian disam­paikan ke pemerintah pusat.

Berapa kebutuhan dryer Jatim?

Untuk menjaga stok beras tetap aman sepanjang tahun, stok beras harus ditutup dari panen bulan Maret, Juni, dan Juli, serta November harus ada stok di Jatim lebih dari satu juta ton. Maka kami mem­butuhkan sekitar 3 ribu dryer dengan kapasitas 8 jam untuk memproses, dengan anggaran sekitar 900 miliar rupiah.

Terkait potensi insta­bilitas, apa persiapan jelang Pilkada Serentak?

Jatim barometer nasional dalam pengamanan pilkada 2018. Pilkada bukan sekadar pesta demokrasi, tapi ajang ak­tualisasi suasana kekerabatan, kerukunan, dan kekeluargaan. Keberadaan tiga pilar (pe­merintah daerah, TNI/Polri, DPRD, dan tokoh masyarakat) plus sebagai mata dan telinga di tingkat paling bawah harus bisa mewujudkan kenyaman­an dan kedamaian.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment