Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Piala Presiden

Jadwal Harus Lebih Ramah

Jadwal Harus Lebih Ramah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Piala Presiden yang baru saja berakhir merupakan gelaran keempat sejak dimulai pertama kali pada 2015 lalu. Persib Bandung menjadi klub pertama yang meraih kejayaan di Piala Presiden. Arema FC kemu­dian melanjutkan hal tersebut pada tahun 2017 sebelum Persija Jakarta mengambil alih supremasi musim lalu.

Sekadar catatan, pada 2016 Piala Presiden tidak digelar. Tahun ini, Singo Edan--julu­kan Arema--berhasil meraih gelar keduanya setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan agregat 4-2.

Namun dalam penyelenggaraannya, kedepannya Piala Presiden diharapkan bias memberikan jadwal yang lebih ramah bagi para peain maupun klub. Manajer Madura United, Haruna Soemitro, berpendapat jad­wal Piala Presiden 2019 terlalu ketat untuk ajang pramusim. Hal tersebut mengacu rent­ang pertandingan yang tidak sampai satu minggu setelah memasuki fase gugur.

Misalnya di babak Final yang memper­temukan Persebaya Surabaya dan Arema. Pertandingan di leg kedua yang berlangsung di Malang, hanya berselang tiga hari dari leg pertama yang dihelat di Surabaya. “Saya pikir urusan waktu recovery,” jelasnya di laman resmi PSSI.

Haruna juga mengingatkan kepada semua pihak bila hakikat Piala Presiden mer­upakan ajang pramusim. Sebab dari tahun ke tahun, setiap tim seperti berlomba-lomba memenangkan turnamen ini.

“Dari tahun ke tahun ada peningkatan. Tetapi menurut saya penyelenggaran Piala Presiden yang harus dikhawatirkan adalah jangan sampai ini menjadi tujuan akhir dari semua klub.”

“Niat dari semuanya pramusim, mematang­kan persiapan semua tim. Kami berharap jangan sampai ini adalah kompetisi di tengah kompetisi itu sendiri,” tegas Haruna.

Piala Presiden 2019 sudah berakhir dan Are­ma keluar sebagai juara. S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment