Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Pembangunan Daerah

Jabar Dorong Pengembangan KEK Wisata

Jabar Dorong Pengembangan KEK Wisata

Foto : ISTIMEWA
RAPAT KOORDINASI | Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan rencana pengembangan KEK Pariwisata Jawa Barat pada 2020 saat Rapat Kordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah (Kopdar) se -Jawa Barat di Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7).
A   A   A   Pengaturan Font

KUNINGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus mendorong pe­ngembangan Kawasan Eko­nomi Khusus (KEK). Untuk itu, pemprov menawarkan pengembangan kawasan KEK tersebut kepada pemerintah kabupaten dan kota di Jabar yang sanggup menyediakan lahan luas.

“Dalam lima tahun ke de­pan saya ingin Jabar memi­liki sejumlah KEK. Saya akan memfasilitasi mulai anggaran hingga lobi ke pusat. Tinggal siapkan saja lahannya, dimulai pada 2020,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam acara Kordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah (Kopdar) se -Jawa Barat di Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7).

Emil, demikian pang­gilan akrabnya, mensyaratkan pemerintah daerah (pemda) menyiapkan lahan minimal seluas 250 hektare (ha), selan­jutnya mencari investor un­tuk membangun KEK dengan bentuk investasi ditentukan daerah. Dia mencontohkan ada dua daerah mengajukan rencana KEK Pariwisata , yakni Pangandaran dan Sukabumi. Saat ini, rencana tersebut se­dang digodok di tingkat pusat.

KEK Pangandaran nanti akan diisi dengan investasi bi­dang pariwisata dan turunan­nya serta investasi bidang ke­maritiman. “Sebab memang tidak boleh 100 persen wisata, harus ada hal lain, dipilih perekonomian bidang kema­ritiman, kemungkinan besar akan terealisasi,” jelasnya.

Sementara daerah lain yang serius mengajukan KEK adalah Kabupaten Sukabumi. Daerah tersebut ingin mem­bangun kawasan KEK Palabu­han Ratu dengan fokus utama pembangunan perekonomian kawasan Geopark Ciletuh.

Wisata, menurut Emil, menjadi prioritas pemba­ngunan di Jabar karena me­mang potensinya sangat besar. Potensi ekonomi dari sektor wisata Jabar juga menjadi bahan kajian dari Bank Indo­nesia (BI), yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga di atas sembilan persen.

Sumber Pendanaan

Terkait pendanaan, Emil menyatakan Pemprov Jabar akan berupaya agar pemba­ngunan tidak bergantung ke­pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, ada delapan pintu anggaran yang bisa di­manfaatkan untuk membiayai pembangunan Jabar, meliputi APBD Kabupaten/ Kota, APBD provinsi, APBN, Kerja sama Pemerintah Badan Usaha atau Public Private Partnership, ob­ligasi daerah, dana perbankan, dana umat, dan dana CSR. tgh/E-10  

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment