Koran Jakarta | October 19 2017
No Comments
Skandal Korupsi I Setelah Samsung Group, Giliran Lotte Group Jalani Persidangan Pemeriksaan

Izin Yayasan Milik Park Dicabut

Izin Yayasan Milik Park Dicabut

Foto : REUTERS/Kim Hong-Ji
Pendiri Lotte Group, Shin Kyuk-ho, tiba di pengadilan Seoul, Korea Selatan, pada Senin (20/3). Shin di sidang dalam kaitannya dengan skandal korupsi yang menyeret mantan Presiden Park Geun-hye.
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Kebudayaan Korsel mencabut izin dua yayasan yang didirikan mantan Presiden Park Geun-hye dengan alasan “telah menerima dana secara tak sukarela” dari sejumlah perusahaan konglomerat.

SEOUL – Kementerian Kebudayaan Korea Selatan (Korsel) pada Senin (20/3), membatalkan izin dua yayasan yang didirikan oleh mantan Presiden Korsel, Park Geun-hye, dan sahabatnya, Choi Soon-sil. Dua yayasan amal tersebut yakni Mir dan K-Sports, ikut terseret dalam skandal politik yang membuat Park kehilangan jabatannya sebagai orang nomor satu di Korsel pada 10 Maret lalu.

Adapun alasan pencabutan izin yang diambil Kementerian Kebudayaan yang memiliki wewenang memberikan izin pendirian yayasan di Korsel tersebut adalah mempertanyakan motif dibalik aliran dana kepada dua yayasan tersebut, yang telah menarik perhatian tim investigasi parlemen dan jaksa penuntut umum.

“Segala kerja sama pendanaan pada yayasan yang tidak berdasarkan pada sikap sukarela telah dimatikan demi kebaikan publik, bukan karena tekanan publik,” demikian bunyi keterangan Kementerian Kebudayaan Korsel.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kebudayaan Korsel juga mengutip putusan mahkamah konstitusi yang menemukan bahwa dua yayasan tersebut pada kenyataannya dijalankan untuk kepentingan pribadi.

Yayasan nirlaba itu dikendalikan oleh Choi. Yayasan Mir didirikan pada Oktober 2015 dengan tujuan mempromosikan pertukaran budaya dengan negara-negara lain. Adapun K-Sports, didirikan pada Januari 2016, dimana yayasan ini terlibat dalam proyek-proyek olah raga. 

“Kepentingan publik dalam sebuah situasi dimana negara dan bangsa berada dalam kebingungan serius karena ulah mereka (Park dan Choi). Kami akan memulai proses untuk melikuidasi yayasan tersebut dan akan membuat sebuah keputusan mengenai aset-aset yayasan tersebut dan tergantung pada putusan pengadilan,” demikian bunyi keterangan Kementerian Kebudayaan Korsel. 

Persidangan Lotte

Penyelidikan terhadap dugaan skandal korupsi yang menyeret Park saat ini telah diperluas. Setelah Samsung Group, kini giliran Lotte Group yang disidik untuk mencari tahu dugaan keterkaitan Park dengan konglomerat tersebut. SK Group juga berstatus sedang dalam penyelidikan.

Pada Senin, giliran Shin Kyuk-ho, 94 tahun, pendiri Lotte Group atau konglomerat Korsel terbesar kelima, yang diperiksa keterangannya di pengadilan. Shin sempat mengamuk di pengadilan. 

“Lotte adalah perusahaan yang saya dirikan. Saya memiliki 100 persen saham. Siapa yang mau menuntut saya?” kata Shin Kyuk-ho, sambil melemparkan tongkatnya ke lantai. 

Pengacara Shin Kyuk-ho, menjelaskan kliennya menolak tuntutan pengelapan dan telah menyalahgunakan kepercayaan. 

Selain Shin Kyuk-ho, dalam ruang persidangan itu juga tampak hadir Shin Dong-bin, ketua Lotte Group dan kakak tertuanya, Shin Dong-joo, 62 tahun. Ketiganya hadir dipersidangan pada Senin (20/3) sebagai tergugat.

Tim jaksa penuntut menyebut sekitar 22 orang di Lotte Group terkait dalam dugaan korupsi. Shin Kyuk-ho didakwa dengan tuduhan mengemplang pajak, penggelapan, dan penyalahgunaan kepercayaan. Total pajak yang ditilepnya sebesar 223,8 miliar won atau setara 200 juta dollar AS.

Sedangkan puteranya, Shin Dong-bin, dituntut dengan tuduhan penggelapan dana sekitar 50,8 miliar won atau setara 45 juta dollar AS dan penyalahgunaan kepercayaan hingga menimbulkan kerugian sekitar 124,9 miliar won. uci/Rtr/I-1

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment