Koran Jakarta | July 22 2017
No Comments
RUU Pemilu - Panitia Kerja dan Tim Perumus Masih Terus Bekerja

Isu Krusial Dibawa ke Paripurna

Isu Krusial Dibawa ke Paripurna

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Pembahasan RUU Pemilu berlomba dengan waktu, mengingat persiapan Pemilu 2019 harus segera dilakukan.Kemungkinan besar pengambilan keputusan diambil melalui voting.

Jakarta-Pembahasan Rancangan Undang- Undang Penyelenggaraan Pemilu terus dilakukan intensif. Meski begitu masih ada beberapa isu krusial yang belum juga disepakati antar fraksi partai di DPR. Kemungkinan besar, ada 4 isu krusial yang terpaksa akan diputuskan pada rapat paripurna. “Kemungkinan ada 3 atau 4 poin krusial yang kemungkinan diputus di paripurna, karena sulit kata sepakat di Panja dan Pansus,“ ujar Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Jakarta , Jumat (19/5).

Tjahjo sendiri memahami jika poin-poin krusial itu belum disepakati. Isu krusial sangat terkait erat dengan kepentingan dan strategi partai di pemilu 2019. Isu krusial yang belum juga disepakati antara lain, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dan ambang batas pencapresan serta sistem pemilu.

“ Karena itu merupakan bagian dari kebijakan da strategi fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai-partai,” ujarnya. Terkait pembahasan RUU Pemilu sendiri baik di Panja atau di Tim Perumus RUU sampai sekarang masih terus bekerja. Tim perumus dan Tim sinkronisasi bahu membahu bekerja.

Tim dari pemerintah sendiri yang merupakan gabungan dari tim Kemendagri, Kementerian Hukum dan Kementerian Keuangan selalu hadir dalam pembahasan.” Kita selalu hadir membahas bersama dalam T im perumus Pansus DPR. Hadir di rapat Pansus atau Panja membahas isu-isu krusial,” ujarnya.

Kata Tjahjo, apabila isu krusial itu bisa dibahas dan dilobikan, maka Minggu depan kemungkinan akan diputuskan. Kemungkinan diputus lewat voting. Jika diputus lewat voting, maka pemerintah tidak dilibatkan. “ Kalau toh voting antar fraksi-fraksi DPR tidak melibatkan pemerintah. Yang penting opsi pemerintah sudah tertampung di konsepsi-konsepsi dan sikap pandangan fraksi- fraksi ,” tutur Tjahjo.

Tjahjo juga mengungkapkan saat lobi antar pimpinan partai serta Ketua Fraksi, ia juga hadir bersama dengan Menteri Hukum dan Menteri Sekretaris Negara. Lobi dilakukan beberapa hari yang lalu, berlangsung hingga malam hari. “ Pemerintah mengapresiasi sekali kepada tim Panja dan Pansus DPR yang telah kerja keras membahas dengan sabar, penuh kebersamaan yang dipimpin bergantian antar pimpinan Panja atau Pansus,” katanya.

Menurut Tjahjo masih ada waktu untuk menyelesaikan RUU Pemilu. Tjahjo juga menjamin, belum selesainya pembahasan RUU tidak akan mengganggu kerja KPU. Ia optimis RUU ini tidak akan molor dan akan selesai tepat waktu yang telah ditargetkan. “

 

Jangan Panik

 

Sementara Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang- Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pansus RUU Pemilu), Lukman Edy menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik akibat penundaan pembahasan terhadap pemerintah kemarin. Wakil Ketua Komisi II DPR ini memaparkan pihaknya masih memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembahasan guna menghasilkan undang-undang yang memiliki kompetensi yang baik.

Dengan begitu, ujarnya, Pansus meyakini kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan terhambat dalam melakukan kerjanya sebagai penyelenggara pemilu dalam waktu mendatang. “KPU tidak akan terganggu. KPU baru mulai soal Pemilupemilu ini 1 Oktober 2017 ini. Sekarang masih ada lima bulan,” kata Lukman kepada wartawan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5).

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Pansus Pemilu Johnny G Plate mengatakan bahwa pihaknya tidak terburuburu dalam menyusun RUU Pemilu. Hal tersebut dikarenakan lebih mementingkan substansi undangtersebut dibanding memaksakan untuk selesai secepatnya. Namun, Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT ) ini memaparkan bahwa pihaknya berupaya untuk menyelesaikan pada tenggat waktu akhir bulan Mei ini. 

 

ags/fan/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment