Israel, UEA, Bahrain, dan AS Akan Tanda Tangani “Abraham Accord” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Perdamaian Timur Tengah

Israel, UEA, Bahrain, dan AS Akan Tanda Tangani “Abraham Accord”

Israel, UEA, Bahrain, dan AS Akan Tanda Tangani “Abraham Accord”

Foto : afp
PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri), Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan (tengah), dan Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyiapkan dokumen “Abra­ham Accord” untuk ditandatangani oleh Uni Emirat Arab atau UEA, Bah­rain, dan Israel sebagai bentuk komit­men normalisasi hubungan mereka satu dengan lainnya. Penandatangan­an dokumen itu dilakukan di Gedung Putih, Selasa (15/9) waktu setempat.

Israel bakal menandatangani ke­sepakatan dengan UEA dan Bahrain itu secara terpisah. Pemerintah Ame­rika Serikat juga akan ikut menanda­tangani satu dokumen bersama yang juga ditandatangani pemimpin Isra­el, UEA, dan Bahrain.

Normalisasi hubungan Israel dan UEA terjadi setelah tercapai kesepa­katan penundaan aneksasi kawasan Tepi Barat oleh pemerintahan Per­dana Menteri Benjamin Netanyahu. Pada saat yang sama, muncul isu bahwa normalisasi ini membuka pe­luang bagi UEA untuk membeli pesa­wat jet tempur generasi kelima F-35, yang bisa lepas landas secara vertikal atau vertical take off and landing.

Pada proses penandatanganan ini, Gedung Putih memastikan parti­sipan untuk memakai masker wajah. Gedung Putih juga menyerahkan kepada partisipan yaitu pemimpin UEA, Bahrain, dan Israel apakah me­reka mau berjabat tangan seusai pe­nandatanganan dokumen normal­isasi hubungan atau tidak.

Pihak Israel akan diwakili oleh Per­dana Menteri Israel, Benjamin Netan­yahu, UEA diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan, dan Bahrain diwakili oleh Menlu Abdullatif Al Zayani. Penanda­tanganan dokumen perdamaian ini bakal dihadiri langsung oleh Presiden Donald Trump.

“Daripada fokus pada konflik di masa lalu, rakyat sekarang bisa fo­kus menciptakan masa depan yang bersemangat penuh,” kata Penasihat Senior Gedung Putih, Jared Kushner, pada Senin malam.

Kushner, yang merupakan menan­tu Trump, terlibat dalam negosiasi kesepakatan normalisasi hubungan Israel dengan UEA dan Bahrain. Dia juga berusaha membujuk lebih ba­nyak negara Teluk untuk membuat kesepakatan normalisasi dengan Is­rael. Salah satu target berikutnya ada­lah Oman, yang pemimpinnya berbi­cara dengan Trump pada pekan lalu.

Negara berikutnya adalah Arab Saudi, yang menjadi negara terbesar di kawasan Teluk. Sejauh ini, Arab Saudi telah memberi sinyal belum siap me­lakukan normalisasi dengan Israel ini.

Tidak Berniat

Sementara itu, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengatakan Ben­jamin Netanyahu sama sekali tak berniat untuk membahas perdamai­an dengan rakyat Palestina. Klaim itu disampaikan Yair jelang penandata­nganan pemulihan diplomatik Israel dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Ini merupakan pemulihan relasi diplomatik pertama Israel dengan negara Arab, sejak mereka berdamai dengan Yordania pada 1994 silam. Lapid merespons baik kesepakatan itu. Namun di sisi lain, dia meminta agar Tel Aviv terus melanjutkan nego­siasi damai dengan Palestina.

Pemimpin oposisi itu menerangkan selama ini Netanyahu berkoar sudah mencapai kesepakatan dengan negara Suni yang moderat, tapi tidak bernego­siasi dengan Palestina. n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment