Iran Hubungi Inggris untuk Bebaskan Tanker | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Krisis Timur Tengah

Iran Hubungi Inggris untuk Bebaskan Tanker

Iran Hubungi Inggris untuk Bebaskan Tanker

Foto : AFP/Ministry of Defence
HMS Kent
A   A   A   Pengaturan Font

TEHERAN – Otoritas pe­labuhan Iran pada Selasa (13/8) mengatakan bahwa pi­haknya telah melakukan kon­tak dengan otoritas Inggris se­bagai bagian dari upaya untuk mengamankan pembebasan sebuah kapal tanker Iran yang disita dari Gibraltar.

Gibraltar, yang merupakan wilayah luar negeri Inggris, me­nyita kapal tanker raksasa Iran, Grace 1, pada 4 Juli lalu dengan bantuan pasukan marinir Ke­rajaan Inggris karena dicurigai mengirimkan minyak ke Suri­ah dan jika pengiriman itu be­nar terjadi maka akan melang­gar sanksi Uni Eropa (UE). Te­heran telah mengeluarkan bantahan atas tuduhan itu.

Langkah untuk menghu­bungi otoritas Inggris dilaku­kan karena pengadilan di Gi­braltar akan memutuskan na­sib kapal pada Kamis (15/8) esok, setelah perintah masa penahanannya berakhir.

Berdasarkan ke­terangan wakil kepa­la otoritas pelabuhan Iran, Jalil Eslami, dalam sebuah laporan oleh kantor berita IRNA me­ngatakan bahwa Inggris telah menunjukkan mi­nat untuk menyelesai­kan masalah dan telah ada dokumen yang sa­ling dipertukarkan.

“Upaya dari Iran dan otoritas pelabuh­an telah dilakukan un­tuk pembebasan kapal tanker ini,” kata Eslami seperti dikutip dari IR­NA. “Saya berharap masalah ini akan terselesaikan dalam waktu dekat dan kapal tanker bisa melanjutkan perjalanan­nya dengan mengibarkan ben­dera Republik Islam Iran,” im­buh dia.

Pejabat dari Gibraltar dan Amerika Serikat (AS) meyaki­ni bahwa tanker Iran itu berla­yar menuju Suriah untuk me­ngirimkan minyak. Jika itu benar, maka merupakan pe­langgaran terhadap baik sanksi dari UE maupun sanksi dari AS.

Merespons penyitaan tank­er pada Juli lalu, Iran menye­but hal itu sebagai pembajakan dan memperingatkan bahwa Teheran tak akan tinggal diam atas langkah penyitaan tanker tersebut tanpa ada alasan yang pasti.

Pada 19 Juli lalu, Garda Pengawal Revo­lusi Islam Iran menyita kapal tanker Stena Im­pero yang berbendera Inggris di Selat Hor­muz. Alasan Iran terkait penyitaan tanker itu ka­rena Stena Impero telah melanggar aturan ma­ritim internasional. Se­mentara Inggris meng­anggap bahwa tindakan Iran itu sebagai aksi ba­lasan yang ilegal.

Misi Pengawalan

Sementara itu dilapor­kan dari London bahwa kapal perang Inggris, HMS Kent, te­lah berlayar ke perairan Teluk pada Senin (12/8) untuk berga­bung dengan misi pimpinan AS untuk mengawal kapal niaga di kawasan itu, di semakin tengah meningkatnya ketegangan po­litik antara Barat dan Iran.

Inggris sepakat untuk ber­gabung dengan AS dalam mi­si keamanan maritim di Teluk untuk melindungi kapal da­gang yang melintasi kawasan tersebut. Keputusan tersebut diambil setelah Iran menyita tanker minyak Inggris di Selat Hormuz.

“Fokus kami di Teluk yaitu untuk mengurangi ketegang­an saat ini,” kata Andy Brown, komandan HMS Kent. “Ka­mi berkomitmen untuk mene­gakkan kebebasan bernaviga­si dan meyakinkan keamanan pelayaran internasional mela­lui misi ini,” imbuh dia.

Penempatan HMS Kent per­tama kali diumumkan bulan lalu dan kapal perang ini a­kan menggantikan tugas kapal Inggris lainnya, HMS Duncan, yang sudah lebih dulu berada di wilayah tersebut. SB/Ant/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment