Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments

Internet Cepat dengan Serat Optik Dua Pasang

Internet Cepat dengan Serat Optik Dua Pasang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) berbasis serat optik (fiber optic) menjadi andalan dalam komunikasi antar negara. Metode transmisi informasi menggunakan pulsa cahaya ini terus dibanung untuk menciptakan kecepatan dengan latensi yang rendah.

Konsorsium Indigo yang terdiri dari Indosat Ooredoo bersama AARNet, Google, Singtel, SubPartners, dan dan Telstra, pekan lalu mengumumkan penggunaan teknologi serat optik dua pasang (two pairs) sekaligus mengumumkan selesainya pembangunan SKKL dari Singapura-Jakarta- Pert-Sidney.

Teknologi dua pasang kabel, yang terbentang sepanjang 9.200 km, mampu mencapai kecepatan terabiyte per detik. “Kecepatan 36 terabit per detik, setara dengan streaming jutaan film per detik secara bersamaan,” ujar Chief Technology and Information Indosat Ooredoo ,Dejan Kastelic. SKKL dari konsursium Indigo, menggunakan teknologi berbagi spektrum tercanggih. Dengan demikian setiap anggota konsorsium akan memiliki kemampuan untuk secara mandiri memanfaatkan kemajuan teknologi ini dalam menghadapi peningkatan kapasitas karena laju permintaan.

Bagi Indosat, penggunaan teknologi dua pasang kabel akan membantu memberikan layanan lebih baik kepada pelanggannya. Namun saat ini belum bisa dilakukan karena harus menunggu konsursium melakukan pengujian transmisi, yang rencananya akan dimulai sebelum pertengahan 2019.

Kastelic, menambahkan Indigo adalah bagian dari program tiga tahun Indosat Ooredoo dalam meningkatkan kecepatan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. “Ketika sudah beroperasi nanti, SKKL Indigo akan semakin mendiversifikasi koneksi internasional kami di seluruh Australia dan pasar Asia Tenggara yang tumbuh cepat,” ujar dia.

SKKL digo akan digunakan untuk melayani permintaan konsumen yang semakin meningkat. Langkah ini untuk memperluas peluang bagi konsumen ritel dan layanan korporat Indosat Ooredoo dala mendukung visi jadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka, dengan menyediakan konektivitas data dan akses internet kelas dunia.

Kabel laut dengan teknologi dua pasang yang dikerjakan oleh Alcatel SubmarineNetworks,terbagi atas Indigo West dari Singapura ke Perth sepanjang 4.600km, dan Indigo Central dari Pert ke Sydney sepanjang 4.600 km. Menurut Wakil Presiden Singtel, Carrier Services, Grup Enterprise, Ooi Seng Keat, SKKL dengan teknologi dua pasang kabel akan mengantarkan era baru komunikasi kecepatan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan Asutralia yang sedang tumbuh.

“Jalan raya data baru ini akan melengkapi tautan global kami saat ini ke Asia, AS, Eropa, Australia dan Timur Tengah, memungkinkan Singtel dan Optus untuk memenuhi permintaan aplikasi berkebutuhan bandwith yang semakin meningkat,” ujar dia.

“Four Fiber Pairs”

Pembangunan jaringan kabel laut dari Singapura- Indonesia-Australia dengan teknologi terbaru bukan hanya dilakukan Indigo. Konsorsium Vocus Group dimana XL Axiata berada di dalamnya juga tengah membanguna jaringan sepanjang 4.600 km dengan memakai empat pasang kabel (four fiber pairs).

Dengan teknologi empat pasang kabel, menawarkan jaringan yang cepat dengan fleksibilitas koneksi, sistem monitoring 24 jam, 7 hari seminggu (24/7) dan DC yang menghubungkan antara Australia dan Singapore Kabel laut ini kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, rute alternatif menuju AS melalui Australia, bisa menjadi back up jika terjadi gangguan bencana alam atau peristwa yang membuat kabel putus lainnya, disamping menambah ketersediaan kapasitas bandwidth melalui SKKL Australia-Indonesia-Singapore.

Dengan kapasitas mencapai 30 terabit untuk jalur Jakarta dan Singapore serta 20 terabit antara Jakarta - Perth, berarti SKKL ini mampu menyediakan kapasitas hingga 6x lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini. Proyek yang menelan investasi 170 juta dolar AS atau sekitar 2,29 triliun rupiah ini diharapkan dapat membagi beban jaringan XL ke luar negeri yang mencapai 90 persen menjadi 50:50 persen. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment