Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Indonesia Melayani

Inovasi Layanan untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Inovasi Layanan untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Meningkatnya kualitas pelayanan publik merupakan salah satu capaian yang bisa diukur dari keberhasilan pelaksanaan gerakan Indonesia Melayani.

Reformasi birokrasi merupakan tan­tangan bagi setiap instansi pemerin­tah untuk mengubah pola pelayanan publik menjadi lebih baik. Namun, peruba­han tersebut semestinya juga diikuti dengan perubahan mindset dan perilaku pegawai serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan.

“Sebab, di era pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memung­kinkan bagi setiap instansi untuk secara terus menerus menghasilkan inovasi baru dalam bidang pelayanan publik,” ungkap Diah Natali­sa, Deputi Bidang Pelayanan Publik, KemenPAN dan RB.

Pihaknya ingin mendo­rong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan mengajak instansi dan pemda melakukan tero­bosan melalui berbagai hasil inovasi layanan.

Program pemerintah dalam meningkatkan ino­vasi pelayanan publik sudah dimulai sejak 2013. Menurut­nya, selama memantau ber­bagai program inovasi yang dilakukan berbagai instansi pemda dan kementerian ternyata banyak yang belum berjalan optimal karena baru sebatas inovasi, namun tidak didukung pimpinan untuk dimasukkan program tetap instansi.

“Inovasi yang mumpuni sebaiknya masuk program dan anggaran instansi karena inovasi merupakan bagian dari tugas dan fungsi instansi lalu inovasi mempu­nyai dasar hukum yang akh­irnya jadi budaya organisasi,” katanya.

Ia mengakui standar pelayanan publik sebai­knya memiliki tolok ukur yang kuat dengan perlibatan partisi­pasi masyarakat dan komitmen pimpinan. “Selama ini dari hasil pengamatan kami, pelayanan publik yang memiliki dampak perbaikan signifikan tidak lepas dari komitmen pimpinan bahkan ikut serta dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan pelayanan publik, Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menuturkan, untuk meningkatkan pelayan publik mestinya tiap instansi memiliki integritas, etos kerja, dan gotong royong.

“Di antara fokusnya adalah peningkatan kualitas SDM, penegakan disiplin, hukum dan aturan, perilaku pelayanan publik yang cepat dan responsif, penyempurnaan pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif, debirokratisasi dan penerapan sistem penghargaan dan sanksi serta keteladanan pimpinan,” ungkapnya.

Terkait gerakan Indonesia Me­layani, lanjutnya, banyak upaya dan capaian yang sudah dilak­sanakan, terutama terkait dengan peningkatan pelayanan publik.

“Pada 2019 ini, kita sangat berharap agar kinerja pelayanan publik semakin lebih baik, berb­agai saran, masukan dan kritikan yang membangun diharapkan terus disalurkan masyarakat agar berbagai pelayanan yang ada bisa ditingkat,” pungkas Diah Natalisa.

Dorong Peningkatan Pelayanan

Pada kesempatan berbeda, upaya PLN melakukan recovery pertama pada saat terjadi black­out pada Minggu (4/9), kurang dari enam jam, dinilai Mamit Se­tiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch, cukup optimal.

Kecepatan kinerja PLN dalam memulihkan kondisi darurat tersebut dipandang cukup maksi­mal. “PLN sudah berusaha untuk melakukan normalisasi dengan maksimal dengan mengirimkan aliran listrik dari pembangkit lain di Jawa, sehingga ada wilayah yang sudah menyala dari jam 6 sore, ataupun jam 7-an, meski memang di beberapa wilayah lainnya masih padam. Tapi, setidaknya prioritas mereka dengan segera mengalirkan listrik ke Jakarta, membuktikan bahwa upaya mereka cukup maksimal,” jelasnya.

Mamit menilai bentuk kompensasi PLN sesuai dengan Kepmen ESDM No 27 tahun 2017. “Kalau berdasarkan aturan yang lama 20 persen (untuk non adjustment) dan 35 persen (tarif adjusment), besarnya kompen­sasi yang bisa diberikan kepada masyarakat. Walaupun akhirnya, kalau tidak salah PLN akan meng­gratiskan atau memotong bea terdampak,” terangnya.

PLN patut diberikan apresiasi. Pasalnya, selain bergerak cepat memulihkan pemadaman, PLN pun segera memastikan pembe­rian kompensasi kepada pelang­gannya yang terdampak blackout. “Saya kira ini salah satu bentuk tanggung jawab PLN untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” urainya.

Tanpa adanya kenaikan tarif listrik sejak 2017 pun, Mamit me­nilai PLN telah melakukan pen­ingkatan layanan yang baik. “Se­jak 2017 tidak ada kenaikan tarif listrik. Jadi mereka melakukan efisiensi semaksimal mungkin sehingga PLN tidak terlalu banyak mengalami kerugian. Dengan be­gitu kita tahu bahwa PLN sudah melakukan peningkatan layanan tanpa adanya kenaikan tarif,” ujar Mamit.

Karena itu, menurut dia lang­kah terbaik yang harus didorong sekarang adalah wacana pening­katan mutu pelayanan PLN. “PLN harus terus melakukan peningka­tan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat. Saya meli­hatnya, kejadian yang kemarin semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperbaiki lagi kekuran­gan yang ada selama ini,” harap Mamit. gma/R-1

Harus Tetap Konsisten

Di sisi lain, Anggota DPR RI dari Komisi VI Sartono Hutomo memaparkan, PLN sebagai perusahaan yang telah berdiri selama puluhan tahun seharusnya tetap konsisten melakukan pengecekan berkala terhadap berbagai fasilitas dan jarin­gannya. Dengan demikian kondisi blackout bisa dihindari.

“Minimal PLN harus mengadakan cek ru­tin, karena ini menyangkut pelayanan publik. Artinya, kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan makin menguat,” jelasnya.

Pun demikian, Sartono mengaku pihaknya memberikan dukungan atas upaya keras PLN dalam memulihkan jaringannya kembali. “Jadi yang jelas, kami sangat support kerja keras PLN, kami juga akan memberikan du­kungan yang sesuai kebutuhan PLN.

Di masa sidang berikutnya, kami juga ingin tahu apa saja permasalahan PLN, mengapa bisa terjadi blackout. Karena ini menyangkut pelayanan publik, jadi kalau memang ada permasalahan yang perlu penguatan dan dukungan dari parlemen, kami dari DPR RI dan Komisi VI akan memberikan support supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,” jelas Sartono.

Dengan dukungan tersebut, Sartono berharap ke depannya tidak akan terulang kembali berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Sehingga kita bisa membahas perma­salahan-permasalahan yang ada di lapangan. Kita akan adakan evaluasi total. Karena PLN ini sangat strategis. Jadi kita harus memahami bagaimana peristiwa kemarin terjadi dan bagaimana agar berhenti semua persoalan­nya,” pungkas Sartono. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment