Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Konflik Timur Tengah I Garda Pengawal Revolusi Iran Sangkal Ada Insiden di Selat Hormuz

Inggris Sebut Iran Cegat Tankernya

Inggris Sebut Iran Cegat Tankernya

Foto : AFP
Fregat Inggris l Kapal fregat milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Montrose, saat berlabuh di pelabuhan Limassol, Siprus, beberapa waktu lalu. Pada Rabu (10/7), kapal perang ini dilaporkan berhasil menggagalkan upaya pencegatan kapal tanker Inggris, British Heritage, saat kapal pengangkut minyak itu berlayar di Selat Hormuz.
A   A   A   Pengaturan Font

Pihak militer Iran diduga hendak mencegat sebuah kapal tanker Inggris yang berlayar di Selat Hormuz pada Rabu lalu. Namun aksi itu berhasil dihalau oleh kapal perang Inggris yang berpatroli di kawasan perairan itu.

LONDON – Pemerintah Ing­gris pada Kamis (11/7) me­ngatakan bahwa sejumlah ka­pal militer Iran telah berusaha menghalangi perjalanan sebu­ah kapal tanker minyak Inggris saat berlayar di Selat Hormuz. Tetapi upaya pencegatan yang dilakukan pada Rabu (10/7) itu berhasil digagalkan kapal perang Inggris.

“Kapal-kapal bersenjata Iran milik Garda Pengawal Revolusi mencoba untuk menghentikan dan mengalihkan sebuah ka­pal tanker minyak Inggris, Brit­ish Heritage, ketika berlayar di Selat Hormuz, tetapi aksi itu di­gagalkan setelah fregat Angkat­an Laut Kerajaan Inggris, HMS Montrose, menghalau mereka,” demikian pernyataan dari juru bicara Kementerian Pertahan­an Inggris.

“Kami prihatin dengan tin­dakan ini dan terus mendesak pemerintah Iran untuk mengu­rangi ketegangan di kawasan itu,” imbuh juru bicara itu.

Atas tudingan itu Garda Pengawal Revolusi Iran me­nyangkal keterlibatan, teta­pi juga memperingatkan baik Amerika Serikat (AS) dan Ing­gris, bahwa mereka akan sa­ngat menyesalkan atas pena­hanan terhadap salah satu ka­pal tanker Iran di perairan Gibraltar oleh pasukan marinir Inggris pada pekan lalu.

Garda Pengawal Revolu­si Iran sebelumnya disalah­kan AS karena telah melancar­kan beberapa serangan kapal tanker sejak Mei lalu. Menang­gapi tudingan dari Inggris, Gar­da Peengawal Revolusi Iran yang berpatroli di perairan itu, membantah bahwa telah ter­jadi insiden.

“Dalam 24 jam terakhir, ka­mi tidak memiliki insiden yang melibatkan kapal asing di Selat Hormuz, juga tidak dengan ka­pal Inggris,” demikian pernya­taan yang dirilis militer Iran.

Presiden Iran, Hassan Rou­hani, sebelumnya memper­ingatkan Inggris tentang kon­sekuensi atas penahanan kapal tanker Iran, Grace 1, di Gibral­tar. Kapal tanker Iran itu dihen­tikan polisi dan petugas bea cukai dalam perjalanan dari Iran ke Suriah, melalui Laut Te­ngah.

Tanker Grace 1 membawa minyak mentah yang disebut-sebut akan dibawa ke kilang minyak Baniya, yang diken­dalikan oleh pemerintah Suri­ah, yang saat ini dikenai sank­si oleh Uni Eropa.

Sementara itu merespons insiden terbaru dari kawas­an Teluk, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan terus memperberat sanksi terhadap Iran atas peningkatan kegiatan nuklirnya. “Sanksi akan segera meningkat secara substansial,” kata Trump.

Persulit Penyelamatan

Peringatan sanksi Trump ini diumumkan ketika penasi­hat diplomatik Presiden Pran­cis Emmanuel Macron, berte­mu dengan Presiden Rouhani. Pembicaraan bilateral itu ber­tujuan untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.

Akibat insiden ini, sema­kin memperumit upaya Inggris dan sekutu Eropa lainnya un­tuk menyelamatkan perjanji­an nuklir penting dengan Iran, setelah AS memutuskan keluar secara sepihak dari kesepakat­an, tahun lalu.

Terkait ketegangan di sekitar perairan di kawasan Teluk, pa­da Selasa (9/7), pemerintah AS meminta sekutunya bergabung membentuk koalisi untuk me­lindungi perairan sekitar Iran dan Yaman, dimana militer AS akan berperan sebagai koman­do dan intelijen, sementara se­kutunya akan bertugas menga­wal kapal-kapal komersial.

Militer AS mengatakan, ope­rasi gabungan itu bertujuan untuk menjamin kebebasan bergerak bagi kapal-kapal ko­mersial di perairan strategis se­kitar Semenanjung Arab. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment