Inggris Perketat Keamanan Jelang Pemilu | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Serangan Teror

Inggris Perketat Keamanan Jelang Pemilu

Inggris Perketat Keamanan Jelang Pemilu

Foto : afp/Ben STANSAL
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, pada Minggu (1/12) telah memerintahkan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap para terpidana teroris yang dibebaskan lebih awal dari penjara. Perintah itu dilontarkan usai serangan terorsi di London Bridge yang terjadi dua pekan sebelum pemilihan umum.

Dalam penjelasannya, PM Johnson meminta agar pihak berwenang memonitor sekitar 74 orang dengan tuduhan teroris yang dibebaskan lebih awal seperti Usman Khan, yang bebas pada Desember lalu dan kemudian menikam dua orang hingga tewas dalam pada Jumat (29/11) pekan lalu. “Mereka (eks napi teroris) harus diawasi untuk memastikan tidak menimbulkan ancaman,” kata PM Johnson pada BBC.

Usai PM Johnson mengeluar seruan itu, pihak kepolisian berwenang di West Midlands mengatakan mereka telah menangkap seorang pria berusia 34 tahun karena dicurigai sedang mempersiapkan aksi teror. Media massa di Inggris mengatakan bahwa pria yang ditangkap itu adalah mantan rekan pelaku penyerang di London Bridge semasa masa tahanan sejak 2012.

Khan dan pria itu dijebloskan dalam penjara karena berkomplot dalam aksi teror bom di London Stock Exchange. Dalam serangan teror di London Bridge pada Jumat pekan lalu, Khan, 28 tahun, ditembak mati oleh polisi karena ia mengenakan rompi bahan peledak palsu. Sebelum menemui ajal, Khan terlebih dahulu melakukan penikaman yang menyebabkan dua orang tewas dan tiga orang lainnya terluka.

Kritik Oposisi Terkait serangan di London Bridge, PM Johnson menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang dipegang Partai Buruh karena mengubah undang-undang pada 2008 untuk memungkinkan pembebasan tahanan lebih awal. Johnson pun mengeluarkan janji untuk memberlakukan hukuman minimum 14 tahun jika ia bisa kembali kekuasaan kembali usai memenangkan pemilu pada 12 Desember.

“Beri saya mayoritas dan saya akan membuat Anda aman dari teror,” tulis Johnson di harian Mail on Sunday. Atas pernyataan Johnson itu, oposisi termasuk ketua Partai Buruh, Jeremy Corbyn, mengkritiknya karena telah mempolitisasi serangan teror pada pekan lalu.

“Saya pikir harus ada peninjauan ulang atas kinerja di lembaga pemasyarakatan kita dan juga memikirkan apa yang akan terjadi jika para napi tersebut telah dibebaskan dari penjara,” kata Corbyn pada media Sky News.

Insiden di London Bridge terjadi dua tahun setelah ada serangan dari ekstremis yang menabrakkan mobil van ke sejumlah pejalan kaki setelah pelakunya menyerang sejumlah orang secara acak dengan pisau. Insiden itu mengakibatkan delapan orang tewas dan melukai 48 lainnya. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment