Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Proses Brexit

Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Baru

Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Baru

Foto : afp/Kenzo TRIBOUILLARD
Pertemuan di Brussel I PM Inggris, Boris Johnson (kedua dari kiri), Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker (kedua dari kanan) Kepala Negosiator Brexit UE, Michel Barnier (kanan) dan PM Brexit Inggris, Stephen Barclay, bersiap melaksanakan konferensi pers usai pertemuan di Brussels, Belgia, Kamis (17/10).
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Perdana Men­teri Inggris, Boris Johnson, telah menyetujui kesepakat­an terbaru dengan Uni Eropa terkait proses Brexit atau ke­luarnya Inggris dari Uni Eropa. Kesepakatan itu diambil lewat pertemuan para pemimpin Uni Eropa di ibu kota Brussels, Belgia, Kamis (17/10).

“Kita punya sebuah kesepa­katan Brexit yang baru,” kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Namun belum diketahui apakah keputusan tersebut mendapatkan cukup dukungan dari parlemen Inggris. Johnson mengatakan ini adalah kesepa­katan yang adil dan seimbang untuk Uni Eropa dan Inggris.

“Dan itu adalah bukti ko­mitmen kami untuk menemu­kan solusi. Saya sarankan agar Dewan Eropa mendukung ke­sepakatan ini,” ujar Johnson.

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, mengatakan pihaknya akan merekomen­dasikan ke-27 kepala negara anggota Uni Eropa agar menye­tujui kesepakatan Brexit.

Saat ini, proses perceraian Inggris dan Uni Eropa sudah dipepet waktu dan tercapainya kata sepakat ini memungkin­kan dilakukannya sejumlah negosiasi bagi masa depan ke­mitraan Uni Eropa dan Inggris.

Sayang, Partai Irlandia Utara di Inggris telah menolak mendukung kesepakatan Br­exit, padahal PM Johnson amat membutuhkan ratifikasi untuk setiap kesepakatan.

Saat ini, Johnson berharap bisa mendapatkan dukungan suara pada sesi pemungutan suara parlemen Inggris pada Sabtu (19/10). Inggris dijad­walkan angkat kaki dari Uni Eropa per 31 Oktober 2019.

Sebelumnya pada Rabu (16/10), PM Johnson membuat penawaran Brexit terakhir ke Uni Eropa ketika tenggat waktu Brexit tinggal menghitung pe­kan. Johnson mendesak Brus­sels untuk berkompromi dan saat yang sama memperingat­kan Inggris siap meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.

Salah satu klausul kesepa­katan yang ditawarkan Johnson dan telah membuat perunding­an Brexit buntu, adalah per­batasan antara Irlandia Utara yang dikuasai Inggris dan Ir­landia. Johnson mengusulkan sebuah lembaga berwenang di Irlandia Utara agar mematuhi usulannya atau keluar dari zona peraturan, sebuah tawaran yang mungkin terlalu jauh bagi Irlandia dan Uni Eropa.

Perbatasan darat yang mem­bentang 500 km antara Irlandia dan Irlandia Utara telah men­jadi titik perselisihan Brexit. Ir­landia Utara merupakan salah satu provinsi milik Inggris. ang/SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment