Koran Jakarta | December 18 2018
No Comments
Kebijakan Satu Peta

Informasi Geospasial Tetap Digunakan sebagai Acuan Data

Informasi Geospasial Tetap Digunakan sebagai Acuan Data

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya informasi geospasial bagi perencanaan pembangunan di Indonesia sekaligus pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).


“Melalui Kebijakan Satu Peta, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menggunakan informasi geospasial sebagai acuan data dalam menyusun rencana pembangunan nasional.

Informasi geospasial berprinsip satu referensi, satu standar, satu basis data, dan satu geoportal untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional dan menjadi acuan data yang pasti untuk pencapaian SDGs,”

ujar Bambang dalam forum United Nations World Geospatial Information Congress (UNWGIC) di Deqing, Republik Rakyat Tiongkok, seperti yang disampaikan dalam pernyataan tertulis, awal pekan ini.


Menurut Bambang, efektivitas informasi geospasial sangat penting untuk menghindari potensi dampak negatif jika data di suatu wilayah tak lengkap dan standar. Selain terjadi tumpang tindih dan perebutan lahan, data yang tak akurat juga berpotensi membentuk data yang seharusnya tak perlu.


Idealnya, seluruh kementerian/lembaga dan pemda terhubung Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) yang berfungsi untuk menghindari duplikasi. JIGN dikelola masing-masing wali data, menyediakan adanya akses yang cepat terhadap informasi.


“Informasi geospasial yang menampilkan peta akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sangat berguna untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR daerah,” jelasnya.


Pendekatan “THIS”


Untuk menghindari dampak tersebut, perencanaan pembangunan Indonesia menggunakan pendekatan “THIS” atau tematik, holistik, integratif, dan spasial. Mengacu pada metode tersebut, tematik diidentifikasi berdasarkan isu strategis.


Holistik diartikan kegiatan perencanaan pembangunan dilakukan dengan komprehensif yang relevan dengan tematik tertentu.

Integratif dalam arti adanya sinkronisasi keseluruhan kegiatan perencanaan dalam mencapai tujuan. Sedangkan, spasial dimaksudkan untuk rencana pembangunan berbasis lokasi. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment