Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments
Perekonomian Daerah

Industri Jasa Keuangan Jabar Berpotensi Tumbuh

Industri Jasa Keuangan Jabar Berpotensi Tumbuh

Foto : ANTARA/RAISAN AL FARISI
PERTEMUAN TAHUNAN - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan) saat menghadiri pertemuan tahunan industri jasa keuangan di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/1).
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Industri Jasa Keuangan Jawa Barat (Jabar) tahun ini berpeluang untuk terus bertumbuh. Hal itu di­dorong oleh faktor demografi, pertumbuhan industri kreatif dan UMKM, keberlanjutan program pembangunan infra­struktur pemerintah daerah, penghimpunan dana dari pa­sar modal melalui berbagai instrumen, perkembangan teknologi finansial (fintech).

Namun demikian, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Jabar, Tri­ana Gunawan mengatakan ada beberapa hal yang patut diwaspadai yakni maraknya tawaran investasi ilegal yang banyak menimbulkan keru­gian. Selain itu, tingkat ke­jahatan dunia maya atau cybercrime yang cenderung meningkat seiring perkem­bangan teknologi menuju rev­olusi industri 4.0.

“Dari sisi industri keuan­gan, perbankan mengalami pertumbuhan positif. Pertum­buhan aset 9,45 persen, Dana Pihak Ketiga 5,60 persen dan kredit 9,37 persen. Selain itu, fungsi intermediasi perbank­an tergolong cukup optimal yang tercermin dari LDR yang berada pada level 93,66 per­sen dan rasio kredit berma­salah yang terjaga pada level 3,57 persen,” jelasnya saat acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) Jawa Barat 2019 di Bandung, Senin (21/1).

Penyaluran KUR di Jabar pada Desember 2018 tercatat 15,03 triliun, naik 20,82 persen dengan tingkat rasio kredbit bermasalah (NPL) relatif ter­jaga. Meski demikian, penya­luran KUR masih lebih banyak di sektor perdagangan dengan sebagian besar adalah debitur eksisting.

“Karena itu, pada 2019, kami kembali mendorong pe­nyaluran KUR oleh bank lebih diarahkan untuk sektor pro­duktif dan menyasar ke debi­tur-debitur baru,” jelasnya.

Sementara itu penya­luran kredit UMKM oleh perbankan Jabar mencapai 26,63 persen dari total kre­dit. Selain itu, dana pensiun turut berkontribusi sebagai pendorong kesejahteraan pe­kerja di Jawa Barat dengan sebaran 18 kantor pusat dan raihan total aset sebesar 22,8 triliun rupiah.

Pembiayaan Proyek

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berharap industri jasa keuangan mau membantu membiayai berbagai rencana proyek pembangunan di Jawa Barat khususnya infrastruktur.

“Kami tertarik menerbit­kan obligasi daerah, tetapi sebelum itu, kalau bisa bank memberikan pinjaman ke­pada pemda untuk mem­bangun pasar dan lain-lain. Sebab dana APBD terbatas,” jelasnya. tgh/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment