Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Inovasi Perindustrian

Industri Farmasi Didorong Gunakan Bahan Alami

Industri Farmasi Didorong Gunakan Bahan Alami

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Industri farmasi nasional didorong untuk menciptakan produk biofarmasi dengan memanfaatkan sumber bahan baku alam, mengingat potensinya di dalam negeri masih besar. Upaya ini sebagai bagian dari langkah strategis dalam menerapkan revolusi industri 4.0 sekaligus mengurangi kebergantungan terhadap bahan baku impor berbasis kimia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, ke depan, biofarmasi akan menjadi solusi. “Untuk itu, industri harus bisa mengoptimalkan kekayaan hayati yang kita miliki. Selanjutnya, riset dan pengembangan yang lebih intens juga harus terus dilakukan,” ungkapnya pada Pembukaan Pameran Industri Farmasi, Kosmetik dan Jamu di Jakarta, Selasa (10/7).

Airlangga menjelaskan, guna memacu perkembangan inovasi produk di sektor industri, pemerintah tengah memfasilitasi pemberian insentif, salah satunya biofarmasi. Pemberian insentif tersebut diharapkan dapat menstimulasi dan memperkuat daya saing industri biofarmasi.

“Jadi, daya saing industri ini akan dipacu dengan menciptakan subsitusi impor dan membangun pabrik bahan baku obat di Indonesia,”ujarnya.

Kemenperin mencatat, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh 6,85 persen pada 2017. Sedangkan, industri bahan kimia dan barang kimia, termasuk di dalamnya industri kosmetik dan bahan kosmetik tumbuh 3,48 persen. Industri tersebut pada tahun lalu berkontribusi sebesar 67 triliun rupiah terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Airlangga meyakini Indonesia merupakan pasar potensial dan menjanjikan bagi produsen farmasi, kosmetik dan jamu seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk. “Dengan perkembangan zaman sekarang, industri kosmetik juga memperluas target konsumennya, tidak hanya menyasar kaum wanita saja,” tuturnya.

Kemudian, adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam atau back to nature membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.

 

Kembangkan Inovasi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Ferry A Soetikno mengungkapkan, Indonesia memiliki keragaman hayati yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku biofarmasi.

Meski demikian, industri perlu terus melakukan riset untuk mengembangkan inovasi mereka.

“Biodiversitas Indonesia terbesar di dunia, ada kunyit, temu lawak, kayu manis, tapi kita mulai cari yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” pungkas Ferry.

 

ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment