Koran Jakarta | July 22 2018
No Comments
Dewan Keamanan PBB

Indonesia Terpilih Karena Rekam Jejak, Damai dan Stabil

Indonesia Terpilih Karena Rekam Jejak, Damai dan Stabil

Foto : ANTARA/Widodo S Jusuf
Berikan Keterangan - Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) dan Menlu Retno Marsudi, memberikan keterangan pers terkait terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode tahun 2019-2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR - Faktor yang mendukung Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dipengaruhi oleh kondisi dalam negeri yang stabil, damai dan demokratis.


“Beberapa hal yang menyumbang kemenangan Indonesia, antara lain, pertama, kondisi dalam negeri yang demokratis, stabil dan damai.

Kondisi di dalam negeri ini memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan ini,” ujar Presiden Joko Widodo di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).


Kedua, Indonesia dipandang mempunyai rekam jejak dan kontribusi diplomasi yang baik dalam menjaga pedamaian dunia.


Ketiga, lanjut Jokowi, Indonesia juga dipandang memiliki independensi politik luar negeri yang kuat. Netralitas Indonesia terhadap kekuatan-kekuatan global yang ada di penjuru dunia tidak diragukan lagi.


“Keempat, peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan yang ada, termasuk negara-negara yang sedang dilanda konflik,” lanjut dia.


Terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap PBB merupakan hasil kampanye yang bersih serta tidak menghambur-hamburkan anggaran.


“Kampanye Indonesia ini jangka panjang, dilakukan secara bersih, tidak menghambur-hamburkan dan juga lebih mengedepankan rekam jejak serta visi Indonesia,” ujar Jokowi.


“Alhamdulilah, perolehan suaranya sangat signifikan dari pemilihan tersebut, yaitu 144 suara dari 190 suara memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019–2020,” lanjut dia.


Ia mengapresiasi para diplomat yang bekerja keras menggolkan terpilihnya Indonesia jadi anggota tidak tetap DK PBB. “Perolehan ini merupakan sebuah hasil kerja keras dalam jangka panjang dari para diplomat kita, diplomat Indonesia,” ujar Jokowi.


Di tempat yang sama, Kepala Negara menegaskan, perjuangan bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaan merupakan agenda prioritas yang akan didorong Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.


“Secara khusus, saya berpesan kepada Menteri Luar Negeri kita untuk memberikan prioritas kepada isu Palestina. Isu Palestina akan menjadi prioritas bagi Indonesia,” ujar Jokowi.


Selain itu, secara umum Indonesia juga akan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas dunia dengan memperkuat budaya penyelesaian konflik melalui musyawarah dan mufakat.


“Kita ingin menyinergikan upaya penciptaan perdamaian dengan pencapaian agenda pembangunan di 2030. Kemudian, kita ingin memperkuat sinergi antara organisasi kawasan dengan Dewan Keamanan PBB,” ujar Jokowi. fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment