Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Sekuritisasi Aset

Indonesia Power Terbitkan EBA Rp4 Triliun

Indonesia Power Terbitkan EBA Rp4 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, yakni PT Indonesia Power (IP), melakukan sekuritisasi aset dengan menerbitkan Efek Beragun Aset (EBA) Danareksa Indonesia Power PLN-1 dengan nilai maksimum sebesar 4 triliun rupiah. Aset dasar yang disekuritisasi oleh Indonesia Power adalah aset keuangan berupa piutang dari Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTU Suralaya 1-7.

Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani mengatakan dana hasil penerbitan EBA Danareksa Indonesia Power PLN-1 akan digunakan untuk menyokong pembangunan beberapa pembangkit baru, di antaranya PLTU Suralaya unit 9 dan 10 dengan kapasitas 2x1000 MW.

“Penerbitan EBA tahap 1 maksimum sebesar 4 trilliun rupiah telah disesuaikan dengan kebutuhan belanja investasi perusahaan dalam waktu dekat,” ungkap dia di Jakarta, Senin (4/9). Penerbitan EBA Danareksa Indonesia Power PLN -1 ini seiring dengan rencana strategis Indonesia Power untuk melakukan sekuritisasi melalui EBA sebanyak-banyaknya 10 triliun rupiah, yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2018.

Lebih lanjut, Sripeni Inten mengatakan sekuritisasi ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi pendanaan bagi perusahaan. Bertindak sebagai Manajer Investasi EBA adalah PT Danareksa Investment Management dan Bank Kustodian PT Bank BRI (Persero).

EBA Danareksa Indonesia Power PLN -1 mendapatkan peringkat AAA (triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun periode penawaran dilakukan pada 4 September 2017 dan akan berlangsung hingga tanggal 11 September 2017.

 

“Return” Kompetitif

 

Ditambahkan Sripeni Inten dari sisi investor, investasi pada EBA akan memberikan return yang kompetitif dengan arus kas yang lebih dapat diestimasikan, menjadi alternatif investasi pada instrumen keuangan, serta kebutuhan pengembalian pokok yang cepat terutama dengan struktur amortisasi pokok. Sementara itu, untuk negara, sekuritisasi ini dapat menjadi alternatif pendanaan di sektor infrastruktur.

“Investor yang berminat dapat menghubungi Agen Penjual EBA yang ditunjuk, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas,” pungkas Sripeni. Untuk diketahui saat ini, Indonesia Power mengelola 14.578 MW pembangkit yang tersebar mulai dari Sumatera sampai dengan Papua. Pada 2016 Indonesia Power berhasil berkontribusi terhadap produksi listrik nasional sebesar lebih kurang 29 persen.

Untuk melakukan pengelolaan bisnis dan sistem pembangkitan, Indonesia Power telah mengimplentasikan Sistem Manajemen Terintegrasi dalam kerangka PAS99 yang meliputi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 28000, SMK3, SMP, ISO 55001, ISO 50001, ISO 26000, ISO 31001, dan Baldrige Criteria. 

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment