Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments

Indonesia Krisis Guru Agama Islam

Indonesia Krisis Guru Agama Islam

Foto : ISTIMEWA
Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Imam Safei.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Indonesia masih meng­alami kekurangan guru agama Islam di sekolah. Usulan Kementerian Agama terkait formasi guru agama masih dibahas di Komisi VIII DPR.

Direktur Pendidikan Agama Is­lam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Imam Safei, mengatakan sedikit­nya dibutuhkan 74 ribu guru agama Islam untuk memenuhi kebutuh­an sekolah. Kebutuh­an meningkat, salah satunya disebabkan ribuan guru agama Islam yang sudah memasuki masa pensiun.

“Di Jawa Timur saja, tahun lalu kehilangan 1000 guru ka­rena pensiun. Belum lagi daerah-daerah lain,” kata Imam dalam siaran persnya, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat ini, Kemenag tengah mengajukan usulan formasi tersebut dan sedang dibahas oleh komisi VIII DPR. Menurut Imam, guru agama Islam saat ini berjumlah 189 ribu di se­luruh Indonesia. Mereka menangani 37,8 juta siswa di selu­ruh penjuru negeri. Rasionya, satu guru mengajar 200 siswa. “Ini sangat kurang,” lanjut Imam.

Imam menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan program Guru Modis, yaitu guru agama yang moderat, inovatif, dan inspiratif. Model ini akan dijadi­kan alat screening agar guru yang direkrut benar-benar me­miliki diferensiasi.

Pada saat yang sama, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Achmad Zayadi, menambahkan, dunia pesantren juga membutuhkan sentuhan pemerintah agar dapat menaikkan kualitasnya. cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment