Koran Jakarta | August 17 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Presiden Minta Mal Prioritaskan Produk Lokal

Jumat 16/8/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Sudah saatnya produk lokal menguasai pasar dalam negeri dan membawa brand Indonesia ke pasar mancanegara. Sudah saatnya produk lokal menguasai pasar dalam negeri dan membawa brand Indonesia ke pasar mancanegara.   JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

BOGA Group Luncurkan “10,000 Bamboo Straws for 10,000 Trees” untuk Kurangin Sampah Plastik

Jumat 16/8/2019 | 16:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta (16/8). Permasalahan sampah plastik, terutama plastik sekali pakai seperti sedotan, terus menjadi sorotan baik secara global maupun nasional. Menurut data dari Divers Clean Action, pemakaian sedotan plastik sekali pakai yang digunakan di Indonesia mencapai kurang lebih 93 juta batang per hari nya. Mayoritas sedotan plastik sekali pakai tersebut berasal dari restoran atau minuman kemasan, dimana sampahnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dan dapat mencemari lingkungan. Melihat fenomena ini, BOGA Group, yang menaungi brand restoran seperti Bakerzin, Pepper Lunch, Shaburi, dan Kintan Buffet menginisiasi program “10,000 Bamboo Straws for 10,000 Trees”.

BOGA Group menyadari bahwa dunia kuliner saat ini sudah melekat dengan gaya hidup masyarakat dan sedang berkembang pesat. Perkembangan ini tentunya berpotensi meningkatkan jumlah sampah plastik sekali pakai. Bersama Rethink Campaign, BOGA Group menyediakan 10.000 sedotan bambu untuk menjadi alternatif sedotan plastik sekali pakai di outlet - outletnya. “Kami menyadari peran BOGA Group untuk bisa membentuk gaya hidup masyarakat yang lebih bertanggung jawab, terutama dalam mengurangi sampah plastik.  Melalui program ini, kami menyediakan sedotan bambu sebanyak 10.000 buah kepada konsumen kami untuk menciptakan tren bebas plastik dalam berkonsumsi. Sejak program ini dijalankan dibulan April 2019 hingga sekarang, kami berhasil mengurangi rata – rata 70% penggunaan sedotan plastik di outlet – outlet kami.” Ujar Kusnadi Rahadja, President Director BOGA Group.

Program “10,000 Bamboo Straws for 10,000 Trees” menggandeng Rethink Campaign sebagai media kampanye dalam mensosialisasikan penggunaan alternatif plastik sekali pakai. Bersama dengan Campaign.com, Evoware yang menginisiasi kampanye Rethink mengajak berbagai pihak, terutama sektor bisnis, untuk mengurangi plastik sekali pakai dan menggunakan opsi yang lebih berkelanjutan. “Rethink Campaign menyambut baik kerjasama dengan BOGA Group untuk dapat menciptakan gaya hidup bebas plastik. Program ini sejalan dengan misi Rethink Campaign untuk menyasar 1 juta masyarakat dengan kampanye kolaboratif untuk beralih ke alternatif plastik sekali pakai. Dengan menyediakan 10.000 sedotan bambu di outletnya, BOGA Group membantu kita untuk mencapai 10.000 orang, dan juga berpotensi untuk mengurangi 3.620.000 sedotan plastik dalam setahun” Ujar David Christian selaku CEO Evoware.

Rethink Campaign dan BOGA Group juga mengajak musisi dan public figure, Nugie, dalam rangka menyuarakan program “10,000 Bamboo Straws for 10,000 Trees” lebih luas ke masyarakat; Nugie yang sudah lama menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kesehariannya, mendukung inisiatif baik yang ditujukan untuk masyarakat luas dalam rangka menjaga kelestarian alam. “Sangat senang dengan banyaknya inisiatif dari berbagai pihak untuk mengajak masyarakat melakukan aksi-aksi sederhana dalam rangka menyelamatkan bumi. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan plastik ini, dampaknya akan signifikan jika dilakukan oleh banyak orang. Ini merupakan pernyataan sikap bahwa perubahan gaya hidup harus terjadi.” Ujar Nugie.

 

Program BOGA Group ini turut serta mendukung target nasional pemerintah dalam pengurangan sampah 30% di tahun 2025 dan sesuai dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. “Kami sebagai pihak pemerintah mendukung upaya yang dilakukan oleh sektor bisnis dalam rangka inisiatif pengurangan sampah plastik. Gaya hidup minim sampah saat ini menjadi gerakan yang paling cepat berkembang karena didorong terutama oleh masyarakat millennial dan masyarakat umum lainnya. Sektor bisnis, terutama industri kuliner, mempunyai tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dalam menjalankan bisnisnya. Kami harap inisiatif BOGA Group ini dapat terus dilakukan sehingga perlahan dapat mengubah gaya hidup masyarakat yang terbiasa tidak menggunakan plastik sekali pakai.” Sambut Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inisiatif Boga Group pun disambut baik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rahmat Bhayangkara selaku Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memaparkan bahwa program pengurangan sedotan plastik sekali pakai sejalan dengan perancangan Peraturan Gubernur DKI Jakarta untuk pembatasan penggunaan sampah plastik. “Ini momen yang baik untuk masyarakat bersiap-siap  sebelum  Peraturan  Gubernur  tentang pengurangan plastik akan dikeluarkan. Inisiatif ini meyakinkan kami bahwa kami akan mengeluarkan peraturan yang tepat sasaran.” Ujar Rahmat.

Tampilkan Semua

Perkuat Setiap Peranan

Jumat 16/8/2019 | 07:11
A   A   A   Pengaturan Font
Inisiatif positif ini perlu disambut baik, dan yang perlu di­perkuat pertama, menurut Catrini, ialah peran keluarga, sebagai satu kebudayaan kecil. Jika Anda renungkan, masuknya gempuran budaya asing sebenarnya merupakan sesuatu...
Selengkapnya

Pembelajaran Budaya Luhur

Jumat 16/8/2019 | 07:09
A   A   A   Pengaturan Font
Membangun empati dan partisipasi pub­lik untuk terlibat aktif dalam pelestarian, bahkan mempromosikan keragaman, kekayaan budaya, menghor­mati masyarakat adat Nusan­tara dengan beragam adat istiadat yang dimilikinya, kini...
Selengkapnya

Merajut Karakter Jati Diri Bangsa

Jumat 16/8/2019 | 07:08
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke me­miliki kekayaan budaya yang beragam. Keanekaragaman itu kini tidak hanya perlu dilestarikan, tapi juga harus berdampak penting dalam segala aspek kehidupan ma­syarakat,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Kabinet Lebih Baik Segera Diumumkan

Jumat 16/8/2019 | 06:35
A   A   A   Pengaturan Font
Rencana Presiden Joko Widodo untuk mengumumukna segera nama-nama anggota menteri kabinet lebih sebelum pelantikan presiden-wapres didukung Pimpinan DPR.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa susunan kabinet kerja jilid II sudah selesai dan mengisyaratkan akan kemungkinan mengumumkan lebih cepat, sebelum pelantikan 20 Oktober mendatang. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menganggap rencana tersebut baik untuk dilakukan dan pihaknya akan mendukung penuh apapun keputusan presiden.

“Jadi, selama tidak diatur dan apa yang dilakukan presiden adalah hak prerogatif presiden dan menurut saya baik juga karena beliau adalah incumbent meneruskan periodenya, maka diumumkan sebelum atau pada saat periode baru itu tidak masalah,” ujar Bamset saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).

Bamsoet mengatakan, kewenangan atas susunan menteri dan pengumumannya merupakan hak prerogratif presiden, sehingga tak masalah jika dilakukan. Politikus Partai Golkar tersebut berasumsi bahwa percobaan yang dilakukan presiden penting bagi menteri atau beberapa menteri lama yang dipertahankan.

“Saya juga dengar ada menteri-menteri baru yang akan diumumkan lebih awal dan ada menteri lainnya diumumkan nanti pada saat pelantikan kabinet,” imbuh dia.

Menurut Bamsoet, presiden telah berkomunikasi dengan partai politik koalisi, termasuk Partai Golkar, terkait kebutuhan pemerintahan lima tahun ke depan. Terkait komposisi pemerintahan yang lebih banyak dari profesional non parpol, Bamsoet menilai itu pilihan yang tepat.

“Saya yakin dengan gaya presiden pasti sudah berkomunikasi dengan parpol dan di kantongnya sudah ada usulan dari parpol. Tinggal beliau yang menentukan dengan hak prerogatif yang dimilikinya menentukan orang-orang sesuai dengan rencana kerja lima tahun ke depan,” tuturnya.

Kemudian, Calon Ketua Umum Partai Golkar itu mengimbau kepada semua pihak untuk tidak khawatir terhadap rencana presiden. Menurutnya, Jokowi sudah mempertimbangkan lebih jauh lagi keputusannya serta kalkulasi terkait dampaknya bagi elit politik serta masyarakat. “Di DPR tugas kita adalah mensupport bagaimana pemerintahan ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Punya Keleluasaan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G. Plate, mengatakan bahwa rencana Presiden Jokowi terkait pengumuman kabinet yang kemungkinan lebih cepat merupakan suatu pertanda bahwa presiden sudah bisa membentuk kabinetnya dalam keleluasaan yang luas.

“Selanjutnya kita tunggu siapa saja dan apa saja isinya nanti pada saat itu diumumkan. Kalau ditanya apakah ini di luar kebiasaan, ini bisa saja setelah dilantik, bisa saja sebelum dilantik, karena dia sudah ditetapkan sebagai presiden terpilih,” sambungnya.

Menurut Johnny, Presiden Jokowi tetap akan menjaga keefektivitas Kabinet Kerja yang akan berakhir pada 19 Oktober mendatang, sekalipun Jokowi telah mengumumkan susunan kabinet untuk periode keduanya.

“Kalau dari Nasdem, kami memang menjaga betul hak prerogratif presiden dan masa bakti Pak Jokowi yang tenang dan keleluasaan yang luas kami jaga. Tetapi Pak Jokowi itu sebelum mendaftar kan namanamanya pastilah kita internal berkomunikasi dengan parpol,” pungkasnya. tri/AR-3

Tampilkan Semua

Gerindra-PPP Pertegas NKRI Harga Mati

Jumat 16/8/2019 | 06:34
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menerima kunjungan rombongan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru,...
Selengkapnya

Jejak Soekarno di Russia

Jumat 16/8/2019 | 06:21
A   A   A   Pengaturan Font
Figur Soekarno sebagai pemikir, pejuang, dan pemimpin Indonesia bukan saja dikenal di seluruh Tanah Air, tetapi juga harus di mance negara. Kemampuan berpidato dalam berbagai bahasa, gaya bicara yang lugas dan menggegar, dan sikap...
Selengkapnya

DPR Akan Beri Rekomendasi Penyelesaian

Kamis 15/8/2019 | 07:10
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Komisi IX DPR segera mengirim rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penyelesaian masalah program Jaminan Ke­sehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Rekomendasi pembenahan sistek...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Kaisar Naruhito Ungkap Penyesala

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO - Kaisar Jepang, Naruhito, saat memberi sam­butan dalam upacara tahunan yang menandai penyerahan diri Jepang dalam Perang Dunia II di Tokyo pada Kamis (15/8), menyatakan penyesalan mendalam atas masa lalu negaranya dan berdoa bagi perdamaian dunia. Hal itu dis­ampaikan Naruhito dalam pidato resmi pertamanya sejak dinobatkan jadi Kaisar Jepang.

“Mengenang kembali tahun-tahun damai yang panjang setelah perang, merenungkan masa lalu kita, dan meng­ingat perasaan penyesalan yang dalam, saya sungguh ber­harap bahwa kehancuran perang tidak akan pernah ter­ulang,” ucap Kaisar Naruhito.

“Selama 74 tahun sejak berakhirnya perang, negara kita bisa meraih perdamaian dan kemakmuran yang dibangun melalui upaya tak kenal lelah dari rakyat. Namun ketika saya memikirkan masa lalu mereka yang penuh dengan penderitaan, saya benar-benar diliputi oleh emosi yang mendalam,” imbuh dia.

Naruhito, 59 tahun, adalah kaisar pertama Jepang yang lahir setelah perang. Dia mewarisi takhta pada Mei 2019, setelah ayahandanya, Akihito, turun takhta dengan men­gundurkan diri. Jepang menyatakan menyerah pada 15 Agustus 1945.

Pada bagian lain dilaporkan bahwa Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah mengirimkan ajudannya untuk memberikan penghormatan di sebuah kuil kontroversial di Tokyo untuk mengenang korban Perang Dunia II. PM Abe terakhir kalinya berkunjung ke Kuil Yasukuni pada Desem­ber 2013 saat tahun pertama berkuasa kembali.

Kunjungan setiap petinggi Jepang ke Kuil Yasukuni se­lalu memicu kemarahan Tiongkok dan Korea Selatan. Kuil itu sendiri didirikan untuk menghormati 2,5 juta orang yang tewas dalam peperangan yang sebagian besar adalah warga Jepang. Kuil pun dijadikan tempat persemayaman para tokoh-tokoh petinggi militer dan politikus yang dihu­kum karena kejahatan perang usai diputuskan pengadilan internasional pasca PD II.

Dalam naskah pidatonya, PM Abe juga menyampaikan hormat dan rasa duka cita yang amat mendalam pada kor­ban perang dan bersumpah untuk tidak lagi mengulangi peperangan yang menyebabkan kehancuran.

“Janji ini tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah sekalipun di era baru di bawah Kaisar Naruhito,” sumpah PM Abe. ang/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Negara-negara yang Memindahkan Ibu Kota

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Isu soal pemindahan ibu kota sedang menjadi perbincangan hangat di In­donesia. Meski belum ada keputusan akhir mengenai kota yang akan terpilih sebagai ibu kota baru, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa ibu kota Indonesia...
Selengkapnya

Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Masih Relevan

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Politik luar negeri bebas aktif Indonesia akan terus mendapat tantangan. Namun begitu Indonesia akan terus menjalankannya untuk kepentingan nasional dan demi menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan...
Selengkapnya

Berbagi Wawasan Inovasi Pembelajaran

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 37 peserta Pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang berasal dari unsur guru Sekolah Luar Biasa melakukan kunjungan ke Sekolah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Transformasi Rupiah sebagai Alat Transaksi dan Simbol Kedaulatan

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Mata uang rupiah sampai sekarang bukan hanya sekadar alat transaksi bagi masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, rupiah juga menjadi simbol kedau­latan negara.

Kelahiran rupiah sebagai alat transaksi melalui proses panjang. Bahkan, cikal bakal rupiah lahir saat masa Kera­jaan Mataram Lama, Sriwiajaya, dan Majapahit. Setelah ke­datangan penjajah Belanja, Indonesia mengenal berbagai macam mata uang, termasuk sen dan gulden yang diter­bitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda, sebutan bagi Indonesia saat itu.

Periode hegemoni mata uang gulden berangsur pudar me­nyusul pendudukan Jepang di Indonesia pada 1942. Pemerin­tah penjajahan Jepang saat itu menarik semua uang terbitan Belanja dan mencetak uang sendiri melalui Bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Meski demikian, pemerintah penjajahan Je­pang masih menggunakan bahasa Belanda menamai mata uang di Indonesia yang artinya gulden Hindia Belanda.

Menjelang akhir masa penjajahan Jepang, Negeri Mata­hari Terbit itu kembali mencetak lagi uang baru berbahasa Indonesia bernama rupiah Hindia Belanda untuk menda­patkan simpatif dari rakyat.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, mata uang yang beredar dan digunakan transaksi oleh rakyat Indonesia meliputi gulden, gulden Hindia Belanda, dan rupiah Hindia Belanda. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik saat itu belum stabil.

Mata uang pun di Indonesia kembali berganti ketika masa pendudukan tentara Sekutu yang diboncengi Belan­da melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA). NICA menarik ketiga mata uang itu dan menerbitka uang di Indonesia Timur bernama gulden NICA atau uang NICA.

Akhirnya, pemerintah Indonesia meluncurkan uang pertama kalinya pada 3 Oktober 1946 yang dikenal Oeang Republik Indonesia atau ORI. Sayangnya, uang yang sudah dicetak tersebut tidak bisa didistribusikan menyusul ke­datangan kembali Belanda 1946 hingga munculah ORIDA. Perbedaan ORI dan ORIDA hanya pada daerah yang me­ngeluarkan mata uang rupiah saja.

“Ketika uang Ori Yogyakarta mau dibelanjakan di Jakarta yang pakai Orida harus ditukar dulu seperti kita menukar mata uang asing. Agak ribet memang, tapi nilainya tetap sama,” kata Rika, pemandu wisata Museum Bank Indo­nesia yang menemani Koran Jakarta berkeliling museum, Selasa (13/8).

Meskipun menerbitkan ORI maupun ORIDA, mata uang tersebut masih terus dibayang-bayangi pengaruh Belanda. Untuk menghapus­kan pengaruh tersebut da­lam sistem keuangan Indo­nesia, pemerintah pada 1952 menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenom­inasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

Selanjutnya, pemerintah menasionalisasi De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indo­nesia (BI). Pada 1952–1953, BI merilis uang kertas baru, mu­lai dari 1 rupiah hingga 100 rupiah, sekaligus menandai pe­riode baru dalam sejarah rupiah. Penerbitan dan peredaran uang kertas rupiah menjadi tugas BI, sedangkan uang koin masih ditangani oleh pemerintah secara terpisah.

Mulai masa Orde Baru, BI mendapatkan kewenang­an mencetak dan menerbitkan uang, baik dalam bentuk koin maupun uang kertas, serta mengatur peredarannya di Indonesia. Hal ini terus berlanjut hingga pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mendorong penerbitan uang NKRI.

Di Era Digital

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, rupiah terus mengalami perubahan. Rupiah terus meng­alami penyempurnaan, terutama terkait dengan sistem ke­amanan untuk menghindari pemalsuan.

Bahkan, di era digital seperti saat ini, rupiah juga di­hadapkan pada keharusan untuk beradaptasi. Sebab, di saat perkembangan teknologi begitu cepat, masyarakat, terutama generasi milenial cenderung menggunakan alat pembayaran yang efisien dan efektif.

Lagi-lagi, rupiah kembali bertransformasi ke mata uang elektronik atau emoney. Dalam hal ini, rupiah seakan-akan hanya bentuk angka atau nominal yang tercatat dalam sal­do pemegang uang elektronik.

Jumlah transaksi dan nilai transaksi uang elektronik se­tiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2018, volume melonjak menjadi 2,9 miliar transaksi dengan nilai 47,1 tri­liun rupiah.  nik/mad/E-10

Tampilkan Semua

Memutus Rantai Generasi “Sandwich”

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) masih mengusung strategi bisnis yang berfokus pada nasabah guna meningkatkan penetrasi di pangsa asuransi jiwa di Tanah Air, termasuk mengha­dirkan...
Selengkapnya

Perjalanan Negara Eksportir Menjadi Importir

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah harus lebih agresif mencari solusi mengingat potensi defisit pada triwulan IV - 2019 cukup besar. Pemerintah selayaknya mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki neraca perdagangan nasional. Pasalnya, neraca...
Selengkapnya

IHSG Bakal Menguat

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di­proyeksikan menguat karena pergerakan IHSG membentuk pola bullish counter attack setelah dibuka break out di level psikologis 6.200 dan ditutup menguat mendekati Moving Av­erage 200...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Agar Tata Ruang Rumah Tak Membosankan

Senin 12/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Semua orang tentunya menginginkan suasana rumah yang menyenangkan dan nyaman. Mungkin saja Anda berambisi untuk memiliki rumah dengan desain yang luas dan besar atau bahkan mungkin Anda hanya menginginkan untuk memiliki rumah kecil yang rapi dan tertata.

Semua ambisi tersebut dapat diwujudkan asalkan Anda mampu memberikan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi siapa saja yang berada didalamnya. Karena rumah juga berfungsi sebagai pelepas stres saat Anda merasa bosan, mendesainnya semenarik mungkin merupakan keputusan yang tepat.

Untuk itu, sebuah kantor arsitek, Architectaria, memberikan beberapa cara efektif agar suasana rumah Anda lebih menyenangkan. Pertama, menurut Ariem desaian interior, gunakan warna yang hangat dan lembut pada dinding rumah. Suasana yang menyenangkan didalam rumah tidak selalu datang dari warna dinding yang cerah dan mencolok.

Karena Anda ingin menekankan pada suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk sebuah ruangan, memilih warna dinding yang memiliki tone hangat dan lembut merupakan pilihan yang paling tepat. “Anda dapat memilih warna krem, coklat tua dan merah maroon yang tentu saja memiliki tonçe yang lembut dan tidak mencolok,” terang Arie.

Warna-warna tersebut dapat memberikan suasana yang hangat selain itu warna-warna tersebut akan sangat cocok jika di kombinasikan dengan warna netral seperti putih dan hitam. Tidak hanya pada dinding saja, warna yang hangat dan lembut juga dapat diterapkan pada furniture dalam rumah sebagai aksen warna yang manis.

Kedua, bantalan pada sofa. Bantalan pada sofa kadang tidak dianggap sebagai salah satu komponen yang mampu memberikan keindahan dan kenyaman di dalam rumah.

Bantalan kecil pada sofa juga mampu menunjang keindahan dekorasi interior jika dipilih dengan teliti. Akan tetapi jika Anda terlalu banyak menaruh bantalan sofa di dalam rumah, tentunya hal ini bukanlah hal yang baik karena ruangan yang terdapat bantalan kecil akan terlihat berantakan dan tidak tertata.

Pilihlah bantalan kecil sofa yang mampu memberikan kenyamanan dan jangan menaruh terlalu banyak didalam satu ruangan khususnya ruang tamu.

Ketiga, furnitur mewah dan nyaman. Furnitur mewah tidak saja difungsikan untuk membuat interior semakin indah tetapi sebenarnya juga difungsikan untuk menambah kenyamanan.

Furnitur mewah biasanya memiliki kualitas bahan yang berkualitas sehingga tetap terjaga keawatannya. Misalnya saja sofa panjang yang terbuat dari kulit asli.

Sofa dengan kulit asli memberikan nilai estetis yang tinggi selain itu juga mampu memberikan kenyamanan, kehangatan, dan suasana yang menyenangkan bagi siapa saja yang duduk diatasnya. Selain itu, sofa dengan bahan dasar kulit akan tahan lama jika dirawat dengan baik.

Keempat, pencahayaan lembut. Ketika berbicara tentang rumah ideal, tentu pencahayaan dari lampu merupakan aspek penting yang tidak dapat di hilangkan begitu saja.

Pencahayaan sangat erat kaitannya untuk menciptakan ruangan yang nyaman dan menyenangkan. Jika Anda mendambakan pencahayaan alami pada siang hari tanpa melibatkan lampu sama sekali, tentunya Anda perlu untuk memasang jendela yang besar agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan yang terlihat suram dan gelap.

Lain halnya ketika malam datang, pencahayaan dari lampu haruslah lebih lembut agar suasna tetap nyaman dan menyenangkan. Anda dapat memilih cahaya lampu yang tidak terlalu terang dengan tone warna hangat yang dapat memberikan ketenangan saat Anda membutuhkan waktu untuk menyendiri.

Bukan berarti keseluruhan ruangan harus terpasang lampu dengan pencahayaan lembut, Anda bisa mengkombinasikan nya dengan lampu terang sebagai pencahayaan utama, dan lampu yang lembut di spot tertentu seperti ruang makan. Agar lampu juga berfungsi sebagai salah satu elemen dekorasi, Anda dapatmemilih lampu kristal yang terlihat berkilau di malam hari.

Kelima, memadu-padankan barang-barang lama dan baru. Dekorasi dalam rumah tidak harus selalu terlihat baru untuk memberikan kesan nyaman dan menyenangkan. Dengan tema “rustic” yang biasanya menekankan pada gaya vintage dan di kombinasikan dengan gaya modern.

Anda dapat memadupadankan barang lama dengan yang baru untuk menciptakan kesan yang lebih artistik dalam rumah. Misalnya pada ruang tamu yang sengaja Anda desain dengan konsep modern. Anda dapat memberikan tampilan vintage seperti memilih lampu dengan bentuk klasik.

Atau Anda juga dapat memilih carpet atau permadani dengan gaya klasik dengan corak warna yang sedikit gelap. Dengan perpaduan dua konsep yang berbeda, sudah pasti, ruangan akan lebih terlihat indah dan tentu Anda sebagai pemiliknya akan merasa senang untuk berlama-lama didalamnya. hay/E-6

Tampilkan Semua

Kesan Sejuk dan Asri di Ruang Utama

Senin 12/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Suara gemericik air dalam rumah memberikan nuansa ketenangan dan menimbulkan aura relaksasi bagi penghuninya. Air adalah lambang kesejukan. Karenanya, desain hunian di ruang terbuka maupun di dalam ruangan yang mengakodomasi elemen air,...
Selengkapnya

Bantuan Literasi SML

Jumat 9/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Perlu Kejujuran Saat Mendesain Interior

Jumat 9/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkesan janggal. Namun kejujuran menjadi pijakan awal dalam mendesain. Sikap tersebut menjadi salah satu cara untuk mewujudkan desain ruang yang nyaman sebagai hunian. Kebiasaan bahkan khawatir dengan omongan orang lain tanpa terasa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Digitalisasi Asuransi

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Proyektor Baru Berteknologi “CinematicColor”

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BenQ terus berusaha mengembangkan teknologi visual yang memimpin dan lebih baik untuk kehidupan. Teknologi CinematicColor yang ekslusif mampu mempersembahkan warna yang akurat sesuai yang dimaksud oleh Sutradara dan menyampaikan perasaan...
Selengkapnya

Dirilis, Laptop Super Cerdas

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lenovo meluncurkan produk terbaru dari seri Yoga, yaitu Yoga S940 ke pasar Indonesia. Laptop yang pertam kali diluncurkan di di CES 2019, telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Yaitu berfitur sensor facial recognition,...
Selengkapnya

Kecerdasan Buatan Marak di Era Industri 4.0

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan pengenalan kecerdasan buatan dan sistem robot sejak awal dan maka di masa depan akan tercipta generasi lebih cerdas dan memahami teknologi Industri 4.0 di masa depan. Saat ini dunia sedang menuju revolusi industri 4.0. yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Sahara, Tipe Medium Jeep Wrangler

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Merek legendaris, Jeep, saat ini memiliki model paling terkenal yaitu Wrangler. Kendaraan ini memiliki ciri desain lampu bulat besar dan tampilan yang berkesan gagah serta kuat. Wrangler memiliki tiga tipe dari mulai yang teratas hingga terbawah, yaitu Rubicon, Sahara, dan Sport.

Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Hascara selalu pemegang merek Jeep di Indonesia meluncurkan Wrangler Sahara 4 pintu. Sahara merupakan seri Wrangler yang tidak menawarkan model dua pintu di Indonesia.

“Lini kami tahun ini untuk Wrangler itu ada tiga tipe, Sport, Sahara dan Rubicon. Sport ada pilihan dua dan empat pintu. Sahara empat pintu dan Rubicon dua dan empat pintu,” kata CEO Hascara, Ari Utama.

Hascara memanfaatkan iven GIIAS untuk meluncurkan Sahara. Selain menawarkan model baru, hascara sebagai APM baru, menggunakan GIIAS untuk memperkuat kehadirannya di benak masyarakat, sekaligus menarik pembeli baru.

Berbeda dengan Sport dan Rubicon, Jeep Wrangler Unlimited Sahara dibekali pelek 18-inch Polished Aluminum yang bagian dalam peleknya dicat warna Granite Crystal. Jeep Wrangler Sahara punya fender sewarna bodi, juga bagian atapnya.

Sahara sebagai mobil off-road dibekali dengan rangka ladder-type frame, open steel dan alumunium. Dengan banyaknya komponen besi pada mobil ini tidak heran jika bobotnya sendiri mencapai 2.021 kg, sebuah bobot yang tidak ringan untuk mobil 7 penumpang ini.

Dimensinya uga sanga besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 1.875 mm, dan tinggi 1.868 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.008 mm dengan ground clearance 275 mm. tangka bensinya bisa menampung bahan bakar sebanyak 80 liter.

Di balik kap mesin, mobil ini dilengkapi mesin 4-silinder berkapasitas 2.000cc,16 valve dengan turbo charger, mobil ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 270 tenaga kuda pada putran 5.250 rpm dan 400 Nm pada putaran 3.000 rpm. Tenaga disalurkan ke transmisi otomatis 8-percepatan.

Meski tidak selengkap Rubicon, Sahara memiliki banyak fitur keselamatan, seperti penggunaan LED di semua lampunya, Enhanched Accident Response System (EARS), Rear View Camera, ABS, EBD, Brake Assist, Brake tractioncontrol system (BTCS), Multi Stage Airbag (4-point), Traction Control.

Fitur lainnya adlaah Acoustics and Safety laminated glass, Tirepressure monitoring (TPM) system, Electronic Roll Mitigation, Hill-Start Assist (HSA), Keyless Enter-N-Go, Android AUTO & Apple Car Play, 8,4 Monitor ALPINE Sound System, dan GPS Navigation.

Sahara empat pintu dibanderol pada harga 1, 65 miliar rupiah, sementara Jeep Wrangler Sport empat pintu dibanderol pada harga 1,54 miliar rupiah, Sport dua pintu 1,34 miliar rupiah, Rubicon dua pintu sebesar 1,65 miliar rupiah, dan termahal Rubicon empat pintu dengan harga 1,76 miliar rupiah.

Dengan harga yang tidak murah merek legendaris Jeep memang tetap diburu konsumen. Pada GIIAS 2018 produk Jeep sukses mendulang banyak keuntungan. Bermacam model yang ditawarkan bisa meraup penujualan sebanyak 80 unit. hay/E-6

Tampilkan Semua

Pasar Mobil Bekas Masih Sangat Besar

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi usia kendaraan 10 tahun di jalananan Ibu Kota tak membuat bisnis mobil bekas menjadi suram. Bahkan, pasar mobil bekas bakal kian besar, karena permintaannya melebar ke daerah. Menurut...
Selengkapnya

Mesin Hibrida Kian Populer

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil dengan mesin hybrid (kombinasi mesin bahan bakar minyak dan listrik) bakal diproduksi massal di Indonesia. Fitur apa yang ditawarkan agen pemegang merek (APM) di produk mobil hibrida? Indonesia mulai masuk era baru otomotif....
Selengkapnya

Castrol GTX Ultraclean Hadir Menjawab Tantangan Mesin LCGC

Rabu 7/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta, 7 Agustus 2019 – Castrol memperkenalkan produk pelumas yang dibuat khusus untuk Low Cost Green Car (LCGC) melalui pelumas Castrol GTX Ultraclean. Produk ini merupakan bagian dari kampanye Castrol “Pilih yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Para Pahlawan dari Arena Olahraga

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Ajang kompetisi olahraga tingkat dunia merupakan wadah menaikkan derajat dan mengharumkan nama bangsa. “Jangan lupa, bicara olahraga kita bicara merah putih. Di olahraga, kita tidak terkotak-kotak, bicara merah putih, bicara harkat dan martabat bangsa sehingga harus menda­pat dukungan seluruh masyarakat Indonesia karena olahraga salah satu pemersatu bangsa,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Marciono Nor­man baru-baru ini.

Karena itulah atlet adalah warga negara yang mendapat tugas mem­bela Indonesia saat berhadapan dengan wakil negara lain. Prestasi yang diraih atlet di ajang interna­sional akan membuat mata dunia memandang Indonesia. 74 tahun Indonesia telah merdeka dan para atlet pun telah membela negara ini pada berbagai ajang Internasional. Bagi mereka, momen kemerdekaan adalah hal yang luar biasa. Berjuang di arena pertandingan bagi mereka tak ubahnya sama seperti berta­rung melawan penjajah di medan pertempuran.

“Arti kemerdekaan buat saya adalah momen yang luar biasa. Yang pasti, kami juga walau tidak berjuang merebut kemerdekaan, setidaknya mempertahankan dan mengisinya walau hanya meraih medali perak di Olimpiade 2016. Ya, ini yang bisa kami lakukan sebagai putra bangsa, kami bisa mengharumkan nama negara,” ujar atlet angkat besi Eko Yuli Irawan.

Lebih lanjut, lifter peraih medali perak kelas 62 kg Olimpiade 2016 itu berharap ada perhatian lebih bagi para atlet. “Sekarang atlet apakah sudah merdeka atau belum? Untuk bonus mungkin sudah lebih baik ada gebrakan baru, tinggal pembi­naan dan persiapan-persiapannya. PB PABBSI sendiri masih membu­tuhkan dukungan vitamin, suple­men, ya memang dari Satlak Prima untuk akomodasi sudah naik dari sebelumnya. Tapi, dari segi vitamin dan suplemen itu belum. Sebagai cabang prioritas pun kami merasa belum sepenuhnya prioritas, bukti­nya seperti vitamin dan suplemen masih cari sendiri, tambah asu­pan daging, manajer cari sponsor sendiri. Kalau uji coba dan lain-lain sudah mulai dipenuhi. Mudah-mudahan tahun depan sudah lebih baik lagi,” sambungnya.

Hal yang sama juga diungkap petinju nasional Daud ‘Cino’ Yor­dan. “Merdeka tentu sangat besar artinnya bagi kita bangsa Indonesia karena dengan merdeka maka kita terbebas dari segalanya. Tetapi, jika bicara atlet merasa sudah merdeka apa belum, kami masih sangat kurang mendapat perhatian dari pemerintah, masih jauhlah dari kesejahteran. Ke depan dengan HUT RI 17 Agustus harapannya agar pemerintah memperhatikan atlet-atlet yang berprestasi lagi,” ujarnya.

Untuk penghargaan bagi atlet, tiga tahun lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nah­rawi, sempat melemparkan wacana soal gelar pahlawan nasional. “Me­mang belum ada pahlawan nasional Indonesia yang latar belakangnya atlet atau olah ragawan. Akan tetapi, olah raga punya cerita kepahlawa­nannya sendiri,” ujar Imam saat itu.

Wacana itu kemudian terus bergulir pada 2016 pasca keme­nangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir di final nomor ganda campuran bulu tangkis di ajang Olimpiade Rio 2016. Medali emas jadi kado spesial jelang perayaan HUT Proklamasi RI 2016.

Mereka layak disebut pahla­wan karena mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Perjuangan di Asian Games 2018 lalu adalah salah satu contoh.

Tak hanya itu, pada puluhan tahun silam sejumlah mantan atlet faktanya juga melakukan hal serupa. Mantan kiper Timnas Indonesia, Maulwi Saelan misalnya. Bukan semata aksi tangguhnya di bawah mistar Timnas Indonesia, mantan ajudan Presiden Soekarno ini juga jadi berperan untuk perjuangan pendidikan di negeri ini, ia ter­masuk salah satu pendiri Taman Siswa Makassar.

Selain Saelan, ada juga Raden Maladi. Sama dengan Saelan, Mala­di juga kiper tangguh untuk Timnas Indoensia. Maladi juga terlibat di revolusi fisik melawan Belanda. Maladi menjadi salah satu koman­dan dalam pertempuran empat hari di Solo pada Agustus 1949.

Sejumlah negara di dunia te­lah memberikan gelar pahlawan nasional untuk para atlet berprestasi mereka. Venezuela misalnya, atlet anggar mereka Ruben Limardo mendapat gelar pahlawan nasional usai menyumbang medali emas Olimpiade London 2012. Medali emas Limardo merupakan yang ke­dua bagi Venezuela. Emas pertama diraih petinju kelas terbang ringan, Francisco Rodriguez pada 1968 silam.

Lalu ada juga Brasil yang mem­berikan gelar pahlawan nasional kepada atlet mereka bernama Thiago Braz da Silva. Silva merupakan atlet lompat galah yang sukses meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016. Ini merupakan emas kedua bagi Brasil dari cabang atletik setelah paceklik selama 22 tahun. ben/S-2

Tampilkan Semua

“Keharuan dan Kebanggaan yang Luar Biasa”

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Prestasi Susy Susanti meraih medali emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade hingga saat ini belum bisa disamai oleh atlet-atlet bulutangkis putri Indonesia lainnya. Keberhasilannya seakan menjadi tonggak prestasi yang tak lekang...
Selengkapnya

Osaka Susah Payah Melaju

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CINCINNATI – Petenis putri nomor satu dunia asal Jepang Naomi Osaka harus bertarung tiga set untuk melaju ke putaran ketiga turnamen WTA Cincinna­ti Masters pada Rabu waktu se­tempat atau Kamis (15/8) WIB. Osaka yang...
Selengkapnya

KOI Rekomendasikan 36 Cabor

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Komite Olimpi­ade Indonesia (KOI) berencana merekomendasikan 36 dari 52 cabang olahraga yang didaft­arkan berpartisipasi pada SEA Games 2019 Filipina, 30 No­vember-11 Desember, namun pihaknya belum menjelaskan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Arti Kemerdekaan bagi Bung Karno

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sebagai pejuang dan proklamator, Bung Karno sangat memahami arti kemerdekaan. Buku ini menuturkan peristiwa menarik yang terjadi sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan. Tanggal 16 Agustus 1945 dini hari, Bung Karno “diculik” pemuda Kelompok Menteng 31 (KM 31) dan dibawa ke Rengasdengklok.

Awalnya, Bung Karno ditempatkan di rumah camat setempat, lalu dipindah ke sebuah pondok di daerah persawahan. Karena ada tentara Jepang berpatroli, Bung Karno dipindah lagi ke asrama PETA, menyeberangi sungai. Setelah itu, sang Proklamator dititipkan di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong.

“Penculikan” bertujuan agar Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan sebab Jepang telah bertekuk lutut pada Sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada tanggal 14 Agustus 1945. Namun Bung Karno menolak. Wikana, salah satu pemuda dari kelompok itu, sempat mengancam akan menggorok leher Bung Karno.

“Menerima ancaman itu, Bung Karno malah menyodorkan lehernya untuk digorok. Ia bergeming, tidak bersedia dipaksa memproklamasikan kemerdekaan,” (hlm 236). Lalu, dia berusaha memberi pengertian kepada kelompok pemuda tersebut alasan proklamasi tidak dapat dilakukan mendadak. Sebab ada banyak yang harus dipersiapkan dulu.

Akhirnya, mereka sepakat proklamasi dikumandangkan keesokan harinya, bukan hari itu. Pascakemerdekaan, Bung Karno membela martabat Indonesia sepenuh jiwa. Apabila ada yang berusaha melecehkan, dia sangat marah. Dia pernah membentak artis film Inggris, Jean Simmons, karena perkataannya dianggap melecehkan Indonesia.

Peristiwa itu terjadi tahun 1956, saat resepsi untuk menghormati Bung Karno di Amerika. Dia menggelorakan aksi untuk mengganyang Malaysia saat Garuda Pancasila diinjak-injak demonstran yang menyerbu KBRI di Kuala Lumpur (hlm 210). Baginya, penjajahan adalah pelecehan. Tak heran, dalam keadaan dibuang atau dipenjara, dia tetap berjuang melawan penjajah.

Saat diasingkan ke Ende, Flores, polisi Belanda menjaganya dengan ketat. Bung Karno dilarang keluar dari radius 5 km. Namun demikian, Bung Karno tetap berjuang. Bersama 90 warga Ende, dia kemudian menyusun sebuah rencana untuk melawan lewat teater. Bung Karno mendirikan kumpulan tonil bernama Kelimutu.

Sebanyak 12 naskah dia tulis dan berhasil dipentaskan di Gedung Immaculata dalam kompleks Gereja Katolik salah satu paroki di Ende. Seorang pastor Belanda menjamin semua naskah karya Bung Karno, sehingga polisi Belanda tidak dapat melarang pementasan. Untuk menonton pementasan harus membayar, termasuk orang Belanda.

Padahal isi pertunjukan tersebut berisi olok-olok terhadap mereka (hlm 144). Pengalaman dipenjara dan diasingkan berkali-kali membuat Bung Karno memahami arti kebebasan dan kemerdekaan secara autentik. Itu tidak hanya bagi diri dan rakyatnya, tapi juga semua makhluk hidup. Sebab itu, dia sangat menyayangi semua binatang.

Ketika dipenjara di Banceuy, Bandung, dia selalu menyediakan sisa makanannya untuk cicak yang ada di pojok kamarnya. Di lain waktu, dia pernah mendapati seekor cacing menggeliat kepanasan di tepi sawah. Dia segera meminta pengawalnya mengembalikan cacing tersebut ke sawah. Dia selalu memeriksa asrama para pengawal yang terletak di belakang Istana.

Apabila dia mendapatkan ada pengawal yang memelihara burung, sangkar burung itu langsung dibuka dan burungnya dibiarkan terbang. “Aku tidak tega membiarkan burung terkurung di dalam sangkar.

Alasannya sederhana, seekor burung juga ingin merasakan alam bebas terbang tinggi mengepakkan sayap di angkasa,” (hlm 181). Buku ini ditulis Eddi Elison, wartawan Istana era Bung Karno. Tulisan ini hasil liputan pribadi. 

 

Diresensi Mamang Hariyanto, Alumnus Universitas Madura

Tampilkan Semua

Merenungkan Makna Kemerdekaan

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ada ungkapan per aspera ad astra, Artinya, seseorang bisa mencapai bintang melalui pengorbanan, rintangan, dan kesulitan. Jika ungkapan ini untuk merefleksikan hari kemerdekaan, dapat diinterpretasikan, bangsa Indonesia bisa mencapai...
Selengkapnya

Refleksi HUT Ke-74 Kemerdekaan RI

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sabtu, 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan. Peringatan hari kemerdekaan ini momentum untuk merefleksikan diri bagi semua komponen anak bangsa. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus...
Selengkapnya

Mencermati Gangguan Tulang Keropos

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Deteksi Osteoarthritis vs OsteoporosisPenulis : Prieharti dan dr Yekti MumpuniPenerbit : AndiCetakan : 2017Tebal : vi + 138 halamanISBN : 978-979-29-6122-5 Osteoporosis dan osteoarthritis merupakan penyakit kembar populer...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

WASI Pecahkan Tiga Rekor Selam Dunia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karena menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat.

Menjelang puncak per­ingatan 74 tahun Ke­merdekaan Republik Indonesia, sejumlah rekor menjadi kado terindah yang tak terlupakan. Adalah Organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI) yang berhasil memecahkan tiga Rekor Dunia Selam di Pantai Manado Kawasan Megamas, Sulawesi Utara. Pemecahan rekor Guin­ness World Records Official Attempt ini terjadi hanya dalam hitungan hari saja dari tanggal 1 dan 3 Agustus 2019.

Ketiga rekor Guinness World Records Official Attempt yang diraih WASI adalah rekor Rangkaian Penyelam Ter­panjang di bawah air dengan peserta 578 penyelam, rekor Pembentangan Bendera Terbesar di Bawah Air dengan ukuran 1.014 meter persegi dan rekor Penyelaman Massal Terbanyak dengan jumlah peserta 3.131 orang. Penyera­han penghargaan rekor dunia tersebut diberikan langsung oleh Guinness Records Adjudicator, Solvej Malouf.

Ketua WASI Tri Tito Karnavian menyatakan keberhasilan Indonesia dalam memecahkan rekor dunia terse­but menjadi hadiah yang membang­gakan di hari ulang tahun (HUT) ke-74 Indonesia. “Semoga apa yang kami persembahkan ini tidak berakhir di sini, tapi bisa menjadi motivasi bagi semua orang untuk terus melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Tri di Jakarta, Kamis (15/8).

Motivasi WASI memecahkan rekor tersebut karena ingin Indonesia menjadi bagian dunia dalam kegiatan selam. Apalagi, Indonesia memiliki po­tensi sumber daya dan wisata laut yang banyak serta indah dari Sabang sampai Merauke. “Faktor-faktor inilah yang menjadi dorongan kuat bagi kami un­tuk memecahkan rekor dunia Guinness World of Records tersebut,” katanya.

Tri menyebutkan, pemecahan rekor h semakin menguatkan posisi Indo­nesia sebagai negara maritim yang kemampuannya melebihi negara lain di bidang kelautan. Untuk memecahkan rekor tersebut, WASI telah memper­siapkannya sejak setahun lalu. Mulai dari seleksi penyelam dari berbagai daerah Indonesia maupun luar negeri, hingga pemilihan Manado sebagai tempat pemecahan rekor.

“Kita sudah melakukan survei ke seluruh Indonesia, sebelum memilih Manado sebagai lokasi. Karena dalam pemecahan rekor berskala internasion­al seperti ini, harus dipenuhi beberapa persyaratan antara lain fasilitas hotel, penerbangan dan tentu saja lokasi (venue) yang harus memenuhi prose­dur keselamatan. Manado beruntung karena terpilih menjadi tempat terbaik dalam memecahkan rekor dunia ini. Kami berharap penduduk di sini tak hanya menjadi penonton, tapi juga dapat menjadi pencinta laut,” katanya.

Tak sekadar memecahkan rekor, WASI juga menginisasi kegiatan mema­jukan pariwisata bahari di Indonesia, sekaligus mendorong masyarakat agar aktif menjaga kelestarian lingkungan laut di Indonesia. Sehingga setiap warga wajib untuk menjaga lingkungan masing-masing guna mendapatkan lingkungan bersih, sehat dan nyaman, baik di darat dan laut.

Persiapan Khusus

Sementara Ketua Divisi 3 Bidang Penyelaman WASI, Frans Rattu, me­nyatakan dalam pelaksanaan kegiatan pemecahan rekor Guinness World Records Official Attempt para penyelam harus menyelam di kedalaman antara 7 hingga 9 meter.

Pihaknya juga harus melakukan sejumlah persiapan khusus agar para penyelam tidak mengalami kendala saat menyelam. Termasuk pelatihan untuk mengibarkan bendera di dalam lautan. “Pada latihan pertama, ternyata kami mengalami kendala karena benderanya kami gulung dan saat dikibarkan ben­dera tersebut terlilit di bagian dalam dan tak bisa dibuka. Maka kemudian kami melipat bendera dan berhasil. Maka teknik ini yang kami pakai hingga dapat memecahkan rekor dunia,” kata Frans.

Sebelum menerima penghargaan Guinness World Records Official Attempt, WASI telah lebih dahulu melakukan sejumlah aksi yang berkai­tan dengan penyelamatan lingkungan. Seperti aksi Palu pada 21 Februari 2019 dengan mendukung program pemerin­tah “Menuju Indonesia Bersih”.

Aksi ini tidak berhenti hanya di situ, namun dilanjutkan ke beberapa daerah seperti di Manado, Sulut pada 23 Feb­ruari 2019. Lalu lanjut ke Banda Naira, Maluku hingga penanaman mangrove di Balik Papan akhir Juli 2019. Aksi-aksi tersebut merepukan rangkaian acara pokok menuju puncak acara Guinness World Records Official Attempt yang akhirnya Indonesia dapat memecahkan 3 rekor dunia.

Sebelumnya organisasi yang berdiri sejak 2018 lalu ini juga sudah mem­ecahkan beberapa rekor antara lain Rekor MURI 2018 untuk kategori Peny­elaman Massal Wanita yang diikuti 928 penyelam wanita dan Pembentangan Bendera Terpanjang Dalam Laut Indo­nesia sepanjang 500 meter. gma/R-1

Orkestra Indonesia di Panggung Dunia

Bertepatan di bulan Agustus, Trinity Youth Symphony Orchesta (TRUST), orkes­tra komunitas remaja Indonesia menorehkan prestasi dengan mengambil bagian dalam The World Orchestra Festival di Vienna, Austria pada 1 sampai 4 Agustus.

Festival itu merupakan salah satu festival orkestra terbesar dan bergengsi di dunia, di mana menjadi ajang pertemuan grup orkestra dari seluruh duia untuk tampil, saling berkomunikasi dan belajar dari musisi profesional dan akademisi musik kelas dunia.

Tidak hanya itu saja, TRUST juga menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara sekaligus berha­sil meraih medali emas pada ajang tersebut.

Penampilan TRUST selama empat hari itu berhasil memukau dewan juri, penonton dan peserta dari negara lain dengan memain­kan lagu-lagu daerah Indonesia yang dipadukan dengan tarian Ke­cak dari Bali dan Ratoh Jaroe dari Aceh. Lagu-lagu seperti Bungong Jeumpa, Janger, Cublak Cublak Suweng, Manuk Dadali, Rasa Sayange dan medley lagu daerah Sumatera Utara juga ditampilkan di Vienna, yang merupakan kota kelahiran musik klasik itu.

Lagu-lagu tersebut diaranse­men khusus oleh komponis seperti Nathania Karina, Samuel Huang, Hugo Agoesto, Ivan Tangkulung dan Christofer Tjandra, agar dapat dimainkan dengan apik dengan alat musik klasik.

 Nathania Karina, Chief and Conductor TRUST sebelumnya sempat menuturkan ada sedikit ketakutan membawakan lagu-lagu daerah ke ranah musik klasik. Namun ia optimistis kalau lagu daerah asal Indonesia dapat diteri­ma baik di kancah internasional, mengingat seluruh dunia pernah terpukau dengan penampilan khas Indonesia saat malam pembukaan Asian Games pada 2018.

“Kami ke sana tidak hanya membawa musik, tetapi juga mem­bawa budaya Indonesia. Karena kami ingin bagaimana budaya Indonesia mendapat sorotan yang baik. Kapan lagi membawakan ses­uatu yang berbeda di pusat musik klasik dunia,” tutur Nathania.

Kemenangan yang berhasil membawa pulang medali emas dari ajang bergengsi tersebut merupakan sesuatu yang mem­banggakan. Terlebih, mereka melakukan persiapan kurang dari delapan bulan dengan anggota yang terdiri dari 61 musisi muda dengan rentang usia beragam.

Kali ini TRUST memperoleh nilai sempurna dalam kategori pe­nilaian Artistic Impression. “Kami mempersembahkan kemenangan ini untuk Indonesia, khususnya untuk musisi muda. Kemenangan ini adalah usaha dan kerja keras dari seluruh tim dan semoga dapat menjadi motivasi bagi grup orkestra muda lainnya untuk dapat menembus panggung dunia,” ujar Nathania. gma/R-1

Catatkan Nama di Jagat Raya

Nama Johny Setiawan akhir-akhir ini ra­mai diperbincangkan di dunia maya. Itu karena astronom asal Indonesia yang saat ini bekerja di Institut Astronomi Max Planck di Heidelberg, Jerman, berhasil menemukan planet ekstrasolar.

Ia mulai menjadi peneliti sejak 2003 dan pada 2010 sudah menemukan 15 planet ekstrasolar. Planet terakhir yang ia temukan pada 2010 adalah HIP 13044b, sebuah planet yang mengorbit bintang lansia dan minim kandungan logam.

Atas temuannya itu, ia dinobatkan dalam 10 penemuan sains terbaik 2010 versi majalah Times. Bahkan temuannya tersebut bisa disejajarkan dengan temuan Gliese 581g yang merupakan planet asing mirip Bumi dan temuan para fisikawan di European Organiza­tion for Nuclear Research (CERN).

Penemuan Setiawan lainnya adalah planet ekstrasolar yang mengelilingi bintang HD11977. Planet tersebut berjarak 200 tahun cahaya dan satu tahun cahaya setara dengan jarak 9.500 miliar kilometer. Sebelum men­emukan planet ekstrasolar ini, Setiawan telah melakukan survei sejak 1999 bersama delapan koleganya. 

 Ia sendiri mendapatkan data penelitian setelah melakukan pengamatan di obser­vatorium Cile. Melalui penemuannya itu, ia menjadi satu dari empat orang di Jerman yang menemukan planet.

Pada penemuannya itu pula, Setiawan menegaskan kalau bintang-bintang yang memiliki massa sekitar 1,5 sampai 8 kali lebih besar dari massa Matahari berpeluang memi­liki planet. Meskipun, kandungan logam yang dimiliki tidak sekaya yang ada pada Matahari.

Penemuan tersebut telah dipublikasikan pada jurnal Astronomy and Astrophysics 437 menggunakan teknik yang sangat rumit.

Temuan besar lainnya adalah planet TW Hydrae b, karena di antara ratusan planet esktrasolar, tidak ada satu pun planet yang mengorbit pada bintang yang berusia muda. gma/R-1

Tampilkan Semua

LANY Tampil “Back-to-back" di Konser "Malibu Nights in Jakarta"

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Band indie-pop asal Amerika Serikat LANY sukses tam­pil dalam dua penampilan berturut-turut atau back-to-back da­lam semalam melalui tur dunianya bertajuk "Malibu Nights" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/8)...
Selengkapnya

Noah Tak Mau Buru-buru Cari Pengganti Uki

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Grup Band Noah tak mau buru-buru mencari personel baru setelah ditinggalkan punggawanya un­tuk kedua kali, sebelumnya Reza memutuskan keluar, dan selesai album kedua ini, Noah kehilang­an Mohammad Kautsar Hikmat atau kerap disapa...
Selengkapnya

Nia Dinata Pegang Prinsip Hidup Otto Iskandardinata

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat rutin memperingati Hari Kemerdeka­an. Bukan hanya sekedar momen perayaan saja, namun masyarakat Indonesia juga penting mengingat jasa-jasa para pahlawan negeri ini dalam berjuang melawan penjajah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

DKI Bangun “Park And Ride” South Quarter

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun park and ride, fasilitas parkir khusus bagi penumpang MRT Jakarta, di kawasan bisnis terpadu South Quarter, Jakarta Se­latan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT MRT Jakarta dan PT Intiland Development Tbk.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, me­ngatakan penyediaan fasilitas park and ride ini untuk me­mudahkan masyarakat mencari area parkir terdekat dengan stasiun MRT Jakarta. Ketersediaan park and ride South Quarter memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pe­kerja kantor di sekitar area Lebak Bulus yang ingin menggu­nakan fasilitas MRT Jakarta dari Stasiun Lebak Bulus Grab dan Stasiun Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Sepanjang koridor Lebak Bulus dan Bundaran HI ini, ter­dapat setidaknya dua titik park and ride. Satu di area Lebak Bulus dan di South Quarter ini. Kami berharap dengan terse­dianya fasilitas park and ride ini, makin banyak masyara­kat yang beralih dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik, seperti MRT danTransjakarta,” ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar.

Direktur Pengembangan Bisnis Intiland, Permadi Indra Yoga, menyambut baik kerja sama ini. Kolaborasi ini men­jadi bagian dari sejumlah kerja sama mutual dengan pihak MRT Jakarta, sekaligus wujud komitmen bagi kedua belah pihak untuk mendorong kesadaran publik menggunakan transportasi umum. Kenyamanan dan keamanan menjadi faktor penting bagi masyarakat untuk mau berpindah dan menggunakan transportasi publik.  pin/P-6

Tampilkan Semua

Sambut HUT RI, Mal di Jakarta Sebar Diskon

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Menyambut Hari Kemerdekaan Republik In­donesia (RI) ke-74 sejumlah mal di Jakarta menggelar pro­mo diskon bertema dengan kemerdekaan, di antaranya Mal Pacific Place dan Grand Indonesia. Marketing Communications...
Selengkapnya

“Tebar Semangat, Raup Manfaat”

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tepat di jantung Ibu Kota, semangat kemerdekaan itu berkobar. Lantang. Bukan semangat dengan pe­kikan dan teriakan, melainkan dengan narasi nasionalisme yang ditegaskan dalam sebuah karya busana. Adalah produk fesyen Giordano,...
Selengkapnya

Artis Ditangkap Terkait Sabu

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebelum penangkapan kali ini, Rio sudah dua kali terjerat kasus serupa. Rio pernah ditangkap karena kasus penyalahgunaan narkoba dan menghilangkan barang bukti. JAKARTA – Aktor Rio Reifan harus kembali berurusan de­ngan polisi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Proteksi Berlapis Dilakukan agar Tumpahan Minyak Tidak Meluas

Rabu 14/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat pesisir di Jawa Barat dan Jakarta Utara selama hampir sebulan terakhir dirugikan oleh pencemaran minyak dan gas bumi (migas) dari sumur YYA-1 milik Pertamina Offshore Northwest Java (ONWJ).

 

Nelayan dan petambak udang tidak bisa melaut dan terancam alami kegagalan panen karena semburannya terus meluas.

Untuk mengetahui sejauh mana penanganan Pertamina terha­dap semburan migas ini, Koran Jakarta mewawancarai VP Relation PHE ONWJ, Ifki Sukarya. Adapun Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan sebagai operator Blok ONWJ, berikut petikannya.

Sejauh mana penanganan ter­hadap sumur YYA-1 ONJW?

PHE ONWJ terus menginten­sifkan pengeboran relief well (su­mur YYA-1 RW) untuk bisa secepat­nya menghentikan gelembung gas yang terjadi di sekitar sumur YYA-1. Hingga saat ini, pengeboran telah mencapai kedalaman 1.464 meter atau lebih dari 4.000 feet dari target 2.765 meter atau sekitar 9.000 feet.

Pengeboran telah dilakukan sejak 1 Agustus 2019. Pengeboran relief well alias sumur baru (YYA- 1RW) untuk menginjeksikan fluida berupa lumpur berat agar sumur YYA-1 bisa ditutup permanen. Saat ini pengeboran relief well dilakukan dengan melakukan pemasangan casing dengan diameter 17-1/2.

Apalagi upaya teknis lainnya yang dilakukan PHE?

Selain penanganan kontrol sumur, PHE ONWJ juga melakukan pen­anganan oil spill di offshore dan onshore. Di offshore penanganan dilaku­kan dengan menggunakan 4.200 meter static oil boom di layer per­tama dan 400 meter static oil boom di layer kedua untuk mengejar min­yak yang lolos IMT juga memasang moveable oil boom 700 meter.

Sebagai langkah antisipasi IMT juga memasang satu set oil boom sepanjang 400 m di sekitar FSRU Nusantara Regas, 4 skimmer dan 44 kapal. Sedangkan di onshore menggunakan, 2670 meter oil boom di muara sungai dan pembersihan bersama dengan masyarakat dan pihak terkait.

Apakah PHE melaku­kannya sendiri?

Kami menggandeng perusa­haan berpengalaman di bidang well control yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama, antara lain peristiwa di Teluk Meksiko, AS.

Kendati permasalahan yang saat ini terjadi di PHE ONWJ dalam skala yang jauh lebih kecil, namun untuk memastikan penanganan optimal, kami menggandeng perusahaan lain yang berpengalaman untuk membantu dan melakukan kajian bersama terkait penanganan situasi seperti ini.

PHE ONWJ terus berupaya optimal menahan tumpahan minyak tidak melebar ke perairan yang lebih luas dengan melakukan strategi proteksi berlapis di sekitar anjungan dan mengejar, melokali­sir, serta menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan.

Apa yang PHE lakukan untuk membantu warga yang terdampak?

Kami terus meningkatkan layanan kesehatan bagi masyara­kat terdampak dengan melakukan layanan kesehatan keliling dari wilayah terdampak di Karawang hingga Bekasi.

PHE ONWJ bekerja sama dengan Pertamedika menerjunkan Tim Medis Keliling untuk memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan sulit dijangkau.

Apa bantuan lainnya?

Saat Idul Adha kemarin, kami menyerahkan 18 ekor sapi kur­ban untuk masyarakat di wilayah terdampak di Karawang, Bekasi, dan Kepulauan Seribu. Pembagian hewan kurban sebagai bagian dari kepedulian perusahaan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Hewan kurban tersebut berasal dari Pertamina Group.

Momentum Idul Adha tahun ini, lanjut Ifki, merupakan momen yang tepat untuk semakin menguatkan kebersamaan dalam menangani musibah yang sedang dihadapi. Belasan hewan kurban tersebut sudah didistribusikan sejak 9 Agus­tus lalu. erik sabini/AR-3

Tampilkan Semua

4.380,85 Barrel Tumpahan Minyak Telah Berhasil Diangkat ke Darat

Senin 12/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Utara Jawa yang terjadi beberapa waktu yang lalu sudah meluas.   Tidak ingin bertambah besar berdampak pada...
Selengkapnya

MPR Kembali Akan Diberikan Wewenang Menetapkan GBHN

Jumat 9/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sudah sepakat melakukan amendemen terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara terbatas.   Dalam amendemen ter­batas itu MPR kembali...
Selengkapnya

Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2024 Diusulkan Dipisah

Kamis 8/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Hajatan pemilu yang pertama kali digelar serentak telah berlalu. Meski dianggap sukses bahkan diapresiasi oleh dunia internasional, namun pemilu serentak tahun 2019 menyisakan catatan kritis. Apalagi setelah banyaknya petugas Kelompok...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Srihadi Pelukis Pejuang

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk berjuang bisa dilakukan oleh siapa pun dengan profesi apa pun, termasuk pelukis. Perjuangan tidak hanya saat merebut kemerdekaan dari penjajah, tapi sekarang pun dibutuhkan banyak pejuang di profesi mereka masing-masing. Berjuang untuk mengisi kemerdekaan tidak akan pernah berhenti.

Pelukis Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo telah berjuang sejak era perjuangan kemerdekaan. Bergabung menjadi tentara dengan bertugas di Balai Penerangan Militer. Tugasnya membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan serta membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Untuk mengetahui kiprahnya di masa perjuangan dan harapannya kepada generasi muda sekarang, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo, berkesempatan mewawancarai pelukis kenamaan Indonesia, Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, di kediamannya, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/8). Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana Anda mulai tertarik melukis?

Saya lahir tahun 1931. Seingat saya, waktu itu masih umur empat atau lima tahunan sudah suka corat-coret di kertas, di dinding rumah. Yang memperhatikan kakek dan nenek. Waktu itu Belanda masih menguasai Indonesia. Saat itu saya tinggal di Solo. Kakek yang menyediakan potlot (pensil-red), kapur warna, tidak ada guru khusus yang ngajarin. Kakek membelikan cat air dan peralatan melukis.

Kakek membelinya di sebuah toko di Semarang, kalau tidak salah namanya Toko Van Dort. Kalau harus ke Semarang, kakek naik kereta, tidak seperti sekarang kendaraan banyak. Saya semakin suka melukis karena kakek. Namun sejak Jepang masuk, agak sulit mencari peralatan lukis. Penjajahan Jepang memang lebih berat bagi rakyat waktu itu, hampir semua sulit didapat.

Tapi masih bisa meneruskan melukisnya?

Keinginan melukis terus saja ada, tidak bisa dicegah. Bahan apa saja yang ada bisa dipakai untuk melukis. Masuknya Jepang memberikan dorongan baru bagi saya untuk semakin bersemangat melukis, terutama sketsa. Waktu itu saya membaca majalah Jepang, di dalamnya banyak gambar ilustrasi, bukan foto, tidak ada kamera saat itu. Jadi hanya gambar ilustrasi. Yang membuat ternyata adalah prajurit Jepang yang bertugas sebagai wartawan dan pelukis peristiwa.

Saya kagum, lukisannya menggantikan foto saat itu, bisa menggambarkan kondisi peperangan dengan sketsa. Banyak gambar tentara Jepang saat menyerbu Asia, masuk Indonesia, pesawat jatuh di Jakarta, dan lainnya. Sangat detail sketsanya. Kita yang melihat sekarang tidak tergambar perang seperti apa karena tidak ada foto, tapi tahu karena ada lukisan tentara Jepang itu.

Kapan mulai menjadi perlukis perjuangan?

Saat saya mulai membuat sketsa peristiwa perjuangan yang saya saksikan, ternyata itu diperhatikan oleh Balai Penerangan Militer saat itu. Lalu diajak masuk dan bergabung, khusus untuk membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan. Juga membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Saya juga aktif di organisasi Ikatan Pelajar Indonesia, semakin aktif membuat gambar untuk TNI. Suasana waktu Proklamasi Kemerdekaan juga digambarkan, kebetulan anak sekolah saat itu semua keluar merayakan kemerdekaan, ada rapat-rapat akbar. Saya ingat waktu itu umur sekitar 14 tahun, sudah gabung di TNI, sebagai pelukis sketsa.

Jadi sudah aktif di TNI umur 14 tahun dengan tugas melukis?

Tugasnya membuat slogan-slogan perjuangan dengan lukisan dan tulisan penyemangat. Kan sebelumnya aktif membuat grafiti di jalan, dengan difasilitasi TNI, semakin mudah menyalurkan minat melukis, meski sketsa dan peristiwa kisah perjuangan dan kebanyakan untuk dokumentasi internal. Saya intinya menjadi prajurit waktu itu. Tapi juga menjadi seperti wartawan, sebab dikirimkan ke lokasi penting untuk membuat sketsa peristiwa untuk dokumentasi TNI.

Sampai kapan menjadi prajurit?

Di TNI saya mendapatkan pangkat seperti prajurit lain. Sampai akhirnya tahun 1950, ada pengakuan Belanda atas kemerdekaan murni Indonesia, saya diberikan pilihan. Saat itu kan bergabung dengan TNI sebagai tentara untuk berperang. Perang selesai maka tugas sebagai tentara dianggap selesai juga. Pilihannya tetap sebagai prajurit atau kembali sebagai masyarakat sipil.

Saya berpikir masih terlalu muda untuk menjadi tentara dan menghabiskan umur sebagai prajurit, sementara passion saya melukis. Akhirnya memilih untuk keluar dan meneruskan belajar yang sempat terbengkelai. Pangkat terakhir saya adalah sersan mayor, itu tahun 1950. Itu berarti saya umurnya baru 19 tahun. Sampai sekarang masih mendapatkan hak sebagai legiun veteran, saya anggota LVRI.

Saya menyelesaikan SMP dan SMA, kemudian mencari tahu pendidikan selanjutnya yang terkait menggambar. Hanya ada satu yakni pendidikan di Balai Pendidikan Guru Gambar, itu pun gambar untuk sketsa arsitektur atau teknik sipil. Kini akhirnya ada ITB dengan jurusan seni rupa, saya sempat menjadi guru besar ITB. Saya terus menjadi dosen dan melukis sampai saat ini.

Sebagai pelaku perjuangan yang juga pelukis, menurut Anda, cara menjaga rasa nasionalisme masyarakat seperti apa? P

ara pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dari nol sampai akhirnya ada Indonesia. Kita harus selalu bersyukur. Justru kita yang harus membawa negara ini menjadi gemah ripah loh jinawi. Itu yang harus menjadi tujuan, karena pada awalnya kita ini tidak memiliki apa-apa, dijajah Belanda dan Jepang.

Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu momen yang saya rasakan sangat luar biasa. Saat itu, kami keluar sekolah bersama-sama merayakan kemerdekaan. Mendengarkan teks Proklamasi sungguh hal luar biasa. Pemuda-pemudi yang diajarkan berperang oleh Jepang kini bisa mempraktikan langsung melawan Belanda yang kemudian akan datang lagi menjajah. Jadi, itu sekarang yang harus disyukuri. Jangan ribut terus.

Apa yang Anda harapkan dari pelukis atau seniman saat ini?

Sekarang kita bisa berjuang melalui profesi masing-masing, keahlian masing-masing. Bidang apa pun yang baik. Masyarakat harus mampu mengembangkan mutunya masing-masing. Satukan visi satu negara kesatuan. Indonesia harus semakin dikenal dunia internasional. Jangan meremehkan sumber daya yang ada, termasuk melukis dengan cat air.

Mudah ditemukan, murah, dan semua bisa, tapi hasilnya kini diakui dunia internasional melalui International Watercolor Society di Bali. Negara lain bisa hargai ini, sementara kita sendiri masih anggap ogah-ogahan dengan cat air. Padahal sumber dayanya melimpah di kita, murah. Anak-anak bisa mulai mencobanya.

Pesan terhadap anak muda sekarang?

Tetap terus semangat, bekerja sebaik-baiknya sesuai profesi yang disukai, hukum, desain, seni. Yang penting 100 persen mencintai pekerjaannya, jangan setengah-setengah. Gamelan jika tidak dikembangkan akan hilang, tarian juga demikian. Itu kebudayaan kita yang harus tetap dipertahankan.

Negara lain iri dengan kekayaan seni dan budaya kita. Anak saya saja, tidak ada paksaan untuk mengikut jejak melukis. Silakan mereka milih sesuai passion-nya dengan konsekuensi jangan setengah-setengah. Alhamdulillah, semua sudah berhasil dengan keinginannya masing-masing.

Dengan karya yang begitu banyak, apakah tidak ingin membuat museum?

Saya tentu ingin, tapi nggak berani. Karena membuat museum itu tidak mudah. Harus mengelolanya dengan baik, mengatur suhu ruangan yang pas. Memelihara lukisan itu tidak mudah. Saya juga tidak mau memberikan tanggung jawab museum kepada anak-anak. Mereka tidak di sini. Tetapi kalau ada museum yang meminjam lukisan silakan, saya tidak keberatan.

Bagaimana dengan persiapan Anda untuk pameran tunggal?

Rencananya dilaksanakan di Galeri Nasional pada tanggal 11 Maret 2020. Masih lama, tapi sejak setahun lalu sudah saya siapkan. Awalnya minta tahun ini saja, tapi pihak Galeri Nasional mengatakan jadwal sangat penuh, apalagi mendekati akhir tahun.

Apa yang ingin ditampilkan?

Saya berencana memajang 50 lukisan. Temanya adalah lukisan alam atau landskape. Alam yang saya lukis adalah alam asli Indonesia. Beberapa lukisan sudah siap, beberapa lainnya sedang disiapkan. Semoga bisa selesai tepat waktu.

Di ruang tamu ini terpajang banyak lukisan. Ini lukisan Anda semua?

Iya. Sudah lama sekali dibuat. Jadi pajangan. Beberapa yang itu (menunjuk lukisan yang tersender di dinding bagian bawah ruang tamu) adalah proyek baru. Sedang mencoba membuat lukisan dengan media baru, kertas-kertas, ada printingan juga. Yang ini, lukisan dari cat air. Kalau lihat tahunnya itu tahun 1975. Yang di pojokan itu lukisan printing.

Sudah lama sekali tapi masih bagus, dan itu cat air?

Iya, cat air. Jangan dikira cat air itu cat yang murahan. Negara lain, khususnya Eropa sangat menghargai lukisan cat air. Bahkan selama sepuluh hari lalu, di Bali, saya menjadi juri sebuah acara. Namanya International Watercolor Society. Jadi memang baru istirahat dua hari ini pulang dari Nusa Dua. Masih cukup lelah, tapi sangat menyenangkan di sana. Banyak lukisan bagus, semuanya cat air. Sangat indah.

Indonesia menjadi tuan rumah event lukisan cat air internasional?

Betul, kami sangat bangga mendapatkan kepercayaan ini. Apalagi saya menjadi juri dari Indonesia, bersama dengan empat juri lain dari Kanada, Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. Jadi ada 56 negara yang hadir, di mana ada 100 pelukis yang mengikuti pameran tersebut.

Yang saya tidak sangka, banyak negara yang tidak pernah muncul di berita ikut, seperti Albania, Kosovo. Bahkan Kosovo menjadi juara pertama bersama pelukis dari Jerman. Selain pameran memang dilombakan. Juara satu, dua, dan tiga masing-masing ada dua setiap kategorinya. Indonesia ada peserta dari Bali yang mendapatkan juara dua. Banyak sekali cerita bagus di sana.

Apa cerita bagus tersebut?

Selama sepuluh hari pamerannya. Seminggu kami bawa sekitar 100 peserta keliling tur Bali menggunakan empat bus. Kami diskusi banyak hal terkait lukisan cat air dengan sesama pelukis dan wartawan serta mengulas perkembangannya saat ini. Mereka sangat puas dengan penyelenggaraan di Indonesia.

Memang sejak April persiapannya, kami menerima 900 kiriman lukisan melalui email, dalam bentuk foto dulu. Lalu diseleksi menjadi sekitar 350 lukisan. Nah, 350 lukisan ini kemudian dikirimkan ke Bali dan yang kemarin itu dipamerkan di sana. Dari yang dipamerkan itu kami pilih enam lukisan terbaik untuk mendapatkan hadiah.

Memang melelahkan, tapi sangat senang, kami juga dibantu oleh para kurator untuk memilih dan seleksi lukisan cat air. Yang juara kami kasih hadiah untuk stay di Bali selama seminggu, melihat Bali dan Indonesia yang indah. Mereka sudah pasti bisa mengikuti event yang sama pada tahun depan. Kemungkinan akan di Eropa, kami akan jadi tamu dan juri tamunya. 

N-3

Tampilkan Semua

Jejak Ketangguhan Ekonomi Indonesia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap periode waktu tertentu, Museum Bank Indonesia menyajikan ilustrasi dan penggambaran peristiwa ekonomi moneter yang terjadi dari masa ke masa. Museum bukan sekadar gedung untuk mem­bangun kenangan. Sejatinya, museum adalah...
Selengkapnya

Koleksi yang Membuat Kagum Dunia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Museum Nasional Indonesia merupakan museum yang merefleksikan kebudayaan di seluruh Indonesia. Hampir semua peninggalan sejarah di Nusantara dapat dilihat di museum ini. Koleksi di Museum Nasional banyak dipinjam museum negara lain...
Selengkapnya

Bambang PS Brodjonegoro

Sabtu 10/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Wacana pemindahan Ibu Kota terus bergulir dan kini sudah makin mengerucut. Pemerintah dipimpin oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah melakukan kajian mendalam. Kini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta