Koran Jakarta | July 17 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Jokowi Ingin Ada Solusi Bangun PLTSa

Rabu 17/7/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Ini bukan urusan listriknya, yang mau diselesaikan urusan sampahnya. Jadi listrik itu adalah ikutannya. Ini bukan urusan listriknya, yang mau diselesaikan urusan sampahnya. Jadi listrik itu adalah ikutannya.   JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik keras...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Pengawal Tahanan KPK yang Kawal Idrus Marham Dipecat

Rabu 17/7/2019 | 06:17
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pengawal ta­hanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Marwan yang mengawal mantan Menteri So­sial (Mensos), Idrus Marham saat berobat di RS Metropoli­tan Centre pada Jumat (21/6) dipecat. Pemecatan dilakukan karena Marwan terbukti me­langgar disiplin sebagaimana diatur di peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait.

“Pemecatan ini dilakukan setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK melakukan se­rangkaian pemeriksaan dan te­lah disampaikan kepada pim­pinan KPK. Diduga Marwan menerima uang sebanyak 300 ribu rupiah dari pihak Idrus,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (16/7).

Febri menegaskan proses pemeriksaan dan penelusuran informasi ini dilakukan sendiri oleh pengawas internal KPK dengan cara memeriksa pihak-pihak yang mengetahui dan mempelajari bukti-bukti elek­tronik yang telah didapatkan. Namun, KPK belum menjelas­kan apakah Idrus atau pihak pemberi uang terhadap Mar­wan ini akan diberikan sanksi.

Masih Dipelajari

Menurut Febri, sekarang pengawas internal KPK masih fokus pada penegakkan aturan ke pegawai KPK. Hal-hal lain (pemberian uang yang diduga dari pihak Idrus) masih perlu dipelajari terlebih dahulu.

Direktorat Pengawasan Inter­nal KPK dalam pelaksanaan tu­gasnya terus akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi. Me­nurut Febri, selain memberikan sanksi terhadap pelanggaran tersebut, KPK memperketat izin berobat tahanan.

Selanjutnya, tambah Febri, seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk di­berikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik. Hal ini sekaligus sebagai bentuk upaya pencegahan yang dilakukan se­cara terus menerus. “KPK akan terus melakukan pengetatan aturan dan tidak akan men­tolerir pelanggaran sekecil apapun,” jelasnya.

Diketahui, Marwan sejak bulan Februari 2018 sebagai pegawai tidak tetap KPK. Seh­ingga, sampai pemberhentian dilakukan, Marwan bekerja di KPK selama satu tahun lima bulan. ola/N-3

Tampilkan Semua

10 Kg Sabu Milik Jaringan Malaysia Disita

Rabu 17/7/2019 | 06:14
A   A   A   Pengaturan Font
PEKANBARU – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau menang­kap tiga tersangka sindikat nar­koba jaringan internasional asal Malaysia. Dalam penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 10 kilogram...
Selengkapnya

Korupsi SDA

Rabu 17/7/2019 | 06:13