Koran Jakarta | February 24 2018
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Target Bauran EBT Tak Tercapai jika Tidak Segera Dimulai

Sabtu 24/2/2018 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
» Target peningkatan porsi bauran EBT menjadi 20 persen harus dimulai secara signifikan.

» Lembaga internasional menilai kebijakan iklim di Indonesia kontradiktif.


» Target peningkatan porsi bauran EBT menjadi 20 persen harus dimulai secara signifikan. » Lembaga internasional menilai kebijakan iklim di Indonesia kontradiktif. ...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Tolak Revisi UU MD3

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Alih Komando

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Diskusi Pilkada

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Tugas Penerangan Makin Berat

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh saat membuka Rapat Kerja Teknis Penerangan Angkatan Darat (Rakernispen TNI AD) Tahun 2018 di Aula Jenderal Besar A.H Nasution, Markas...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Terima Musisi

Kamis 22/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua dari kanan), menyerahkan cinderamata kepada musisi Dwiki Darmawan disaksikan Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu (kanan) bersama sejumlah musisi dan bintang film lintas generasi di ruang delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/2).

Pertemuan membicarakan soal perkembangan film nasional dan perayaan Hari Musik Nasional di Ambon pada 9 Maret 2018 mendatang.

Tampilkan Semua

Idrus: Budayakan Sikap Ksatria

Kamis 22/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Sosial yang dikenal sebagai tokoh pemuda, Idrus Marham mengajak generasi muda untuk membiasakan bersikap ksatria dalam menghadapi berbagai persoalan, karena hal itu menunjukkan jati diri pemuda Indonesia. Dia mencontohkan sikap...
Selengkapnya

Kasad Ingin Kerja Sama TNI AD dengan Media Massa Terus Terjalin

Kamis 22/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono melakukan silaturrahmi dengan para Pemimpin Redaksi (Pemred), wartawan media massa serta jajaran Penerangan Angkatan Darat. Acara tersebut digelar di Ruang...
Selengkapnya

Muqowam: Laksanakan UU Desa secara Murni

Kamis 22/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta – Ketua Paguyuban Bahurekso, Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Kendal H. Bambang Utoro dalam pertemuan dengan Kepala Desa se Kabupaten Kendal dan dihadiri oleh Ketua Komite I DPD RI Dapil Jateng, Akhmad Muqowam, Rabu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Wakil PM Australia Mundur

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SYDNEY – Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, pada Jumat (23/2) mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya. Joyce, 50 tahun, selama dua pekan terakhir ramai digunjing media di Australia karena skandal tuntutan pelecehan seksual dan kontroversi hubungan gelapnya dengan mantan ajudannya yang berusia 24 tahun dan saat ini tengah hamil.

“Saya akan mengajukan pengunduran diri sebagai pemimpin Partai Nasional dan wakil PM Australia saat pertemuan partai pada Senin (26/2),” kata Joyce dalam konferensi pers di Kota Armidale, New South Wales, Jumat (23/2). Dalam pernyataan pers itu, Joyce memutuskan tak meninggalkan kursinya di Parlemen Australia.

Joyce dalam konferensi pers menambahkan bahwa gosip skandal seksual yang menerpa dirinya harus dihentikan demi kepentingan parlemen serta karena tak adil bagi keluarga dekatnya, dan ia tak punya pilihan lain selain mundur.

Ramainya media mewartakan skandal seks yang menerpa Joyce, telah menguncang publik Australia serta memicu debat budaya di tempat kerja ditengah tren gerakan #Me- Too yang menentang pelecehan seksual.

Namun skandal seks ini juga mempunyai implikasi negatif terhadap politik Australia terutama terkait pemerintahan koalisi setelah beberapa bulan lalu juga diguncang oleh skandal kewarganegaraan ganda yang mengancam mayoritas parlemen.

Pertahankan Koalisi

Partai Nasional saat ini berkoalisi dengan Partai Liberal yang berkuasa dan mengusung Malcolm Turnbull sebagai PM Australia. Walau ada pertikaian antara keduanya, PM Turnbull dalam pernyataannya di Washington DC, Amerika Serikat, berharap koalisi Nasional dan Liberal tak terganggu karena skandal ini.

Sementara itu pemimpin oposisi Partai Buruh, Bill Shorten, mengatakan skandal yang menerpa Joyce telah menggoyang pemerintahan berkuasa dan menyebut Turnbull gegabah. “Skandal ini selama 16 hari menghantui sehingga merusak pemerintahan dan yang utama merusak negara,” kata Shorten.

Setelah Joyce meninggalkan kursi ketua Partai Nasional, kabarnya posisi yang lowong itu akan diisi oleh Wakil Menteri Anak dan Keluarga, David Gillespie. Pemimpin Partai Nasional yang baru otomatis akan menjadi Wakil PM Australia sesuai dengan kesepakatan koalisi yang diteken antara Partai Nasional dan Partai Liberal. AFP/I-1

Tampilkan Semua

Tiongkok Kerahkan Kereta Tambahan di Arus Balik

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING - Sedikitnya 1.207 jadwal kereta api tambahan dikerahkan untuk mengangkut penumpang saat arus balik libur panjang Tahun Baru Imlek di Tiongkok, Kamis (22/2). “Rangkaian KA tambahan tersebut untuk meringankan beban...
Selengkapnya

Parlemen Korsel Kecam Kim Yong-chol

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Anggota parlemen Korsel memprotes rencana kehadiran ketua delegasi Korut, Kim Yong-chol. Mereka mengatakan Kim Yong-chol penjahat perang yang bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal perang Korsel pada 2010. SEOUL – Sejumlah...
Selengkapnya

Trump Minta Warga Dipersenjatai

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pelobi senjata dari National Rifle Association (NRA) pada Kamis (22/2) mendesak agar warga negara AS mempersenjatai diri sebagai solusi untuk melawan penembakan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Produksi Kerupuk

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Diler Terbaik

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Proyek Jembatan Layang Papua Dilanjutkan

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pengerjaan jembatan layang di Papua dengan melakukan pengangkatan bentang tengah Jembatan Holtekamp di Teluk Hamadi, Kota Jayapura. Jembatan tersebut...
Selengkapnya

Waspadai Inflasi “Volatile Foods”

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BI menyatakan salah satu sumber tekanan inflasi nasional pada bulan ini berasal dari kelompok harga barang pangan bergejolak (volatile foods) di Jawa dan Sumatera. Jakarta – Inflasi bulan ini diperkirakan relatif terkendali...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Kota Batu Terus Kreatif Mengembangkan Wisata Desa

Senin 12/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Batu, Jawa Timur, yang terletak di lereng Gunung Panderman, dikenal sebagai salah satu kota wisata di Indonesia dengan beragam potensi keindahan alam. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan alam Batu membuat daerah berhawa sejuk itu diberi julu­kan De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.

Sebagai bagian dari ke­satuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya, sebagian besar keadaan topografi Batu didominasi kawasan dataran tinggi dan perbukitan yang berlembah-lembah. Tanahnya yang subur membuat wilayah tersebut tak hanya menonjol dari sektor pariwisata, namun juga maju di bidang pertanian sayur dan buah-buahan.

Oleh karena itu, pereko­nomian kawasan agropolitan ini banyak ditunjang dari sektor pariwisata dan perta­nian. Pembangunan berbagai wahana wisata yang pesat, membuat sebagian besar pertumbuhan PDB Kota Batu ditunjang dari sektor tersebut. Sementara bidang pertanian, Batu merupakan salah satu daerah penghasil apel terbesar di Indonesia sehingga juga dijuluki sebagai Kota Apel.

Untuk mengetahui berbagai upaya yang telah dan akan di­lakukan untuk mengembang­kan kawasan agropolitan Batu melalui sektor pariwisata dan pertanian, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesem­patan mewawancarai Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, di Batu, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Batu terus mengembang­kan sektor pariwisata, pro­gram apa yang Anda laku­kuan untuk tahun ini?

Kota Wisata Batu, begitu kami selalu menyebutnya se­bagai branding. Masyarakat sebagai bagian yang paling penting, didorong menjadi tuan rumah yang baik, seka­ligus bisa meman­faatkannya menjadi sumber penghasilan. Ber­beda dengan pihak swasta yang membuka berbagai wahana baru, yang sifatnya lebih modern, tahun ini kami konsentrasi pada pe­ngembangan wisata.

Program kami, ba­gaimana caranya agar desa-desa di Batu punya ciri khas yang dikem­bangkan sesuai potensi masing-masing. Sekarang sudah mulai ada be­berapa tempat di desa yang dikelola oleh masyarakat setempat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Namun, itu belum merata di semua desa ada.

Sudah ada berapa desa yang mulai mengembang­kan?

Batu hanya terdiri dari tiga kecamatan, semua sudah mulai ada. Namun memang desanya baru sekitar lima dari 24 desa yang ada di Batu. Kami ingin nantinya di setiap desa ada.

Seperti apa konsep wisata desa yang sudah berjalan?

Kebanyakan berkonsep alam dengan berbagai spot foto yang unik. Ada juga yang bertema dirgantara seperti paralayang serta wisata per­tanian seperti petik apel dan komoditas buah lain.

Bagaimana dukungan Pemkot Batu?

Selain dana desa dari pusat, ada ban­tuan dana desa dari Pemkot Batu. Dana desa itu yang diharapkan bisa untuk mengembangkan desa agar punya tujuan wisata unggulan sesuai potensi masing-masing.

Dananya digunakan untuk apa saja?

Infrastruktur sudah pasti, tapi itu sudah lebih banyak dari pusat. Yang dari Pem­kot lebih diharapkan untuk mengembangkan objek wisa­tanya. Dana desa Pemkot Batu digunakan untuk mem-back up dana dari pusat. Seperti promosi, pengembangan dan pelatihan SDM, serta pe­nguatan objeknya.

Target kunjungan wisatawan?

Kalau tahun 2015 sudah mencapai 4,4 juta wisatawan, tahun 2018 kami harapkan mampu menembus 5 juta orang. Untuk mencapainya, yang sedang menjadi concern kami adalah infrastruktur untuk mencapai Batu belum mencukupi. Dengan angka kunjungan 4 juta, macetnya sudah seperti itu.

Apa yang diharapkan?

Jalan tembus alternatif. Proyek jalan tembus Pasuru­an-Batu, sepertinya tidak jadi. Nanti akan ada tol dari Pandaan sampai Karangploso (Kabupaten Malang). Nah, dari Karangploso ke Batu yang harus kami pikirkan. Saya akan komunikasi dengan Kabupaten Malang, untuk membangun akses jalan ke Batu.

Batu ini kecil, makanya kami butuh dukungan daerah lain dan provinsi. Tanpa mer­eka, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kabupaten Malang besar sekali. Untuk sepenuh­nya menganggarkan jalan tembus itu, kami perlu minta bantuan provinsi.

Sinergi lain dengan dae­rah tetangga?

Kota Wisata Batu memang identik dengan Malang karena dulu menjadi bagian darinya. Konsep besarnya, bagaimana memajukan pariwisata ini bersama-sama dengan kolabo­rasi. Kota Batu dengan wisata gunungnya, Kabupaten Ma­lang dengan wisata baharinya, seperti Pantai Balekambang, Pulau Sempu, dan Gondang Merak serta Kota Malang seba­gai pusat shopping.

Bagaimana dengan perta­nian?

Kami terus mengembang­kan pertanian organik dan nonorganik, termasuk untuk perdagangannya. Belum lama ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membantu kami mengem­bangkan perbanyakan bibit dengan tehnik ex vitro bagi petani kentang di Desa Sum­ber Brantas. Kami minta BPPT membuat teknologi serupa untuk apel. n N-3

Tampilkan Semua

Pemkot Kota Tual Terus Berupaya Kembangkan Wisata Kota

Senin 5/2/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Keindahan alam yang menawan di Kota Tual, Maluku belum bisa diwujudkan menjadi salah satu destinasi wisata nasional sehingga banyak dikunjungi wisatawan. Banyak kendala yang dihadapi untuk meng­angkat wilayah tersebut men­jadi...
Selengkapnya

Pendekatan Personal untuk Selesaikan Tanah Bandara

Senin 29/1/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yog­yakarta (DIY), menjadi topik berita nasional terkait persoalan penolakan sebagian warga yang tanahnya termasuk dalam lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport Kulon Progo....
Selengkapnya

Pantai Pangandaran Direvitalisasi Jadi Wisata Dunia

Senin 22/1/2018 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Potensi terbesar yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, adalah pariwisata, baik objek wisata pantai maupun sungai. Terdapat banyak objek wisata favorit, baik yang diminati turis mancanegara maupun domestik. Tersedia juga...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Resmikan Taman Bukit Daun

Jumat 23/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah (kanan) bersama Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin (kiri) didampingi Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso (tengah) meresmikan taman bukit daun di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (22/2).

Tampilkan Semua

Ruang Sisa untuk Aktifitas Warga

Jumat 23/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penghijauan selalu menjadi solusi untuk memanfaatkan ruang di bawah fly over ibu kota. Padahal, kolong fly over yang merupakan salah satu ruang sisa sebuah desain atau residual spaces memiliki banyak manfaat sebagai bagain sebuah tata...
Selengkapnya

Mendesak, Sertifikasi untuk Pekerja Konstruksi

Jumat 23/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pekerja konstruksi yang memiliki sertifikasi masih tergolong minim. Pemerintah melakukan upaya percepatan untuk memenuhi standar kompetensi pekerja konstruksi. Maraknya pembangunan infrastuktur yang tengah dilakukan di berbagai sektor...
Selengkapnya

Bank Fokus Perumahan Gelar Super Untung Jaman Now

Senin 19/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Core business Bank BTN sebagai perbankan yang fokus pada pembiayaan perumahan dan industri turunannya, akan terus dipertahankan. Kekuatan ini telah dijalankan Bank BTN sejak 1976. “Kami bangga telah menjadi bagian dari BUMN di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Fitur E-Book

Kamis 22/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Dari kiri: Content Editorial Lead Opera Software AS di Indonesia Jatu Anggraeni, Brand Ambassador Opera in Indonesia Chelsea Islan, dan Co-founder of Worldreader Colin McElwee memperlihatkan e-book yang tersedia di Worldreader Opera Mini saat diperkenalkan di Jakarta, Rabu (21/2). Perusahaan teknologi terkemuka Opera menambahkan fitur perpustakaan raksasa, yakni Worldreader sebagai bookmark di aplikasi browser Opera Mini sehingga pengguna dapat menikmati lebih dari 40.000 e-book terbaik yang tersedia dalam 70 kategori dan dalam 43 bahasa.

Tampilkan Semua

Harga Murah Kamera Layar Penuh

Kamis 22/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Merek ponsel asal Korea Selatan, Luna, menghadirkan seri terbaru yaitu Luna V Lite. Ponsel ini selain menawarkan harga murah juga mengusung teknologi full screen yang sedang digemari saat ini. Layar Full screen yang diusung Luna V Lite...
Selengkapnya

Layanan Handal Internet Kabel

Kamis 22/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Akses internet pita lebar berbasis kabel optik menjadi solusi handal untuk bermacam kegunaan. Dibandingkan teknologi berbasis nir kabel, teknologi ini cukup efisien dan cepat untuk bermacam layanan yang membutuhkan banwidth besar seperti...
Selengkapnya

Multimanfaat Teknologi Penyimpanan Data

Kamis 22/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Blockchain saat ini sudah masuk pada tahap implementasi. Perusahaan perlu mengadopsi blockchain agar proses penyimpanan data menjadi cepat, efisien, murah, dan aman. Aplikasi teknologi penyimpanan blockchain diperkirakan bakal...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Teknologi “Dual Layer” untuk Kaca Film Bebas Kabut

Rabu 21/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kaca film dengan teknologi nano ceramic umumnya menghasilkan efek kabut (hazy). Dampak ini tentu saja membayakan karena akan menghalangi pandangan pengemudi, saat berkendara. Maxpro Manufacturing Inc, sebuah produsen kaca film asal AS memiliki solusi dalam menghindari efek kabut. Dengan mesin New Era pabrikan ini dapat menciptakan dual layer nano ceramic yang mampu memberikan pandangan yang jernih tanpa adanya efek kabut.

“Mesin New Era ini adalah mesin tercanggih sampai saat ini yang bisa membuat bahan nano ceramic tanpa efek kabut, sehingga mampu memberikan tingkat pandangan dengan kejernihan tinggi,” jelas Sales Manager PT Agni Manggala Nusa Yogi Aditya, Senin (19/2).

Dengan teknologi dual layer nano ceramic Maxpro menawarkan produk Max- Cool, dengan keunggulan sebagai satu-satunya kaca film asal Amerika Serikat yang mampu memberikan tolak panas (IR Rejection) hingga 80 persen dan total solar rejected (TSR) mencapai 70 persen.

“Perlindungan dari UV yang dimiliki oleh varian MaxCool dapat mencapai 300-400 nanometer, sementara di kaca film lain hanya maksimal di kisaran 250 nanometer saja, ini merupakan sebuah keunggulan tersendiri,” tambah Yogi.

Varian MaxCool ini juga sudah menggunakan bahan film celup (dip dyed) untuk pewarnaan pada kaca film yang membuat lapisan varian MCIR ini memiliki partikel lebih halus. Varian MCIR itu diklaim tidak mudah pudar. Maxpro menawarkan garansi varian sampai 5 tahun bagi pembeli MaxCool.

Produk MaxCool tersedia dalam tiga pilihan kegelapan, yaitu MCIR 35 dengan intensitas sampai 80 persen, MCIR 15 berintensitas 60 persen, dan MCIR 05 dengan intensitas 40 persen. Ketiga varian ini diklaim cocok untuk kondisi iklim dan pasar di Indonesia.

“Dengan segala keunggulan varian MaxCool ini kami berani memberikan rekomendasi kepada konsumen untuk memilih MCIR 15 dengan intensitas kegelapan 60 persen untuk dipasang di kaca depan. Kami sudah melakukan tes di Sidoarjo yang minim cahaya dengan menggunakan lampu standar mobil dan itu aman,” kata Yogi.

Harga jual Maxcool dengan tiga varian dipatok antara 3,3 juta rupiah untuk mobil kecil dan small MPV, dan 4 juta rupiah untuk mobil jenis SUV serta 4,5 juta rupiah untuk mobil berdimensi besar seperti Toyota Alphard.

Harga ini merupakan harga promo setelah diskon 30 persen dan untuk pembelian kaca film full block dan berlaku hingga akhir Februari 2018 dengan cicilan 0 persen mulai dari 3 sampai 12 bulan di area Jakarta, Palembang, Sidoarjo, Malang, dan Bandung. hay/E-6

Tampilkan Semua

Amaze Usung Platform Baru

Rabu 21/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Honda untuk pertama kalinya di dunia meluncurkan All New Honda Amaze di ajang Delhi Auto Expo 2018, yang digelar di Noida, India, 7 Februari 2018. Generasi kedua Honda Amaze dirancang diatas platform baru dengan dua pilihan, yaitu mesin...
Selengkapnya

Versi “Facelift” Tampil Lebih Menarik

Rabu 21/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil edisi khusus menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan versi biasa. Dengan bermacam tambahan pada ekterior dan interior membuat mobil tampal menarik. Sejak diluncurkan pertama kali pada April 2015, Mazda CX-5 belum mengalami...
Selengkapnya

Honda CR-V dan Civic Rasa Diesel

Rabu 14/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Honda yang dikenal irit dengan konsumsi bensin, kini mulai mencoba diesel. Di pasar India, pabrikan asal Jepang ini menawarkan versi diesel, yakni Honda CR-V dan Honda Civic. Peluncuran mobil ini dirilis di ajang Delhi Auto Expo 2018,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Kemenpora dan KONI Akan Evaluasi Pelatnas Asian Games

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan melakukan evaluasi perkembangan program pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) atlet-atlet nasional menjelang Asian Games 2018 selepas penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games di Jakarta, pada 8-15 Februari.

“Kami akan memantau secara detail ke semua cabang olahraga yang sudah menggelar uji coba. Kami minta agar atlet dapat meningkatkan motivasi latihan karena lawan sebenarnya ada pada Asian Games nanti,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana di Jakarta, kemarin.

Mulyana mengatakan kejuaraan uji coba Asian Games memang bukan tolak ukur prestasi atlet-atlet pelatnas Indonesia karena kejuaraan uji coba merupakan simulasi penyelenggaraan. “Bagi atlet-atlet yang belum meraih prestasi pada uji coba, mereka masih punya waktu hingga Asian Games untuk memperbaiki kelemahan,” ujarnya.

Mulyana mengatakan keikutsertaan atlet-atlet pelatnas Indonesia dalam kejuaraan uji coba Asian Games merupakan langkah untuk pengujian mental bertanding serta pengujian lapangan pertandingan. “Kami tidak sekedar melihat apakah ada atlet yang berlatih atau tidak, tetapi juga apa yang sedang dilatih dan pada tahapan apa,” katanya.

Kemenpora akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada April nanti untuk semua cabang olahraga yang akan turun dalam Asian Games ke-18. “Jika pada cabang olahraga ada atlet yang tidak mengalami kemajuan dalam latihan, induk cabang olahraga wajib mempromosikan atlet-atlet yang belum mendapatkan surat keputusan pelatnas,” katanya.

Evaluasi itu, menurut Mulyana, tidak berupa hasil mengikuti kejuaraan. “Misalnya VO2 Max meningkat atau tidak, daya tahan, kelincahan, dan penguasaan tekniknya,” ujarnya.

Selain evaluasi proses latihan, Kemenpora dan KONI juga akan melakukan pengawasan anggaran pelatnas yang telah diberikan kepada pengurus induk cabang olahraga. “Kami akan memantau terkait distribusi uang saku kepada atlet-atlet pelatnas dari induk cabang olahraga. Pencairan dana berasal dari Kementerian Keuangan kepada induk cabang olahraga lantas dari induk cabang olahraga kepada atlet,” katanya. ion/Ant/S-2

Tampilkan Semua

Mercedes Bertekad Pertahankan Dominasi di Musim 2018

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SILVERSTONE - Mercedes dan Ferrari secara resmi memperkenalkan mobil baru mereka untuk mengarungi kompetisi Formula 1 musim 2018. Mercedes meluncurkan mobil W09, untuk mempertahankan dominasi tim tersebut di Formula 1 di Sirkuit...
Selengkapnya

Wizzard Permalukan Cavaliers

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
OHIO – Penampilan cemerlang peraiah MVP NBA All Star 2018, LeBron James, yang sukses mencetak 32 poin gagal membawa timnya, Cleveland Cavaliers untuk meraih kemenangan. Secara mengejutkan, Cavaliers justru dipermalukan tamunya,...
Selengkapnya

Tim Tech3 Berpisah dengan Yamaha

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
TOKYO – Tim Yamaha Tech3 MotoGP akan mengakhiri kemitraan mereka yang telah terjalin selama 18 dengan Yamaha pada akhir musim 2018. Tim itu, yang bermarkas di Prancis dan dikelola oleh Herve Poncharal, telah memasukkan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Artis Deklarasi Antinarkoba

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Narkoba sudah menyentuh setiap lini daerah Indonesia. Tidak ada daerah terbebas dari pengaruh narkoba. Sekarang tidak ada provinsi yang bebas dari narkoba. Begitu juga jika diamati di setiap kabupaten. Juga tidak ada yang menjamin ada kecamatan bebas narkoba, bahkan sampai tingkat paling bawah RT-RW. Penegasan sekaligus keprihatinan tersebut dikemukakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso di Malang, akhir tahun lalu. Bahkan Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, mengungkapkan sebenarnya Indonesia darurat narkoba sejak 1971. Tetapi karena tidak ada upaya sangat serius untuk menanggulangi, keadaan darurat masih berlangsung hingga kini.

Berangkat dari pengungkapan Buwas itu, kita pun sangat prihatin melihat dari hari ke hari makin banyak publik figur, khususnya artis –baik artis peran maupun penyanyiyang tertangkap menggunakan narkoba. Semakin banyaknya artis yang ditangkap karena kasus-kasus narkoba, bukan saja berpengaruh pada keluarga inti dan keluarga besar sang artis, tetapi juga para penggemar atau fans. Maklum, dalam masyarakat yang masih menganggap artis sebagai orang patut ditiru karena ketenaran dan kekayaannya dari hasil kerja seni. Ini dikhawatirkan fans yang kebanyakan masyarakat awam akan mengikuti gaya hidup mereka. Ada banyak ulasan para artis semakin banyak terjerat narkoba.

Yang jelas, penggunaan narkoba adalah pelanggaran. Bila terbukti artis atau siapa pun menggunakannya, aparat kepolisian ataupun BNN berhak menangkapnya, lalu diproses. Mereka diselidi untuk ditahan atau direhabilitasi. Padahal jika artis dan siapa pun sudah terkena jerat narkoba, sulit menghilangkannya. Yang terjadi dosis penggunaannya malah bertambah banyak. Dampak jauhnya pasti akan mengganggu kesehatan, karir, dan keluarga. Artinya, narkoba hanya melepaskan kepenatan hidup sesaat, tetapi menjerumuskan sepanjang hayat.

Dalam konteks keprihatinan para artis makin banyak yang terjerat dan tertangkap, mendorong sejumlah artis berkumpul di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (22/2/) sore. Mereka kompak memakai ikat kepala merah bertulisan “Brantas Narkoba.” Mereka membacakan deklarasi antinarkoba.

Di antaranya Ramzi, Stefan William, Elly Sugigi, Ammar Zoni, Gilang Dirga, Mongol, dan personel The Changcuters. Ada juga sejumlah artis bacakan Deklarasi Pemberantasan Narkoba dengan lantang. Hadir pula Produser MD Entertainment Manoj Punjabi, Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) Nanda Persada, dan perwakilan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Adapun isi deklarasi terdiri dari enam poin. Mereka bersedia menerima sanksi hukum dan sosial jika terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba seperti yang telah disepakati dalam MoU di Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka berkomitmen mendukung aparat penegak hukum dalam menegakan hukum dan selalu tetap menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba di mana pun berada.

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono mengatakan, acara yang di lobi Polres Metro Jakarta Selatan itu, dilakukan untuk berkomitmen dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Ia juga menyarankan, jika ada artis maupun masyarakat yang telah menggunakan narkoba, segera melapor sehingga dapat direhabilitasi dan tidak terkena jerat hukum. Upaya itu juga dilakukan agar artis tidak telanjur ditangkap dan terjerat hukum.

Kita berharap deklarasi antinarkoba ini jangan sebatas seremonial, tetapi diimplementasikan dalam kegiatan artis sehari-hari yang bebas narkoba. Di antara mereka harus saling mengingatkan agar menghindar dari jerat narkoba. Mereka harus saling mengajak melakukan kegiatan positif, termasuk olah raga. Sosialisasi dan perubahan sikap para artis akan berpengaruh pada penggemar. 

Tampilkan Semua

Peran Orang Kecil dalam Kehidupan

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Profesi Wong CilikPenulis : Iman Budhi SantosaPenerbit : Basa BasiCetakan : November 2017Tebal : 308 HalamanISBN : 978-602-391-371-8 Jika profesional modern tumbuh menjadi individu yang banyak dicontoh orang, mata pencaharian...
Selengkapnya

Membangun Budaya Kritis

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Benny Susetyo, Pr Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap 18 orang terkait ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong (hoaks). Hoaks marak mencerminkan kultur bangsa begitu mudah...
Selengkapnya

Bu Dendy…. Lala-lala....

Sabtu 24/2/2018 | 00:37
A   A   A   Pengaturan Font
Bu Dendy — istri Pak Dendy, atau Dandhy, atau Dendi, masih muda, nampak sangat emosional, suaranya gemetar, memaki perempuan yang duduk tersipu di depannya. Perempuan yang juga muda itu bernama Nylla, atau Nilala sebagaimana yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Glenn Fredly Optimistis Para Musisi Bisa Lebih Sejahtera

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pentingnya penyaluran royal­ti karya musik dengan baik dan tertib ternyata disadari juga oleh penyanyi Glenn Fredly. Sebagai musisi dan penyanyi, Glenn berharap pemerintah perlu mendukung pengaturan pengumpulan royalti secara baik yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) sesuai amanat Undang Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.

Hal ini disampai­kan oleh Glenn saat menghadiri diskusi panel yang digelar oleh stakeholder di industri musik Indonesia, di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, baru-baru ini. "Harapan saya be­sar sekali, bahwa kita bisa mengelola royalti dengan baik, karena ini momen­tum untuk bisa bicara memperbaiki ekosistem musik di Indonesia, yang diharapkan bisa mensejahterakan. Kalau nggak ya kita akan terting­gal dengan negara-negara lain," ujar Glenn, baru-baru ini, di sela kegiatan diskusi panel.

Sejauh ini, Glenn bersyukur pengumpulan royalti musik sudah mulai berjalan dan perlu diting­katkan dengan baik. "Selama ini kan kita menganggap musik sebagai pelengkap. Tapi, edukasi terhadap hak cipta harus jadi ke­wajiban, bagaimana membayar royalti. Belum lagi nanti dalam hal collecting terkait.

Kolaborasi LMK akan jadi serius apalagi di era sekarang generasinya udah berfikir lebih maju," papar Glenn.

Glenn pun berharap, pengelo­laan royalti oleh LMK dan LMKN harus berjalan transparan dan terpercaya. Musisi, menurut Glenn harus hidup layak sesuai karya­nya. "Jadi musisi itu nggak hanya main musik saja, tapi juga musik itu harus menghasilkan untuk mereka," tukasnya. Glenn ingin terus diadakan sosialisasi terha­dap kesadaran pembayaran royalti karya musik.

"Saya sangat optimistis ya, karena setiap saat Indonesia itu banyak melahirkan talent baru. Artinya itu berkah yang harus kita jaga dan pilarnya adalah perlindungan, pengelolaan, sampai ke azas pemanfaatan, itu nanti akan terbungkus untuk membangun apresisi terha­dap musik itu sendiri," pungkas Glenn. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Manoj Punjabi Putus Kontrak dan Denda Uang Bagi Artis Terlibat Narkoba

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Produser Manoj Punjabi menerapkan peraturan tegas un­tuk aktor dan aktris yang menyalahgunakan narko­ba selama dikontrak oleh rumah produksinya,yakni sanksi putus kontrak hing­ga denda uang. “Bukan cuma salah, tapi...
Selengkapnya

Mewaspadai Tanda-tanda Penuaan Dini

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penuaan merupakan hal wajar ketika seseorang bertambah usia. Berdasarkan riset The Pond’s Institute di 2016 dan National Survey dari Accenture terungkap stres dan kurang tidur dapat melemahkan 70 persen kolagen kulit dan...
Selengkapnya

Teknologi Masa Depan yang Merevolusi Zaman

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Blockchain digadang-gadang bakal menjadi teknologi masa depan yang mampu merevolusi zaman, setidaknya hal itulah yang diungkap CTI selaku penyedia solusi infrastruktur TI dalam ajang seminar dan pameran IT Infrastructure Summit yang akan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
Megapolitan

Bahayakan Diri Sendiri

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Taman Lalu Lintas

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pameran Edukasi

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

KPU Bekasi Tetapkan Lima Zona Kampanye

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEKASI- Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, Jawa Barat, menetapkan lima zona kampanye di 12 kecamatan setempat guna mengantisipasi potensi konflik antarpendukung kandidat di Pilkada 2018. “Harapannya sistem zonasi ini tidak sampai...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

“Sebelum ‘Inkracht’, Kandidat Boleh Nyalon dan Jika Terpilih Dilantik”

Kamis 22/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Marak kepala daerah yang kena jerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa yang ditangkap lewat operasi tangkap tangan (OTT ) hendak maju lagi dalam pemilihan kepala daerah.

Mereka yang hendak bertarung, tapi kesandung kasus adalah Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae, Bupati Jombang, Nyono Suharli Wiyandoko, dan Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Terbaru, Bupati Lampung Tengah, Mustafa, juga terpaksa harus digelandang ke Rasuna Said karena terjerat OTT KPK.

Mereka terpaksa harus pakai rompi tahanan KPK karena oleh komisi antirasuah, ia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk mengupas itu lebih lanjut, wartawan Koran Jakarta berkesempatan mewawancarai Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Kepala daerah yang tersangkut korupsi dan juga kena OTT KPK masih bisa berkampanye?

Aturannya begitu kok. Mereka yang sudah jadi tersangka tetap bisa maju. Bahkan, tahun kemarin itu ada calon kepala yang ditahan dan dia menang, menang mutlak. Saya lantik. Baru, setelah berkekuatan hukum tetap diputuskan pengadilan bersalah, sama mekanismenya (pemberhentian).

Aturannya yang bersangkutan jika belum mempunyai kekuatan hukum tetap ya tetap (bisa maju). Yang bersangkutan kan tidak berhalangan tetap, meninggal, dan dia sudah diusulkan oleh parpol ya jalan (tetap maju).

Mereka bisa berkampanye?

Soal izin kampanye saya tidak tahu. Ini serahkan ke KPU dan KPK bagi yang ditahan.

Sudah ada jumlah detail calon kepala daerah yang berstatus tersangka?

Itu masih kita inventarisir. Yang penting kita sukseskan dulu tahun ini. Siapa yang pada tahun calon tunggal (hanya calon wakil) karena ada yang OTT.

Kalau yang ditahan menang pilkada, tetap dilantik?

Banyak kemarin yang dilantik di tahanan ada, itu sah. Hanya tetap kita menggunakan asas praduga tidak bersalah. Setelah ada kekuatan hukum tetap atau inkracht, baru pemerintah menetapkan, oh dia harus diganti atau tidak.

Kenapa masih marak kepala daerah kena OTT, padahal kan sudah banyak contoh?

Aturan semua sudah ada. Memahami area rawan korupsi sudah kita sampaikan. Masa sama-sama pejabat enggak paham, mosok harus diawasi 24 jam kan enggak bisa. Kalau sudah tersangka OTT, kembali ke diri kita masing-masing. Karena setidaknya, termasuk saya juga, harus hati-hati, harus memahami area rawan korupsi.

Area rawan korupsi itu apa saja?

Sudah disampaikan itu terkait perencanaan anggaran, dana hibah dan Bansos, mekanisme pembelian barang dan jasa, jual beli jabatan, retribusi dan pajak. Itu area rawan korupsi. Masak harus kita awasi 24 jam. Urusan itu kan bagaimana masing-masing pribadi harus punya petahana harus memahami. Integritas harus kita amankan

Apa karena gaji kepala daerah kecil?

Ya kalau dibanding swasta ya rendah. Dibanding pegawai BUMN, ya rendah. Kenaikan gaji tergantung keuangan negara. Sekarang sedang konsentrasi di infrastruktur. 

 

agus supriyatna/AR-3

Tampilkan Semua

“Kita Akan Tindak Keras Penyebar ‘Hoax’ dan Ujaran Kebencian”

Rabu 21/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kekhawatiran terbesar dalam pilkada serentak 2018 adalah membanjirnya hoax dan fitnah yang dijadikan alat politik. Kemudian, politisasi isu SARA. Apalagi pilkada serentak tahun ini waktunya berdekatan dengan tahapan pemilu legislatif dan...
Selengkapnya

“Silakan PBB dan PKPI Tempuh Jalur Hukum”

Selasa 20/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan Rekapitulasi Nasional hasil verifikasi dan penetapan parpol peserta Pemilu 2019, KPU secara resmi menetapkan sebanyak 14 parpol dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebagai peserta Pemilu 2019, sedangkan dua parpol tidak memenuhi...
Selengkapnya

“Semua Elemen Transportasi Udara Diminta Antisipasi Cuaca Buruk”

Senin 19/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para calon penumpang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta semua elemen yang ada di transportasi udara, seperti maskapai, bandara, pengawas lalu lintas udara dan lainnya, untuk bersiap...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Muhammad Syaugi

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tuntutan masyarakat yang terus meningkat dalam pelayanan jasa search and rescue (SAR) membuat organisasi SAR di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Penyesuaian organisasi SAR ini juga karena adanya perubahan situasi dan kondisi Indonesia serta mengikuti perkembangan iptek.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2006 tentang Pencarian dan Pertolongan. Regulasi ini mengatur pelaksanaan SAR yang dikoordinasikan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pelaksanaan SAR ini meliputi banyak kegiatan. Aktivitas tersebut, antara lain usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, dan/atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya.

Dalam perkembangannya, selama ini sebagian orang berpikir setiap ada bencana masyarakat langsung bertanya kenapa Basarnas tidak hadir. Ini pemahaman yang salah. Setiap ada bencana, itu urusannya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Basarnas akan masuk jika sudah masa tanggap darurat atau ada korban jiwa. Untuk mengetahui lebih jauh apa saja yang telah dan akan dilakukan Basarnas, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawancarai Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, di kantornya, Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Tantangan Basarnas ke depan makin berat, program apa saja yang akan Anda lakukan sebagai Kepala Basarnas?

Sejak tahun lalu memimpin Basarnas, saya melihat lembaga ini memerlukan komunikasi yang lancar dengan anggotanya di seluruh Indonesia. Untuk itu, kami harus memiliki radio komunikasi yang menjangkau semua anggota Basarnas di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, saat ini kami telah memiliki. Saya ingin seluruh kapal yang dimiliki terpantau radar. Untuk ini, saya membuat program GPRS Tracking dan ini berhasil, sudah dijalankan. Saya mengintegrasikan yang ada di command center. Sebelum ini, kami punya infomasi yang tertuang dalam layar-layar informasi, namun belum terintegrasikan. Kami bisa langsung action jika terjadi musibah sekalipun di tengah laut, sambil berkoordinasi dengan lembaga terkait, seperti kepolisian, ambulans, rumah sakit, dan lainnya.

Dari program tersebut apa yang belum terealisasikan?

Yang belum dan saat ini terus kami upayakan adalah memiliki kamera satelit yang dapat melihat dan memantau seluruh wilayah di Tanah Air. Jika kami memiliki kamera tersebut, akan dapat memberikan respons cepat jika ada informasi musibah, baik itu di tengah laut, hutan, ataupun pegunungan sekalipun. Kami akan bisa memberikan pertolongan secara maksimal dengan melalui peralatan keselamatan yang kami bawa karena tahu seperti apa bencana tersebut.

Apakah hal ini cukup mendesak?

Kami berharap dapat memilikinya sesegera mungkin. Kamera satelit sudah seharusnya dimiliki negara. Sebab nanti yang menggunakan bukan hanya Basarnas, namun itu bisa mengatasi illegal fishing, pemantauan wilayah, dan lainnya. Kami sadar, alat ini cukup mahal dan mungkin ini belum menjadi prioritas. Walaupun demikian, kami berharap agar kami memiliki peralatan ini.

Terkait dengan SDM Basarnas bagaimana?

Kami mengakui dengan kecanggihan peralatan yang ada, kami perlu meningkatkan SDM, terlebih rescuers memiliki tugas khusus yang bukan dilakukan oleh petugas penolong biasa. Saat ini, kami memiliki Basarnas Spesial Group yang bisa saya gerakkan ke seluruh wilayah Indonesia. Jumlahnya 60 orang yang kemampuannya di atas rescuers yang biasa kami miliki. Satu tim Basarnas Spesial Group terdiri dari 12 orang.

Apakah sudah cukup jumlah rescuers yang ada?

Kami mencoba menambah personel rescuers yang kami miliki. Selama ini, kami terkena moratorium sebab karyawan Basarnas Aparat Sipil Negara (ASN). Kami telah bersurat ke Presiden dan bertemu dengan Menpan RB untuk meminta tambahan personel khusus, seperti perawat, dokter, dan lainnya. Akhirnya, kami mendapatkan tambahan 160 pegawai, untuk rescuers 110 orang dan sisanya untuk anak buah kapal. Kami berharap tahun ini juga ada tambahan.

Memang saat ini berapa jumlah personel Basarnas?

Saat ini di seluruh Indonesia personel kami hanya 3.500 orang di 38 kantor SAR dengan pos SAR 77 buah. Idealnya 7.000 orang. Hal ini untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada.

Dengan kekurangan SDM tersebut, bagaimana mengatasinya?

Kami menggunakan potensi-potensi SAR. Sesuai dengan undangundang, kami dapat menggunakan potensi SAR, yaitu bekerja sama dengan TNI, Polri, pecinta alam, mahasiswa yang memiliki kemampuan SAR. Alhamdulillah dengan bantuan dari mereka ini, walaupun kekurangan personel, kami masih dapat menjalankan tugas pertolongan saat terjadi bencana.

Bagaimana dengan peralatan yang dimiliki, masih ada yang kurang?

Ada. Saat ini, kapal-kapal kami levelnya paling panjang 60 meter, kebanyakan adalah 40 meter. Untuk itu, kami memerlukan kapal suplai yang lebih besar dari 60 meter panjangnya, mampu mengangkut minimal 450 ton bahanbahan untuk penyelamatan. Biasanya hanya mampu mengangkut bahan bakar sebanyak 50 ton. Dengan daya angkut lebih besar, makin efisien, cepat, dan tidak perlu kembali ke base untuk mengisi ulang bahan bakar saat melakukan penyelamatan. Dengan kapal suplai tersebut akan mampu mengangkut air bersih 100 meter kubik, bisa membawa alat untuk mendeteksi situasi bawah laut yang tidak bisa dibawa oleh kapal biasa, dan bisa dilandasi helikopter.

Sudah dimiliki kapal tersebut?

Tahun ini, kami sudah membeli dua unit menggunakan anggaran multi years karena harganya cukup mahal, tidak bisa kami beli dengan anggaran APBN biasa.

Apakah saat ini Basarnas sudah memiliki bagian pencegahan?

Itu dia. Saat dilantik saya sampaikan kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kalau Basarnas harus mempunyai bagian pencegahan yang selama ini belum ada. Jika ada bencana, kami baru hadir, kenapa tidak kami cegah. Akan tapi, kami paham mungkin belum ada peraturan terkait hal tersebut.

Seberapa penting bagian pencegahan tersebut?

Saya tegaskan itu cukup penting. Walaupun belum ada, kami bekerja sama dengan lembaga atau kementerian untuk melakukan pencegahan, seperti dengan Kementerian Pariwisata. Kami bersepakat untuk mencegah sebelum terjadi bencana. Contohnya di daerah pariwisata, kami hadir di sana. Jika ada sesuatu yang berpotensi bencana, akan kami beri tahu dan minta supaya berhati-hati.

Sudah adakah pemetaan daerah-daerah rawan bencana?

Berdasarkan pemantauan kami, setiap hari itu ada 10 hingga 17 bencana di seluruh Indonesia. Kami melihat daerah rawan bencana berada di lautan karena dua per tiga wilayah kita laut dan berpotensi menjadi bencana. Karena itu, kami fokus di wilayah laut.

Belum lama ini, Basarnas bekerja sama dengan Sri Lanka, kira-kira ke depannya akan menjalin kerja sama dengan yang negara lain?

Iya, Basarnas selalu membuka diri dengan negara lain yang ingin bekerja sama. Kami memiliki balai latihan besar di Jonggol, Jawa Barat. Di sana, kami melatih rescuers, ABK, dan teknisi. Terlebih lagi di sana kami bisa melatih SAR Darat, Laut, dan Udara. Dubes Sri Lanka ingin kami melatih personelnya. Ada juga dari Malaysia, yang akan ditindaklanjuti melalui penandatangan MoU.

Basarnas juga belajar dari negara lain?

Iya tentu. Kami perlu belajar dan melihat kemajuan Basarnas negara lain. Seperti Singapura punya Tim SAR untuk Negara, walaupun jumlahnya hanya 57 orang, tapi sangat profesional. Timnya cukup solid, mereka bisa diturunkan ke seluruh dunia untuk membantu jika ada bencana. Ini coba kami tiru.

Saat ini, kemampuan Basarnas Indonesia berada di level mana di tingkat internasional?

Kami akui, saat ini belum masuk level internasional. Harap dicatat, kami belum masuk level internasional bukan karena kemampuan, tapi karena persyaratan dan aturan yang harus dipenuhi, seperti kami harus punya gudang di satu daerah, dokter spesialis, dan lainnya. Untuk kemampuan tidak perlu diragukan. Pelayaran internasional di Selat Malaka jika terjadi sesuatu meminta pertolongan Basarnas, ditambah lagi keberhasilan kami menemukan pesawat AirAsia. Ini membuktikan kalau kami dipercaya pihak asing. Walaupun demikian, kami tetap mengincar level internasional dengan memenuhi persyaratan yang ada.

Beralih ke background pribadi, bisa diceritakan awal perjalanan karier Anda?

Saya mengawali karier militer dari Angkatan Udara, lulus Akabri tahun 1984. Saya memilih udara karena itu yang terbaik dan saya berhasil masuk berdasarkan kelulusan psikotes. Pada saat yang bersamaan, saya juga mendaftar kuliah di ITS jurusan teknik mesin. Untuk karier militer terus saya tekuni dengan sungguh- sungguh sehingga alhamdulillah berhasil mendapat predikat lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa.

Kenapa memilih karier di militer?

Ayah saya militer dari RPKAD. Saya terpacu ingin mengikuti jejaknya. Namun, awalnya ibu saya tidak mengizinkan karena seperti diketahui bahwa saat itu tentara itu susah, gaji kecil, dan lainnya. Akan tapi, hal itu tidak membuat saya down, namun makin semangat, terlebih ayah mendukung. Ayah pangkat terakhir Lentan Satu. Saya diharapkan bisa terus berkarier di militer melibihi dirinya. Saya buktikan, alhamdulillah saat ini saya berhasil meraih bintang tiga.

N-3

Tampilkan Semua

Sensor Robotik Mini untuk Asesori Digital

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa perangkat aksesoris seperti “Apple Watch” versi terbaru, memiliki kekurangan yakni ukuran layar yang kecil yang membuat perangkat ini sulit untuk digunakan. Ilmuwan komputer diUniversity Saarland kini telah...
Selengkapnya

Serat tipis Nanokarbon untuk Teknologi Antena

Sabtu 24/2/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Peneliti global mengembangkan sebuah metrik yang mereka sebut “specific radiation efficiency” atau efisiensi radiasi spesifik. Sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti di Rice University berhasil menunjukkan serat tipis. Serat...
Selengkapnya

Dari Cerita Diri hingga Transaksi Komersial

Sabtu 24/2/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komunitas Depok Menulis mewadahi para penggiat tulisan dengan fokus kegiatan tulis, baca, dan bahasa. Sejalan dengan perkembangan teknologi, menulis makin memiliki ruang. Tulisan dengan mudah disebarkan di berbagai portal maupun sekedar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta