Koran Jakarta | November 13 2018
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Perlu Lebih Agresif Kembangkan Energi Surya

Selasa 13/11/2018 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Jika tidak dimulai dari sekarang maka target bauran energi sektor EBT sebesar 23 persen pada 2025 mustahil bisa tercapai. Jika tidak dimulai dari sekarang maka target bauran energi sektor EBT sebesar 23 persen pada 2025 mustahil bisa tercapai.   JAKARTA - Pemerintah diminta bergerak cepat...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Perlu Lebih Agresif Kembangkan Energi Surya

Selasa 13/11/2018 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Jika tidak dimulai dari sekarang maka target bauran energi sektor EBT sebesar 23 persen pada 2025 mustahil bisa tercapai.

 

JAKARTA - Pemerintah diminta bergerak cepat membuka kemudahan investasi dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) terutama pembangunan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS), bagi pelaku industri energi di Tanah Air.

Semestinya, Indonesia mencontoh kebijakan visioner Arab Saudi dalam pengembangan EBT. Sebagai negara eksportir minyak dan memiliki cadangan minyak ratusan miliar barrel, Arab Saudi berambisi membangun PLTS berkapasitas 200 ribu megawatt (MW) hingga 2030.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara net importir minyak dengan cadangan hanya tiga miliar barrel, seharusnya lebih cemas dan selanjutnya lebih ambisius dari Arab Saudi dalam pengembangan energi terbarukan.

Direktur Eksekutif Energi Watch, Mamit Setiawan, menegaskan pengembangan EBT di Indonesia masih minim, bahkan secara konkret bisa dikatakan tidak ada.

Oleh karena itu, jika pemerintah tetap jalan di tempat seperti saat ini maka target bauran energi sektor EBT sebesar 23 persen pada 2025 mustahil bisa tercapai.

“Padahal, penghematan dari pemakaian EBT ke depan cukup besar. Jangan dihitung saat ini penghematannya, karena EBT nggak bisa dinilai saat ini. Upaya penghematan devisa tidak mungkin terwujud karena impor energi fosil masih tinggi,” papar Mamit, di Jakarta, Senin (12/11).

Pemerintah menargetkan kontribusi energi surya melalui PLTS mencapai 6,4 gigawatt (GW) pada 2025. Sampai saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat setidaknya baru 90 MW yang terpasang atau sekitar 1,3 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut Mamit, salah satu hambatan pengembangan PLTS di Indonesia adalah harga beli PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sangat rendah. Sebelumnya, patokan pembelian EBT dari PLN sebesar 15 sen dollar AS per kilowatt hour (kWh).

Namun, saat ini harganya hanya 6 sen dollar AS per kWh. “Dengan harga serendah itu tidak bisa menutup biaya produksi,” ungkap dia.

Mamit memaparkan EBT merupakan sumber energi utama masa depan, sehingga tidak ada pilihan bagi pemerintah selain segera membuka hambatan pengembangan energi terbarukan, terutama dari energi surya maupun angin.

“Pemakaian batu bara merupakan energi kotor yang polutif dan tidak berkelanjutan. Sebaliknya, dengan biaya panel surya yang makin menurun maka energi surya akan menjadi energi murah.

Begitu juga energi bayu,” tukas Mamit. Mamit menjelaskan energi surya sebenarnya lebih mudah dikembangkan di segala tempat, sedangkan energi bayu memerlukan lokasi yang banyak angin seperti di pesisir pantai.

Namun ada hambatan lain pengembangan energi surya yakni baterai tempat penyimpanan energi yang mahal dan belum bisa diproduksi di Indonesia. Mamit menyatakan Indonesia harus mencontoh kebijakan energi Arab Saudi.

Cadangan minyak mentah yang mencapai 266,2 miliar barrel dan produksi hampir 10 juta barrel minyak per hari tidak membuat negara itu terlena. Arab Saudi ingin melakukan diversifikasi energi, tidak cuma mengandalkan minyak bumi.

Diversifikasi ini bukan sekadar untuk ketahanan energi, tapi juga soal penerimaan negara. Arab Saudi dikabarkan akan membangun PLTS berkapasitas 200 ribu MW atau 200 gigawatt (GW) hingga 2030. Nilai proyek itu mencapai 200 miliar dollar.

Mamit pun mempertanyakan jika negara lain bisa mengembangkan EBT, mengapa di Indonesia tersendat. Padahal, kebergantungan Indonesia terhadap minyak sudah memicu defisit neraca migas.

Tidak Menggembirakan

Pakar Energi Terbarukan UGM, Ahmad Agus Setiawan, menambahkan dengan dibentuknya Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi pada 2010–2011 sebenarnya sudah ada kemauan pemerintah untuk lebih serius mendorong EBT.

Tapi, perkembangannya memang tidak menggembirakan. “Bottleneck-nya memang mesti segera diurai baik dari sisi harga, kemudahan investasi, dan dukungan fiskal lainnnya. Dan, harus cepat,” kata Setiawan.

Sebelumnya, pakar energi terbarukan dari Universitas Brawijaya Malang, Nurhuda, menegaskan pemerintah mesti secepatnya membuka semua hambatan pengembangan EBT terutama untuk pembangunan PLTS, serta mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam berbagai bentuk lain.

Hal itu mendesak dilakukan mengingat munculnya prediksi bakal terjadi kelangkaan minyak dunia dalam waktu dekat karena perusahaan minyak tidak bisa berinvestasi sepenuhnya untuk produksi ke depan. ers/YK/SB/WP

Tampilkan Semua

KPU Mesti Publikasikan Rekam Jejak Calon Legislatif

Selasa 13/11/2018 | 00:02
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memublikasikan rekam jejak calon legislatif (caleg) meskipun dari sisi caleg tidak ada kewajiban untuk itu. Permintaan ini disampaikan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraeni, Senin (12/11)...
Selengkapnya

Bupati Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selasa 13/11/2018 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Para kepala daerah juga diminta mencermati harga-harga bahan pokok agar jangan sampai terjadi gejolak karena akan meningkatkan inflasi.   JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para Bupati agar lebih memberdayakan...
Selengkapnya

UJI COBA ERP

Selasa 13/11/2018 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
UJI COBA ERP - Kendaraan melintas di bawah alat sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/11). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan uji coba sistem jalan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

PKB Tegaskan Logo Baru Tak Salahi Aturan

Senin 12/11/2018 | 04:56
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menjelaskan bahwa latar belakang merah-putih pada bendera PKB sangat berbeda dengan bendera kebangsaan Indonesia, sehingga tidak menyalahi aturan mengenai penggunaan bendera nasional merah-putih.

“Jelas dan clear bahwa itu bukan bendera kebangsaan, apalagi bendera kebangsaan yang sangat kita hormati itu memiliki kriteria dan ukurannya yang spesifik. Sangat berbeda dengan bendera PKB,” ujarnya saat dihubungi koran jakarta, di Jakarta, Minggu (11/11).

Daniel mengatakan bahwa desain bendera yang menggunakan latar corak merah-putih di belakang logo PKB tersebut khusus untuk kampanye resmi sosialisasi untuk Pemilihan Legislatif 2019 dan sudah terdaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Desain bendera tersebut membawa semangat PKB yang merupakan partai religius nasionalis. “Bahaya kalau dianggap melanggar karena sama saja menganggap bendera kebangsaan Indonesia sudah berubah, tidak rata merah putih lagi,” katanya. tri/AR-3

Tampilkan Semua

Kebinekaan Adalah “Sunatullah”

Senin 12/11/2018 | 04:42
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyebut Kebinekaan sebagai sunatullah (pemberian Tuhan) yang sudah final pada saat di-deklarasikannya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 dan diperkuat dalam Pancasila, sehingga tidak perlu...
Selengkapnya

Bupati Indramayu Tunggu Surat Resmi Kemendagri

Senin 12/11/2018 | 04:36
A   A   A   Pengaturan Font
PALU – Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono, mengatakan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Anna Sophana, tetap akan menjalankan tugasnya sebagai Bupati Indramayu sampai Mendagri menerbitkan SK...
Selengkapnya

Pembekalan Caleg Demokrat

Senin 12/11/2018 | 04:32
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato politiknya pada cara penutupan Pembekalan Caleg DPR-RI Periode 2019- 2024 Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (11/11). Dalam pidatonya SBY menyampaikan bahwa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Kunjungi Paus

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Paus Franciscus (tengah) bertukar cinderamata dengan Presiden Konfederasi Swiss, Alain Berset (kiri) dan istri, Muriel Zeender Berset, yang berkunjung ke kediaman pribadi Paus Franciscus, di Vatikan, Senin (12/11).

Tampilkan Semua

Hak Pilih Perempuan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kanselir Jerman, Angela Merkel (tengah) berfoto dengan peserta pertemuan dalam rangka ulang tahun seabad pengenalan hak memilih bagi perempuan dalam politik. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Sejarah Berlin, di Jerman, Senin (12/11).
Selengkapnya

AS Tuntut Pembunuh Khashoggi Segera Diajukan ke Pengadilan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sikap Amerika Serikat mulai terlihat tegas dengan meminta otoritas Saudi untuk segera mengadili pembunuh Khashoggi. WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, telah meminta pada Putera Mahkota Kerajaan Arab...
Selengkapnya

Tiongkok Tinjau Ulang Kasus Korupsi 100 Pejabat

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SHANGHAI - Pengadilan Tiongkok diwartakan kantor berita South China Morning Post (SCMP), akan meninjau ulang sekitar 100 kasus korupsi yang menjerat pejabat negara setelah mantan ketua jaksa penuntut di Shanghai dijatuhi hukuman seumur...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Layanan Cash Management

Selasa 13/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Pengoperasian WWTP

Selasa 13/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Kekhawatiran Data Inflasi AS

Selasa 13/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (13/11) diperkirakan stagnan dengan kecenderungan melemah karena sentimen dari eksternal khususnya kekhawatiran investor akan lonjakan inflasi di Amerika Serikat...
Selengkapnya

Penerbit Kartu Kredit Sasar Kaum Wanita

Selasa 13/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Penerbit kartu kredit menyasar kaum wanita sebagai target pasar potensial. Hal itu didasarkan pada pertimbangan peran wanita khususnya kaum urban yang lebih banyak membutuhkan alat pembayaran untuk menunjang keperluan belanja,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Pemkab Belitung Sejahterakan Rakyat lewat Pariwisata

Senin 12/11/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, sejumlah upaya dilakukan pemerintah daerah didukung pemerintah pusat, dalam hal ini Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar). Seperti dilakukan Kabupaten Belitung yang akan mengge­lar Festival Tanjung Kelayang 2018, di Pantai Wisata Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung (Babel) pada 15–19 November 2018.

Untuk mengetahui festival yang masuk dalam Top 100 Calender of Event Wonderful Indonesia 2018 ini wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas, berkesempa­tan mewawancarai Bupati Belitung, Sahani Saleh, usai peluncuran Festival Tanjung Kelayang 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta, belum lama ini. Beri­kut petikan selengkapnya.

Bisa diceritakan tentang kondisi sektor pariwisata Belitung?

Pariwisata merupakan sektor andalan dalam me­nyejahterakan masyarakat Belitung. Kontribusi pariwisata Kabupaten Belitung terha­dap pembangunan pada 2017 sebesar 34,59 persen atau mencapai sekitar 16,4 miliar rupiah. Dengan ditetapkan­nya Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas, pariwisata Belitung akan cepat maju serta meningkakan kesejahteraan masyarakat.

Seberapa besar komitmen Anda dalam mengembang­kan sektor pariwista?

Saya tegaskan kalau Pemer­intah Kabupaten (Pemkab) Belitung sangat berkomit­men mengembangkan sektor pariwisata. Hal itu dilakukan karena pariwisata terbukti da­pat menyejahterakan rakyat.

Terkait daya tarik wisata yang dimiliki?

Pada tahun 2017, Kabupat­en Belitung tercatat memiliki 69 daya tarik wisata berupa 44 alam, 21 budaya, dan 4 buatan. Sedangkan di Kabupaten Belitung Timur memiliki 39 daya tarik berupa 39 alam, 18 budaya, dan satu buatan.

Bagaimana dengan jumlah wistawan?

Jumlah kunjungan wisatawan ke Belitung pada tahun 2017 sebanyak 379.274 wisatawan, terdiri atas 9.358 wisman dan 369.916 wisnus. Kunjungan wisman ke Belitung terbanyak dari Korea Selatan, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Jepang sebagai top 5 serta Australia, India, Amerika Ser­ikat, Jerman, dan Inggris.

Bagaimana dengan akses transportasi?

Iya, unsur aksesibilitas teru­tama konektivitas penerbang­an langsung dari negara-nega­ra sumber wisman ke Belitung menjadi hal sangat penting. Bila sebelumnya Bandara HAS Hanandjoeddin hanya didarati pesawat charter flight dari Malaysia dan Singapura, mulai Senin pekan (29/10) Garuda Indonesia telah terbang secara reguler empat kali seminggu dari Singapura (SIN)-Tanjung Pandan (TJQ), Belitung-Singapura (SIN). Konektivitas penerbangan langsung ini akan mem­percepat terwu­judnya Tanjung Kelayang menjadi des­tinasi kelas dunia.

Terkait penerbangan lang­sung dari Singapura tersebut bagaimana tanggapan Anda?

Ini menjadi catatan sejarah, selama ini yang terjadi ha­nya carter flight Singapura–Tanjungpandan. Nah, kali ini perdana reguler flight. Kami sangat berharap, dengan ada­nya penerbangan reguler flight internasional ini bisa menarik ribuan wiswan datang ke Negeri Laskar Pelangi untuk berwisata, investasi, dan men­cari peluang bisnis.

Untuk jadwal penerbang­an kapan saja?

Jadwal penerbangan in­ternasional ini, Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Kami berharap ke depannya pener­bangan dapat ditingkatkan menjadi setiap hari sehingga akan lebih banyak menarik jumlah wisatawan ke Bumi Laskar Pelangi.

Apakah penerbangan ini sudah diperlukan?

Penerbangan reguler terse­but, memang suatu kebutuhan untuk menarik lebih banyak kunjungan wisman. Yang membuat kami senang lagi, Kemenpar akan membantu agar penerbangan reguler flight lain terwujud.

Apakah dengan pener­bangan langsung ini jumlah wisman akan bertambah?

Kami optimistis. Pener­bangan internasional ini akan meningkatkan 100 persen jumlah kunjungan wisatawan ke Belitung. Pa­ling tidak kurun satu pekan, ada sekitar 400 orang wisman berkunjung ke Belitung, lantaran dalam satu minggu empat kali penerbang­an interna­sional rute Singapura–Tanjung Pandan.

N-3

Tampilkan Semua

Inovasi Kreatif untuk Atasi Kemiskinan di Sumedang

Senin 29/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Kabupaten Sumedang merupakan wilayah yang berada di te­ngah antara Bandung dan Majalengka. Posisinya ini sebenarnya sangat mengun­tungkan, mengingat Sumedang akan menjadi penyangga dari pusat Ibu Kota Jawa Barat...
Selengkapnya

Pemkot Terus Entaskan Kemiskinan Rakyat Semarang

Senin 8/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perekonomian global yang menunjukkan risiko perlambatan pertumbuhan dalam jangka menengah, mengakibatkan menurunnya nilai mata uang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sejumlah wilayah di Indonesia, mencemaskan hal tersebut, termasuk...
Selengkapnya

Pemkab Terus Kembangkan Pariwisata di Ponorogo

Senin 1/10/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Tahun Baru Islam yang jatuh di bulan Muharam bertepatan dengan awal penanggalan kalender Jawa, yang dimulai dari bulan Suro. Bagi sebagian masyara­kat, satu Muharam atau satu Suro dianggap penting dan sangat lekat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Terima Rekor MURI

Senin 12/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri (kiri) menyerahkan piagam MURI kepada ketua penyelenggara Semen Indonesia Trail Run 2018, Sigit Wahono di Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/10). Semen Indonesia Trail Run 2018 yang diselenggarakan di Kawasan Area Pabrik dan Pascatambang Pabrik Gresik Semen Indonesia, tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Lomba Lari Trail Pertama di Kawasan Pabrik Semen dan di Area Pascatambang Pabrik Semen.

Tampilkan Semua

Sulitnya Mengejar Target Sejuta Rumah

Senin 12/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyediaan perumahan bagi masyarakat merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 angka backlog (kekurangan pasokan) rumah tercatat 11,4...
Selengkapnya

Inventarisasi Lahan untuk Proyek Rumah Subsidi

Senin 12/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian PUPR mengakui masih ada sejumlah kendala masih membayangi program sejuta rumah. Kendala paling besar adalah lahan semakin berkurang dan harga terus meningkat. Selain itu, dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) tidak ada...
Selengkapnya

Transformasi Rumah Tua dalam Selera Muda

Jumat 9/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah tua tidak selamanya berkesan tua. Tetapi, rumah model tua dapat memiliki tampilan lebih muda. Warna kuning cerah mampu mengubah rumah lama terkesan lebih kini. Salah satunya rumah karya arsitek, Maricle Scalambro yang berada di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Reds Run 2018

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Dari kiri: Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra, Pemain Legendaris MU, Teddy Sheringham, dan Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, berbincang seusai mengikuti Reds Run 2018 di Kawasan GBK, Jakarta, Minggu (11/11). Dukungan PT Smartfren Telecom, Tbk untuk kedua kalinya dikegiatan ini seiring dengan semangat #GoUnlimited.

Tampilkan Semua

Laptop Baru Banyak Pilihan Warna

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Merek notebook, Nexstgo, kini hadir di Indonesia dengan dengan dua merek untuk pasar yang berbeda. Merek yang telah sukses di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Thailand, mengusung dua merek laptop untuk pasar berbeda. Untuk...
Selengkapnya

Performa Canggih Ponsel Menengah

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Seri ponsel menengah bawah Honor 8X, telah dipasarkan dengan harga 3,999 juta rupiah. Dengan system on chip eksklusif Kirin 710, ponsel ini menawarkan beberapa kelebihan yang biasanya terdapat pada ponsel unggulan. Dari sisi tampilan, 8X...
Selengkapnya

Model Baru Transportasi “Online”

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebuah perusahaan rintisan atau startup transportasi online baru menawarkan keunikan tersendiri dari yang sudah ada. Tarif ditentukan dalam cluster harga tertentu dan saldo pengemudi tidak dipotong setelah transaksi. Popularitas...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Mobil Korea Kembangkan Atap Panel Surya

Rabu 7/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Mobil listrik secara tidak langsung masih mengeluarkan emisi karbon, jika sumber yang dipakai berasal dari sumber tenaga batubara, ataupun bahan bakar diesel. Agar mobil listrik nol emisi dan mampu memproduksi lsitrik sendiri, produsen mobil asal Korea, Kia dan Hyundai, memasang teknologi panel surya pada atap yang disebut dengan “solar roof.”

Dengan “solar roof” mobil Hyundai dan Kia memungkinan mobil dapat mengisi baterai sendiri. Panel surya akan menangkap foton dari sinar matahari kemudian diolah menjadi energi yang disalurkan langsung ke mesin atau disimpan pada baterai pada kendaraan jenis hibrida dan listrik. “Generasi ketiga dari teknologi ini akan melihat pengenalan atap solar yang ringan untuk kendaraan listrik baterai,” kata Wakil Presiden Hyundai Motor Group, Jeong- Gil Park, dalam rilisnya, belum lama ini.

Hyundai Motor Group mengembangkan tiga jenis sistem pengisian atap surya. Sistem generasi pertama untuk hibrida, teknologi generasi kedua menggunakan sistem solar roof semi-transparan ke kendaraan pembakaran internal (ICE). Adapun generasi ketiga dari teknologi ini akan mengenalkan solar roof berbobot ringan untuk kendaraan listrik menggunakan baterai. Sistem pengisian listrik terdiri atas panel surya, pengontrol, dan baterai.

Ketika panel menyerap cahaya matahari, benda ini akan menciptakan elektron dalam sel silikon yang memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik. Pada sistem generasi pertama yang diterapkan pada model hibrida, dibuat dari struktur panel surya silikon yang terintegrasi ke dalam atap mobil standar. Sistem ini mampu mengisi 30 hingga 60 persen baterai, tergantung kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya.

Atap surya semi-transparan generasi kedua sebelumnya dengan penerapan kendaraan pembakaran internal , diintegrasikan dengan sunroof panoramic, membiarkan cahaya masuk ke kabin, sambil mengisi daya baterai kendaraan pada saat yang bersamaan. Sedangkan sistem generasi ketiga masih yang saat ini masih dalam tahap pengujian, dirancang untuk dipasang pada kap mesin dan atap mobil listrik. “Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik yang terintegrasi ke dalam kendaraan kami,” ujar Jeong.

Menurut Jeong, atap matahari membuat mobil tidak lagi secara pasif mengonsumsi energi, tetapi akan mampu memproduksi energi secara aktif.

Ia meniai cara ini menarik bagi bagi Hyundai dan Kia untuk merancang teknologi untuk membantu konsumen beralih dari pengguna energi menjadi produsen energi. Jeong menuturkan Hyundai Motor Group akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019. Langkah ini ditempuh guna memenuhi target regulasi global dan meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. hay/E-6

Tampilkan Semua

Skutik Listrik Ramah Lingkungan

Rabu 7/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Skutik premium dari Honda bukan hanya memiliki varian mesin bakar, dan mesin hibrida, namun juga memiliki varian listrik. PT Astra Honda Motor pada pameran IMOS 2018 menghadirkan PCX Electric. PCX listrik dilengkapi dengan Honda Mobile...
Selengkapnya

Varian Motor Baru di IMOS 2018

Rabu 7/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pameran sepeda motor terbesar, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), menjadi ajang para APM (agen pemegang merek) meluncurkan motor-motor terbaru, dengan beragam model dan fitur teknologi. Pada ajang...
Selengkapnya

“Entry Hatchback” Jadi Primadona Baru

Rabu 31/10/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penjualan Toyota tercatat positif selama September 2018. Pabrikan Asal Jepang ini berhasil meraih angka penjualan di wholesales (WS) 29.821 unit dengan pangsa pasar Toyota naik menjadi 32 persen, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Cavani Kian Benamkan Monaco

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

PARIS – Hattrick penyerang Paris St Germain Edinson Ca­vani membenamkan tuan rumah AS Monaco ketika klub ibu kota itu unggul 4-0 dalam pertandingan di Sta­de Louis II, Monaco, Prancis, Senin (12/11) dini hari WIB.

Namun penyerang Uru­guay itu memerlukan dua kali sedikit bantuan dari VAR ketika timnya meraih kemenangan beruntun ke-13 di Liga Pran­cis. Satu gol lainnya diciptakan bintang Brasil Neymar.

Kemenangan meyakinkan ini membawa sang juara ber­tahan unggul 39 poin, namun di sisi lain membuat Thierry Henry masih mencari keme­nangan perdananya sebagai pelatih Monaco, yang terpuruk di peringkat kedua dari bawah klasemen dengan tujuh poin.

Cavani membawa tim tamu memimpin pada menit keem­pat, melakukan pengaturan waktu dengan sangat baik un­tuk menyambar umpan silang dari Neymar, namun gol itu baru disahkan setelah penin­jauan VAR untuk melihat apa­kah ia berada dalam posisi “on­side.”

Ia kembali mengemas gol untuk sang juara bertahan tu­juh menit kemudian, menyam­bar operan Moussa Diaby yang kemudian memantul melewati garis gawang, dan setelah kem­bali ditinjau melalui VAR, wasit Ruddy Buquet menunjuk ti­tik tengah sebagai tanda bahwa gol itu telah dikonfirmasi.

Tidak ada ke ra guan terkait gol k e t i g a Cavani, ketika ia berger­ak di tiang jauh untuk kembali menyambar bola dari jarak dekat, meleng­kapi trigolnya pada menit kedelapan ba­bak kedua.

Neymar menam­bah penderitaan Monaco dengan membukukan pen­alti pada menit ke- 64. AFP/S-1

Tampilkan Semua

Henrikh Mkhitaryan Selamatkan Arsenal

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Catatan tak terkalahkan Arsenal nyaris saja berhenti setelah Wolverhampton unggul sejak menit 13 lewat gol Ivan Cava­leiro, di Stadion Emirates, Senin (12/11) dini hari WIB. Namun gol Henrikh Mkhtaryan di empat menit jelang laga usai...
Selengkapnya

“Nyonya Tua” Makin Kokoh

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
TURIN – Juventus semakin kokoh di puncak persaingan Liga Serie A setelah unggul 2-0 saat dijamu Milan di San Siro, Senin (12/11) dini hari WIB. Dua gol Juventus masing-masing dicetak Mario Mandzukic dan Cristiano Ronaldo dan...
Selengkapnya

“Derby” Manchester Milik “Citizen”

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Guardiola tidak ingin para pemain­nya terlena meski City berada di pun­cak klasemen. MANCHESTER – Persaingan dua tim sekota Manchester City dan Manchester United dengan masing-masing pelatih ikonik antara Pep Guardiola dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Pertumbuhan dan Kemiskinan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Oleh Dr Eko Setiobudi, SE, ME

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sampai September 2018 (kuartal III) sebesar 5,17 persen. Sedangkan kuartal II/2018 sebesar 5,27 persen. Artinya, ada penurunan sebesar 0,1 persen. Jawa berkontribusi 58,57 persen (tumbuh 5,74 persen), Sumatera berkontribusi 21,53 (tumbuh 4,72), Kalimantan 8,07 (tumbuh 3,45), dan Sulawesi 6,28 (tumbuh 6,74). Kemudian, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,04 (tumbuh minus 0,65), Maluku dan Papua 2,51 (tumbuh 6,87).

Dari data tersebut terlihat Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Artinya disparitas atau kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa masih cukup besar. Fakta ini menjadi kontraproduktif dengan data distribusi kemiskinan di berbagai daerah sampai Maret tahun 2018. BPS menyebutkan, jumlah penduduk Jawa 136,45 juta jiwa.

Angka kemiskinan Maret 2018 sebesar 8,94 persen. Jumlah penduduk miskin di Jawa (6 provinsi) sekitar 12,2 juta. Sementara itu, data total penduduk miskin 9,82 persen atau 25,95 juta orang. Dengan demikian, dapat dikatakan, setengah penduduk miskin tersebar di Jawa. Sedangkan, Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua angka kemiskinannya 21,20 persen atau 1,3 juta orang dari total jumlah penduduk kedua tempat tersebut sekitar 6,17 juta jiwa.

Maka, terjadi paradoks. Di satu sisi Jawa penopang pertumbuhan ekonomi, sisi lain, juga penyumbang kemiskinan tertinggi. Berbagai studi menyebutkan, ada hubungan positif antara pertumbuhan ekonomi dan penguranggan kemiskinan. Misalnya, Mankiw (1995), menyebutkan, dengan pertumbuhan ekonomi berarti terdapat peningkatan produksi. Ini menambah lapangan pekerjaan yang akhirnya mengurangi kemiskinan.

Sementara itu, Sukirno (1999) menyatakan, pertumbuhan ekonomi merupakan syarat keharusan pengurangan kemiskinan. Adapun syarat kecukupannya (sufficient condition), pertumbuhan tersebut efektif dalam mengurangi kemisknan. Artinya, pertumbuhan tersebut hendaknya menyebar di setiap golongan pendapatan, termasuk penduduk miskin (growth with equity).

Faktor-faktor

Dengan demikian, tergambar bahwa pertumbuhan ekonomi sampai saat ini belum memihak orang miskin. Untuk menjawab ini, harus melihat faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sampai kuartal III/2018.

Faktor penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2018 konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,01 persen yoy di kuartal III 2018 atau dengan berkontribusi sebanyak 55,26 persesn terhadap PDB. Angka ini meningkat dibanding kuartal III 2017 sebesar 4,93 persen.

Sisi investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,96 persen atau berkontribusi 32,12 persen terhadap PDB. Konsumsi pemerintah tumbuh 6,28 persen atau berkontribusi 8,70 persen terhadap PDB. Kinerja ekspor tumbuh 7,52 berkontribusi 22,14 persen pada PDB. Namun, masih kalah dari pertumbuhan impor 14,08 persen yang membuat -22,81 persen pada PDB. Impor juga menyumbang defisit sehingga mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi.

Faktor lain, kontribusi pertumbuhan lapangan usaha khususnya industri pengolahan yang menyumbang 19,88 persen dari PDB. Kemudian industri batu bara dan pengilangan migas turun sebesar 1,63 persen. Kemudian, industri nonmigas naik 5,01 persen. Jasa Perusahaan berkontribusi 1,77 persen. Industri informasi dan komunikasi berperan 3,75 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani sektor rumah tangga (PK-LNRT) sebesar 8,54 persen. Angka ini kurang signifikan karena hanya menyumbang 1,19 persen terhadap PDB.

Dampak faktor-faktor tersebut pada penguranggan kesenjangan pendapatan (seperti investasi dan pertumbuhan lapangan usaha) kontribusinya cukup kecil dibanding faktor konsumsi. Maka, pemerintah harus fokus pada kebijakan yang dapat mendorong peningkatan pendapatan dari orang miskin melalui program memperbesar kesempatan-kesempatan berpartisipasi dalam pertumbuhan. Hasilnya memperbesar laju penurunan kemiskinan.

Sebut saja melalui kebijakan dan program pengendalian inflasi dalam rangka menjaga daya beli masyarakat. Ini khususnya di Jawa. Bauran kebijakan dalam rangka mengendalikan inflasi baik dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, BI maupun instansi-instansi lainnya akan cukup efektif mengurangi kemiskinan di Jawa.

Sementara itu, di luar Pulau Jawa, penurunan inflasi, penurunan harga beras serta program bansos pemerintah dirasakan kurang efektif membantu kontribusi orang miskin dalam pertumbuhan. Sebab pada dasarnya, penduduk luar Jawa termasuk di Maluku dan Papua, memiliki jenis pekerjaan ssebagai petani, pekebun serta nelayan. Hal ini memang tidak terpengaruh signifikan terhadap naik/turun inflasi, khususnya makanan pokok.

Kebijakan lain yang tidak boleh dilupakan mengenai dana desa (DD) harus ditempatkan sebagai instrumen fiskal bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan. DD menjadi salah satu instrumen menurunkan kemiskinan sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah di lingkungan perdesaan.

Jika menilik ke belakang, terdapat tren kenaikan alokasi DD dalam postur APBN dari tahun ke tahun. Tahun 2015 jumlah DD 21,7 trilun rupiah. Berturut-turut naik: Tahun 2016 menjadi 49,6 triliun, 2017 mencapai 60 triliun, dan tahun ini masih sama sekitar 60 triliun dengan sasaran 74.958 desa.

Semenjak UU tentang Desa, kenaikan DD memang meningkat siginifikan. Sayang, tren penurunan angka kemiskinan perdesaan cukup kecil. Alhasil, banyak pihak mempertanyakan efektifitas DD baik secara peruntukan maupun pengunaannya yang dianggap tidak tepat sasaran sehingga kurang berdampak pada penguranggan angka kemiskinan.

Maka, fokus alokasi DD harus diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam serta lingkungan secara berkelanjutan. Harapannya, akan muncul spasial ekonomi desa dalam bentuk Klasterisasi perdesaan berbasis potensi. Di antaranya, desa wisata, pertanian, nelayan, serta klaster-klaster lain sesuai dengan potensi desa tersebut.

Jika ini mampu berjalan sinergis, bukan semata-mata menguranggi kemiskinan. Lebih hakiki, mendorong orang miskin untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, ini akan menjawab keresahan publik dan pertumbuhan ekonomi berpihak kepada orang miskin. 

Penulis Dosen STIE Tribuana Bekasi

Tampilkan Semua

Antisipasi Banjir DKI Jakarta

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Banjir bagi sebagian warga, terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai maupun wilayah yang selama ini tergenang banjir bila musim hujan, harus waspada lebih awal. Sebab, hujan sudah mulai menyapa Jakarta dan sekitarnya. Antisipasi...
Selengkapnya

Memaknai Hakikat Pendidikan Berbasis Rumah

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Home Learning Penulis : Natalia, Ning, dan Yulianti Cetakan : Pertama, 2018 Penerbit : Gramedia Tebal : 190 halaman ISBN : 978-602-03-8086-5 Mendidik buah hati dengan baik harapan setiap ayah ibu. Namun, tidak semua orang...
Selengkapnya

Rapor Merah Kepala Daerah

Senin 12/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Dinda Balqis Komisi Pembe rant a san Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, sebagai kepala daerah ke-100 yang diproses sejak tahun 2004. Sunjaya ditangkap KPK terkait dugaan jual beli jabatan Pemerintahan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Ayu Widyaningrum Bagi Tips Perawatan Kecantikan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Beberapa tahun belakangan ini kian marak tindakan mempercantik diri secara instan di klinik estetika atau yang kerap disebut klinik kecantikan. Ternyata, tindakan ter­sebut memiliki resiko yang besar, apalagi jika tidak ditangani dengan ahlinya lewat cara yang tepat . Salah satu resikonya tentu adalah kemungkinan adanya efek samping atau kerusakan pada kulit dan wajah.

Model, aktris, dan juga dokter estetika Ayu Widyaningrum yang memiliki Widya Esthetic Clinic mengingatkan, bagi siapa saja yang ingin mem­percantik wajah lewat tindakan di klinik kecantikan, maka hendaklah memperhatikan syarat penting dalam melakukan tindakan mem­percantik diri.

“Sebelum melakukan perawatan, baiknya pastikan dulu dokter yang melakukan tindakan itu adalah dokter yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP) dokter. Kita juga harus memastikan dokter yang menangani kita sama dengan yang tertera di SIP tersebut. Pastikan fotonya di SIP sama dengan dokter yang ada di depan kita. Jangan mau dita­ngani oleh orang yang berbeda dengan yang ada di SIP, apalagi oleh perawat," ujar dr Ayu memberikan tipsnya, ditemui saat sesi pemotretan di Sugi Salon, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ayu pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan jangan sembarangan memi­lih tempat perawatan, apalagi yang tidak berizin resmi. Ayu juga meminta pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan (Depkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar bekerjasama dalam menciptakan regulasi yang ketat terkait praktek klinik-klinik kecantikan yang kian marak belakang­an ini. "Depkes dan IDI harus segera tegas, kalau tidak akan berbahaya bagi pasien awam," tandas pemilik klinik kecantikan di Banjarmasin ini.

Ayu menyadari, permintaan terhadap tindak­an mempercantik diri memang kian marak. Ayu mencontohkan, pasien yang didominasi kalang­an wanita biasanya yang paling sering meminta tindakan penirusan wajah. "Mereka rata-rata minta meniruskan wajah. Tentu saja sesuai dengan rekomendasi dari kami sebagai dokter. Jadi harus lewat proses konsultasi dulu. Nggak boleh asal melakukan tindakan, karena se­tiap pasien tentu memiliki gestur wajah yang berbeda-beda," tukas Ayu. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Perpaduan Kontras Koleksi Spring/Summer 2019

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Biyan Wanaatmadja atau yang lebih dikenal dengan nama Biyan kembali mengeluarkan koleksi terbarunya untuk koleksi musim semi (spring) dan musim panas (summer) 2019, melalui labelnya, Studio 133 Biyan. Labelnya ini berawal dari...
Selengkapnya

Teknologi Ponsel untuk Mendeteksi HIV

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebuah perangkat mobile diciptakan untuk memantau penanganan HIV di daerah-daerah yang memiliki sumber daya pencegahan HIV terbatas atau di negara berkembang. Human immunodeficiency virus 1 (HIV) merupa­kan gangguan autoimun yang...
Selengkapnya

Meisya Amira Bintangi Film Komedi Perdana

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sukses membintangi film drama "Revan & Reina", satu film lagi dibintangi oleh aktris Meisya Amira di ta­hun ini. Kali ini, Meisya turut membintangi film bergenre komedi bertajuk "Sesuai Ap­likasi" yang juga dibintangi oleh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Pemprov Harus Berani Bongkar Tower Bodong

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak hanya berani menebang papan billboard atau papan reklame saja. Menurutnya, Pemprov harus berani menebang tower-tower mikrosel swasta tanpa izin alias bodong, yang berdiri di atas tanah milik pemda.

“Tower-tower yang ada di tanah pemda dan tidak membayar sewa harus segera disegel dan ditebang juga dong, dan penyimpangannya dilaporkan juga ke KPK, polisi, atau kejaksaan,” ujarnya kepada wartawan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/11).

Terkait tower mikrosel jaringan internet ilegal ini, pihaknya menduga ada permainan antara oknum dinas dan juga perusahaan pemilik tower. Sebab, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah menyatakan bahwa pembangunan tower itu ilegal.

“Karena tak kunjung ada pembongkaran tower. Padahal rekomendasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), menyatakan telah ada pelanggaran dan meminta Satpol PP menindak 5.000 tower, sudah diterbitkan sejak beberapa bulan lalu,” kata politisi Gerindra yang kembali maju sebagai Caleg Petahana dari daerah pemilihan Jakarta Utara ini.

Dia menduga, ada permainan dari oknum dinas dan perusahaan, sehingga rekomendasi pembongkaran tidak dijalankan. “Nanti kami akan menanyakan kepada pihak terkait,” ucapnya.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif, juga mengaku curiga ada permainan yang ditutupi oleh oknum-oknum tertentu, demi melindungi penyimpangan tower mikrosel ini. Untuk itu, ia meminta aparat hukum untuk turun tangan menyelidiki penyimpangan pembangunan ribuan tower, di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta ini.

Pihaknya menduga ada kerugian hingga triliunan rupiah, akibat perusahaan tidak membayar kepada kas daerah. Padahal, perusahaan itu sudah menggunakan aset milik pemprov. “Kalau tidak ada penindakan, kerugian ini akan semakin membengkak,” katanya.

Kepala Dinas PMPTSP Edy Junaedi, mangakui telah mengeluarkan daftar 12 perusahaan tower mikroselular yang melakukan pelanggaran perizinan. Pihaknya juga telah menyerahkan 12 nama perusahaan tersebut lengkap dengan titik lokasi berdirinya tower kepada Satpol PP untuk dieksekusi. Selain itu, instansinya juga masih melakukan pendataan dan kemungkinan jumlah 12 itu masih akan bertambah.  pin/P-5

Tampilkan Semua

1.400 Relawan Banjir Disiapkan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hadapi musim hujan, Pemprov DKI Jakarta pastikan semua siaga. Mulai dari relawan hingga kesiapan pompa air yang tersebar di kawasan rawan banjir JAKARTA -Sebanyak 1.400 relawan disiakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk...
Selengkapnya

Haruskah Wisata Ibu Kota Jalan di Tempat?

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kawasan Kota Tua dan Kepulauan Seribu telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional sejak lama. Namun, pengembangan sektor pariwisata di Ibu Kota seperti jalan di tempat. Padahal, sektor pariwisata ini...
Selengkapnya

Sistem Ganjil Genap Terus Diterapkan

Selasa 13/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Kepala Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihantono, menyatakan kebijakan ganjil-genap akan terus berlaku sebelum jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) diterapkan. “Saya sarannya kalau bisa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Kami Akan Menurunkan Alat Canggih untuk Menemukan “Black Box”

Senin 12/11/2018 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Operasi SAR pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-L QP di perairan Karawang telah ditutup secara terpusat oleh Basarnas. Penutupan terpusat memiliki arti tim dari Kantor Pusat Basarnas selesai.

 

Namun, operasi SAR akan dilanjutkan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung. Dua tim ini akan terus melaksanakan siaga dan penyisiran di Last Know Positioning (LKP) dan pesisir pantai Tanjung Pakis.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait langkah yang akan dilakukan, berikut perbincangan Koran Jakarta dengan Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, akhir pekan lalu.

Basarnas telah menghentikan pencarian, bagaimana dengan KNKT?

Tim kami akan tetap mencari black box semampu kami. Kami belum tahu sampai kapan pencarian ini bisa kami lakukan. Kami juga memutuskan tidak ada batas waktu. Artinya, di sini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menemukan CVR. Jadi kalau masih sebulan, dua bulan lagi, ya kita akan berusaha sekuat tenaga dan semampu kita.

Jadi CRV harus ditemukan, mengapa?

Iya, CVR begitu penting di samping flight data recorder (FDR) untuk menguak kecelakaan pesawat di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, itu.

Hal tersebut lantaran kami ingin mengetahui kemungkinan adanya human factor dalam kecelakaan. Kita butuh juga CVR ini, apa sih yang dibicarakan antarkedua pilot tersebut. Nanti akan berhubungan masalah training, human factor, masalah argonomi dari pesawatnya, apa pun.

Mengenai biaya pencarian bagaimana?

Terus terang, masalah biaya ini menjadi juga pertimbangam kami karena biaya pencarian black box ini cukup masif dan melibatkan banyak main equipment yang kita dapatkan dari dalam dan luar negeri.

Akan tetapi, yang menjadi fokus kami saat ini adalah bagaimana menemukan CVR tersebut. Kami yakin nanti akan ada pihak-pihak yang ingin membantu.

Siapa saja yang membantu?

Saya tidak hafal, karena banyak bantuan-bantuan yang mereka tidak menyebutkan dari mana, seperti kapal-kapal yang diperbantukan dari SAR, Baruna Jaya, bantuan-bantuan dari pemerintah yang lain.

Terkait proses pencarian nantinya akan menggunakan alat apa?

Kami akan menurunkan alat canggih untuk menemukan black box, alat tersebut bernama sub-bottom profiling yang bisa mendeteksi keberadaan black box meski terendam lumpur sampai kedalaman empat meter.

Kapan akan digunakan?

Alat ini belum diterjunkan karena saat ini masih dalam proses persiapan di Surabaya. Dan perlu persiapan karena barangnya perlu di-install di kapal memerlukan waktu peng-install-annya sekitar dua sampai tiga hari sambil kapalnya berlayar menuju Jakarta.

Infonya akan ada alat yang berasal Amerika Serikat?

Oya benar, alat bernama ping locator finder tersebut merupakan yang paling canggih di dunia. Sebelumnya sudah kita gunakan empat unit dan segera akan kita gunakan dua lagi. Dengan begitu, kita harapkan akan segera ditemuakan CVR tersebut.

Untuk kapal laut berapa banyak yang dioperasikan?

Jika kapal yang besar ada empat unit. Pertama yakni Baruna Jaya, lalu kapal khusus yang digunakam untuk mengangkut Remotely Operated Vehicles (ROV).

Terus satu lagi kapal tongkang untuk menaruh serpihan-serpihan yang kita angkat dari laut, terus satu lagi ada kapal penyedot lumpur. Ada juga speedboat-speedboat yang kecil, yang kebetulan dari Basarnas juga sudah mendukung speedboat untuk kita membuat operasional pencarian CVR. m zaki alatas/AR-3

Tampilkan Semua

Kami Akan Terus Mengawal Seluruh Operator Penerbangan

Rabu 7/11/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sepekan lebih tragedi kecelakaan Lion Air Boeing 737 Max 8 registrasi PK-LQP, ternyata masih menyisakan misteri yang belum terungkap, mulai dari nasib sebagian besar para korban yang belum ditemukan, masalah teknis, kelalaian pihak...
Selengkapnya

Tidak Ada Data Kependudukan yang Diselundupkan

Senin 5/11/2018 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Daftar Pemilih Tetap (DPT) kembali jadi sorotan. Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempersoalkan temuan data 31 juta penduduk yang belum masuk DPT, padahal sudah melakukan...
Selengkapnya

Cari Titik Kesadaran Kolektivitas Hadapi Perbedaan Pilihan Politik

Jumat 26/10/2018 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tahun 2019 mendatang merupakan tahun politik bagi Indonesia. Sejak tanggal 23 September 2018, para peserta Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai memasuki masa kampanye. Polarisasi masyarakat yang telah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Minum Air Rebusan Pembalut Perempuan

Sabtu 10/11/2018 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Saya kurang tega menuliskan di judul, sehingga memakai singkatannya “air rebusan pembalut perempuan (ARPP)” yang terkesan horor, mengerikan. Tapi ini yang dijumpai di banyak tempat di Jawa Tengah.

Di daerah Grobogan, Kudus, Pati, Rembang, dan Semarang bagian selatan, beberapa anak usia 13–16 tahun berkumpul. Mereka ini merebus bekas pembalut perempuan, yang masih ada sisa-sisa bercak darah, sampai mendidih, mendinginkan, dan kemudian meminumnya.

Menurut mereka yang tertangkap dan sempat diperiksa—walau tidak ditahan, karena pembalut perempuan bukan termasuk benda berbahaya atau terlarang—mereka mengejar sensasi, mengejar halu— halusinasi, setengah mabuk, setengah fly—merasa ringan gerakan dan seakan bebas bisa apa saja.

Sejak jenis narkoba naik harganya dan makin sulit, demikian juga harga lem untuk dihisap, ARPP adalah cara murah unruk bisa fly—meskipun kenyataaanya mengerikan, dan membuat mereka tak ingin mengulang.

Bukan kecanduan, tapi halu-nya demikian menakutkan. Itu pengakuan dari mereka yang mencoba. Jumlah mereka ini tidak—atau belum, banyak. Namun merisaukan, karena mencemaskan dan tindakannya tidak wajar, tidak logis.

Pembalut, pastilah mengandung zat penyerap cairan, juga campuran zat lain yang tidak untuk masuk ke dalam tubuh. Keinginan fly pun sebenarnya mencari sensasi.

Tak ada hubungannya darah dari menstruasi menyebabkan mabuk. Namun memang masalahnya di situ. Mereka mencoba apa saja, bahkan makin tidak masuk akal, makin dijajal.

Korban minuman oplosan memperlihatkan bukti itu. Kematian siasia tidak juga menghentikan “generasi baru” untuk menjajal, dengan akibat fatal.

Pembalut perempuan yang digunakan saat menstruasi, termasuk barang “modern”. Dulunya kaum perempuan menggunakan inding—kain yang khusus sebagai pembalut. Kain ini dijaga dengan baik, diduci sendiri oleh pelakunya, disimpan rapi. Ada rasa malu atau enggan diketahui orang lain.

Pastilah karena berhubungan dengan adat, karena menyangkut menstruasi. Bahwa ada yang menggunakan air cucian inding untuk penangkal jerawat, atau agar dicintai kekasihnya, adalah bagian dari mitos yang tak pernah dibuktikan benar atau tidaknya.

Tapi yang sekarang ini sungguh mengerikan. Tak perlu mitos atau dongeng, atau pembenaran lain, anak-anak yang belum berpengalaman selain keberanian menjajal. Satu kelompok di suatu tempat menjajal, esoknya sudah di tempat yang berbeda, ada yang mencobai.

Situasi yang sama—anak remaja yang ngaggur dan ngawur, yang madesu—masa depan suram, yang belum memahami harga sebuah nyawa, yang merasa jawara, dan sebab-sebab lain yang tak terjelaskan, melakukan itu.

Meniru sampai membentur batas terakhir daya tahan. Keterpurukan kesadaran ini sebenarnya keadaan halu itu sendiri, fly itu sendiri. Di penjara, saya melihat belasan racikan yang tak sehat: campuran kopi, minyak tanah, obat nyamuk, misak gosok, pil penenang yang terus dicoba.

Korban melepuh atau berubah wajah, atau bahkan meninggal tidak juga menghentikan keinginan mereka berhalu. Barangkali selalu ada kelompok yang tak mampu menguasai diri, yang tergoda berbuat nekat, tapi tak tahu, yang tak tahu jati dirinya, atau hubungannya dengan sekitar.

Mereka inilah yang menjadi korban karena kemauan dan kesalahannya sendiri. Mudah-mudan peminum ARPP tidak menjalar, terutama karena efek halunya mengerikan.

Mudah- mudahan begitu dan bukan karena terlalu ngeri ada yang ingin menyoba. Membuktikan sesiayi yang sebenarnya sia-sia.

Tampilkan Semua

Akhmad Fauzi

Sabtu 10/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur baru saja melaksanakan proses pemilihan rektor untuk masa bakti 2018- 2022. Pada rapat senat tertutup pemilihan 19 Oktober 2018, Wakil Rektor II, Prof Dr Ir Akhmad Fauzi MMT...
Selengkapnya

Cahaya Biru Dapat Mengurangi Risiko Tekanan Darah

Sabtu 10/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebuah studi menunjukkan bahwa paparan cahaya biru mampu mengurangi tekanan darah. Bahkan efek cahaya biru juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular. Sebuah studi yang dilakukan ilmuan di University of Surrey dan...
Selengkapnya

Mengobati Radang Usus dengan Akar Jahe

Sabtu 10/11/2018 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jahe menjadi standar sebagai obat yang efektif untuk mengatasi masalah mual dan pencernaan lainnya. Formula untuk mengobati radang usus terus berkembang. Yang terbaru, para peneliti telah mengembangkan nanopartikel jahe yang dapat dimakan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta