Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini
Koran Jakarta | December 8 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Substitusi Impor Pangan Butuh “Political Will”

Sabtu 7/12/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah bersama swasta dan perguruan tinggi perlu mengembangkan hilirisasi industri substitusi impor pertanian untuk pangkas impor pangan Pemerintah bersama swasta dan perguruan tinggi perlu mengembangkan hilirisasi industri substitusi impor pertanian untuk pangkas impor pangan   JAKARTA – Sejumlah...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Diperiksa KPK

Sabtu 7/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto menunggu untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12). Bartholomeus Toto diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Tampilkan Semua

Pencurian Kayu

Sabtu 7/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Barang bukti ratusan kayu gelondongan yang ditebang oleh pelaku pada gelar perkara kasus pembalakan liar, di Mako Polres Ciamis, Jawa Barat, Jumat (6/12). Polres Ciamis mengamankan satu tersangka illegal logging di lahan milik Perhutani...
Selengkapnya

Hari Antikorupsi Sedu

Sabtu 7/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo (tengah) didampingi Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa (kiri), dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menjelaskan tentang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, di Gedung KPK, Jakarta,...
Selengkapnya

Pemahaman Arbitrase Ditingkatkan

Sabtu 7/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan pemahaman dunia arbitrase di Indonesia, diluncurkan buku Peran BANI dalam Arbitrase di Indonesia. Peluncuran buku ini digelar Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), tepat di ulang tahun yang ke-42...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

KKR untuk Selesaikan Kasus HAM

Jumat 6/12/2019 | 08:10
A   A   A   Pengaturan Font
Persoalan kasus pelanggaran HAM masa lalu akan diselesaikan oleh Pemerintah melalui pembentukan sebuh badan bernama Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.

 

JAKARTA – Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan bahwa pemerintah masih berkomitmen untuk menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Rancangan Undangundang (RUU) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

“Kemarin kami diundang oleh Menkopolhukam, pak Mahfud. Beliau mencoba memikirkan kembali tentang komisi kebenaran dan rekonsiliasi (KKR) sebagai upaya untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran Ham di Indonesia,” kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/12).

Menurut dia, KKR tersebut sudah dimasukkan ke dalam prioritas untuk masuk di program legislasi (prolegnas).

“Sudah dikerjakan oleh Prof. Harkristuti Harkrisnowo. Jadi, kemajuannya sudah cukup bagus, naskah akademiknya sudah selesai dan kemudian rancangan undang-undangnya sudah selesai dan segera sudah dimasukkan ke dalam prioritas prolegnas. Sangat maju,” tuturnya.

Ia pun berharap ke depan proses penyelesaian kasus pelanggaran HAM bisa diselesaikan.

“Mudah-mudahan dengan jalan ini kita bisa mengungkapkan kebenaran. Kan dalam KKR itu ada juga prinsip rehabilitasi, reparasi, dan yang terpenting adalah sebenarnya mengembalikan persaudaraan sejati dari seluruh rakyat Indonesia sehingga ketika kita membangun ekonomi ini tidak lagi ada persoalan yang mengganjal,” ucapnya.

Fadjroel menambahkan, di dalam KKR bisa memberikan rekomendasi untuk pengadilan Ham. Namun, yang diutamakan adalah pengungkapan kebenaran.

“Makanya kan namanya komisi kebenaran, yang pertama adalah kebenaran. Jadi, kita kalau mengunggkapkan kebenaran hati kita lega semuanya, lalu di KKR diberikan rekomendasi sehingga semuanya bisa berjalan rekonsiliasi terhadap seluruh rakyat,” tutupnya.

Segera Lapor LHKPN

Sementara itu, Fadjroel Rachman juga mengungkapkan bahwa pihak Istana Kepresidenan sudah meminta kepada para menteri dan wakil menteri kabinet Indonesia Maju serta para staf khusus Presiden agar segera melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dari Mensesneg (Pratikno) sudah meminta kepada semua menteri, wamen dan juga meminta kepada stafsus presiden untuk menyelesaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN),” kata Fadjroel, di Istana, Kamis.

Fadjroel pun menuturkan bahwa dirinya sudah melaporkan harta kekayaannya kepada lembaga anti rasuah tersebut. “Saya sudah, karena saya sudah tiap tahun sebagai komisaris utama BUMN, jadi tidak ada masalah saya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, terkait LHKPN ini memang butuh proses yang detail. Sebab itu, masih ada jajaran pembantu presiden belum sempat melaporkan LHKPN.

“Jadi, mereka diberi waktu. Saya saja waktu awal memang panjang. Mungkin perlu waktu sekedar satu bulan karena lebih detail daripada laporan pajak. Mudah-mudahan mereka bisa secepatnya,” jelas Fadjroel seraya menambahkan bahwa pada awal melaporkan ikut ditanya mengenai meja, kursi hingga barang seni yang dimilikinya.

Dalam kesempatan itu, Fadjroel mengatakan untuk para staf khusus Presiden yang baru diangkat akan melaporkan LHKPN pada bulan Januari 2020. “Semuanya saya lihat berjanji Januari selesai. karena sebulan lah, perlu sebulan. lebih banyak detailnya dibanding laporan pajak,” katanya. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Diskusi Ancaman Resesi di DPR

Jumat 6/12/2019 | 08:07
A   A   A   Pengaturan Font
Dari kiri: Ketua Komite IV DPD Elviana, Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, Darmadi Durianto, dan Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan,...
Selengkapnya

Mendagri Sambut Baik RUU Provinsi Bali

Jumat 6/12/2019 | 08:04
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster yang datang bersama sejumlah bupati di Bali. Dalam pertemuan itu, Gubernur Bali melaporkan progres dari RUU Provinsi Bali....
Selengkapnya

Legislasi Harus Berdasar Praktik Berbasis Bukti

Jumat 6/12/2019 | 07:53
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Proses legislasi yang dilakukan DPR RI harus berdasar praktik berbasis bukti (evidence based). Maraknya protes terhadap Rancangan Undang- Undang (RUU) maupun ujimateri UU menurut Peneliti Badan Keahlian DPR RI Lidya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

RI-Timor Leste Bahas Kerja Sama di Wilayah Perbatasan

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Dionisio Babo Soares, untuk membahas upaya kerja sama di wilayah perbatasan kedua negara.

"Pertemuan antara Menlu RI dan Menlu Timor Leste itu dilaksanakan di sela-sela kegiatan Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-12 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (5/12)," demikian seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Jumat (6/12).

Menlu Retno menyampaikan apresiasi atas partisipasi konsisten Timor-Leste pada BDF dan menilai meskipun Indonesia dan Timor-Leste merupakan negara demokrasi yang relatif muda, kedua negara dapat berbagi banyak pengalaman dengan dunia.

Pada kesempatan itu, kedua Menlu juga membahas sejumlah isu hubungan bilateral kedua negara, termasuk negosiasi batas darat dan kerja sama ekonomi, khususnya di daerah perbatasan.
Keduanya juga sepakat perlu upaya terus-menerus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan, termasuk melalui kerja sama trilateral lewat pelatihan bagi petani.

Rampungkan Perundingan

Mengenai masalah perbatasan, pemerintah Indonesia dan Timor Leste belum lama ini pada Juli 2019 telah merampungkan perundingan mengenai perbatasan darat antara kedua negara. Untuk itu, Indonesia dan Timor Leste sudah mencapai kesepakatan mengenai perbatasan darat.
Dua batas darat yang telah disepakati pemerintah kedua negara berada di wilayah antara Noel Besi-Citrana dan Bidjael Sunan-Oben.

Selain itu, Indonesia dan Timor Leste juga menyepakati pengaturan teknis terkait daerah Haumeniana-Passabe dan Motain-Batugede. Perbatasan Noel Besi-Citrana merupakan wilayah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Oecusse-Ambeno, bagian wilayah Timor Leste. Sedangkan Bidjael Sunan-Oben merupakan wilayah yang berada di Manusasi, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kesepakatan batas darat Indonesia-Timor Leste itu dapat menjadi dasar untuk menentukan batas maritim antara kedua negara. Selain itu, Menlu RI dan Menlu Timor Leste juga sepakat mengenai perlunya upaya terus-menerus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan, termasuk melalui kerja sama trilateral lewat pelatihan bagi petani.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia dan Timor-Leste yang tinggal di perbatasan tidak hanya mendorong pembangunan ekonomi, tetapi juga dapat mendukung terciptanya lingkungan damai. Ant/I-1

Tampilkan Semua

Kobaran Api Raksasa Terbentuk di Sydney Utara

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
SYDNEY - Beberapa titik api dalam kebakaran semak di Australia telah bergabung hingga membentuk kobaran api raksasa (mega fire) yang menghanguskan bidang tanah yang amat luas di Sydney utara. Atas terbentuknya mega fire itu, pihak...
Selengkapnya

Menlu Ajukan 7 Poin Utama Pada Pertemuan “2+2”

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
NUSA DUA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan tujuh poin utama pada pertemuan “2+2” ke-6 yang mempertemukan menteri luar negeri serta menteri pertahanan dari Indonesia dan Australia di Nusa Dua Convention...
Selengkapnya

Russia-Ukraina Mulai Berunding

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Russia dan Ukraina untuk pertama kalinya akan melakukan pertemuan tingkat tinggi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina timur. Pertemuan itu juga berpotensi mengakhirnya satu-satunya peperangan yang terjadi di daratan Eropa. MOSKWA...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Bank dki dapat “award

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font

Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah PT Bank DKI, Babay Parid Wazdi (kiri) usai menerima penghargaan The Best Regional pada acara CNBC Indonesia Award 2019 di Jakarta, Rabu (4/12)., Bank DKI kian memantapkan peran mendukung Pemprov DKI Jakarta, seperti penyedia pembayaran berbasis transaksi nontunai JakCard pada sektor transportasi publik, penyaluran bantuan sosial melalui Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Pekerja.

Tampilkan Semua

lomba foto BP-Jamsostek

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Direktur Umum & SDM BP-Jamsostek, Naufal Mahfudz (kiri), menyerahkan buku hasil karya foto jurnalistik bertema ‘Tumbuh Maju Bersama Pekerja Indonesia’ kepada Ketua Dewan Pengawas Guntur Witjaksono (tengah), disaksikan...
Selengkapnya

Financial Award 2019

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengusaha, Sandiaga Uno (tengah), bersama CEO Iconomics, Bram S Putro (kanan), dan Direktur Utama RRI, M Rohanudin, menghadiri malam penganugerahan Financial Award 2019, di Jakarta, Kamis (5/12). Iconomics Research dan RRI memberikan...
Selengkapnya

Pameran sepatu keamanan

Sabtu 7/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komisaris King Power Safety, Peter Yao (kiri) dan Direktur King Power Safety, Sasmita Winata, saat pameran Manufacturing Expo 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/12). King Power Safety Shoes (KPR) merupakan pabrik sepatu untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Berikan Keterangan

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Desain Fleksibel di Apartemen

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Keberanian mengubah interior apartemen dari desain standar mampu memberikan kenyaman. Hal ini lantaran, interior terasa lebih personal sesuai dengan suasana hati penghuninya. Konsep tersebut dilakukan Nildo Jose, arsitek yang mengubah...
Selengkapnya

Kursi dari Bahan Daur Ulang

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Limbah plastik selalu menjadi masalah yang tidak berkesudahan. Produk limbahnya yang sulit terurai sementara produk dari bahan plastik masih mendominasi sebagai bahan baku produk. Mater, sebuah label furnitur mulai menggunakan limbah...
Selengkapnya

Arsitektur Perkuat Kearifan Lokal

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah Budaya dapat digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan yang terkait dengan kesenian maupun, galeri maupun sebagai tempat tinggal pendatang. Arsitektur tidak sebatas bangunan megah dengan beragam gaya. Lebih dalam lagi,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

First Media Gandeng Benihbaik.com Berikan Jaringan Internet Gratis

Jumat 6/12/2019 | 17:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta, 6 Desember 2019 – PT Link Net Tbk ( LINK ) dengan brand First media melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility ( CSR ) kali ini berkolaborasi dengan BenihBaik.com yang merupakan salah satu platform penggalangan dana untuk membantu orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Kerjasama ini diresmikan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Marlo Budiman, Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk, Ferliana Sumiano, Content & eSport Director PT Link Net Tbk, dan juga Andy F. Noya selaku ketua Yayasan Benih Baik Indonesia pada Jumat, 6 Desember 2019 di Hotel Aryaduta Jakarta.

Marlo budiman mengungkapkan, sebagai perusahaan publik berkomitmen untuk selalu berusaha meningkatkan kontribusinya baik ke shareholders maupun stakeholders secara luas. Kerjasama dengan BenihBaik.com kami lakukan dalam tangka mengajak pelanggan first media untuk turut berbagi dengan sesame yang bertujuan memberikan jaringan internet di sekolah-sekolah yang berada di wilayah operasional First Media, serta mendukung kemajuan dunia pendidikan di era digital. Kedepannya, kami akan terus mengingkatkan kontribusi perusahaan dalam berbagai bentuk kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Menyadari masih kurangnya akses internet di Indonesia maupun di beberapa sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar membuat First Media mengambil langkah ini sebagai bagian dari kegiatan CSR ‘First Happiness #Share Togetherness’ yang sudah dijalankan oleh perusahaan dimulai tahun ini. Menurut survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC), Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di asia, posisi Indonesia berada dibawah Vietnam. Data yang dilaporkan the world Economic Forum swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektivitas,efesiensi dan standarisasi pengajaran. Melalui program CSR ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memajukan dan memaksimalkan dunia pendidikan Indonesia.

Ketua yayasan benih baik Indonesia, Andy F. Noya menyambut baik kerjasama yang akan dilaksanakan ini, mengingat beliau sangat focus dan memperhatikan masalah dunia pendidikan di Indonesia yang saat ini masih tergolong rendah. “ kami memiliki semangat yang sama dengan first media untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia dan berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan sehingga memberikan dampak positif bagi banyak orang karenanya “Ayo tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan dan menjadi #teman baik bersama BenihBaik.com dan First Media”.

Tampilkan Semua

WhatsApp Rilis Fitur Katalog UKM

Kamis 5/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WhatsApp kini memudahkan pelaku usaha kecil untuk memajang produknya dengan memperkenalkan fitur Katalog yang terdapat pada aplikasi WhatsApp Business. Fitur yang tersedia pada ponsel pintar dengan system operasi Android dan iPhone...
Selengkapnya

Teknologi Audio dengan “Active Noise Cancellation”

Kamis 5/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu kelebihan perangkat wearable berupa buds adalah menawarkan kebebasan bagi penggunya dari gangguan kabel. Hal ini berbeda dengan earphone nirkabel Bluetooth yang masih menyisakan kabel untuk menghubungkan bagian speaker di...
Selengkapnya

Menanti Kejutan di Harbolnas 12:12

Kamis 5/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pesta belanja daring akhir tahun menjadi iven yang paling dinanti konsumen. Mereka menilai momen ini menawarkan harga cocok, produk berkualitas dan beragam. Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Tampang Klasik Retro Motor Italia

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Seperti halnya Royal  Enfield, pabrikan motor  asal Pesaro Italia,  Benelli menawarkan bermacam  seri motor bergaya retro  mulasi dari touring, klasik,  hingga model adventure.  Pada ajang IIMS IIMS Motobike  2019, Benelli meluncurkan  seri klasik Imperiale 400  Imperiale. 

Imperiale 400 mengusung  desain klasik seperti headlamp  bulat, tangki model  tear drop, dan jok terpisah.  Pesaing dari Cleveland Ace  400 dan Royal-Enfield 350  series dibanderol pada harga  79 juta rupiah. 

CEO PT Benelli Anugerah  Motor Pusaka, Steven Kentjana  Putra, mengatakan,  Benelli justru memberikan  solusi bagi masyarakat Indonesia  yang menyukai motor  klasik dan custom. “Artinya  dengan membeli Benelli tidak  perlu lagi mengubahnya  motor sport menjadi motor  custom,” ujar dia di Jakarta. 

Dari sisi tampang Benelli  Imperiale 400 memiliki  kesamaan dengan Royal  Enfield Classic 350, seperti  pada bentuk lampu depan  bulat, pelek dengan jari-jari,  jok terpisah pengendara dan  penumpang. Tidak heran keduanya  menjadi rival sengit  di pasar India. 

Performas Benelli didukung  dengan mesin 374 cc,  yang menyemburkan tenaga  maksimal 21 PS pada  putaran 5.500 rpm dan torsi  29 Nm pada putaran 4.500  rpm. Pasokan bahan bakar  mesin ini sudah menggunakan  sistem injeksi sehingga  menjadi lebih irit. 

Meski terlihat kuno, morot  ini sudah dinekali dengan  rem cakram pada kedua  roa. Bukan hanya itu rem  cakram ini dibekali teknologi  anti-lock braking system  (ABS), untuk mencegah roda  mengunci saat dilakukan  pengereman secara tajam.  Pad panel instrumennya  sudah dilengkapi kombinasi  analog serta digital untuk  kemudahan menyampaikan  informasi. 

Yang menarik adari  Benelli adalah motornya  sudah dirakit secara di Indonesia  tepatnya di Gunung  Putri, Kabupaten Bogor  Jawa Barat. Apalagi sekarang  PT Benelli Motor Indonesia  sudah menjual banyak  model-model dengan mesin  berkapasitas besar yang juga  dirakit secara lokal .

Jajaran motor dengan mesin  besar dari Benelli yang  dirakit secara local antara  lain Benelli Leoncino 500,  Benelli TNT 249s, Benelli  502C dan Benelli TRK 502.  Melengkapi seri-seri dengan  seri yang berada di kelas  menengah. hay/E-6

Tampilkan Semua

Generasi “Hatchback” Kian Canggih

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kendaraan hatchback yang ringkas menawarkan kemudahan dalam bermanufer, efisiensi bahan bakar, Qdan harga yang bersaing. Yang menarik dari Tokyo Motor Show 2019 adalah hadirnya dua mobil hatchback generasi terbaru yaitu Honda Jazz dan...
Selengkapnya

Nmax, Skutik dengan Fitur Konektivitas

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha melakukan pembaruan pada skutik kelas 155 cc miliknya dengan meluncurkan All New Nmax 155 di Jakarta. Motor ini menawarkan fitur konektivitas yang sejalan dengan perkembangan dunia digital denhgan mesin baru yang lebih...
Selengkapnya

Mobil Sedan Utamakan Fitur Keselamatan

Rabu 27/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi banyak orang, faktor keselamatan menjadi alasan utama dalam memilih kendaraan. Peringkat bintang yang diperoleh sebuah mobil oleh lembaga resmi yang merupakan acuan penting dalam memimilih aman. Salah satu mobil yang memperoleh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Dea Salsabila Putri Dedikasikan Medali Emas untuk Orang Tua

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

MANILA - Atlet pentathlon modern Indonesa, Dea Salsabila Putri, mendedikasikan medali emas yang dia raih di SEA Games 2019 untuk kedua orang tuanya. Dea merebut dua emas setelah menjadi yang terbaik pada nomor beach laser putri dengan catatan waktu 15 menit 23,59 detik dan menjadi yang tercepat di nomor beach triatle individual putri dengan catatan waktu 19 menit 52,73 detik.

SEA Games 2019 menjadi penampilan perdana Dea di turnamen multievent. Dia berhasil mengungguli atlet Thailand, Natpapat Sangngio dan atlet Filipina, Shermaine Tung Kaixin. Dea sangat bersyukur bisa menjadi kebanggaan Indonesia pada SEA Games 2019. Ia mempersembahkan prestasi yang ia dapat untuk orang tuanya yang selalu memberi dukungan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali dengan pencapaian ini. Terima kasih kepada Allah dan terima kasih kepada orang tua saya. Para pelatih juga yang telah memberikan banyak dukungan kepada saya,” ujar Dea.

“Mereka semua terus mendoakan saya saat berlatih dan berlomba. Medali emas ini saya persembahkan untuk bangsa dan negara Indonesia, khususnya untuk orang tua saya,” sambungnya.

Indonesia meraih dua medali emas dari cabang olahraga modern pentathlon pada SEA Games 2019. Selain Dea, Muhammad Taufik juga menjadi juara di nomor beach laser putra.

Dea pun mengaku tak sengaja menekuni modern pentathlon. Dia mengaku mulai mencoba olah raga tersebut pada Desember 2017. “Saya berharap bisa tampil di Olimpiade. Modern pent a t h l o n sudah masuk Olimpiade, jadi itu akan menjadi target saya yang berikutnya,” tandas Dea. ben/S-2

Tampilkan Semua

Garuda Muda Siap Atasi Myanmar

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Timnas Indonesia bertekad melaju ke Final SEA Games 2019. Skuad Indra Sjafri telah siap jika laga harus diakhiri dengan adu penalti saat melawan Myanmar. MANILA - Setelah memastikan diri lolos ke semifinal cabang olah raga sepak bola...
Selengkapnya

Voli Pantai Beregu Putra Raih Emas

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MANILA - Tim voli pantai putra Indonesia merebut medali emas usai tampil perkasa pada final nomor beregu dengan melumat Thailand, 2-0, di Subic Bay, Luzon, Jumat (6/12). Angka pertama Indonesia disumbangkan Indonesia 1 yang menurunkan...
Selengkapnya

Kano Sumbang Emas Kedua Lewat Anwar/Yuda

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SUBIC - Cabang olahraga Kano menyumbang medali emas kedua bagi kontingen SEA Games 2019 Indonesia melalui pasangan Anwar Tarra/Yuda Firmansyah yang menjadi juara pada nomor Kano ganda (C2) 1000 meter di di Malawaan Park, Subic Bay,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Kepedulian Yesus Cerminan Hati Allah

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Empat kitab pertama dalam Perjanjian Baru disebut “Injil” karena bermakna kabar baik tentang kisah dari pribadi terbesar yang pernah hidup. Ia menceritakan kepada umat manusia bahwa Firman yaitu Yesus telah menjadi manusia dan diam di antara mereka untuk menanggung duka cita, kesedihan, dan mengampuni pelanggaran manusia.

Yang terpenting, manusia dapat melihat di dalam Injil kisah nyata tentang Yesus saat menjalankan misi-Nya untuk mengungkapkan Allah Bapa kepada mereka. “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa. Dialah yang menyatakan-Nya,” (Yohanes 1:14).

Yesus datang untuk melakukan bagi manusia yang paling mereka butuhkan. Dia datang untuk menjelaskan Bapa yang tampak jauh dan tidak terjangkau. Dia datang untuk menunjukkan Sang Bapa yang kasih-Nya bagi dunia hanya bisa dipuaskan dengan menyerahkan Putra-Nya sebagai pembayaran atas dosa-dosa dan keburukan manusia. Dialah Allah yang menyatakan kembaran diri-Nya sendiri dalam hati setiap manusia. Namun, siapa pun tidak bisa bersekutu dengan-Nya, tanpa pengorbanan Putra-Nya.

Yesus telah mendeklarasikan isi hati Bapa dengan cara menunjukkan hati itu. Itulah misi yang diungkapkan dalam Injil bahwa barang siapa telah melihat-Nya, telah melihat Bapa. Saat mengamati Yesus berinteraksi dengan orang-orang yang terluka dan menderita pada zaman-Nya, kita melihat bahwa Dia bukan sekadar meredakan penderitaan dan pergumulan laki-laki dan perempuan yang bergelut dalam kehidupan yang terlalu berat untuk mereka tanggung sendiri. Yang tidak kalah penting, kita melihat dalam setiap kasus ada sesuatu tentang Diri Bapa yang dinyatakan Yesus.

Orang bukan hanya mengagumi karya Yesus sebagai Allah dan manusia sejati, tetapi juga belajar tentang hati Bapa yang diungkapkan Kristus dalam interaksi-Nya dengan setiap orang yang memerlukan pertolongan. “Kepedulian Yesus kepada manusia menderita adalah cerminan hati Allah Bapa. Itu benar-benar kabar baik,” (hlm 13).

Buku menjelaskan, pada zaman Yesus, bangsa Israel mempunyai kelompok masyarakat dijauhi karena mengidap kusta. Di Israel abad pertama, penderita kusta dianggap perwujudan dari segala sesuatu yang buruk dalam diri manusia. Mereka menjadi kaum terbuang.

Kusta menghalangi penderitanya memasuki Bait Allah karena dianggap tidak suci secara ritual agama. Ada 61 bentuk pencemaran ritual agama yang terdaftar dalam hukum Yahudi, termasuk kusta termasuk. Menyentuh mayat hanya dinilai lebih najis dari menyentuh orang kusta. Maklumlah, kusta diyakini sebagai hukuman langsung dari Allah. Penyakit ini menggerogoti tubuh. Pengucilan masyarakat meruntuhkan harga diri penderita kusta.

Saat itu, mereka hanya memiliki sejumput iman bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penderitaan mereka. Orang-orang memberi jalan selebar-lebarnya bagi si kusta untuk datang kepada Sang Penyembuh. Yesus menunjukkan belas kasihan. Dengan satu sentuhan dan beberapa kata, Dia menyembuhkan jiwa raga si penderita (hlm 239).

Selain penderitaan karena kusta, banyak orang tersisih dan menderita, tetapi mengalami kasih Yesus secara nyata. Kitab-kitab Injil menyajikan kisah demi kisah tentang sentuhan Yesus atas jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan pertolongan. Mereka seakan tak ada harapan lagi. Dia hadir memberikan harapan pemulihan dan pengampunan para penderita.

Kisah dalam buku ini mengantarkan pembaca berjumpa dengan Tuhan yang penuh belas kasih. Buku akan membuat mata pembaca melihat kasih Sang Juruselamat sekaligus menyadarkan, manusia memerlukan Dia. Teladan belas kasih-Nya yang sempurna menguatkan setiap individu untuk sanggup juga menguatkan sesama. 

 


Diresensi Salman Alfarisi, alumni Unair

Tampilkan Semua

Koruptor Terus Berbunga-bunga

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini mungkin para koruptor terus semringah karena dibela negara dan perangkat peradilan. Pertama-tama mereka dibantu anggota DPR yang sukses menguliti wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga lembaga ini bak tinggal...
Selengkapnya

Kasus Dirut Garuda

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang peringatan Hari Penerbangan Sipil Internasional (HPSI) tanggal 7 Desember, muncul kasus penyelundupan yang melibatkan Dirut PT Garuda Indonesia. Penyelundupan lewat kargo udara selama ini telah menjadi perhatian serius dunia....
Selengkapnya

Pemuda dan Pembangunan Desa

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Deni Danial Kesa, phd Seiring dengan visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi), SDM akan menjadi kunci keberhasilan. Pemanfaatan SDM desa tidak lepas dari peranan para pemuda. Di era serbadigital akses informasi dan teknologi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Penyebab Kematian Utama pada Balita

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Peringatan Hari Pneumonia Dunia pada bulan lalu menandai agar masyarakat menyadari akan penyakit tersebut.

Pneumonia atau radang paru merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Meskipun begitu, kurangnya edukasi masyarakat mengakibatkan pneumonia masih menjadi penyebab kematian utama pada balita. Di dunia, pneumonia menyebabkan kematian lebih dari 800 ribu balita setiap tahunnya atau 2.000 kasus per hari.

Sekitar 80 persen kematian akibat pneumonia pada anak terjadi pada kelompok usia kurang dari dua tahun dan kematian akibat pneumonia paling banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan dan Afrika. Di Indonesia pada 2018 lalu tercatat 19 ribu balita meninggal akibat pneumonia yang artinya lebih dari dua anak meninggal setiap jamnya diakibatkan dari penyakit radang paru ini. Pneumonia merupakan peradangan pada jaringan paru yang disebabkan virus, bakteri atau jamur.

Peradangan tersebut menghasilkan cairan yang memenuhi alveolus, sehingga alveolus sebagai tempat pertukaran oksigen di paru-paru menjadi terhambat. Akibatnya, oksigen yang masuk ke paru-paru menjadi terhambat dan merusak jaringan paru tersebut. Organ tubuh yang membutuhkan oksigen pun lama-lama kekurangan oksigen hingga menyebabkan kematian.Bakteri penyebab pneumonia yang paling banyak adalah pneumokokus atau Streptococcus pneumonia dan Hemophilus influenza tipe B (Hib).

Sementara virus yang mengakibatkan pneumonia adalah respiratory syncytial virus (RSV), selain dari virus influenza, rhinovirus dan virus campak yang menjadi komplikasi berupa pneumonia. “50 persen penyebab pneumonia diakibatkan dari pneumokokus, 20 persennya adalah Hib dan sisanya, 30 persen diakibatkan dari virus,” kata Nastiti Kaswandani, Ketua Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Respirologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta.

Gejalanya sendiri, umumnya akan terlihat seperti sedang menderita selesma dengan gejala batuk, pilek dan demam. Pada balita, pneumonia dapat terlihat apabila terjadi peningkatan laju napas hingga terjadi sesak napas yang semakin berat. Tanda balita mengalami sesak terjadi apabila adanya tarikan dinding dada bagian bawah setiap kali anak menarik napas.

Selain itu, napas cepat juga menjadi salah satu tanda anak mengidap pneumonia. “Batasan laju napas cepat pada bayi kurang dari dua bulan adalah lebih sama dengan 60 kali per menit, pada bayi 2 sampai 12 bulan adalah 50 kali per menit. Sedangkan usia 1 sampai 5 tahun adalah 40 kali per menit,” ujar Nastiti.

Cara mudah untuk mengetahuinya dapat mencoba mengukur menggunakan jam. Orangtua bisa menghitung tarikan napas dan laju napas anak selama semenit untuk mengetahui apakah laju pernapasannya normal atau tidak. Tak hanya itu saja, balita yang mengalami perburukan dengan gejala ditandai dengan gelisah, tidak mau makan atau minum, kejang, batuk rejan hingga head nodding menjadi gejala-gejala yang umum tampak terlihat pada balita penderita pneumonia.

“Kadang orang suka tidak sadar kalau kepala bayi bergerak-gerak sendiri itu dikatakan lucu, padahal bisa jadi itu pneumonia. Kepala bergerak itu adalah tanda bayi sedang kekurangan oksigen sehingga ia mencari cara salah satunya dengan menggerakan kepalanya,” jelas Nastiti.

Faktor Risiko

Kekebalan tubuh yang rendah bisa menjadi risiko tinggi untuk anak dengan pneumonia. Keadaan seperti usia muda di bawah 5 tahun, bayi prematur, malnutrisi, imunisasi tidak lengkap, infeksi HIV, penyakit jantung bawaan, lingkungan yang kumuh, padat, kotor, jorok, pajanan asap rokok dan polusi udara sekitar, menjadi keadaan yang bisa mengakibatkan kekebalan tubuh rendah pada anak.

Pada 2017, sebuah penelitian menemukan bahwa faktor risiko yang berperan pada kematian akibat pneumonia di Indonesia paling besar disebabkan gizi buruk sebesar 63 persen, asap kendaraan 17 persen dan pajanan asap rokok 15 persen. Karenanya, mencegah sejak awal dengan menyediakan lingkungan hidup yang sehat menjadi salah satu cara untuk memberikan perlindungan pada anak.

Mulai dari nutrisi yang cukup, ASI ekseklusif sampai bayi berusia 6 bulan, pemberian vitamin A, mencuci tangan dan udara pernapasan yang terbebas dari polusi, asap rokok, asap biomassa, asap kendaraan ataupun asap pabrik. Menurut penelitian, anak yang tidak mendapat ASI ekseklusif berisiko 15 kali lebih besar terkena pneumonia dibandingkan anak yang mendapat ASI eksklusif.

“Itu karena ASI mengandung semua zat yang diperlukan sehingga kecukupan gizi anak tercukupi. ASI juga memiliki kandungan zat imunoglobin yang baik untuk pertahanan tubuh dan itu tidak ada di susu formula,” jelas Nastiti.

Belum lagi karena pada balita sistem pertahanan tubuhnya masih belum sempurna, berbeda dengan orang dewasa sehingga apabila terjadi infeksi menjadi jauh lebih berisiko tertular penyakit pneumonia.

Ditambah, saluran pernapasan balita jauh lebih pendek ketimbang orang dewasa sehingga apabila terpapar bakteri dan virus penyebab pneumonia maka dengan cepat menjalar ke jaringan paru. Begitu pula dengan pipa napasnya yang berdiameter lebih kecil dan sempit, sehingga kalau terjadi peradangan dan membengkak, pernapasan menjadi tersumbat dan mengganggu jalan pernapasannya.

Cegah dengan Imunisasi

Menurut publikasi UNICEF 2015, upaya memerangi kematian terkait pneumonia dapat dilakukan melalui pencegahan dan pengobatan yang lebih baik terhadap infeksi. Cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi. Pencegahan bayi dari penyakit pneumonia dengan diberikan imunisasi lengkap.

Imunisasi ini meliputi campak, pertusis, pneumokokus (PCV) dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Seluruh imunisasi ini telah masuk ke program imunisasi nasional, meskipun untuk vaksin PCV belum masuk program. “Vaksin PCV ini sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi baru diberikan pemerintah karena kita ketinggalan dan karena belum mampu.

Saat ini saja baru dua provinsi yakni Babel dan NTB, yang melaksanakan imunisasi tersebut,” ujar Nastiti. Dampak imunisasi sudah dapat terlihat dari pemberian imunisasi campak dan rubella yang dilakukan pada 2017 sampai 2018, dan menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Tentunya, adanya vaksin untuk pneumonia ini diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi pneumonia, khususnya pada balita di seluruh Indonesia.

Namun, Aman B Pulungan, Ketua Umum IDAI menyayangkan beberapa orang yang kerap meragukan vaksin yang ada. “Di Turki, vaksin yang digunakan adalah vaksin dari Indonesia, sementara di Indonesia sendiri orang-orangnya masih ragu untuk menggunakan vaksin,” katanya.

Ia menuturkan, beberapa negara lainnya seperti Bangladesh dan Nepal pun menggunakan vaksin buatan Indonesia. Karenanya, ada baiknya masyarakat tidak meragukan penggunaan vaksin guna merasakan perlindungan dari bakteri dan virus yang menyerang tubuh. gma/R-1

Tampilkan Semua

Dibela Sang Istri

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Istri Justin Timberlake, Jessica Biel membela suaminya yang didera rumor perselingkuhan dengan Alisha Wainwright pada bulan lalu.Jessica menyakini bahwa Justin tetap setia pada pernikahannya meski sempat terlihat menggandeng Alisha saat...
Selengkapnya

Mencari Konteks Perempuan dan Kepemilikan Tanah

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Keterikatan perempuan dengan tanah tidak bisa dipungkiri. Pada konteks pedesaan, perempuan banyak bergelut dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan ketahanan pangan melalui peran- peran ekonomi kemasyarakatan, seperti petani,...
Selengkapnya

Rayakan 20 Tahun Bermusik via Konser

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Grup musik era 2000an, T-Five sukses menggelar konser bertajuk "Intimate With T-Five 20th Anniversary", di Hardrock Cafe, Jakarta, Kamis (5/12) malam, untuk merayakan 20 tahun perjalanan karier mereka di musik Indonesia. Tak sendiri, di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Sabtu 7/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek LRT Cawang - Dukuh Atas di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Jumat(6/12). Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Dukuh Atas akibat dampak pengerjaan LRT yang berlaku mulai 3 sampai 31 Desember 2019. 

Tampilkan Semua

Integrasi Moda

Sabtu 7/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Seorang penumpang berada di dalam kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/12). PT MRT Jakarta meluncurkan kartu jelajah berganda atau ‘Multi Trip’ yang merupakan kolaborasi dengan program...
Selengkapnya

Tanah Longsor

Sabtu 7/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Anggota Tagana dan BPBD Kota Bogor memasang terpal pada bagian tanah yang longsor di Kampung Batu Tapak, Cibalagung, Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/12). Hujan deras yang terjadi di wilayah Kota Bogor pada Kamis...
Selengkapnya

PLN dan Pihak Rusun Siap Tanggung Jawab

Sabtu 7/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pihak Perusahaan Listik Negara (PLN) dan pengelola rumah susun (Rusun) Penjaringan menyatakan siap bertanggung jawab terkait tewasnya seorang anak laki tersetrum listrik di Rusun Penjaringan RW 06, Jakarta Utara, Kamis (5/12)....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

52 Pejabat Administrator Dialihkan ke Jabatan Fungsional Ahli Madya

Jumat 6/12/2019 | 06:31
A   A   A   Pengaturan Font
Penyederhanaan struktur birokrasi menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Salah satu yang diperintahkan Presiden Jokowi adalah sesegera mungkin struktur eselon di tubuh birokrasi dipangkas.

 

Sebab, strukturnya terlalu panjang sehingga birokrasi tidak bisa bekerja dengan lincah dan cekatan.

Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesem­patan mewawancarai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara kabarnya sudah mulai melakukan penyederha­naan eselonisasi?

Kami telah mengalihkan 52 pe­jabat administrator atau setingkat eselon III ke jabatan fungsional ahli madya dan 89 pejabat pengawas se­tara eselon IV ke jabatan fungsional ahli muda.

Tugasnya nanti pejabat yang telah dialihkan ke jabatan fung­sional seperti apa?

Nanti kami publikasikan. Mudah-mudahan dalam minggu ini akan kami launching secara resmi.

Selain Kemen­pan, adakah kementerian lain yang juga sudah melaku­kan penyederha­naan eselonisasi birokrasinya?

Kemenkeu yang su­dah merampingkan eselon III, IV, V-nya dengan cepat. Kami juga apresiasi Menteri BUMN yang mulai dari atas, tujuh deputi eselon 1 jadi hanya tiga deputi eselon I.

Reformasi birokrasi ini sebenarnya sudah lama digu­lirkan. Sejauh mana capaian yang telah diwujudkan?

Dalam periode 2015–2019, kami, Kementerian PANRB, telah melakukan berbagai hal untuk memperbaiki kualitas birokrasi Indonesia. Banyak capaian dari pelaksanaan reformasi birokrasi yang selama ini dilakukan. Pertama, ada peningkatan nilai Indeks Per­sepsi Pelayanan Publik dan Indeks Persepsi Anti Korupsi pada survei “Reformasi Birokrasi” baik di tingkat kementerian atau lembaga, provinsi maupun kabupaten atau kota.

Kedua, ada peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi rata-rata nasional, walaupun pada tahun 2018 terjadi sedikit penurunan pada tingkat kementerian atau lembaga yang disebabkan adanya perluasan sampel evaluasi. Ketiga, ada peningkatan nilai akuntabilitas kinerja rata-rata nasional, pening­katan jumlah instansi pemerintah yang mencapai nilai baik, serta ada peningkatan nilai efisiensi birokrasi yang mencapai kurang lebih 65 triliun di tingkat provinsi dan kabu­paten atau kota melalui penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) di instansinya.

Apa penekanan dari reformasi birokrasi ini?

Reformasi birokrasi ini di­tekankan pada kecepatan melayani dan memberi izin, menghapus pola pikir linier, monoton, dan terjebak di zona nyaman, lebih adaptif, produktif, inovatif, dan kompetitif.

Adakah permasalahan dalam melakukan reformasi birokrasi?

Ya, dari hasil berbagai studi yang dilakukan terkait dengan birokrasi ada beberapa isu strategis yang masih menjadi permasalahan yang perlu untuk ditangani dengan sebaik mungkin. Isu-isu strategis antara lain masih ditemukannya permasalahan pada sektor-sektor tertentu karena tumpang tindih tugas dan fungsi dari lembaga-lem­baga terkait yang menangani. agus supriyatna/AR-3

Tampilkan Semua

Penghapusan Ujian Nasional Bukan Pekerjaan Mudah

Selasa 3/12/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu beredar wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Tapi sampai saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nyatanya baru sebatas mengkaji mengenai kemungkinan penghapusan UN.   Menteri Pendidikan...
Selengkapnya

Pilpres Tidak Langsung Kemunduran Demokrasi Indonesia

Senin 2/12/2019 | 05:30
A   A   A   Pengaturan Font
Wacana Majelis Permusyarahan Rakyat (MPR) untuk mengamendemen Undang- Undang Dasar (UUD) 1945 memunculkan beragam pandangan di masyarakat. Salah satu poin yang menjadi perbicangan hangat ialah perubahan sistem Pemilihan Umum (pemilu)...
Selengkapnya

Kebijakan Pengelolaan Guru Masih Dirumuskan

Kamis 28/11/2019 | 06:29
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengatakan akan membuat reformasi pendidikan. Beberapa hal yang dibahas antara lain memerdekakan guru dan proses...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Universitas Indonesia (UI) akan menghadirkan pola perkuliahan berbasis kerja sama atau kolaborasi bagi para mahasiswa. Hal tersebut dilakukan karena salah satu kendala yang dihadapi UI atau perguruan tinggi lain adalah kurangnya kemampuan para civitas akademika, terutama mahasiswa untuk bekerja sama. Mereka terlalu mementingkan nilai akademik.

Kolaborasi penting diwujudkan karena sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UI harus bisa bersaing dengan universitas-universitas di luar negeri terutama dari segi ranking dunia. UI juga mesti mampu terlibat dalam pembangunan nasional dengan memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia.

Untuk mengetahui program apa saja yang akan diwujudkan guna meningkatkan kualitas UI ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Marup berkesempatan mewawancarai Rektor UI, Ari Kuncoro, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tantangan mendasar yang dihadapi UI ke depan?


Lulusan kami itu banyak yang pintar-pintar, tapi masalahnya kalau kerja tim itu agak kurang. Kerja tim itu penting untuk menguasai kemampuan seperti negosiasi, kepemimpinan, monitoring, mampu melakukan perbaikan secara fleksibel, dan segala macam.

Yang terjadi hari ini di UI sendiri justru waktu kuliah itu mahasiswa fokus mendapat nilai, tapi lupa untuk kerja tim. Kolaborasi mahasiswa harus menjadi terbuka dan sekat fakultas akan kami coba hilangkan agar mahasiswa punya interpersonal skill.

Ada peribahasa, kalau mau berburu dan mendapat hasil cepat, berburulah sendiri. Namun, kalau mau berburu hasilnya banyak maka berburulah bersama-sama. Itulah mengapa kami harus tekankan di UI itu soal kolaborasi dan sinergi. Pada dasarnya para mahasiswa akan terjun ke dunia nyata. Ijazah, IPK, dan segala macam lainnya hanya akan menjadi catatan manis dalam hidupnya, tapi kalau kerja dia akan menggunakan pengalamannya.

Masalah apa yang kemudian menuntut UI untuk menekankan kerja tim?


Banyak. Salah satunya untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Kita itu kan mengalami masalah dari segi ekonomi, seperti melemahnya rupiah dan perdagangan terutama ekspor yang menurun karena kita jualannya barang mentah seperti minyak sawit.

Sementara kita kalau ingin masuk ke produk-produk dengan nilai tambah tinggi itu harus sudah berbentuk rantai pasokan internasional atau supply change. Itu merupakan jaringan. Jadi kalau masuk harus negosiasi kemudian kita bisa menunjukkan kinerja dan prestasi, jadwal pengiriman dan segala macam dengan cepat. Dengan itu semua, akhirnya bisa masuk dalam jaringan baru dan dapat kontrak. Jadi tidak gampang.

Itu terkait dengan kualitas SDM?


Masalahnya SDM kita tidak mempunyai EQ bukan IQ maka kita banyak mengandalkan broker salah satunya dari Singapura. Karena itu produk Indonesia sering dikenal produk Singapura karena kita tidak mengekspor sendiri makanya kita punya nilai tambah lebih rendah. Repotnya lagi kita juga tidak bisa masuk rantai pasokan untuk industri-industri bernilai tambah tinggi. Jadi problemnya sebenarnya masalah SDM.

Langkah-langkah apa saja untuk menanamkan kerja tim di UI?

Jadi nanti pelajaran tidak hanya mengasah otak tapi juga mengasah kemauan untuk silaturahmi atau guyub. Jadi misalnya ada paper atau makalah bersama. Kerja sama itu tidak hanya masalah pintar, tapi dia juga tahu budaya. Apalagi kalau yang diajak kerja sama itu orang luar negeri, otomatis budayanya beda. Dengan adanya kerja sama tersebut maka kemungkinan besar hasil karya kita diterima itu lebih besar karena dibuatnya antarnegara dan antaruniversitas.

Dosennya juga harus dibekali kerja tim?

Iya, semua dosen juga harus dibekali kemampuan yang sama dengan kemampuan untuk mahasiswa seperti tadi negosiasi, kepemimpinan, monitoring, kemampuan bahasa Inggris, dan segala macam. Untuk itu nanti ada pelatihan supaya staf pengajar semakin mengerti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekeliling.

Selain itu dosen-dosennya kami sediakan suatu klaster penelitian dan mereka harus bekerja sama dengan universitas yang bereputasi di luar negeri. Jadi ke depan untuk penelitian akan dibuat klaster atau kelompok karena kalau penelitian individu dianggap kurang karena penelitian pada dasarnya kerja sama.

Terus pengurus, semisal dekan segala macam dia harus mengetahui cara manajemen perguruan tinggi. Kalau dekan itu dari dosen maka harus diberi pelatihan manajemen. Karena manajemen itu yang diatur orang maka dia harus bisa tahu bakat-bakat orang bagaimana menghubungkannya dengan pekerjaan. Jadi istilahnya menghubungkan titik-titik untuk membentuk sebuah pola. Jadi komplit semua.

Bagaimana untuk kerja sama dengan industri?

Kerja sama dengan industri juga akan kami lakukan. Jadi kalau kami misalnya melakukan penelitian dananya tidak dari universitas semuanya, tapi harus juga dari industri. Karena industri menunjukkan yang kita lakukan relevan dan berguna dengan masyarakat makanya didanai oleh industri.

Dilibatkan kalangan industri untuk mengajar?

Harus memberikan porsi kepada industri untuk terlibat dalam pengajaran. Industri bisa masuk sebagai pengajar lewat kaca mata dunia nyata. Itu mungkin pendekatannya akan lain, tapi tidak masalah. Selain dari segi tenaga pengajar, kerja sama dengan industri juga bisa menyusun segala macam menjadi sistemis akademis. Akhirnya terjadi semacam dialog industri dan akademisi.

Jadi kami melepaskan diri dari konsep bahwa universitas belajar saja. Universitas harus bermasyarakat dalam arti dia harus mengenal lingkungannya, baik dalam maupun luar negeri. Nah, itu diperlukan perubahan orientasi. Jadi kalau tadinya fokus akademis maka juga perlu fokus pada hal-hal nonakademis.

Dengan fokus kerja sama, tidak khawatir kompetensi akademik di UI menurun?

Tentu tidak. Karena definisi akademik bukan kepintaran akademik tapi apa itu relevan atau tidak dengan masyarakat. Misalnya ini kami jago matematika, tapi pertanyaan berikutnya apa gunanya bagi masyarakat? Misal untuk menghitung antrean agar tidak macet. Dia juga harus tahu perusahaan-perusahaan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah kemacetan itu. Jadi ada terapannya. Jadi universitas tidak semata-mata jadi menara gading.

Bagaimana dengan posisi UI dalam rangking internasional?

Rangking itu motivator dan jadi instrumen yang bisa digunakan untuk mencari sparing partner untuk bisa lebih meningkatkan lagi kapasitas kami. Ada target juga untuk mendorong UI masuk dalam peringkat 200 besar universitas di dunia.

Terlepas dari itu, kami coba lebih fokus pada tujuan kami. Yang penting mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau kami terlalu ke rangking, kami melakukan manipulasi rangking. Yang penting itu proses, menjadi rangking kalau memang proses baik, rangking bagus itu ideal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengingatkan soal regulasi yang mengekang kemerdekaan perguruan tinggi. Apa itu juga mengganggu proses kerja sama yang akan diusung UI?


Kami juga terkena disrupsi sehingga tata kelola perlu dibereskan. Nah, itulah yang dilakukan universitas-universitas di dunia. Betul. Kami ambil contoh penelitian. Dana penelitian itu masuk kas universitas. Itu ada regulasi-regulasi yang membatasi.

Misal ingin mendatangkan profesor dari luar negeri harus menggunakan fasilitas yang sudah ditentukan, tapi fasilitas tersebut tidak sesuai dengan keinginan profesor apalagi kalau profesornya pemenang Nobel. Kemudian aturan-aturan yang berkaitan standar biaya umum, misal laboratorium dan segala macam. Profesor dari luar itu biasanya punya standar tinggi dari yang diterapkan oleh regulasi. Itu menghambat.

Masih banyak yang lain seperti naik pangkat, mata kuliah terlalu banyak tapi tidak jadi kreatif. Perguruan tinggi jadi harus dimerdekakan jangan banyak kuliah. Yang penting ilmu yang bisa mencari solusi. Karena kalau menghafal saja percuma. Jangan diberi beban menghafal tapi buat mata kuliah yang tidak banyak tapi harus kreatif. Regulasi bisa dibuat sesederhana mungkin, dengan menjadi budaya yang menyenangkan. Caranya membuat simpel, menyederhanakan tanpa menghilangkan esensi.

Program terdekat yang akan dilakukan?

Saya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Rektor UI sebelumnya, Prof Anis yaitu melanjutkan The Next Level of Excellence sehingga kami bisa membuat perbaikan terus menerus. Ke depan kami akan lakukan perampingan beban mata kuliah.

Dalam jangka waktu pendek, perbaikan data akan menjadi langkah awal yang akan saya lakukan. Kebijakan yang selama ini diambil terkadang belum berdasarkan data yang ada. Ke depan, pembentukan kebijakan itu harus berbasis dengan data.

Target keseluruhan yang akan dicapai UI ke depan seperti apa?

UI adalah agent of developement dan harus bisa menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang unggul serta berdaya saing. Upaya ini dilakukan dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa dalam peningkatan kesejahteraan dan pembangunan bangsa.

Selain itu, UI bisa menjadi pusat riset yang unggul, memiliki tata kelola yang baik, serta berperan dalam penyelesaian masalah bangsa dan kemanusiaan. Jika melihat visi saya kemarin, UI harus lebih inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat. Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari UI, tetapi kita tidak tahu dalam lima tahun ke depan.

N-3

Tampilkan Semua

Ilmuwan Menciptakan Bahan Elastis untuk Busa Helm

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para ilmuwan telah mengembangkan bantalan elastis untuk helm. Bahan ini diklaim bisa memberi perlindungan maksimal untuk kepala dari benturan. Bahan ini disebut bantalan mikrolattis elastis. Secara teori, dapat menahan serangan tunggal...
Selengkapnya

Dirilis, Alat Pengukur Oksigen Bayi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perangkat mini sebagai sensor oksigen untuk bayi dapat dikenakan dengan mudah, fleksibel, bersifat nirkabel, murah, dan mobile. Para peneliti sedang mengembangkan sensor mini yang akan mengukur kadar oksigen pada darah bayi. Kadar oksigen...
Selengkapnya

Keterampilan Modal Percaya Diri

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyandang disabilitas telah mendapatkan kesetaraan sejak ada undang-undang untuk disabilitas, yaitu UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Krisis percaya diri masih kerap menghantui para penyandang disabilitas. Kondisi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta