Koran Jakarta | September 21 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Dorong Produktivitas Pertanian untuk Pangkas Kemiskinan

Sabtu 21/9/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Bank Dunia baru menyadari terlalu menganakemaskan perbankan dan melupakan kebutuhan pangan. >> Meningkatkan produktivitas sektor pertanian dapat menambah...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Program Kerja DPR 2019

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Ekspedisi ke Pulau Terluar

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Tiongkok Nilai Ekonomi-Politik Indonesia Stabil

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
BOGO R – Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT)/Anggota Komisi Urusan Luar Negeri RRT, Song Tao menilai perekonomian Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan sangat...
Selengkapnya

MPR: Jangan Biarkan Kognisi Pancasila Kaum Muda Terabaikan

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Purw okert o – Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono saat seminar wawasan kebangsaan di Universitas Jenderal Soedirman mengajak semua elemen agar tidak membiarkan aspek kognisi Pancasila pada generasi muda terputus atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Kegiatan Sosial

Jumat 20/9/2019 | 06:37
A   A   A   Pengaturan Font

Tim kesehatan Kepolisian Resort Banyuwangi memeriksa kesehatan warga Papring, Kampung Baca Taman Rimba (Batara), di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (18/9). Kegiatan sosial Satlantas Polres Banyuwangi dengan menyediakan perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi peraturan berkendara di Kampung Batara yang terletak di tepi hutan Perhutani tersebut, sebagai upaya meningkatkan minat baca serta pemahaman peraturan berkendara kepada masyarakat.

Tampilkan Semua

DPR Laporkan Kajian Pemindahan Ibu Kota 30 September 2019

Jumat 20/9/2019 | 06:22
A   A   A   Pengaturan Font
Laporan Pansus Pemindahan Ibu Kota akan disampaikan DPR dalam rapat paripurna penutupan masa sidang 30 September   JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) tentang Pemindahan Ibu Kota yang dibentuk DPR RI tengah melangsungkan kajian...
Selengkapnya

Syafii Maarif Minta Calon Menteri Berintegritas

Jumat 20/9/2019 | 06:16
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, Buya Syafii, begitu biasa disapa...
Selengkapnya

Menguatkan Etos Kerja dan Gotong Royong

Jumat 20/9/2019 | 06:11
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan pentingnya menumbuhkan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Itu pula yang jadi tujuan dari gerakan revolusi mental yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Partai Penyokong Netanyahu Kalah

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

YERUSALEM – Hasil penghi­tungan suara dalam pemilihan umum Israel yang diumumkan pada Jumat (20/9) menegas­kan terjadi kemandekan politik. Penghitungan suara yang telah mencapai 99 persen suara telah menyatakan Partai Likud yang mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berada pada peringkat dua besar setelah aliansi Biru dan Putih yang menyokong mantan jenderal Benny Gantz.

“Aliansi Biru dan Putih me­raih 33 kursi dari total 120 kursi di parlemen, sementara Partai Likud hanya meraih 31 kursi,” demikian pengumuman Komite Pemilu Israel, Jumat (20/9).

Dengan raihan 31 kursi ber­arti kepemimpinan PM Netan­yahu berada di ujung tanduk, sementara itu hasil pemilu pun menyulitkan partai penyokong Netanyahu maupun Gantz un­tuk meraih mayoritas di parle­men karena selisih suaranya amat tipis.

Kemandekan politik semakin nyata setelah Gantz menolak tawaran Netanyahu agar ber­gabung untuk membentuk pe­merintahan persatuan bersama terkecuali jika Gantz menjadi PM Israel. Syarat yang diajukan Gantz itu mustahil diloloskan Partai Likud karena para pendu­kung setia partai sayap kanan itu kemungkinan tidak ingin me­nyingkirkan Netanyahu.

Pemilu ke-3

Jika kemandekan politik ber­larut-larut dan tak terselesaikan maka akan terbuka kemungkinan Israel menggelar pemilu putaran ke-3. Jika benar terjadi, maka pe­milu Israel berikutnya akan dige­lar pada April tahun depan.

Sementara itu Presiden Israel, Reuven Rivlin, berencana untuk segera mengakhiri kemandekan dengan memulai konsultasi de­ngan semua partai pada Minggu (22/9). Konsultasi yang digagas Presiden Rivlin untuk memu­tuskan siapa yang berhak untuk membentuk pemerintahan.

Sementara itu Komite Pemilu Israel akan mengumumkan ha­sil final pemilu pada Rabu (25/9) dan kemungkinan akan ada per­ubahan saat menunggu jadwal waktu pengumuman itu karena masih ada 14 tempat pemung­gutan suara yang belum melaku­kan verifikasi penghitungan suara.

Namun perubahan yang akan terjadi dalam peta perpolitikan Israel beberapa hari mendatang yaitu kemungkinan Netanyahu tak kembali terpilih sebagai PM Israel apalagi beberapa pekan lagi Netanyahu akan menerima dakwaan korupsi.  SB/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Pelajar Asia-Pasifik Tuntut Perubahan Global

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SYDNEY - Ribuan pelajar di Australia dan negara-negara Asia-Pasifik pada Jumat (20/9) serempak turun ke jalan untuk memulai aksi menuntut para pemimpin dunia berkumpul untuk menghadiri KTT Iklim demi mengambil sikap untuk menghentikan...
Selengkapnya

Keistimewaan Bandara Beijing Daxing yang Baru Diresmikan

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bandara Internasional Beijing Daxing resmi beroperasi pada Jumat (20/9). Bandara yang desainnya mirip bintang laut ini, akan masuk dalam jajaran bandara raksasa di dunia dan sanggup me­nangani 300 pendaratan per jam dengan target 45...
Selengkapnya

Juncker: UE Bisa Singkirkan “Backstop”

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua Komisi Eropa menyatakan bahwa UE bisa menyingkirkan backstop jika Inggris gagal memberikan jaminan pemisahan secara aman dan antara Inggris dan UE bisa mencapai tujuan yang sama. LONDON – Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Dukung UMKM

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tinjau Proyek Tol

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Cengkareng Permai dan KMEW Dirikan Pabrik CP Glassa

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PT Cengkareng Permai menggandeng pe­rusahaan asal Jepang, Kubota Matsushita Exterior Works (KMEW), mendirikan pabrik genteng berkualitas dengan teknologi mutakhir. Genteng dengan nama Glassa itu di­lapisi ceramic...
Selengkapnya

IHSG Berakhir Melemah

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) me­nutup pekan dengan melemah 0,21 persen atau 12,99 poin ke level 6.231,47. Pelemahan ini karena terdapat tekanan dari saham-saham indeks sektor industri dasar, sedang­kan sektor...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Pembukaan Acara

Jumat 20/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Nyaman, Desain Kamar Mandi Minimalis

Jumat 20/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Integrasi sistem ventilasi bermanfaat untuk menjaga agar kamar mandi tidak lembab. Kamar mandi merupakan salah satu ruangan d rumah yang mungkin menjadi tempat favorit untuk merilekskan atau menyegarkan badan ketika lelah sehabis...
Selengkapnya

Kain Benang Rapat Bahan Pelapis Kursi

Jumat 20/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bahan pelapis dan kursi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Melalui bahan pelapisnya, kursi menjadi tempat duduk yang nyaman sekaligus memiliki tampilan yang menarik. Bahan pelapis (umumnya berupa kain) yang sesuai, dudukan...
Selengkapnya

Pembiayaan Pembangunan

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Menanti Hasil RDG BI

Kamis 19/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

JAKARTA – Nilai tukar rupiah, hari ini (19/9), diperkirakan berbalik melemah dari sehari sebelumnya. Hal itu dipengaruhi sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu atau wait and see hasil rapat dewan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi kurs rupiah terhadap dollar AS, Kamis (19/9) berada di kisaran 13.950-14.150 per dollar AS. Sehari sebelumnya, rupiah ditutup menguat 33 poin menjadi 14.067 dari 14.100 rupiah per dollar AS.

“Kemungkinan masih 50:50 (fifty-fifty/ imbang) apakah suku bunga akan dipangkas atau tidak,” ujar Ariston di Jakarta, Rabu (18/9).

Seperti diketahui, dewan kebijakan The Fed (FOMC) menggelar rapat pada 17-18 September 2019 waktu Washington D.C. Sementara, BI dijadwalkan akan mengumumkan hasil RDG pada 19 September 2019. Sejumlah ekonom dan analis memperkirakan BI akan memangkas kembali kebijakan bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate.

 

uyo/E-10

Tampilkan Semua

Kembangkan Fitur

Kamis 19/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

“Router” Ngebut Berteknologi Turbo

Kamis 19/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Huawei meluncurkan sistem Wi-Fi rumah generasi terbaru, Huawei WiFi Q2 Pro, di ajang IFA 2019. Router ini dilengkapi dengan Gigahome 5630 gigabit PLC modem chip dari Huawei dan teknologi PLC Turbo yang inovatif, dan kemampuan...
Selengkapnya

Efek 3D Ponsel 4 Kamera

Kamis 19/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ponsel dengan empat kamera (quad camera) belakang ini kian menjadi tren baru perangkat mobile. Namun pada setiap merek ponsel, kamera keempat memiliki beragam fungsi berbeda. Jika selama ini kamera dengan sensor resolusi tinggi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Harmonisasi Industri

Rabu 18/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Bugatti, Melesat Berkat Aerodinamika

Rabu 18/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pabrikan mobil sport Bugatti, nampak begitu terobsesi dengan kecepatan. Setelah meluncurkan mobil termahal La Voiture Noir dengan harga 19 juta dolar AS pada Mei lalu, kini pabrikan asal Perancis ini meluncurkan model terbaru yang...
Selengkapnya

“Small” Sedan Adu Teknologi Mesin

Rabu 18/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hadirnya Mazda 3 versi sedan membuat persaingan pada segmen small sedan menjadi semakin ramai. Apalagi pada segmen ini dihuni oleh dua nama yang telah begitu mapan yaitu Honda Civic dan Toyota Corolla Altis. Pada segmen small sedan...
Selengkapnya

Adu Teknologi Mobil Listrik

Rabu 18/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pabrikan global unjuk gigi memamerkan teknologi mobil listriknya. Tidak hanya pamer sebagai mobil yang paling ramah lingkungan, manufaktur otomotif juga gas pol di dapur pacu. Persaingan kendaraan ramah lingkungan diprediksi kian sengit...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Stephen Curry Perkuat AS di Olimpiade

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Guard Golden State Warriors Stephen Curry siap turun bermain untuk Team USA pada Olimpiade ta­hun depan di Tokyo.

“Itu rencananya, untuk pastinya,” kata Curry dalam wawancara dengan wartawan ESPN Rachel Nichols.

Dia berharap tidak ada ken­dala menuju Olimpiade, “Anda tak ingin cedera atau sema­camnya yang bakal meng­ganggu.”

Ini akan menjadi penam­pilan Curry pada Olimpi­ade dan dia mengaku sangat menantikan pengalaman ber­tanding pada Olimpiade.

“Sudah pasti ingin ikut,” kata Curry. “Saya belum pernah masuk tim Olimpiade. Saya sudah pernah bersama dua tim medali emas kejuaraan Piala Du­nia. Te­tapi Olimpi­ade ada­lah pengalaman yang saya inginkan. Dan tahun depan semoga terjadi.”

Amerika Serikat finis urutan ketujuh Piala Dunia FIBA yang merupakan rekor terburuk yang dicapai negeri ini. Tapi Curry yakin AS masih tetap yang terbaik.

“Kami masih yang terbaik,” kata Curry seperti dikutip ESPN.

“Seandainya kami mendapatkan para pemain yang memang seharusnya ada di sana, dalam arti, Anda tahu kan, mewakili kami pada panggung Olimpiade dan ada komitmen di sana, saya kira akan juara tahun depan.”

Curry akan bergabung dengan pelatih kepala Warriors Steve Kerr dalam Team USA. Kerr adalah asisten pela­tih untuk pelatih kepala tim Amerika Gregg Popovich. AFP/S-2

Tampilkan Semua

Jakarta Resmi Gelar Formula E 2020

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ajang balap Formula E melalui situs resminya memasti­kan DKI Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah seri balapan tersebut pada 6 Juni 2020. Selain Jakarta, kota Seoul (Ko­rea Selatan) dan London (Inggris) juga akan...
Selengkapnya

Marquez Tercepat di FP1 GP Aragon

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
ARAGON – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan bebas pertama (Free Practice 1) Grand Prix Aragon, Jumat (20/9). Pebalap asal Spanyol itu me­lesat dengan waktu terbaik satu menit 46,896...
Selengkapnya

Eko Yuli Raih Dua Perak di Kejuaraan Dunia

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PATTAYA – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempersembahkan dua medali perak untuk nomor snatch dan total angkatan pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Pattaya, Thailand, Kamis (19/9) malam. Berada di kelas 61kg, Eko harus...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Menyelami Sisi Korea, Selain Eksportir Kebudayaan

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

Boyband ataupun drama serial Korea Selatan mungkin sudah sering terdengar. Namun, bagaimana dengan karya sastra dari negeri Ginseng tersebut? Semua tersaji dalam antologi cerita pendek berjudul New York Bakery. Dengan 14 kisah pendeknya, para penulis dari berbagai sudut pandang berusaha menceritakan kehidupan masyarakat Korea yang tidak banyak diketahui dunia.

Kebanyakan dari cerita-cerita tersebut mengalir begitu saja tanpa ada batasan dengan menyuguhi kultur Korea itu sendiri. Ada perubahan sosial, sejarah, dan tradisi masyarakat, sehingga memberi pembaca suatu pengalaman untuk memahami kebudayaan Korea.

Contoh, pada cerita New York Bakery yang mengisahkan sebuah toko roti populer dari zaman dulu harus menghadapi globalisasi. Lalu, penulis pun memberi pandangannya. Kala itu, mengenai cara anak-anak pemilik toko roti yang awalnya dikira dapat makan makanan enak seperti roti. Roti saat itu dianggap makanan kelas atas. Hanya karena anak pemilik roti bisa mengonsumsi roti.

“Sekarang dan kelak, setiap kali orang mengetahui bahwa aku merupakan putra bungsu New York Bakery, tanggapan mereka selalu sama. ‘Kau pasti makan kue dalam jumlah besar!’ Setiap kali aku melihat ekspresi iri itu, rasanya seperti menyangkal bahwa aku adalah putra dan pewaris seorang juragan kaya. Ketika kami masih anak-anak, kue dan roti dianggap sebagai makanan kelas atas,” (hlm 7).

Sang penulis bahkan menceritakan dia tidak dapat memakan roti-roti itu, kecuali harus mengambilnya diam-diam. “Sesungguhnya aku tidak diizinkan makan roti-roti itu sesuka hati. Jujur saja, aku pernah melahap roti curian dari New York Bakery. Pengakuan ini mungkin seperti kondektur bus yang mengatakan bahwa dia naik bus secara gratis. Maka kalau aku mengakuinya di ruang pengakuan dosa pun terkesan tak sungguh-sungguh. Tapi itu benar adanya. Kalau ibuku tidak mengawasi toko, aku mengambil roti dan lari,” (hlm 8).

Ada juga, sebuah cerita sederhana obat yang diminum setiap kali saat sakit, ternyata dapat mempengaruhi kehidupan seseorang dalam Sebuah Sejarah Obat. “Setiap kali aku menunggu penerbangan di terminal keberangkatan bandara, aku kerap menyempatkan pergi ke apotek membeli obat-obatan seperti vitamin, propolis, omega 3, dan ginseng merah. Kebiasaan itu, awalnya dimulai untuk menghilangkan kebosanan, tetapi juga karena memang kebutuhan,” (hlm 125).

Pada kisah tersebut, penulis bercerita mengenai seseorang yang sejak kecil sudah dicekoki obat-obatan, khususnya obat tradisional karena fisiknya lemah. Dia sejak kecil selalu percaya bahwa obat-obatan dapat menyembuhkan penyakit yang diderita siapa pun. Begitupula ketika dia sedang sakit dan memutuskan untuk mencuri obat yang diminum neneknya. Karena perkataan, “Obat tidak ada khasiatnya, jika tak pahit,” (hlm 140), dia pun terdoktrin bahwa obat memang sudah seharusnya pahit. Dia pasti akan sembuh dengan meminumnya (hlm 141).

Dalam antologi cerpen Korea ini, pembaca akan menemukan kisah-kisah lain yang selama ini jarang diketahui. Korea merupakan sebuah negara yang penuh hingar bingar, namun ternyata juga memiliki sisi lain seperti trauma perang saudara hingga simbol peradaban maju. 

 

Gemma, wartawan Koran Jakarta

Tampilkan Semua

Ubah Citra Perpustakaan

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Perpustakaan Nasional (HPN). Seremoni ini penting, terutama di tengah rendahnya tingkat kunjungan ke perpustakaan yang berbanding lurus dengan rendahnya minat baca masyarakat. Menurut...
Selengkapnya

Menolak RKUHP

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Publik menyambut baik sikap Presiden Joko Widodo yang meminta DPR menunda pengesahan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP). Tetapi yang paling diharapkan bukan hanya penundaan. Pemerintah dan DPR harus mencermati masukan dari...
Selengkapnya

Menguak Representasi M Hoesni Thamrin

Jumat 20/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Mohammad Hoesni ThamrinPenulis : Yasmine Zaki ShahabPenerbit : Rajawali Press, 2019Tebal : xl + 159 halamanISBN : 978-602-425-715-6 Buku ini ditinjau dari sisi antropologis historis tentang representasi MH Thamrin di dunia...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Star of The West End Siap Tampilkan Performa Terbaik di Jakarta

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Grup musikal rock Star of The West End, ba­kal kembali tampil di Indonesia, kali ini akan hadir di Makara Ballroom, Double­Tree by Hilton Jakarta, 23 Sep­tember 2019. Star of The West End produksi British Theatre Playhouse and Worldwide Entertainment ini siap hadir dengan formasi empat musisi dunia, yaitu Mike Sterling, Shona Lindsay, Tom Solo­mon, dan Yildiz Hussein.

Sebelumnya, grup musikal rock ini pernah berkunjung ke Indonesia pada 2017, waktu itu juga tampil dengan formasi yang sama.

Cecilia Leong-Faulkner, Founder & Managing Director British Theatre Playhouse selaku pihak penyelenggara menyatakan, pertunjukan yang ditampilkan dalam Stars of the West End Sing the Rock Musical termasuk lagu-lagu oleh banyak bintang musik, termasuk Queen, Whitney Houston, Michael Jackson dan Tina Turner.

Selaku pihak penyeleng­gara, Cecilia mengatakan The West End di London memproduksi musikal dan pertunjukkan terbaik, me­narik jutaan orang di selu­ruh dunia. "Jadi, kami pikir itu akan menjadi ide yang baik untuk membuat konser seputar empat bintang West End terkemuka menyanyikan lagu-lagu hit dari musikal top seperti We Will Rock You, The Bodyguard, Grease, Kuartet Million Dollar, The Phantom of the Opera dan Les Misera­bles," ujar Cecilia dalam rilis persnya, baru-baru ini.

Grup musikal rock Star of The West End sengaja memi­lih Jakarta sebagai salah satu kota tujuan karena dinilai se­bagai satu kota besar di dunia, khususnya di Asia Tenggara. "Jakarta adalah kota gerbang yang penting bagi ekonomi dan perdagangan, dan kami sadar bahwa orang Indo­nesia menyukai musik dan seni. Kami juga cinta Jakarta. Mereka menyukai pertunjuk­an waktu itu dan ingin kami kembali lagi," sebutnya.

Sejauh ini persiapan pun sudah dilakukan dengan matang. "Latihan ekstensif dilakukan ketika pertunjukan pertama kali dibuka, tetapi, karena sekarang telah berdiri dan melakukan tur secara teratur, hanya diperlukan sedikit latihan untuk melaku­kan top-up," paparnya.

Sementara itu, untuk tiket pertunjukan musikal ini dijual seharga Rp 750 ribu untuk kategori Silver, Rp 1,25 juta untuk Gold, Rp 1,75 un­tuk kelas Diamond, dan Rp 2,25 untuk kategori Platinum. Tiket sudah tersedia untuk pemesanan di BookMyShow. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Berburu Harapan dalam Tradisi Kembul Dungo

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kota Batu, Malang, Jawa Timur, memiliki tradisi unik. Namanya, Kembul Dungo yang menjadi salah satu kebiasaan masyarakat untuk meminta pengharapan pada Yang Kuasa. Dalam acara Kembul Dungo ini ada bera­gam kegiatan mulai dari Ngarak...
Selengkapnya

Demi Moore Ungkap Hal Pribadi dalam Memoarnya

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Aktris Demi Moore (56) mengungkapkan ba­nyak hal dalam buku memoarnya "Inside Out", soal perselingkuhan, keguguran dan keterpurukannya usai bercerai dari mantan suami Ashton Kutcher (41). Ia juga mengaku pernah melakukan hubungan...
Selengkapnya

Dwiki Dharmawan Tampilkan Musik Jazz Etnik Indonesia di Afrika Selatan

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kerap tampil di ajang-ajang musik jazz di mancanegara mem­bawa nama Indonesia, kini musisi jazz Dwiki Dhar­mawan secara resmi meng­umumkan diri bakal tampil di ajang Standard Bank Joy Of Jazz 2019, di Afrika Selatan, tepatnya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Tarik-Ulur Nasib Trotoar di Tengah Jalan

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Trotoar di me­dian Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang viral karena berada di te­ngah jalan, dinyatakan akan dibongkar setelah sebelumnya sempat dinyatakan tidak jadi dibongkar.

Kali ini, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta yang me­nyatakan sudah berkoordinasi dengan pengelola Tol Becak­ayu mengenai rencana pem­bongkaran trotoar di tengah Jalan Inspeksi Kalimalang.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nu­groho, di Jakarta, Jumat (20/8), mengatakan bahwa pengelola Tol Becakayu menyetujui pem­bongkaran tersebut.

“Trotoar itu saya sudah rapatkan dengan pengelola Tol Be­cakayu, intinya mereka setuju membongkar. Jadi saya minta pokoknya harus dibongkar se­suai dengan kaidah-kaidah. Harus ruas jalan diperlebar, ke­mudian trotoar ada di samping sebelah kiri jalan,” kata Hari.

Sebelumnya, alasan penge­lola terkait dengan trotoar di tengah jalan, menurut Hari, adalah untuk membuat ta­man. Akan tetapi menurutnya, taman tidak mungkin dibuat di separuh bagian jalan. “Kami buat trase jalannya se­suai dengan lajur, ke­mudian baru di­bong­kar, lalu baru buat trotoar,” ujarnya.

Hari mengatakan bahwa ke­sepakatan pembongkaran ini setelah Dinas Bina Marga ra­pat dengan pihak Kementerian PUPR dan pengelola Tol Be­cakayu. “Mung­kin bisa minggu ini, min­ggu de­pan. Saya minta sece­patnya dibongkar karena itu memang sudah mengganggu pengguna jalan maupun ke­amanan yang memakai jalur itu,” tuturnya.

Tidak Dibongkar

Sebelumnya baru saja, pada Kamis (19/9), Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman, mengatakan, jalur lambat yang terletak di belakang trotoar tersebut tidak akan dibongkar dan akan dijadikan taman. “Ha­sil forum rapat kemarin, tidak dibongkar, cuma dibagusin, nah yang tadinya jalan lambat itu jalur lambat dijadikan taman, jadi lebih indah, lebih asri lebih hijau, jadi tidak boleh dilewa­tin,” katanya Kamis (19/9).

Eman menambahkan, hal itu sesuai Detailed Engineering Design (DED) atau perenca­naan pengembang Tol Beca­kayu terkait kompensasi jalan tersebut yang terkena dampak pembangunan infrastruktur Tol Becakayu sebelumnya.

“Jadi (pengembang) Tol Be­cakayu mengklaim dia sudah mengembalikan apa yang su­dah dia pakai,” ujar Eman.

Eman menjelaskan, ber­dasarkan Detail Engineering Design (DED), ruang kosong di belakang trotoar sejak awal memang bukan untuk jalan umum. “Karena existingnya memang bukan untuk jalan. Hanya karena dia ada ruang kosong, jadi seperti jalan,” ucapnya.  pin/P-6

Tampilkan Semua

Anies Ajak Bersepeda di Jalur Ganjil-Genap

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah Pro­vinsi DKI Jakarta terus beru­paya menciptakan fasilitas dan pelayanan sistem angku­tan umum serta moda trans­portasi non-bermotor ramah lingkungan yang aman dan nyaman bagi warganya. Salah...
Selengkapnya

BPPT Berencana Tambah Stasiun Pengisi Daya

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BPPT berencana untuk menambah empat SPKLU lagi di berbagai wilayah di Jakarta, dibangun dengan menggunakan komponen-komponen dalam negeri. JAKARTA - Pemerintah me­lalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai membangun...
Selengkapnya

Pameran Foto

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Kepemimpinan Semua Elemen Politik Tercermin di MPR

Rabu 18/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
DPR RI bersama dengan pemerintah sepakat untuk merevisi perubahan ketiga Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3).

 

Revisi UU MD3 tersebut khusus membahas revisi Pasal 15 tentang pimpi­nan MPR, yang bunyi revisinya, “Pimpinan MPR terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi dan kelom­pok anggota yang dipilih dari dan oleh anggota MPR.”

Artinya, pada MPR berikutnya, jumlah pimpinan MPR menjadi 10 orang, dengan rincian sembilan orang dari perwakilan partai politik yang lolos ke parlemen ditambah satu orang dari kelompok DPD.

Selanjutnya, pembahasan mengenai revisi UU MD3 akan dilan­jutkan pada pembicaraan tingkat II dan telah disahkan dalam sidang paripurna selanjutnya.

Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta me­wawancarai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Supratman Andi Agtas, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9). Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana hasil kesepakatan revisi UU MD3 bersama dengan pemerintah?

Saya ingin sampaikan bahwa ke-10 fraksi yang ada di DPR itu telah setuju untuk melakukan perubahan atas UU MD3 sepanjang yang terkait dengan jumlah pimpinan di MPR. Tadi sudah kita rapat kerja, dan setuju semua fraksi itu dan pemerintah untuk mem­bahas dalam pembicaraan tingkat II yang akan digelar di dalam paripurna terdekat.

Jadi hasilnya seperti apa?

Jadi, tadinya kan pimpinan MPR, satu ketua dan tujuh wakil ketua. Ber­dasarkan perubahan keputusan yang kita ambil dalam rapat kerja bersama lagi pada legislasi beserta Menteri Dalam Negeri dan Men­teri Hukum dan HAM, maka disepakati satu ketua dan 0 wakil ketua, masing-masing fraksi itu ada sembilan fraksi yang lolos dalam pemilu, kemudian ditambah dengan satu kelompok DPD. Itulah yang kita hasilkan dalam kesepakatan pengambilan keputusan tingkat I di Baleg.

Berarti, tidak ada fraksi yang menolak?

Sepanjang yang saya ketahui bahwa Fraksi Partai Nasdem itu tidak menyatakan menolak atau tidak, tetapi setuju untuk diterus­kan dalam pembicaraan tingkat II di paripurna. Nanti sikap akhir fraksi mereka akan disampaikan saat rapat paripurna.

Pengesahan menjadi bukti kesepakatn fraksi?

Benar, secara resmi paripurna DPR RI pada Senin (16/9) telah sepakat menge­sahkan RUU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) menjadi Undang-undang. Salah satu poin revisi strategis dalam RUU itu adalah menambah kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sesuai jumlah fraksi yang duduk di parlemen.

Selain revisi Pasal 15, ada perubahan yang lain?

Tidak. Pemerintah setuju sekali, semua partai dalam suasana tidak ada protes, dan saya pikir ada benarnya, karena kita membangun DPR/MPR ini beda dengan mengelola institusi DPR. Kita berha­dap di MPR itu lembaga yang akan mengurusi ideologi dan konstitusi. Oleh karena itu, memiliki politik ke­bangsaan dan kebersamaan dalam musyawarah mufakat, dan itu tergambar dari sisi kepemimpinan semua elemen berkumpul di MPR. trisno juliantoro/AR-3

Tampilkan Semua

KPK Harus Bekerja Profesional dan Independen

Selasa 17/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019–2023 telah terpilih setelah proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Jumat (13/9). Pada Senin (16/9), paripurna DPR mensahkan komposisi Pimpinan KPK tersebut. ...
Selengkapnya

“Kota Kami Ramah pada Pendatang”

Senin 16/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo sudah memutuskan bahwa ibu kota negara akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Adapun lokasi ibu kota baru yang dipilih Kepala Negara adalah wilayah yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai...
Selengkapnya

Resesi yang Akan Datang Banyak Berasal dari Perdagangan

Jumat 13/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai Lembaga keuangan dunia maupun akademisi terus mewanti-wanti akan terjadinya resesi ekonomi pada tahun ini atau tahun depan. Angka-angka pertumbuhan ekonomi dunia terus menurun seiring dengan tak mengendurnya perang dagang antara...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Budi Noviantoro: Inka Terus Berinovasi untuk Pacu Ekspor

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tantangan PT Industri Kereta Api/Inka (Persero) ke depan jelas tidak ringan. Sebagai produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara, Inka harus berinovasi agar bisa bersaing di tingkat internasional. Tidak mungkin Inka hanya mengandalkan pasar dalam negeri.

Berawal dari produk kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang, kini Inka menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Produk-produk Inka sudah mulai diminati pasar luar negeri. Aneka inovasi dan terobosan terus ditelorkan.
Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Inka ke depan, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Direktur Utama PT Inka (Persero), Budi Noviantoro, di Kantor Pusat PT Inka, Madiun, Jawa Timur, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Pengalaman dari PT KAI apa yang Anda bawa untuk mengembangkan PT Inka?

Soal quality. Bagaimanapun KAI pasti berhubungan dengan customer mereka, sedangkan namanya service itu tidak ada batasnya. Dulu kereta tidak pakai AC, lalu pakai AC walaupun AC split. Di situlah Inka harus sadar, tidak hanya sekadar membuat kereta, tapi mempertinbangkan user ini (PT KAI) punya pelanggan.

Kami harus lebih serius meningkatkan kualitas produk karena itu berbanding lurus dengan layanan. Kalau keretanya jelek, layanannya akan terpengaruh. Ini yang terus saya ingatkan. Kalau saya nilai ibarat di sekolah, Inka sekarang nilainya tujuh. Tapi saya ingin sembilan.
Makanya, kami ingin mengingkatkan teman-teman di Inka, khususnya berdasarkan apa yang saya rasakan di KAI. Alhamdulillah, sebetulnya dengan produk kereta-kereta kami belakangan ini, tingkat kepuasannya lebih bagus. Banyak teman bilang sekarang lebih memilih melakukan perjalanan naik kereta.

Apa fokus utama di Inka?

Pertama, saya ingin kualitas produk lebih baik. Kedua, soal waktu (penyerahan) tepat. Kalau waktunya tepat, tidak akan kena denda. Sekarang masih terjadi, ya tidak apa-apa. Itu menjadi bagian dari introspeksi kami. Karena posisi Inka pasar tunggal. Untuk domestik, memang sementara pasar kami hanya KAI.

Capaian apa setelah Anda menjabat?

Yang jelas tambah diekspor dan di domestik. PT KAI tumbuh besar bagus, lalu investasi. Ikutannya banyak. Itu yang terjadi sekarang, kami lebih leluasa berkarya. Seperti kemarin, MRT (PT MRT Jakarta) sudah ketemu dengan saya. Kelihatannya, orang lain terima pesanan tiga atau empat malas ngerjakan. Kalau Inka, setengah pun diterima. Jadi MRT sudah menjajaki pada kita, karena pihak Jepang agak kesulitan kalau hanya empat, sepertinya tidak masuk skala mereka. Kalau kami tidak apa-apa.

Alhamdulillah, kami sudah menyelesaikan kontrak yang ketiga dengan Bangladesh, dua ratus lima puluh gerbong. Kemudian di Filipina dapat enam Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), tiga lokomotif, dan lima belas kereta penumpang. Sekarang sedang proses penyelesaian untuk dua KRDE.

Upaya menembus pasar ekspor?

Sekarang masuk dengan sinergi BUMN untuk ke Laos. Alhamdulillah, kami dapat satu MoU dengan Madagaskar. Jadi bareng dengan BUMN lain. Kami mau jual atau mau Build Operate and Transfer (BOT), tergantung kondisi masing-masing pasar. Saya tidak berharap pasar domestik thok, mesti dilebarkan. Macam-macam strateginya.

Misalkan di Afrika yang punya tambang besar, kami masuk dengan PT Timah, PT Aneka Tambang, dan lainnya. Nanti mereka butuh sarana dan prasarana kami bangunkan. Sebetulnya ini dari kita untuk kita. Ini yang sedang dikembangkan, akan segera jalan. Mungkin yang pertama Laos.
Saya akan mencoba meningkatkan pasar ekspor dalam produksi Inka. Jadi kami punya Indonesia Railway Development Consortium (IRDC), itu khusus untuk masuk di kawasan Asean, terdiri dari Inka, Waskita, Len Industri, dan KAI. Untuk pasar Afrika, kami masuk bersama Wika dan Len Industri. Tapi tidak menutup yang lain ikut masuk.

Kami mulai survei, mendesain, merencanakan, pengadaan, proses konstruksi, pengawasan, operasi, dan pendanaan. Ada negara-negara yang bilang saya punya ini, terserah aku manut. Ada yang punya uang, tapi tidak bisa mendesain. Kalau rata-rata di Afrika, mereka punya sumber daya alam yang melimpah, tapi karena level knowledge-nya kurang dan perkeretaapian butuh khusus.

Target komposisi pasar ekspor?

Kalau tahun ini, sekitar 45–55 antara ekspor dan domestik. Kalau bisa ekspornya ditingkatkan sampai 60 persen. Kalau sampai 60 persen, Merah Putih Berkibar. Kemarin untuk Bangladesh pengiriman lebih cepat, harusnya tanggal tujuh. Pasti senang perdana menterinya, karena bisa langsung dipakai untuk perjalanan masyarakat saat Idhul Adha.

Prinsip dan kiat sukses Anda?

Ini saya belajar dari seorang bos saya. Tentang integritas leadership yang utama. Apa leadership itu. Satu, Anda harus memberi contoh. Kedua, tidak ada yang namanya anggota yang salah, pasti komandan yang salah. Kalau begini, teman-teman tidak ragu-ragu.
Yang terjadi sesuatu itu kalau ada intervensi, sehingga lama. Ini belajar juga, mengikuti perjalanan perkeretaapian Indonesia, sejak saya bergabung 1986. Ada sepuluh direktur KAI, yang bisa mengubah wajah KAI adalah dirut ke sepuluh. Saya diajarin, disuruh mengikuti. Anda harus di depan, tidak bisa hanya menyuruh saja. Berikutnya adalah inovasi. Kalau Anda tidak inovatif, selesai.

Kelebihan atau nilai tambah Inka?

Bisa dikatakan ada pada integrasi desainnya, meraciknya. Sebetulnya mudah merakit, mencari macam-macam (komponen), merangkai gampang sekarang. Saya saja bisa mendesain sebetulnya. Tinggal bagaimana kami berani atau tidak. Inka dulu ada afiliasi dengan Nippon Sharyo. Cikal bakal Inka diajari dari Nippon Sharyo. Anak-anak kami kirim ke Jepang untuk belajar, sekarang kami buat sendiri. Justru nilainya di situ, nilai desain ada di kami karena desain akan menentukan harga.

Misalkan saya dikunci oleh satu pabrikan, saya tidak mau. Misalkan pakai lok besar kelas railway, paling hanya MTU dan Caterpillar. Kalau yang kecil-kecil 250 KVA apa pun ada. Desain ini akan menentukan rasa dan harga. Ini termasuk strategi penetrasi pasar, lewat product development, agar kami bisa bersaing. Inovasi untuk problem solving.

Saingan ekspor terberat?

Tiongkok di mana-mana. Selalu ketemu pabrik dari Tiongkok. Di Bangladesh kan tiga kali ya menang semua. Dia sampai geleng-geleng kepala, Tiongkok itu sama Indonesia. Nah, sekarang kan dia cari pendanaan, mungkin dia bawa dana. Nah, kalau dana kan susah saya, dia bawa duit.
Kalau duit kan nggak dilelang, ditunjuk langsung. Ini salah satunya, sering terjadi. Makanya kami menggunakan teman-teman IRDC. Begitu caranya. Kalau saya sendirian pasti kalah. Nah, kami jual paket. Kemarin dengan Pakistan juga begitu. Saya ketemu dengan Dubes Pakistan.

Anda pernah menyebut Inka siap lepas landas, bisa dijelaskan?

Tadi disebut Laos, terus Asia. Afrika, itu kami sudah take-off. Apalagi kalau kami sudah bisa berhasil menguji coba kereta cepat. Itu cita-cita saya. Jadi, kami harus berani mencoba, membangun sendiri kereta cepat Merah Putih. Pertanyaannya bisa? Ya kita coba, arahnya ke mana? Bisa nggak? Kemungkinannya bisa, kita punya perguruan tinggi negeri dan swasta yang hebat-hebat. Kita punya PT DI, kita punya BPPT. Jadi kita coba, dan kami sudah tiga kali focus group discussion. Makanya ini tergantung pemerintah.

Kalau Inka sendiri pasti tidak sanggup. Ini sudah mulai, termasuk melibatkan perguruan tinggi negeri. Kalau nanti misalkan seorang dosen mau minta dana penelitian yang berkaitan dengan indsutri strategis, khususnya Inka maka Inka harus diajak bicara. Inka butuh apa? Misalkan riset soal door system. Nah, kalau kami kan nggak sempat. Jadi riset ini semestinya di-support penuh, dan arahnya fokus.

Jangan hanya sekadar membuat riset terus jadi buku. Wes nggak ada artine. Yang penting jadi produk untuk membantu induk strategis untuk menyempurnakan desain dan produknya. Saya punya cita-cita pada 2025 kalau semuanya berjalan, kita harus berani mencoba prototipe kereta api cepat made in Indonesia.

Apa yang dibutuhkan?

Ada satu syarat agar kita bisa. Kita harus mempunyai alat uji sendiri yang bisa lari 400 sampai 500 kilometer per jam, harus uji proporsi, uji macam-macam. Itu kita nggak punya. Kalau di Tiongkok, hampir semua universitas kereta api punya. Sekarang berhasil kereta cepatnya sudah terpanjang di dunia. Terpanjang dan terbanyak.

Kita belum sampai ke sana, kalau bisa beli ya beli, kalau bisa buat ya buat. Tapi kalau semua riset ya nggak nutut. Kedua, kita harus punya test track, minimal 3 sampai 5 kilometer, dengan spec-nya 435 yang bisa lari cepat. Kalau hanya buat keretanya, mudah-mudahan bisa Inka. Dengan beberapa pengalaman dan kami punya tenaga di Jepang, dulu menjadi pimpronya kereta cepat di Taiwan.
L

RT Jabotabek ini Nippon Sharyo. Kereta cepat itu sebetulnya bisa dikontrol dengan satelit. LRT Jabotabek sudah traveless, secara teknologi sudah lebih maju. Kereta cepat belum sampai ke sana teknologinya. Cuma memang karena kecepatan tinggi maka akselerasi gede banget. Oleh sebab itu, proses pengereman harus hati-hati. Kalau lainnya sama saja, motor digedein. Itu bayangan saya, mudah-mudahan benar. Kita libatkan perguruan tinggi negeri, BPPT, dan PT DI karena bodinya mirip pesawat.

Baru-baru ini Inka menjalin kerja sama dengan Progress Rail, bisa dijelaskan?

Progress Rail itu perusahaan lokomotif dari Amerika Serikat (AS). Inka dan Progress Rail bekerja sama dalam join manufaktur untuk meningkatkan nilai Inka, katakanlah dari tujuh menjadi sembilan. Kalau misalkan jualan lok (lokomotif) Inka belum bisa, tapi kalau misalkan lok Inka-Progress Rail, nah bisa.

Peluang adopsi energi terbarukan untuk proyek kereta cepat?

Cita-cita memang begitu. Sebetulnya bisa, tergantung teknologi baterainya. Saya sudah mencoba trem baterai, tapi belum stabil. Kalau kecepatan tinggi itu butuh energi besar, ada nggak baterai seperti itu. Kalau ada luar biasa top sudah. Kalau ada bisa pakai baterai semua. Tapi masalahnya bukan itu, yang lain bisa, motornya bisa, tapi baterainya? Saya yakin in the end of the day pasti bisa. Karena apa, orang terus mengembangkan baterai.

Arah pengembangan pusat produksi di Banyuwangi?

Kapasitas produksi jelas besar di sana nanti, karena dari luasan di sini 22 hektare, di sana 83 hektare. Tapi bukan berarti yang di sini akan kami tinggal. Kemudian untuk produksi, kalau di sini 1,5 line, di sana 2,5. Fokusnya ekspor, sekitar 70 persen. Dekat laut, kalau di sini (Madiun) kita bawa kereta ke Pelabuhan Tanjung Perak naik multi-excel, di sana bisa langsung masuk hanya tiga kilometer. Bisa menghemat cost, dan bisa dibuat kawasan Berikat Perkeretapian.

N-3

Tampilkan Semua

Sensor Baru Pemantau Keausan Ban

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam demonstrasi pertamanya, inovasi yang murah dan sederhana ini mampu menunjukkan kinerjanya dalam mengukur tingkat ketebalan ban apakah masih dalam kondisi aman. Sebuah sensor telah dirancang insinyur listrik di Universitas Duke,...
Selengkapnya

Bahan Berbasis Alam sebagai Pengganti Plastik

Sabtu 21/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebuah kombinasi unik, yakni campuran serat kayu dan serat sutra, tengah diteliti dan dikembangkan ilmuwan global.Ternyata, bahan unik ini mampu mengungguli sebagian besar bahan sintetis dan alami yang ada saat ini. Hasil kombinasi ini...
Selengkapnya

Proses Belajar dari Jalur Rempah

Sabtu 21/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Budaya yang harusnya memiliki pondasi literatur, kini makin tergerus oleh pesatnya perkembangan teknologi. Rempah-rempah selalu identik dengan bahan baku masakan. Namun dalam arti yang lebih luas, rempah-rempah tidak sekedar bahan baku...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta