Koran Jakarta | April 22 2019
No Comments
Mufakat Budaya Indonesia

Imbau Masyarakat Hindari Perpecahan

Imbau Masyarakat Hindari Perpecahan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Belasan tokoh, bu­dayawan, seniman, dan aktivis kemanusiaan yang bergabung dalam Mufakat Budaya Indonesia (MBI), baru-baru ini, di Jakarta, mengimbau masyarakat untuk menghen­tikan praktik-praktik yang bisa memicu perpecahan selama tahun politik dan Pemilu 2019. MBI menilai perpecahan hanya akan melemahkan bahkan menghancurkan bangsa Indo­nesia yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa.

MBI terdiri dari para seni­man, budayawan, cendeki­awan, dan ilmuwan, seperti budayawan Radhar Panca Dahana, Donny Gahral, Niniek L Karim, Adi Kurdi, Renny Jayoesman, Anto Baret, Tony Q, Olivia Zalianty, dan lain­nya, memberikan pernyataan sikap terkait kondisi yang ada di masyarakat, Selasa (12/3), di Warung Apresiasi, Bulun­gan, Blok M, Jakarta Selatan. Di kesempatan ini, MBI pun mengajak seluruh masyakarat untuk menghindari perpeca­han akibat perbedaan pilihan politik.

MBI turut menyikapi per­kembangan terakhir dari ke­hidupan sosial-politik-kultural di negeri ini, di mana terjadi peningkatan intensitas, jumlah, dan kualitas dari perpecahan kelompok masyarakat, konflik horizontal dan vertikal akibat perbedaan pandangan politik, penggunaan bahasa bahkan karya seni demi kepentingan sempit dan sektarian, dan lain sebagainya.

Selaku budayawan, Radhar Panca Dahana mengajak ma­syarakat untuk menghindari perpecahan karena perbedaan. "Kami anggota aktivis MBI me­nyampaikan himbauan, untuk menghentikan praktik diskursif, ujaran bahasa yang tak baik, menjaga sikap dan tindakan yang berpotensi merusak tata hubungan sosial-kultural di masyarakat Indonesia yang su­dah dibangun oleh para leluhur bangsa," ujarnya.

MBI pun mengajak masya­rakat untuk tidak menjadikan kontestasi politik, seperti pe­milihan presiden dan anggota legislatif sebagai ajang per­tempuran di antara kekuatan yang semata hanya untuk nafsu kekuasaan semata. MBI pun meminta agar para elit, baik di lingkungan politik, ekonomi, akademik, agama, dan budaya, tidak lagi menginisiasi, meng­inspirasi, apalagi mengorga­nisir publik untuk melakukan perbuatan destruktif demi tujuan kelompoknya.

Banyak hal lagi yang disam­paikan oleh MBI agar masyara­kat bisa kembali bersatu dan harmonis meski menjalani tahun politik seperti ini. MBI pun mengajak masyarakat agar mengingat dan sadar kembali akan sejarah bangsa Indo­nesia. Dengan be­gitu, masyarakat bisa kembali harmonis dan sadar, meski berbeda pandang­an namun ini demi kemajuan bangsa. yzd/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment